Dunia kewirausahaan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali bersinar, kali ini lewat inovasi kreatif bernama Mimi Clay. Berawal dari inisiatif di Program Studi Ilmu Komunikasi (Ilkom), brand ini menawarkan produk Super Clay DIY Character, sebuah mainan edukatif berbahan clay yang aman dan fokus pada pengembangan motorik halus anak usia 3 hingga 12 tahun.

Tim Mimi Clay, yang diketuai oleh Jihan Ika Ayuningtyas dari Ilkom UNIMMA, tidak hanya sekadar membuat produk, tetapi juga menciptakan media sensory play yang efektif sebagai sarana edukasi kreatif dan menjalin ikatan (bonding) antara orang tua dan anak. Keunikan dan nilai edukasi yang ditawarkan berhasil membawa Mimi Clay lolos seleksi nasional Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dan berlaga di ajang bergengsi Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVI 2025.

Anggota tim Mimi Clay, Audia Ananda Saputri, mengungkapkan bahwa ambisi mereka jauh melampaui produk clay kit saat ini. Audia memaparkan visi jangka panjang yang sangat optimis dan inspiratif.

“Rencana besar kedepannya kita mau Mimi Clay bisa jadi Mimi World yang setara sama Disney Universe, di mana satu karakter bisa punya banyak luaran kreatif, mulai dari merchandise, mini movie, dongeng, dll.” ujar Audia saat diwawancarai.

Target ambisius ini menunjukkan bahwa mahasiswa Ilkom UNIMMA tidak hanya berpikir lokal, tetapi berani menargetkan pasar global dengan konsep yang terintegrasi dan berkesinambungan menciptakan sebuah ekosistem kreatif layaknya raksasa hiburan dunia.

Meskipun memiliki mimpi besar, tim Mimi Clay tetap fokus pada langkah strategis yang realistis. Dalam keikutsertaan mereka di KMI Expo XVI 2025 di Universitas Tidar, Magelang, mereka menetapkan prioritas utama untuk memperkuat posisi pasar.

“Fokus kita di KMI EXPO 2025 ini adalah ningkatin brand awareness dulu supaya Mimi Clay bisa lebih di kenal banyak orang dan tahu dulu produk-produk kita,” tegas Audia.

Pencapaian ini sekaligus menegaskan komitmen Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam mendorong mahasiswa untuk tidak hanya unggul dalam teori komunikasi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam inovasi industri kreatif yang berdaya saing tinggi. Mimi Clay menjadi contoh nyata bagaimana kreativitas dapat menembus batas, menghasilkan produk yang bermanfaat, sekaligus membawa nama baik kampus di kancah nasional.