Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) mengambil peran aktif dan energik dalam perhelatan akbar Borobudur Marathon (Bomar) 2025. Keterlibatan kali ini berfokus pada aksi nyata mendukung dan memeriahkan jalur lari dengan membangun sebuah cheering point kolaboratif yang penuh semangat.

Aksi ini diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himanika) yang berkolaborasi erat dengan Organisasi Remaja Tegalsari (ORTESA) Desa Sumber Arum, Tempuran, Magelang. Kolaborasi unik antara mahasiswa dan pemuda desa ini menjadi salah satu titik yang turut menyemarakkan ajang lari berskala internasional yang diikuti ribuan peserta dari puluhan negara tersebut.

Di lokasi cheering point, mahasiswa dan anggota ORTESA tidak hanya memberikan sorakan semangat, tetapi juga terlibat dalam aspek komunikasi dan publikasi kegiatan yang bersinggungan dengan sport tourism. Momen ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk terjun langsung dalam pengelolaan acara besar di tengah masyarakat.

Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti, memberikan tanggapan positif terkait inisiatif mahasiswanya ini. Lintang menekankan bahwa partisipasi ini memiliki tujuan lebih dari sekadar meramaikan acara, tetapi juga mengusung komitmen prodi.

Lintang menjelaskan, “Partisipasi prodi Ilkom UNIMMA dalam agenda tahunan Borobudur Marathon yang berskala internasional di laksanakan di Magelang bukan hanya untuk turut meramaikan kegiatan yang dihadiri puluhan negara, tetapi juga sebagai bentuk komitmen Prodi dalam memberikan pengalaman belajar nyata bagi mahasiswa.”

Lintang menambahkan bahwa melalui aksi kolaborasi di lapangan ini, mahasiswa mendapatkan pemahaman yang berharga tentang ekosistem pariwisata olahraga.

“Melalui keterlibatan ini, mahasiswa dapat memahami ekosistem sport tourism sekaligus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat desa sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik,” tutupnya.

Keterlibatan prodi Ilkom UNIMMA melalui Himanika dan sinergi dengan ORTESA Desa Sumber Arum ini diharapkan dapat menjadi model yang efektif dalam menghubungkan teori komunikasi di kelas dengan praktik nyata di tengah masyarakat dan acara berskala besar, sekaligus memberikan energi positif bagi para pelari Borobudur Marathon.