Jakarta, 25 Juni 2026 – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi (ILKOM) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) mengikuti kunjungan industri ke Studio SCTV Jakarta bersama delegasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang tergabung dalam Silaturahmi Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi PTMA (APIK-PTMA), Kamis (25/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkaya wawasan mahasiswa mengenai perkembangan industri penyiaran, khususnya transformasi media televisi dalam menghadapi era digital dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.

Delegasi disambut oleh Head Protocol & Public/Corporate Affairs EMTEK Media, Irnawati W. Kahardja, yang memaparkan berbagai strategi yang diterapkan SCTV dalam beradaptasi dengan dinamika industri media. Ia menjelaskan bahwa inovasi menjadi faktor utama agar televisi tetap relevan di tengah meningkatnya penggunaan media digital, terutama oleh generasi muda yang kini lebih banyak mengakses informasi melalui berbagai platform daring.

Kegiatan ini diikuti oleh delegasi dari 14 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, yaitu Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), Universitas Muhammadiyah Cileungsi (UMCI), Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), SaintekMu, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Universitas Muhammadiyah Indonesia, dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA, kunjungan ini menjadi kesempatan berharga untuk melihat secara langsung proses kerja industri penyiaran nasional sekaligus memahami strategi yang dilakukan media televisi dalam mempertahankan eksistensi di tengah pesatnya perkembangan media digital.

Pada sesi diskusi, peserta membahas berbagai isu terkait perubahan lanskap media, termasuk persaingan antara televisi dan media sosial. Meskipun masyarakat kini semakin banyak mengonsumsi informasi melalui platform digital, televisi dinilai masih memiliki keunggulan dalam memproduksi program berskala besar yang memerlukan dukungan teknologi, infrastruktur, serta sumber daya manusia yang tidak sedikit.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UHAMKA, Muhammad Ihsan, menjelaskan bahwa televisi masih memiliki kekuatan yang sulit tergantikan karena mampu menghadirkan program-program yang belum tentu dapat diproduksi oleh media dengan skala yang lebih kecil.

“Karakter penonton memang mulai bergeser ke media digital. Namun masih ada berbagai program yang hanya dapat diproduksi oleh televisi karena membutuhkan sumber daya yang besar, sehingga belum tentu bisa dihadirkan oleh media lain.”

Ia menambahkan bahwa siaran olahraga, konser musik, hingga ajang pencarian bakat masih menjadi kekuatan utama televisi. Program seperti Dangdut Academy di Indosiar maupun pertandingan Tim Nasional Indonesia yang disiarkan melalui SCTV dan Indosiar menjadi contoh bagaimana televisi tetap mampu menarik perhatian jutaan penonton dan mempertahankan pangsa pasar yang besar.

Melalui pemaparan tersebut, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai perkembangan industri media. Selain mempelajari transformasi teknologi penyiaran, mereka juga mendapatkan wawasan mengenai pentingnya inovasi, strategi pengembangan konten, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan perilaku audiens di era digital.

Salah satu peserta dari Universitas Muhammadiyah Indonesia, Kamila Roihana, turut menyampaikan bahwa industri televisi saat ini terus melakukan berbagai inovasi agar tetap mampu menjangkau generasi muda, salah satunya melalui pengembangan platform digital dan integrasi dengan media sosial.

Kunjungan industri ke Studio SCTV ini menjadi pengalaman belajar yang berharga bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA. Selain memperoleh gambaran nyata mengenai dinamika industri penyiaran nasional, mahasiswa juga mendapatkan bekal pengetahuan dan pengalaman yang dapat mendukung kesiapan mereka menghadapi dunia kerja, khususnya di bidang komunikasi, penyiaran, dan industri kreatif yang terus berkembang.