Bukan Sekadar Pelepasan, Prodi Ilkom UNIMMA Ubah Alumni Jadi Jejaring Karir Profesional

Bukan Sekadar Pelepasan, Prodi Ilkom UNIMMA Ubah Alumni Jadi Jejaring Karir Profesional

Program Studi Ilmu Komunikasi (Prodi Ilkom) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) mengambil langkah strategis untuk menjamin keberlanjutan karir lulusannya. Hal ini diwujudkan melalui acara pelepasan wisudawan gabungan yang dirangkai dengan inisiasi penguatan wadah alumni profesional.

Acara yang digelar di Cafe Kalahari Pakelan, Kabupaten Magelang, ini melibatkan wisudawan periode III Tahun Ajaran 2024-2025 dan periode I Tahun Ajaran 2025-2026. Pelepasan gabungan dua periode ini diselenggarakan sebagai pembekalan formal dan transisi bagi para sarjana baru, menyusul adanya penyesuaian jadwal internal fakultas.

Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti, menjelaskan bahwa kegiatan ini melengkapi proses akademik mahasiswa, dari orientasi saat masuk hingga pelepasan saat lulus.

“Tujuannya adalah mengantarkan secara resmi mahasiswa yang telah menyelesaikan studi. Saat masuk ada orientasi fakultas, dan saat sudah lulus pun kita memberikan pelepasan, disertai pembekalan ringan,” ujar Lintang.

Poin utama dari acara tersebut adalah sesi diskusi intensif mengenai pembentukan forum alumni yang lebih terstruktur di tingkat prodi. Sesi ini dipimpin langsung oleh perwakilan koordinator pengurus alumni Fakultas dan koordinator alumni Prodi Ilkom.

Lintang Muliawanti menekankan bahwa pembentukan wadah ini merupakan langkah krusial untuk memperkuat ikatan kekeluargaan dan profesional di antara lulusan. Forum ini didesain sebagai platform utama untuk aktualisasi diri dan perluasan jejaring bagi para alumni.

Lebih lanjut, Prodi Ilkom memosisikan diri sebagai fasilitator karir aktif.

“Kami berkomitmen untuk mewadahi mereka dalam mencari pekerjaan dan memberikan akses informasi yang relevan. Ini adalah peran prodi dalam menjamin lulusan tetap terkoneksi dengan peluang industri,” tegas Lintang, menggarisbawahi komitmen prodi dalam mendukung transisi karir lulusan.

Inisiatif penguatan jejaring ini dirancang sebagai hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. Selain memfasilitasi karir alumni, Prodi Ilkom secara terbuka menyambut kontribusi balik dari mereka yang telah sukses di dunia industri.

“Ketika alumni sudah berkiprah di dunia industri, kontribusi mereka dalam bentuk apapun akan sangat diterima di prodi atau fakultas,” tutup Lintang.

Penguatan jejaring ini diharapkan menjadi model kemitraan yang efektif bagi Prodi Ilkom UNIMMA untuk memastikan lulusannya tetap terhubung, aktif berinteraksi, dan siap memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan institusi di masa depan.

Dosen Ilkom UNIMMA Pimpin Pengembangan Konsep Wisata Halal di Pemandian Air Panas Tempuran

Dosen Ilkom UNIMMA Pimpin Pengembangan Konsep Wisata Halal di Pemandian Air Panas Tempuran

Program Studi Ilmu Komunikasi (Prodi Ilkom) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kawasan strategis. Kali ini, dosen-dosen Ilkom UNIMMA memimpin langsung tim yang berhasil meraih hibah bergengsi untuk menguatkan ekosistem Wisata Halal dan Pemberdayaan UMKM di Pemandian Air Panas , Desa Sumberarum, Tempuran.

Pengembangan Desa Sumberarum, Kecamatan Tempuran, yang hanya berjarak enam kilometer dari Candi Borobudur ini, difokuskan sebagai penyangga Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur. Menariknya, inisiatif vital ini digawangi oleh tim pengabdian yang mayoritas merupakan akademisi dari Prodi Ilmu Komunikasi UNIMMA.

