Di tengah hiruk-pikuk dunia maya, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Dwi Susanti, S.I.Kom., M.A., mengajak audiens untuk berhenti sejenak dan merefleksikan kembali jati diri melalui tulisan terbarunya.

Melalui artikel berjudul “Mengenal Diri Sendiri Lewat Identitas Digital”, beliau membedah bagaimana jejak digital bukan sekadar kumpulan data, melainkan cerminan dari siapa kita sebenarnya di ruang publik. Tulisan yang dipublikasikan melalui kanal Kompasiana ini menjadi pengingat penting bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA untuk lebih bijak dalam mengelola narasi diri di berbagai platform media sosial.

Dwi Susanti menekankan bahwa identitas digital sering kali menjadi “wajah” utama yang dilihat oleh dunia luar sebelum interaksi fisik terjadi.

Bagi mahasiswa, memahami identitas digital bukan hanya soal estetika feed Instagram, melainkan tentang membangun personal branding yang selaras dengan nilai-nilai pribadi. Beliau berpendapat bahwa setiap unggahan, komentar, dan interaksi di ruang siber adalah potongan puzzle yang menyusun identitas kita di mata publik dan algoritma.

“Mengenal diri sendiri di era digital berarti memahami batasan antara privasi dan konsumsi publik. Kita harus mampu mengendalikan apa yang kita bagikan agar identitas yang terbentuk tetap autentik dan tidak terjebak dalam kepalsuan dunia maya,” ungkap Dwi Susanti dalam tulisannya.

Menurutnya, banyak orang terjebak dalam pencitraan yang melelahkan demi pengakuan semu, padahal ruang digital seharusnya bisa menjadi alat untuk pengembangan diri yang lebih positif. Hal ini sangat relevan bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA yang nantinya akan bergelut di industri kreatif dan media.

Melalui tulisan ini, beliau mendorong para pembaca, khususnya generasi muda, untuk melakukan audit terhadap jejak digital mereka masing-masing secara berkala.

Apakah identitas yang tampil saat ini sudah mewakili visi dan misi hidup yang sebenarnya? Pertanyaan ini menjadi dasar bagi siapa saja yang ingin memiliki karier profesional yang baik di masa depan, mengingat rekam jejak digital kini menjadi salah satu poin penilaian penting dalam dunia kerja.

Kehadiran tulisan edukatif dari dosen prodi ini diharapkan dapat memicu diskusi produktif di kalangan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA mengenai etika dan manajemen identitas digital.

Prodi terus berkomitmen untuk tidak hanya membekali mahasiswa dengan kemampuan teknis, tetapi juga literasi digital yang mendalam agar mampu bersaing secara sehat di era informasi. Dengan mengenal diri lewat identitas digital yang tepat, mahasiswa diharapkan mampu menjadi komunikator yang jujur, cerdas, dan berintegritas.

Source by: Kompasiana. com Dwi Susanti