Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menunjukkan kematangan profesional dalam manajemen krisis melalui gelaran Skate Movement Magelang Vol. 1. Meski terkendala cuaca ekstrem, panitia berhasil menjaga antusiasme komunitas yang telah berkumpul.

Kegiatan yang awalnya direncanakan berlangsung di Fifty Coffee and Space pada 20 Desember ini harus menghadapi tantangan hujan lebat sejak siang hari. Kondisi arena yang licin menjadi pertimbangan utama panitia dalam menjaga keselamatan para peserta dan pengunjung.

Panitia yang terdiri dari mahasiswa praktikan mata kuliah MICE ini segera mengambil keputusan cepat setelah berkoordinasi dengan pihak venue dan sponsor. Langkah responsif ini diambil untuk memastikan bahwa aspek keamanan seluruh skateboarder tetap menjadi prioritas paling utama.

Ketua Panitia Skate Movement Magelang Vol. 1, Ristianto Nugroho, menjelaskan bahwa keputusan penundaan ini diambil demi kebaikan bersama. Ia sangat mengapresiasi solidaritas teman-teman komunitas yang tetap bertahan di lokasi meski kompetisi belum bisa dilaksanakan.

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh komunitas yang tetap hadir meski cuaca tidak mendukung. Keamanan adalah prioritas, namun semangat silaturahmi yang tercipta hari ini membuktikan bahwa komunitas skate Magelang sangat solid dan luar biasa,” ujar Ristianto.

Selama menunggu hujan reda, suasana di lokasi justru berubah menjadi hangat dengan adanya sesi berbagi cerita, karaoke bersama, hingga kuis interaktif. Hal ini membuktikan bahwa Skate Movement bukan sekadar kompetisi teknis, melainkan wadah inklusif bagi lintas komunitas.

Panitia juga membagikan berbagai merchandise menarik dari sponsor sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas para pendukung acara yang sudah hadir. Interaksi yang tercipta di sela-sela penundaan ini justru memperkuat relasi antar komunitas dari dalam maupun luar kota.

Saat ini, pihak penyelenggara sedang menyusun jadwal ulang yang akan segera diumumkan melalui kanal media sosial resmi mereka dalam waktu dekat. Kehadiran massa yang tetap antusias menjadi motivasi besar bagi mahasiswa Ilkom UNIMMA untuk menyiapkan acara yang lebih maksimal.

Penundaan ini menjadi bukti nyata kemampuan adaptasi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam menghadapi situasi darurat di lapangan secara profesional. Semangat “Local Pride on Wheels” dipastikan akan segera bergulir kembali dengan energi yang jauh lebih besar.