Tim pengabdian ini diketuai oleh Dwi Susanti, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA. Dwi Susanti dengan anggota tim pengambdian Lintang Muliawanti (Ilmu Komunikasi UNIMMA) dan Zulfikar Bagus Pambuko (Hukum Ekonomi Syariah UNIMMA). Kolaborasi lintas disiplin ilmu ini memastikan pengembangan desa wisata tidak hanya kuat dari sisi komunikasi dan branding, tetapi juga legalitas dan prinsip syariah.

Menurut Dwi Susanti, Desa Sumberarum memiliki potensi besar dengan enam sumber pemandian air panas alami yang telah dikelola masyarakat sejak tahun 2021. Salah satu mitra binaan yang menjadi proyek percontohan dalam penerapan standar wisata halal adalah Umbul Banyuroso.

“Dengan semangat gotong royong, kami ingin memperkuat kelembagaan, memberdayakan UMKM lokal, dan menghadirkan model percontohan bagi pemandian lainnya,” jelas Dwi Susanti.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa konsep wisata halal yang dibawa oleh tim Ilkom UNIMMA ini bersifat inklusif.

“Konsep wisata halal tidak hanya untuk wisatawan muslim, tetapi juga memberi jaminan layanan wisata yang bersih, aman, nyaman, dan ramah keluarga,” tegas Dwi Susanti. “Dengan standar halal, Desa Sumberarum dapat menjangkau pasar wisata lebih luas sekaligus memperkuat citra Magelang sebagai destinasi inklusif dan berkelanjutan.”

Komitmen Prodi Ilkom UNIMMA dalam memberikan pengalaman belajar nyata terlihat jelas dari keterlibatan empat mahasiswa UNIMMA dalam program ini, dua di antaranya berasal dari Prodi Ilmu Komunikasi. Kontribusi mereka di lapangan setara dengan 8 SKS, termasuk KKN, menjadikannya model pembelajaran berbasis proyek yang konkret.

Selain fokus pada pengembangan pemandian, tim juga menggandeng BUMDes “Maju Bersama” untuk inovasi produk. Mereka melakukan pendampingan pengolahan pepaya california menjadi produk olahan khas dengan nilai jual lebih tinggi.

Salah satu anggota tim, Lintang Muliawanti, dalam sesi materi kepada Pokdarwis desa setempat, juga menjelaskan tentang penguatan peran Pokdarwis menuju desa wisata halal yang berkelanjutan. Lintang menegaskan bahwa fokus wisata halal adalah menjamin kenyamanan dan keamanan bagi semua, bukan semata aturan syariah.

Program ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya ekosistem desa wisata yang berbasis kearifan lokal, inovatif, dan berdaya saing, serta memperkuat peran Prodi Ilmu Komunikasi sebagai agent of change di tengah masyarakat.

lkom UNIMMA Turut Meriahkan Borobudur Marathon, Kolaborasi Desa Sumber Arum Jadi ‘Cheering Point’ Penuh Semangat

lkom UNIMMA Turut Meriahkan Borobudur Marathon, Kolaborasi Desa Sumber Arum Jadi ‘Cheering Point’ Penuh Semangat

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) mengambil peran aktif dan energik dalam perhelatan akbar Borobudur Marathon (Bomar) 2025. Keterlibatan kali ini berfokus pada aksi nyata mendukung dan memeriahkan jalur lari dengan membangun sebuah cheering point kolaboratif yang penuh semangat.

Aksi ini diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himanika) yang berkolaborasi erat dengan Organisasi Remaja Tegalsari (ORTESA) Desa Sumber Arum, Tempuran, Magelang. Kolaborasi unik antara mahasiswa dan pemuda desa ini menjadi salah satu titik yang turut menyemarakkan ajang lari berskala internasional yang diikuti ribuan peserta dari puluhan negara tersebut.

