Membedah sisi lain dunia Public Relations (PR), mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muahmmadiyah Magelang (UNIMMA), Salma Aliya Nur Annisa, berhasil menyelesaikan program magang intensif di Bagian Humas Rumah Sakit (RS) Queen  Latifa Yogyakarta.

Pengalaman ini bukan sekadar magang administratif biasa, melainkan sebuah perjalanan mendalam dalam memahami manajemen reputasi di institusi kesehatan. Salma membuktikan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA mampu beradaptasi dengan lingkungan yang menantang, di mana seorang praktisi humas tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi juga harus memahami alur pelayanan medis secara komprehensif guna menjaga citra positif rumah sakit di mata publik.

Selama masa magang, Salma terlibat dalam berbagai fungsi strategis PR, mulai dari sosialisasi layanan unggulan, penanganan potensi krisis komunikasi, hingga menjembatani hubungan antar-stakeholder.

Namun, pengalaman paling unik yang ia dapatkan adalah keterlibatan langsung dalam memantau proses operasional di ruang operasi pasien. “Ini pengalaman yang sangat menantang dan membuka perspektif baru. Menjadi humas rumah sakit berarti harus paham kondisi lapangan secara rill, bahkan hingga ke area medis, agar pesan yang kita sampaikan kepada masyarakat benar-benar akurat dan terpercaya,” ungkap Salma Aliya Nur Annisa.

Hal ini selaras dengan materi yang disampaikan langsung oleh praktisi public relation rumah sakit Queen Latifa Yogyakarta Herni Putrianti dalam agenda Meet The Expert .

Dalam sesi tersebut, ditekankan bahwa PR rumah sakit wajib menguasai seluruh aspek organisasi, mulai dari fasilitas hingga prosedur keamanan. Pengetahuan mendalam ini menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat. Bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA, sinkronisasi antara teori dari para pakar dan pengalaman lapangan seperti yang dialami Salma menjadi modal berharga untuk menjadi praktisi komunikasi yang tangguh di masa depan.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti, S.I.Kom., M.A., memberikan apresiasi tinggi atas keberanian dan dedikasi mahasiswa dalam mengeksplorasi peran PR yang tidak biasa.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian Salma. Pengalaman terjun langsung ke ruang operasi menunjukkan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA memiliki rasa ingin tahu yang besar dan mentalitas profesional. Inilah yang kami harapkan; mahasiswa tidak hanya fasih berkomunikasi, tapi juga memiliki pemahaman mendalam terhadap organisasi yang mereka wakili,” ujar Lintang Muliawanti. Beliau menambahkan bahwa pengalaman ini memperkuat bukti bahwa kurikulum prodi sangat relevan dengan kebutuhan industri.

Keberhasilan Salma Aliya dalam membongkar peran humas di RS Queen Latifa Yogyakarta diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk berani mengambil tantangan magang di sektor-sektor strategis.

Pemahaman mendalam mengenai manajemen krisis dan hubungan pelanggan di rumah sakit merupakan kompetensi langka yang kini telah dikantongi oleh mahasiswa kita. Dengan penguasaan lapangan yang kuat, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA siap bertransformasi menjadi komunikator andal yang mampu menjaga reputasi organisasi di tengah kompleksitas dunia kerja nyata.