Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Dalami Dunia Broadcasting melalui Kunjungan Industri ke RTV

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Dalami Dunia Broadcasting melalui Kunjungan Industri ke RTV

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menyelenggarakan kunjungan industri ke PT Metropolitan Televisindo (RTV) pada Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang bertujuan memperkenalkan mahasiswa pada proses kerja industri penyiaran televisi secara langsung, mulai dari tahap perencanaan, produksi, hingga penayangan program.

Selama kunjungan, mahasiswa memperoleh materi dari Pak Budi, yang memaparkan profil RTV, perkembangan industri televisi di tengah transformasi digital, serta sistem kerja yang diterapkan dalam perusahaan penyiaran. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa industri media terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang kini semakin berorientasi pada platform digital.

Ia juga menegaskan bahwa industri penyiaran membutuhkan tenaga profesional yang tidak hanya memiliki pemahaman akademik di bidang komunikasi, tetapi juga dibekali kemampuan bekerja dalam tim, kreativitas, kedisiplinan, serta kesiapan menghadapi dinamika pekerjaan yang menuntut kecepatan dan ketepatan.

Tidak hanya mengikuti sesi diskusi, mahasiswa juga mendapat kesempatan meninjau secara langsung salah satu studio produksi RTV. Pada kesempatan tersebut, mereka menyaksikan proses pengambilan gambar program Izin Ndan, sehingga memperoleh gambaran nyata mengenai tahapan produksi sebuah program televisi. Mahasiswa mengamati koordinasi antarkru, mulai dari pengoperasian kamera, penataan pencahayaan, pengarahan sutradara, hingga peran presenter dan tim produksi dalam memastikan proses syuting berlangsung sesuai perencanaan.

Pengalaman tersebut memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai implementasi teori komunikasi, penyiaran (broadcasting), dan manajemen produksi yang telah dipelajari selama perkuliahan. Antusiasme mahasiswa terlihat melalui berbagai pertanyaan yang diajukan terkait alur produksi program, pembagian tugas setiap kru, tantangan yang dihadapi industri televisi, serta prospek karier di bidang penyiaran dan media.

Melalui kunjungan industri ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami realitas dunia kerja profesional sekaligus mengenali kompetensi yang dibutuhkan oleh industri media saat ini. Pengalaman belajar secara langsung tersebut menjadi bekal penting untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kreativitas, serta keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam menghubungkan pembelajaran di ruang kuliah dengan praktik di dunia industri. Melalui kerja sama dengan berbagai perusahaan media, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif sehingga mampu menjadi lulusan yang profesional, adaptif, inovatif, dan siap menghadapi perkembangan industri komunikasi dan penyiaran.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Pelajari Dunia Penyiaran Melalui Kunjungan Industri ke SCTV Tower

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Pelajari Dunia Penyiaran Melalui Kunjungan Industri ke SCTV Tower

Sebanyak 35 mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) mengikuti kegiatan kunjungan industri ke SCTV Tower pada Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang dirancang untuk memberikan wawasan langsung mengenai proses kerja industri penyiaran sekaligus memperkenalkan dinamika dunia media kepada mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa memperoleh materi dari Irnawati Widji Khardja, yang membahas perkembangan industri televisi di tengah pesatnya transformasi digital. Ia menjelaskan bahwa perubahan perilaku audiens dan kemajuan teknologi telah mendorong media penyiaran untuk terus berinovasi dengan mengintegrasikan berbagai platform digital guna mempertahankan relevansi di tengah persaingan industri.

Selain memaparkan perkembangan industri media, Irnawati juga menekankan pentingnya penguasaan kompetensi yang dibutuhkan oleh lulusan Ilmu Komunikasi. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi secara efektif, berpikir kritis, berkreasi, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi bekal utama yang harus dimiliki agar mampu bersaing di dunia kerja. Kompetensi akademik perlu didukung dengan pengalaman praktis sehingga lulusan siap menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

Sesi diskusi berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para mahasiswa. Berbagai pertanyaan diajukan seputar proses produksi program televisi, strategi perusahaan media dalam menghadapi era digital, hingga prospek karier di bidang penyiaran dan industri kreatif. Melalui dialog tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai tantangan sekaligus peluang yang ada di dunia media saat ini.

Tidak hanya mengikuti pemaparan materi, mahasiswa juga berkesempatan melihat secara langsung lingkungan kerja profesional di SCTV Tower. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman mengenai bagaimana konsep dan teori komunikasi yang dipelajari di perkuliahan diimplementasikan dalam praktik industri media, sekaligus memperluas wawasan mengenai budaya kerja di perusahaan penyiaran nasional.

Kunjungan industri ini menjadi salah satu bentuk komitmen Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam menghadirkan proses pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Melalui kegiatan semacam ini, mahasiswa diharapkan semakin siap menghadapi tantangan profesional, memiliki kompetensi yang relevan, serta mampu menjadi lulusan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di bidang komunikasi dan media.