Di lokasi cheering point, mahasiswa dan anggota ORTESA tidak hanya memberikan sorakan semangat, tetapi juga terlibat dalam aspek komunikasi dan publikasi kegiatan yang bersinggungan dengan sport tourism. Momen ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk terjun langsung dalam pengelolaan acara besar di tengah masyarakat.

Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti, memberikan tanggapan positif terkait inisiatif mahasiswanya ini. Lintang menekankan bahwa partisipasi ini memiliki tujuan lebih dari sekadar meramaikan acara, tetapi juga mengusung komitmen prodi.

Lintang menjelaskan, “Partisipasi prodi Ilkom UNIMMA dalam agenda tahunan Borobudur Marathon yang berskala internasional di laksanakan di Magelang bukan hanya untuk turut meramaikan kegiatan yang dihadiri puluhan negara, tetapi juga sebagai bentuk komitmen Prodi dalam memberikan pengalaman belajar nyata bagi mahasiswa.”

Lintang menambahkan bahwa melalui aksi kolaborasi di lapangan ini, mahasiswa mendapatkan pemahaman yang berharga tentang ekosistem pariwisata olahraga.

“Melalui keterlibatan ini, mahasiswa dapat memahami ekosistem sport tourism sekaligus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat desa sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik,” tutupnya.

Keterlibatan prodi Ilkom UNIMMA melalui Himanika dan sinergi dengan ORTESA Desa Sumber Arum ini diharapkan dapat menjadi model yang efektif dalam menghubungkan teori komunikasi di kelas dengan praktik nyata di tengah masyarakat dan acara berskala besar, sekaligus memberikan energi positif bagi para pelari Borobudur Marathon.

Inovatif dan Edukatif: Mimi Clay Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Siap Jadi ‘Mimi World’ Sejajar Disney Universe

Inovatif dan Edukatif: Mimi Clay Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Siap Jadi ‘Mimi World’ Sejajar Disney Universe

Dunia kewirausahaan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali bersinar, kali ini lewat inovasi kreatif bernama Mimi Clay. Berawal dari inisiatif di Program Studi Ilmu Komunikasi (Ilkom), brand ini menawarkan produk Super Clay DIY Character, sebuah mainan edukatif berbahan clay yang aman dan fokus pada pengembangan motorik halus anak usia 3 hingga 12 tahun.

Tim Mimi Clay, yang diketuai oleh Jihan Ika Ayuningtyas dari Ilkom UNIMMA, tidak hanya sekadar membuat produk, tetapi juga menciptakan media sensory play yang efektif sebagai sarana edukasi kreatif dan menjalin ikatan (bonding) antara orang tua dan anak. Keunikan dan nilai edukasi yang ditawarkan berhasil membawa Mimi Clay lolos seleksi nasional Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dan berlaga di ajang bergengsi Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVI 2025.

Anggota tim Mimi Clay, Audia Ananda Saputri, mengungkapkan bahwa ambisi mereka jauh melampaui produk clay kit saat ini. Audia memaparkan visi jangka panjang yang sangat optimis dan inspiratif.

“Rencana besar kedepannya kita mau Mimi Clay bisa jadi Mimi World yang setara sama Disney Universe, di mana satu karakter bisa punya banyak luaran kreatif, mulai dari merchandise, mini movie, dongeng, dll.” ujar Audia saat diwawancarai.

Target ambisius ini menunjukkan bahwa mahasiswa Ilkom UNIMMA tidak hanya berpikir lokal, tetapi berani menargetkan pasar global dengan konsep yang terintegrasi dan berkesinambungan menciptakan sebuah ekosistem kreatif layaknya raksasa hiburan dunia.

Meskipun memiliki mimpi besar, tim Mimi Clay tetap fokus pada langkah strategis yang realistis. Dalam keikutsertaan mereka di KMI Expo XVI 2025 di Universitas Tidar, Magelang, mereka menetapkan prioritas utama untuk memperkuat posisi pasar.

