Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) yang tergabung dalam tim Mimi Clay resmi mendaftarkan produk inovatif mereka ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Rabu (27/1).

Langkah besar ini diambil oleh tim Mimi Clay, yang sebelumnya merupakan pemenang hibah P2MW 2025, sebagai bagian dari upaya peningkatan standar kualitas dan legalitas produk di tingkat nasional.

Pendaftaran ke BRIN ini difokuskan pada uji laboratorium intensif guna memastikan bahwa produk clay yang mereka hasilkan benar-benar aman saat dimainkan oleh anak-anak dalam jangka panjang.

Perwakilan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA sekaligus pengelola Mimi Clay, Jihan Ika Ayuningtyas, mengungkapkan bahwa uji lab ini sangat krusial untuk memenuhi kebutuhan pasar yang jauh lebih luas.

Menurut Jihan, keamanan konsumen adalah prioritas utama sebelum produk melakukan ekspansi besar-besaran. Validasi dari lembaga riset resmi seperti BRIN akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap keamanan material produk.

“Uji lab ini adalah upaya kami untuk memberikan jaminan kepada orang tua bahwa Mimi Clay aman bagi anak-anak. Kami ingin memastikan standar keamanan produk kami setara dengan standar nasional,” jelas Jihan.

Selain aspek keamanan, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pencapaian visi besar Mimi Clay. Jihan menegaskan bahwa Mimi Clay memiliki mimpi besar untuk berkembang menjadi ekosistem hiburan layaknya Disney Land.

Visi ambisius tersebut menuntut pondasi bisnis yang kuat, mulai dari kualitas produk hingga kepatuhan terhadap regulasi keamanan industri mainan edukasi di Indonesia bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA.

Melalui dukungan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), tim ini terus menunjukkan progres signifikan dalam mengubah ide kreatif menjadi sebuah unit bisnis yang profesional dan memiliki prospek masa depan cerah.

Langkah mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA yang menggandeng BRIN ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi wirausaha muda lainnya untuk selalu mengutamakan riset dan keamanan produk dalam setiap inovasi bisnis.