148 Siswa SMK Muhammadiyah Bandongan Ikuti Pelatihan Personal Branding Bersama Dosen dan Mahasiswa UNIMMA

148 Siswa SMK Muhammadiyah Bandongan Ikuti Pelatihan Personal Branding Bersama Dosen dan Mahasiswa UNIMMA

Sebanyak 148 siswa SMK Muhammadiyah Bandongan mengikuti kegiatan Pembekalan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bertema Personal Branding pada Kamis (2/7/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Alan Kusuma, S.I.Kom., M.I.Kom., bersama mahasiswa Ilmu Komunikasi, Khansa Aziza, sebagai narasumber. Pembekalan ini bertujuan mempersiapkan siswa agar lebih siap menghadapi dunia kerja sekaligus meningkatkan kompetensi komunikasi dan profesionalisme sebelum menjalani PKL.

Sebagai pemateri pertama, Alan Kusuma menekankan bahwa Praktik Kerja Lapangan bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi kesempatan bagi siswa untuk merasakan budaya kerja profesional secara langsung. Menurutnya, pengalaman selama magang merupakan fase penting untuk mengembangkan hard skill, mulai dari penguasaan keterampilan teknis hingga kemampuan menyelesaikan pekerjaan sesuai standar industri.

“Saat menjalani magang, kalian akan benar-benar merasakan bagaimana dunia kerja berlangsung. Jadikan kesempatan tersebut untuk belajar sebanyak mungkin, karena pengalaman di lapangan sering kali menjadi bekal yang sangat berharga ketika memasuki dunia kerja nantinya,” ujar Alan.

Selain kemampuan teknis, Alan juga mengingatkan pentingnya menjaga perilaku dan etika komunikasi di lingkungan kerja. Ia menekankan bahwa sikap profesional, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan berkomunikasi dengan atasan dan rekan kerja sering kali menjadi aspek yang dinilai sama pentingnya dengan kompetensi teknis.

“Kemampuan berkomunikasi yang baik mencerminkan profesionalisme. Dengarkan arahan atasan dengan baik, jangan ragu bertanya apabila belum memahami pekerjaan, dan selalu sampaikan pendapat maupun laporan dengan bahasa yang sopan. Sikap-sikap seperti ini akan membentuk kepercayaan selama kalian menjalani PKL,” tambahnya.

Pada sesi kedua, Khansa Aziza menyampaikan materi mengenai pentingnya membangun personal branding sejak usia sekolah. Ia menjelaskan bahwa personal branding bukan sekadar membangun popularitas, melainkan proses menunjukkan versi terbaik diri melalui karakter, kompetensi, komunikasi, dan jejak digital yang positif. Ia juga mengajak peserta memanfaatkan media sosial sebagai portofolio digital yang menampilkan karya, prestasi, pengalaman organisasi, maupun aktivitas produktif lainnya. Materi tersebut menekankan bahwa personal branding yang kuat dibangun melalui kombinasi skill, attitude, value, dan consistency.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti materi dengan antusias. Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai persiapan menghadapi dunia industri, etika selama magang, hingga cara membangun citra diri yang positif di era digital.

Kegiatan pembekalan ini menjadi bagian dari komitmen SMK Muhammadiyah Bandongan dalam mempersiapkan peserta didik agar tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga keterampilan komunikasi, karakter profesional, dan kesiapan beradaptasi dengan tuntutan dunia kerja. Melalui kolaborasi dengan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang, diharapkan para siswa mampu menjalani Praktik Kerja Lapangan secara optimal serta memiliki bekal yang kuat untuk bersaing di dunia profesional.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Dalami Transformasi Industri Media melalui Kunjungan ke Studio SCTV

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Dalami Transformasi Industri Media melalui Kunjungan ke Studio SCTV

Jakarta, 25 Juni 2026 – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi (ILKOM) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) mengikuti kunjungan industri ke Studio SCTV Jakarta bersama delegasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang tergabung dalam Silaturahmi Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi PTMA (APIK-PTMA), Kamis (25/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkaya wawasan mahasiswa mengenai perkembangan industri penyiaran, khususnya transformasi media televisi dalam menghadapi era digital dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.

Delegasi disambut oleh Head Protocol & Public/Corporate Affairs EMTEK Media, Irnawati W. Kahardja, yang memaparkan berbagai strategi yang diterapkan SCTV dalam beradaptasi dengan dinamika industri media. Ia menjelaskan bahwa inovasi menjadi faktor utama agar televisi tetap relevan di tengah meningkatnya penggunaan media digital, terutama oleh generasi muda yang kini lebih banyak mengakses informasi melalui berbagai platform daring.

Kegiatan ini diikuti oleh delegasi dari 14 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, yaitu Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), Universitas Muhammadiyah Cileungsi (UMCI), Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), SaintekMu, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Universitas Muhammadiyah Indonesia, dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA, kunjungan ini menjadi kesempatan berharga untuk melihat secara langsung proses kerja industri penyiaran nasional sekaligus memahami strategi yang dilakukan media televisi dalam mempertahankan eksistensi di tengah pesatnya perkembangan media digital.