“Fokus kita di KMI EXPO 2025 ini adalah ningkatin brand awareness dulu supaya Mimi Clay bisa lebih di kenal banyak orang dan tahu dulu produk-produk kita,” tegas Audia.

Pencapaian ini sekaligus menegaskan komitmen Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam mendorong mahasiswa untuk tidak hanya unggul dalam teori komunikasi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam inovasi industri kreatif yang berdaya saing tinggi. Mimi Clay menjadi contoh nyata bagaimana kreativitas dapat menembus batas, menghasilkan produk yang bermanfaat, sekaligus membawa nama baik kampus di kancah nasional.

KMI Expo XVI di Untidar Jadi Arena Uji Kompetensi MICE Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA

KMI Expo XVI di Untidar Jadi Arena Uji Kompetensi MICE Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) mengambil langkah nyata di luar kelas dengan melakukan observasi lapangan mendalam pada perhelatan akbar Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo ke-XVI Tahun 2025. Bertempat di Universitas Tidar (Untidar), kunjungan ini menjadi studi kasus penting dan krusial dalam mata kuliah Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

KMI Expo XVI, yang menghadirkan lebih dari 475 tim wirausaha dari 270 Perguruan Tinggi se-Indonesia, dikategorikan sebagai event nasional berskala masif. Bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA, event ini adalah laboratorium hidup untuk menganalisis kompleksitas pengelolaan acara besar.

Fokus utama observasi mahasiswa adalah membedah seluruh aspek penyelenggaraan, mulai dari konsep acara yang mengedepankan inovasi wirausaha, manajemen kepesertaan ratusan tim, optimalisasi venue di Untidar untuk menampung ribuan peserta dan pengunjung, hingga strategi kolaborasi dan sponsorship yang melibatkan Pemerintah Kota Magelang dan berbagai pihak swasta.

Dosen pengampu mata kuliah MICE, Dwi Susanti, S.I.Kom., M.A., menegaskan signifikansi kegiatan ini sebagai jembatan antara teori dan praktik.

“KMI Expo adalah laboratorium nyata bagi mahasiswa Ilkom. Mereka tidak hanya melihat, tetapi harus menganalisis bagaimana konsep acara diimplementasikan, bagaimana logistik venue disiapkan untuk ribuan orang, dan bagaimana kolaborasi dengan Pemkot Magelang dan pihak sponsor berjalan sukses. Analisis ini melengkapi teori MICE yang didapatkan di kelas,” ujar Dwi Susanti.

Dalam tugas lapangan ini, mahasiswa UNIMMA terlibat aktif mengamati langsung dinamika acara dan melakukan serangkaian wawancara. Target wawancara mencakup panitia penyelenggara untuk memahami alur koordinasi, tenant (peserta pameran) untuk menggali pengalaman kepesertaan, dan pengunjung untuk mengukur dampak serta keberhasilan event secara keseluruhan.

Salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA, Choirunisya Aulia Puteri, merasakan manfaat langsung dari observasi di tengah padatnya jadwal KMI Expo.

“Melihat secara langsung bagaimana event sebesar ini dijalankan, mulai dari rundown yang padat hingga koordinasi antar divisi panitia, benar-benar membuka wawasan kami tentang manajemen komunikasi krisis dan event MICE. Ini jauh lebih berdampak daripada hanya membaca buku teori,” kata Choirunisya.

Kunjungan ini merupakan bagian integral dari kurikulum yang bertujuan membekali mahasiswa dengan kompetensi praktis. Studi kasus KMI Expo 2025 diharapkan dapat menghasilkan laporan analisis MICE yang komprehensif.

Laporan ini nantinya akan menjadi modal berharga bagi lulusan Ilmu Komunikasi UNIMMA yang bercita-cita berkarier di industri event organizer (EO), komunikasi bisnis, dan public relations, membuktikan bahwa mereka siap menghadapi tantangan pengelolaan event berskala besar.

