Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menegaskan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya di sektor pariwisata. Dua dosen ahli dari Ilkom UNIMMA, Lintang Muliawanti, dan Dwi Susanti, sukses menjadi narasumber utama dalam Pelatihan, Sertifikasi, dan Pendampingan Aktivasi Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) di kawasan wisata Borobudur.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Otorita Borobudur (BOB) di Balkondes Karangrejo pada Selasa (7/10) ini merupakan implementasi nyata dari kerja sama strategis antara Prodi Ilmu Komunikasi UNIMMA dengan BOB, yang bertujuan memperkuat kapasitas pelaku usaha homestay agar siap bersaing di kancah global.
Menekankan 3C: Kunci Komunikasi Kerja Efektif
Lintang Muliawanti, M.I.Kom., yang merupakan pakar di bidang komunikasi, membawakan dua sesi materi penting. Sesi pertama bertajuk “Komunikasi Kerja Efektif di Lingkungan Kerja”. Dalam paparannya, Lintang Muliawanti menegaskan bahwa kemampuan berkomunikasi merupakan fondasi utama dalam menciptakan pengalaman menginap yang tak terlupakan bagi tamu.
“Komunikasi efektif itu penting untuk meningkatkan kepuasan tamu, mencegah kesalahpahaman, dan membangun reputasi layanan yang berkelanjutan,” ujar Lintang. Ia juga memperkenalkan dan mendesak peserta untuk menerapkan prinsip 3C: Clarity (Kejelasan), Courtesy (Kesopanan), dan Consistency (Konsistensi) dalam setiap interaksi layanan.
Mengangkat Budaya Lokal dalam Global Hospitality
Pada sesi berikutnya, Lintang Muliawanti mengulas topik “Komunikasi Lintas Budaya”. Beliau mengajak para pengelola homestay untuk menginternalisasi nilai-nilai budaya Jawa yang ramah dan santun ke dalam praktik pelayanan pariwisata sehari-hari.
“Setiap tamu membawa budayanya sendiri, dan kita adalah jembatan makna. Jadilah wajah ramah Borobudur bagi dunia, karena hospitality is not just service, it’s our culture,” tegas Lintang, menekankan bahwa kemampuan memahami dan menghormati perbedaan budaya adalah bekal esensial untuk melayani wisatawan mancanegara.
Melengkapi materi, Dwi Susanti, memberikan pelatihan praktis “English for Hospitality”. Materi ini dirancang khusus untuk membekali peserta dengan keterampilan komunikasi dasar dalam Bahasa Inggris, mulai dari menyambut tamu, menawarkan bantuan, hingga menanggapi permintaan sederhana secara profesional dan percaya diri.
Program kolaboratif ini disambut antusias oleh para peserta. Salah satu peserta, Sri Puji Astuti dari Griya Safira, mengaku sangat merasakan manfaatnya. “Setelah ini, saya akan lebih terbuka dengan tamu, merangkum kritik dan saran, serta tetap santun menerima perbedaan budaya tanpa harus kehilangan budaya sendiri,” ungkapnya.
Prodi Ilmu Komunikasi UNIMMA berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang berdaya saing, ramah budaya, dan berkelanjutan, membuktikan bahwa ilmu komunikasi memiliki peran krusial dalam memajukan pariwisata nasional.