Mengakhiri euforia libur Idulfitri, ratusan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhamamdiyah Magelang (UNIMMA) langsung “diterjunkan” ke dunia profesional melalui forum strategis Meet The Expert, Rabu (1/4).

Bukan sekadar kuliah umum biasa, Studium Generale yang digelar di Auditorium Kampus 1 ini menjadi jembatan akselerasi bagi mahasiswa untuk memahami wajah baru Public Relations (PR) yang kini beralih ke arah digital dan berbasis data. Dengan menghadirkan praktisi berpengalaman, Herni Putrianti, S.I.P., M.A., program studi memastikan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA mengantongi bekal taktis dalam mengelola reputasi dan kepercayaan publik sebelum memulai jadwal perkuliahan semester genap secara penuh.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti, S.I.Kom., M.A., menjelaskan bahwa pemilihan tema PR ini bertujuan agar mahasiswa memahami peran strategis komunikator dalam menjaga reputasi institusi.

“Kami ingin mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA menyadari bahwa tantangan PR saat ini sudah jauh melampaui urusan teknis publikasi. Melalui kehadiran Ibu Herni, mahasiswa belajar bahwa PR adalah fungsi manajemen yang harus mampu mendengarkan publik dan mengelola hubungan jangka panjang dengan berbagai stakeholder secara cerdas dan etis,” ujar Lintang Muliawanti.

Dalam paparannya yang bertajuk “PR Today: From Theory to Practice and Career Opportunities”, Herni Putrianti menekankan bahwa wajah PR masa depan sangat bergantung pada data.

Beliau menjelaskan bahwa PR saat ini telah bertransformasi menjadi Data-Driven PR yang memanfaatkan social listening dan analisis sentimen untuk merumuskan kebijakan. “PR bukan hanya soal menyampaikan pesan, tapi soal membangun kepercayaan berbasis kredibilitas. Di era sekarang, peluang karier sangat luas mulai dari Crisis Communication Specialist hingga Media Analyst, namun semua itu menuntut kemampuan analisis data yang kuat,” ungkap Herni di hadapan seluruh mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA.

Manfaat dari sesi intensif ini dirasakan langsung oleh Miftakhul Wahyu Ragil Praditya, mahasiswa semester 6 Ilmu Komunikasi UNIMMA.

Ia mengaku mendapatkan pandangan baru bahwa PR merupakan fungsi strategis yang sangat kompleks. “Kegiatan ini sangat insightful. Saya jadi paham kalau PR bukan sekadar publikasi, tapi tentang membangun hubungan jangka panjang dan mendengar publik melalui komunikasi dua arah. Menariknya lagi, sekarang PR sudah berbasis digital dan data, jadi peluang karier buat kami nanti luas banget, dari Media Relations sampai Crisis Communication,” ujar Ragil.

Melalui Studium Generale ini, Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA terus berkomitmen memperpendek jarak antara kurikulum akademik dengan standar kebutuhan industri media dan korporasi.

Pemahaman mengenai manajemen krisis dan citra institusi diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menyongsong karier profesional. Dengan pembekalan berbasis praktik ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA diharapkan mampu menjadi komunikator andal yang siap mengelola reputasi dan komunikasi publik secara berkelanjutan di berbagai sektor industri.