Paya Kress: Inovasi Keripik Pepaya Lokal Tampil Memukau di Kedu Innovation Expo 2025

Paya Kress: Inovasi Keripik Pepaya Lokal Tampil Memukau di Kedu Innovation Expo 2025

Produk inovasi dari program Pengabdian kepada Masyarakat-Pemberdayaan Wilayah (PKM PW) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), “Paya Kress” keripik kering pepaya olahan Pokdarwis Desa Sumber Arum tampil memukau dan menarik perhatian pengunjung di ajang Kedu Innovation Expo 2025. Produk unggulan ini dipamerkan di booth UNIMMA dilaksanakan pada Rabu sampai dengan Kamis (19–20/11), di halaman Gedung Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tidar (UNTIDAR), Magelang.


Baca Juga: UNIMMA Kuatkan UMKM Wisata Tempuran lewat Inovasi Produk Pepaya Unggulan

“Paya Kress” merupakan produk olahan pangan yang berasal dari buah pepaya lokal. Inovasi ini digagas oleh Tim PKM-PW UNIMMA sebagai solusi untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas pepaya di tingkat desa melalui diversifikasi produk. Produk ini diproduksi dan dikembangkan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sumber Arum, Kecamatan Tempuran, Magelang, mitra pengabdian tim UNIMMA. Kehadiran produk ini di KMI Expo merupakan wujud implementasi hasil riset perguruan tinggi untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIMMA mengawal partisipasi UNIMMA pada Kedu Innovation Expo 2025. Melalui booth yang disediakan, LPPM memamerkan beragam inovasi hasil PKM dari seluruh program studi, termasuk produk unggulan ‘Paya Kress’

Dr. Retno Rusdjijati, M.Kes, Ketua LPPM UNIMMA, menyampaikan bahwa partisipasi ini menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan dan kebermanfaatan inovasi kampus.

“Melalui expo ini, kami ingin memperkenalkan produk-produk hasil riset dan pengabdian UNIMMA kepada masyarakat luas. Harapannya, karya-karya inovatif ini tidak hanya dikenal, tetapi juga membuka peluang kerja sama dan pengembangan lebih lanjut. Khusus untuk masyarakat dampingan yang telah mendapatkan pelatihan kewirausahaan, kami ingin produk mereka semakin dikenal dan memiliki nilai tambah,” ujarnya.

Dr. Retno juga menegaskan bahwa UNIMMA terus mendorong budaya riset yang aplikatif dan solutif.

“Kami di LPPM ingin memastikan bahwa inovasi yang dilakukan dosen peneliti di UNIMMA tidak hanya berhenti pada laporan penelitian, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan lapangan. Kegiatan seperti ini menjadi wadah penting untuk mempertemukan para inovator dengan pihak yang dapat memanfaatkan dan mengembangkan produk secara berkelanjutan,” tambahnya.

Baca Juga: UNIMMA Tampilkan Inovasi Riset dan Pengabdian di Kedu Innovation Expo 2025

Proyek “Paya Kress” sendiri dipimpin oleh Dwi Susanti, S.I.Kom., M.A., dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, dengan dukungan kolaborasi multidisiplin. Anggota tim terdiri dari Lintang Muliawanti, S.I.Kom., M.A., (Ilmu Komunikasi UNIMMA), Dr. Zulfikar Bagus Pambuko, S.E.I., M.E.I (Hukum Ekonomi Syariah UNIMMA), serta Nenden Nur Annisa, S.E., M.M. dari Universitas Widya Husada.

Tim juga melibatkan mahasiswa sebagai bentuk nyata pembelajaran berbasis masyarakat yaitu Miftakhul Wahyu Ragil Raditya dan Aurelia Rahma Niken dari Ilmu Komunikasi, serta Najmah Nafisah dan Arum Yunita dari Hukum Ekonomi Syariah.

Proses inisiasi produk ini dilakukan melalui serangkaian pelatihan dan pendampingan intensif kepada Pokdarwis Desa Sumber Arum. Pendampingan tersebut mencakup aspek teknis produksi, pengemasan (packaging).

Keikutsertaan “Paya Kress” di pameran inovasi ini menegaskan komitmen UNIMMA dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.