Magelang, 8 Juni 2026 – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA Kelas A Semester 2 melaksanakan kegiatan Simulasi Press Conference pada Senin (8/6) di Laboratorium Public Relations Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA). Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran yang bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami dan mempraktikkan mekanisme konferensi pers secara profesional.

Kegiatan yang diampu oleh Alan Kusuma, S.I.Kom., M.I.Kom ini dirancang untuk memperkenalkan konsep, teknik, dan etika pelaksanaan press conference kepada mahasiswa sejak dini. Melalui simulasi tersebut, mahasiswa berkesempatan memerankan berbagai pihak yang terlibat dalam konferensi pers, mulai dari narasumber, moderator, praktisi humas, hingga jurnalis.

Sebagai program studi yang menekankan pembelajaran berbasis praktik, Ilmu Komunikasi UNIMMA terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi komunikasi secara langsung melalui berbagai kegiatan laboratorium dan simulasi profesional.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori mengenai hubungan media dan manajemen komunikasi publik, tetapi juga mengasah kemampuan berbicara di depan publik, menyusun materi konferensi pers, mengelola pertanyaan dari media, serta membangun strategi komunikasi yang efektif.

Menurut dosen pengampu, kegiatan ini menjadi sarana penting untuk menjembatani teori yang diperoleh di ruang kelas dengan praktik yang akan dihadapi mahasiswa di dunia kerja. Melalui simulasi tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami alur pelaksanaan konferensi pers secara komprehensif dan meningkatkan rasa percaya diri dalam berkomunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Kegiatan Simulasi Press Conference berlangsung dengan antusias dan partisipatif. Kelompok Mahasiswa menunjukkan kreativitas serta kemampuan komunikasi yang baik selama proses simulasi berlangsung. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan Ilmu Komunikasi yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan industri komunikasi dan kehumasan di masa depan.