Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menunjukkan kontribusi nyatanya dalam upaya pemberdayaan masyarakat melalui aksi preventif kesehatan di wilayah Kabupaten Magelang. Mahasiswa Ilkom UNIMMA sukses menggelar sosialisasi edukasi kesehatan anak dan gizi keluarga guna menekan angka stunting di lingkungan Sawitan.
Aksi nyata ini merupakan salah satu luaran wajib dari mata kuliah Komunikasi Pembangunan yang diampu oleh dosen Alan Kusuma. Melalui tugas ini, mahasiswa ditantang untuk mampu menerapkan strategi komunikasi yang efektif guna mendorong perubahan perilaku sosial masyarakat yang berkelanjutan dan bermanfaat secara luas.
Kegiatan yang dilaksanakan di Posyandu Sawitan 2, Kelurahan Sawitan, pada pertengahan November lalu ini menggabungkan layanan kesehatan rutin dengan sesi edukasi mendalam. Fokus utamanya adalah memberikan pemahaman komprehensif kepada para ibu hamil dan ibu menyusui mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak.
Nazwa Salsabilla, salah satu mahasiswa Ilkom UNIMMA, menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul setelah melihat adanya tantangan kesehatan terkait risiko stunting di wilayah tersebut. “Berdasarkan hasil observasi kami, wilayah tersebut masih menghadapi tantangan stunting di mana terdapat keluarga yang belum memahami penyebab serta pencegahan sederhana,” ungkap Nazwa.
Tantangan yang ditemukan di lapangan antara lain adalah kurangnya pengetahuan orang tua mengenai pola asuh yang optimal serta standar gizi yang sesuai. Oleh karena itu, mahasiswa merancang model sosialisasi yang interaktif agar masyarakat dapat dengan mudah menyerap informasi penting mengenai kesehatan anak mereka.
Untuk memastikan akurasi informasi, mahasiswa menggandeng bidan Novi dari Puskesmas Kota Mungkid sebagai narasumber utama dalam sesi edukasi tersebut. Bidan Novi memberikan pemahaman mendalam terkait pemberian ASI eksklusif, teknik MPASI yang tepat, serta perhatian khusus terhadap pola asuh sebagai langkah dini pencegahan risiko stunting.
Lurah Sawitan, Djoko Dwi Sulistiono, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah strategis yang diambil oleh para mahasiswa di bawah bimbingan dosen Alan Kusuma ini. Ia menilai kehadiran akademisi sangat membantu perangkat desa dalam menyebarluaskan informasi kesehatan yang krusial bagi warga sekitar.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya urusan tenaga kesehatan,” tutur Djoko dengan penuh apresiasi saat memberikan sambutan di tengah jalannya kegiatan sosialisasi tersebut.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata adanya sinergi yang harmonis antara pihak kelurahan, pusat kesehatan masyarakat, dan akademisi dalam menciptakan lingkungan yang lebih berdaya secara sosial. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penyampai pesan, tetapi juga menjadi fasilitator bagi terciptanya generasi yang lebih sehat.
Melalui luaran mata kuliah Komunikasi Pembangunan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA telah membuktikan bahwa komunikasi adalah kunci utama dalam menggerakkan partisipasi aktif warga. Upaya preventif ini diharapkan mampu menekan angka stunting secara signifikan dan menciptakan masyarakat Sawitan yang bebas dari masalah gizi kronis.