Program Studi Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kini mencetak lulusan dengan keterampilan yang spesialis dan berkarakter kuat. Tiga mahasiswa terpilih, yaitu Ika Dian Pertiwi, Dessy Nurmalasari, dan Fadhil Imam Fauzan, berhasil mendapatkan kesempatan magang strategis di Penhumas Akademi Militer (Akmil) selama satu semester (September hingga 10 Januari 2026). Program ini menjadi bukti nyata komitmen Prodi dalam membekali mahasiswa dengan kemampuan GPR (Government Public Relations) yang terintegrasi dengan kedisiplinan tingkat tinggi.

Penempatan ini memberikan exposure yang unik, di mana mahasiswa tidak hanya menerapkan teori Public Relation for Government, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam menjaga citra dan catatan sejarah institusi militer yang bergengsi.

Mahasiswa Menjadi Penjaga Jejak Sejarah Akmil

Novelty dari pengalaman magang ini adalah peran ketiga mahasiswa tersebut sebagai penjaga jejak sejarah Akmil melalui tugas digitalisasi. Di tengah tugas komunikasi publik rutin seperti publikasi kegiatan dan pengelolaan media sosial, mereka dipercaya untuk melakukan digitalisasi klise foto, sebuah tugas vital untuk melestarikan arsip komunikasi dan sejarah lembaga militer tersebut.

Selain itu, kontribusi puncak mereka adalah mengambil alih dokumentasi visual rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Akademi Militer ke-68. Tugas ini meliputi berbagai acara bergengsi, seperti lomba drumband TK dan SD, lomba musisi jalanan, tidar crosscountry run, serta grasstrack.

Peran ini menuntut profesionalisme, kecepatan, dan kreativitas di tengah jadwal militer yang ketat, sekaligus menguji kemampuan mereka dalam mengaplikasikan skill visual.

Etika Militer Bekali Profesionalisme Lulusan

Pengalaman magang ini memberikan pelajaran berharga di luar keterampilan teknis. Lingkungan Akmil yang sangat menjunjung tinggi disiplin dan profesionalisme menuntut penyesuaian sikap dan etika kerja yang ketat.

“Saya memasuki lingkungan kerja yang sangat menjunjung tinggi disiplin dan profesionalisme, tentunya menuntut penyesuaian sikap serta etika kerja sesuai dengan nilai-nilai militer,” ungkap Ika Dian.

Hal ini ditegaskan kembali oleh Fadhil, yang mengatakan, “Dari para pembimbing, kami memahami betul betapa pentingnya etika, tanggung jawab, serta sikap profesional yang wajib dijunjung tinggi dalam setiap tugas, terutama dalam konteks kedisiplinan dan norma militer”. Pengalaman ini sangat berharga untuk membentuk karakter dan integritas mereka.

Jembatan Konsep dan Praktik

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti, memberikan apresiasi tinggi atas capaian ini.

“Pengalaman magang di lingkungan kehumasan pemerintah tepatnya di Akademi Militer ini menjadi momen penting bagi mereka untuk memahami dunia kerja yang sebenarnya, khususnya dalam komunikasi publik pemerintah,” jelas Lintang.

Ia menambahkan bahwa kegiatan magang ini berperan sebagai jembatan yang menghubungkan antara konsep teori yang diajarkan di kelas dengan penerapan praktik nyata di lingkungan kerja. Melalui program ini, mahasiswa ditargetkan dapat mengintegrasikan ilmu di bangku kuliah dengan pengalaman nyata di lapangan , sehingga UNIMMA siap mencetak lulusan yang profesional, kompeten, dan memiliki daya saing tinggi.