Menggali jawaban atas tantangan masa depan melalui kearifan lokal, Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMANIKA) Universitas Muhamamdiyah Magelang (UNIMMA) sukses menerjunkan mahasiswa dalam gelaran bertajuk Gala Desa Mahayana, Minggu (5/4).
Bertempat di Papringan, Lingkungan Santan, Sumberrejo, Mertoyudan, kegiatan ini bertransformasi menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA untuk memahami pemberdayaan masyarakat secara langsung. Dengan mengusung semangat “Akar Kita Kuat, Langkah Kita Hebat!”, festival peradaban desa ini mengajak para calon komunikator muda untuk menemukan kembali nilai-nilai luhur desa yang mampu disinergikan dengan teknologi dan inovasi lingkungan di masa depan.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti, S.I.Kom., M.A., memberikan dukungan penuh terhadap keterlibatan mahasiswa dalam inisiatif berbasis komunitas ini.
“Kami ingin mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA tidak hanya jago berteori di kelas, tapi juga peka terhadap denyut nadi masyarakat. Gala Desa Mahayana adalah bentuk nyata dari komunikasi pembangunan dan sosiologi pedesaan. Di sini, mahasiswa belajar bahwa strategi komunikasi yang paling efektif seringkali lahir dari pemahaman mendalam terhadap akar budaya dan kearifan lokal (local wisdom). Ini adalah bekal penting untuk menjadi praktisi komunikasi yang humanis,” tegas Lintang Muliawanti.
Perwakilan HIMANIKA UNIMMA, Chintian Sakinah Ali, menjelaskan bahwa partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan upaya memperkuat karakter dan networking.
“Gala Desa Mahayana adalah ruang bagi kami, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA, untuk merasakan vibe positif dari local genius yang kita miliki. Di sini kita belajar bahwa desa bukan masa lalu, tapi justru solusi masa depan bagi isu lingkungan dan budaya. Kami ingin teman-teman melihat bagaimana mengemas narasi desa menjadi sesuatu yang membanggakan dan inspiratif bagi generasi sefrekuensi,” ungkap Chintian di sela-sela kegiatan.
Dalam rangkaian acara yang berlangsung di tengah sejuknya rindang bambu Papringan, mahasiswa rombel I dan II diajak untuk mengeksplorasi berbagai aspek, mulai dari pendidikan hingga teknologi pemberdayaan.
HIMANIKA UNIMMA memandang kegiatan ini sebagai peluang emas bagi mahasiswa untuk mempraktikkan kemampuan observasi dan komunikasi antarbudaya mereka. Dengan berinteraksi langsung dengan penggerak desa, mahasiswa mendapatkan insight baru tentang bagaimana strategi komunikasi pembangunan dapat diimplementasikan secara organik namun tetap memiliki dampak yang masif bagi regenerasi bangsa.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, apalagi kegiatan ini dikemas dengan cara yang menyenangkan dan jauh dari kesan kaku.
Melalui kolaborasi dengan penggerak lokal, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan regenerasi peradaban. Fasilitas dan suasana alam yang mendukung menjadikan Gala Desa Mahayana sebagai pengalaman belajar luar ruang yang paling berkesan, di mana teori-teori sosiologi komunikasi dan pemberdayaan masyarakat yang dipelajari di bangku kuliah menemukan wujud nyatanya di lapangan.
Kegiatan Gala Desa Mahayana ini diharapkan mampu memicu lahirnya ide-ide kreatif bagi mahasiswa dalam mengelola konten komunikasi berbasis kearifan lokal.
HIMANIKA UNIMMA berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang mendekatkan mahasiswa dengan realitas sosial agar mampu menjadi praktisi komunikasi yang memiliki landasan etika dan budaya yang kuat. Langkah hebat dimulai dari pemahaman akar yang kuat, dan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA telah memulainya hari ini.