Pada sesi diskusi, peserta membahas berbagai isu terkait perubahan lanskap media, termasuk persaingan antara televisi dan media sosial. Meskipun masyarakat kini semakin banyak mengonsumsi informasi melalui platform digital, televisi dinilai masih memiliki keunggulan dalam memproduksi program berskala besar yang memerlukan dukungan teknologi, infrastruktur, serta sumber daya manusia yang tidak sedikit.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UHAMKA, Muhammad Ihsan, menjelaskan bahwa televisi masih memiliki kekuatan yang sulit tergantikan karena mampu menghadirkan program-program yang belum tentu dapat diproduksi oleh media dengan skala yang lebih kecil.

“Karakter penonton memang mulai bergeser ke media digital. Namun masih ada berbagai program yang hanya dapat diproduksi oleh televisi karena membutuhkan sumber daya yang besar, sehingga belum tentu bisa dihadirkan oleh media lain.”

Ia menambahkan bahwa siaran olahraga, konser musik, hingga ajang pencarian bakat masih menjadi kekuatan utama televisi. Program seperti Dangdut Academy di Indosiar maupun pertandingan Tim Nasional Indonesia yang disiarkan melalui SCTV dan Indosiar menjadi contoh bagaimana televisi tetap mampu menarik perhatian jutaan penonton dan mempertahankan pangsa pasar yang besar.

Melalui pemaparan tersebut, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai perkembangan industri media. Selain mempelajari transformasi teknologi penyiaran, mereka juga mendapatkan wawasan mengenai pentingnya inovasi, strategi pengembangan konten, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan perilaku audiens di era digital.

Salah satu peserta dari Universitas Muhammadiyah Indonesia, Kamila Roihana, turut menyampaikan bahwa industri televisi saat ini terus melakukan berbagai inovasi agar tetap mampu menjangkau generasi muda, salah satunya melalui pengembangan platform digital dan integrasi dengan media sosial.

Kunjungan industri ke Studio SCTV ini menjadi pengalaman belajar yang berharga bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA. Selain memperoleh gambaran nyata mengenai dinamika industri penyiaran nasional, mahasiswa juga mendapatkan bekal pengetahuan dan pengalaman yang dapat mendukung kesiapan mereka menghadapi dunia kerja, khususnya di bidang komunikasi, penyiaran, dan industri kreatif yang terus berkembang.

Delegasi Ilmu Komunikasi UNIMMA Borong Prestasi pada SILAT APIK PTMA 2026

Delegasi Ilmu Komunikasi UNIMMA Borong Prestasi pada SILAT APIK PTMA 2026

Jakarta, 26 Juni 2026 – Prestasi kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA). Dalam ajang Silaturahmi Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (SILAT APIK PTMA) 2026 yang diselenggarakan pada 24–26 Juni 2026 di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Jakarta, delegasi UNIMMA berhasil meraih penghargaan pada berbagai cabang kompetisi.

SILAT APIK PTMA merupakan forum tahunan yang mempertemukan mahasiswa Ilmu Komunikasi dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi akademik, tetapi juga wadah untuk mengembangkan kompetensi, kreativitas, serta kemampuan kolaboratif mahasiswa melalui beragam perlombaan dan kegiatan ilmiah.

Pada penyelenggaraan tahun 2026, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA mampu menunjukkan performa yang membanggakan. Berbekal kemampuan akademik, kreativitas, serta inovasi yang dimiliki, para delegasi berhasil bersaing dengan peserta dari berbagai PTMA di Indonesia dan mengukir prestasi di tingkat nasional. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UNIMMA memiliki kompetensi yang mampu diterapkan secara nyata dalam berbagai kompetisi di bidang komunikasi.

Delegasi Ilmu Komunikasi UNIMMA mengikuti sejumlah cabang perlombaan dengan rincian sebagai berikut:

Based PR Campaign

  • Khansa Aziza Arya Kusuma (24.0802.0049)
  • Noer Ayudia Ajeng (25.0802.0026)
  • Syakila Berliana Putri Dewi (24.0802.0046)

AI–Generated Content Video

  • Agatha Rachel Putri A (25.0802.0057)

AI–Generated Poster

  • Reksa Damayanti (25.0802.0053)

Fotografi dan Badminton

  • Fennan Manaru Baraja (24.0802.0055)
  • Nathan Abhiyasa Pradana (25.0802.0006)

Fotografi

  • Cikal Cahyo Wicaksono (24.0802.0028)

Documentary

  • Bonni Mahardhika (24.0802.0051)

Keberhasilan yang diraih dalam SILAT APIK PTMA 2026 menjadi cerminan komitmen Program Studi Ilmu Komunikasi FPH UNIMMA dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk terus berkembang, baik melalui kegiatan akademik maupun berbagai kompetisi di tingkat nasional. Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus mengasah kemampuan, memperluas pengalaman, serta berani berkompetisi guna membawa nama baik UNIMMA di tingkat nasional maupun internasional.