Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) terjun langsung ke tengah masyarakat melalui aksi nyata dalam pertemuan rutin Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Mendak Selatan, Bandongan. Kegiatan yang berlangsung pada awal November ini menjadi momentum penting bagi para mahasiswa untuk mengaplikasikan strategi komunikasi yang telah dipelajari di bangku perkuliahan.
Partisipasi aktif ini merupakan bagian dari pelaksanaan mata kuliah Komunikasi Pembangunan Daerah yang fokus pada pemberdayaan potensi lokal melalui pesan-pesan pembangunan yang efektif. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi terlibat secara teknis mulai dari persiapan acara, pendampingan kegiatan, hingga proses dokumentasi selama pertemuan berlangsung.
Agenda rutin yang dilaksanakan setiap Senin pada minggu pertama ini terasa spesial karena bertepatan dengan sosialisasi inovatif dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) mengenai pengolahan hasil panen. Mahasiswa UNIMMA turut mendukung penuh jalannya penyuluhan agar informasi yang disampaikan oleh para ahli dapat diterima dengan baik oleh anggota KWT.
Salsabila, salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA, mengungkapkan bahwa pengalaman lapangan ini memberikan sudut pandang baru mengenai cara berinteraksi dengan masyarakat pedesaan. Ia merasa bahwa teori komunikasi pembangunan yang selama ini dipelajari menjadi lebih nyata ketika dihadapkan langsung pada dinamika sosial di lapangan.
“Melalui pertemuan rutin KWT ini, kami belajar secara langsung bagaimana komunikasi pembangunan diterapkan dalam kegiatan penyuluhan pertanian. Kami memahami bahwa komunikasi yang baik, mulai dari proses perizinan hingga penutupan, sangat menentukan kelancaran kegiatan di lapangan,” ujar Salsabila saat menjelaskan keterlibatannya.
Fokus utama dalam sosialisasi tersebut adalah pengenalan proses pembuatan Nata de Tomato sebagai solusi kreatif atas melimpahnya komoditas tomat di wilayah Bandongan. Materi ini disampaikan oleh Siti Sa’adah selaku penyuluh dari BPP yang melihat adanya potensi besar dalam pengolahan pangan berbasis fermentasi untuk meningkatkan nilai ekonomis.
Pemilihan tomat sebagai bahan utama didasari oleh sifatnya yang mudah rusak jika tidak segera ditangani setelah masa panen tiba. Ibu Siti Sa’adah menjelaskan bahwa tomat termasuk hasil pertanian yang cepat membusuk sehingga melalui fermentasi Nata de Tomato, hasil panen tetap bisa dimanfaatkan dan memiliki daya simpan yang lebih lama.
“Tomat termasuk hasil pertanian yang cepat membusuk. Melalui fermentasi Nata de Tomato, hasil panen tetap bisa dimanfaatkan dan tidak terbuang,” jelas Ibu Siti Sa’adah kepada para ibu-ibu anggota KWT yang tampak antusias menyimak proses pembuatan produk olahan tersebut.
Keterlibatan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan yang mampu menjembatani perguruan tinggi dengan masyarakat. Pengalaman ini menjadi bukti bahwa komunikasi yang efektif dapat mendorong inovasi lokal dan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.