Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) yang tergabung dalam tim KKN Tematik II Tahun Ajaran 2025/2026 menunjukkan kepedulian tinggi terhadap masa depan pendidikan di Desa Banyusidi, Pakis.

Melalui program unggulan bernama “Gumregah Bungah”, tim yang diketuai oleh mahasiswi Ilmu Komunikasi ini berfokus pada pendampingan dan pemutakhiran data Anak Tidak Sekolah (ATS) demi akses pendidikan yang lebih merata.

Kehadiran mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA di 21 dusun Desa Banyusidi bertujuan memperkuat kualitas data yang ada, mengingat hasil asesmen awal menunjukkan perlunya pembaruan data riil pasca pilot project tahun 2023 silam.

Ketua KKN Desa Banyusidi, Salma Nur A’ini Zahro, menjelaskan bahwa koordinasi intensif dengan Pemerintah Desa telah dilakukan untuk memastikan rencana teknis pendataan berjalan sistematis dan menjangkau wilayah yang sulit terdata.

“Kami merancang instrumen pendataan yang meliputi riwayat pendidikan hingga faktor penyebab anak putus sekolah. Validitas data ini sangat krusial sebagai dasar perencanaan pembangunan pendidikan desa ke depannya,” ungkap Salma.

Kepala Dusun Banyusidi, Istadi, memberikan apresiasi besar karena bantuan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA sangat membantu pihak desa dalam melakukan verifikasi data secara lebih menyeluruh hingga ke tingkat keluarga.

Kompleksitas sosial di 21 dusun disiasati tim dengan menjadikan kepala dusun sebagai mitra strategis dalam distribusi formulir. Hal ini dilakukan agar masyarakat merasa lebih percaya dan terbuka saat proses pendataan berlangsung.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Lintang Muliawanti, S.I.Kom., M.A., menegaskan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA sedang belajar menerapkan pendekatan komunikasi partisipatif yang humanis di lapangan.

“Pendataan ini bukan sekadar urusan administratif. Mahasiswa belajar membangun relasi sosial agar data yang dihasilkan memiliki makna mendalam bagi masa depan anak-anak di Desa Banyusidi,” jelas Lintang Muliawanti.

Selain pendataan, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA juga menggelar sosialisasi peran orang tua di Dusun Wiropati. Forum ini menjadi ruang dialog edukatif untuk meningkatkan kesadaran bahwa keluarga adalah sekolah pertama bagi anak.

Program Gumregah Bungah ini menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam mendorong terwujudnya pendidikan desa yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Sinergi yang terbangun antara dunia kampus dan masyarakat desa melalui aksi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam menurunkan angka Anak Tidak Sekolah secara signifikan.

Source by: Humas UNIMMA