ahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) yang tergabung dalam tim KKN Tematik sukses menuntaskan validasi data Anak Tidak Sekolah (ATS) di Desa Pesidi, Grabag.

Kegiatan yang berlangsung sejak 19 Januari hingga 14 Februari 2026 ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat basis data pendidikan desa. Aksi ini juga menjadi dukungan nyata terhadap program Bupati Magelang melalui “Gerakan Magelang Gumregah Bungah” guna memetakan masa depan generasi muda di wilayah tersebut.

Ketua tim KKN di Desa Pesidi sekaligus mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA, Farah Afifah, menjelaskan bahwa timnya terjun langsung ke lapangan dengan metode door-to-door.

“Kami memilih datang langsung ke rumah warga untuk memahami kondisi rill, termasuk latar belakang mengapa mereka tidak melanjutkan sekolah. Keakuratan data sangat penting agar kebijakan pendidikan di Desa Pesidi nantinya bisa lebih tepat sasaran dan solutif,” tegas Farah Afifah saat menjelaskan proses pendataan.

Hasil temuan di lapangan menunjukkan bahwa kendala ekonomi masih menjadi faktor dominan penyebab ATS, disusul oleh persoalan psikologis yang cukup memprihatinkan.

Salah satu warga, Anwar, mengaku keterbatasan biaya menjadi penghalang utama anaknya bersekolah. Sementara itu, seorang remaja berinisial FR mengungkapkan trauma mendalam akibat perundungan (bullying) yang pernah dialaminya di sekolah dasar, sehingga ia merasa takut untuk kembali duduk di bangku pendidikan.

Menanggapi fenomena tersebut, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang juga merupakan dosen Ilmu Komunikasi UNIMMA, Alan Kusuma, memberikan sudut pandangnya terkait peran mahasiswa.

Beliau menilai bahwa validasi data ini bukan sekadar tugas administratif, melainkan bentuk praktik komunikasi advokasi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA di tengah masyarakat. Mahasiswa dituntut mampu menggali informasi sensitif dengan pendekatan yang humanis agar warga mau terbuka mengenai masalah pendidikan yang mereka hadapi.

“Saya sangat mengapresiasi kerja keras mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam menuntaskan validasi data ini. Kemampuan komunikasi antarpribadi mereka sangat teruji di sini,” ujar Alan Kusuma.

Beliau menambahkan bahwa data akurat yang dihimpun mahasiswa akan menjadi rujukan kuat bagi pemerintah desa dalam menyusun program tindak lanjut. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA tidak hanya ahli di bidang media, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan sosial melalui data yang valid.

Kini, seluruh ATS di Desa Pesidi telah teridentifikasi dengan detail dan tercatat dalam basis data awal yang siap dikembangkan menjadi kebijakan pendidikan desa yang inklusif.

Melalui keberhasilan program KKN Tematik ini, UNIMMA kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah melalui penguatan sektor pendidikan. Dengan data riil di tangan, harapan untuk membawa anak-anak di Desa Pesidi kembali ke bangku sekolah kini memiliki landasan yang jauh lebih kokoh dan terencana.

Source by: KKN UNIMMA Tuntaskan Validasi Data ATS, Perkuat Dasar Kebijakan Pendidikan Desa Pesidi (unimma.ac.id)