Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas muhammadiyah Magelang (UNIMMA) terus berinovasi dalam menciptakan iklim belajar yang inspiratif melalui agenda Student Connect.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 7 Mei 2026 ini menghadirkan nuansa berbeda pada mata kuliah Komunikasi Bisnis. Menghadirkan Jihan Ika Ayuningtyas dan Audia Ananda Saputri, dua mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 22 yang telah sukses menembus pendanaan P2MW serta seleksi KMI Nasional tahun 2025. Agenda ini dirancang untuk memberikan pelajaran baru bagi mahasiswa dalam melihat langsung bagaimana sebuah proyek kelas dapat bertransformasi menjadi bisnis rintisan yang diakui di tingkat nasional.
Dosen pengampu mata kuliah Komunikasi Bisnis, Lintang Muliawanti, S.I.Kom., M.A., menegaskan pentingnya pembelajaran berbasis pengalaman nyata dari rekan sejawat.

“Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan perspektif baru bahwa tugas kuliah bukan sekadar formalitas akademik, melainkan benih produk inovasi. Dengan melihat langsung proyek yang lolos hingga tingkat nasional, harapannya kedepan semakin banyak produk inovasi yang bisa dihasilkan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA hingga dikenal oleh dunia,” tutur Lintang Muliawanti dalam sesi pembukaan kelas tersebut.
Sebagai pemateri, Jihan Ika Ayuningtyas dan Audia Ananda Saputri berbagi perjalanan mereka mulai dari riset pasar hingga strategi presentasi di depan juri nasional.
“Kunci dari lolosnya pendanaan P2MW adalah bagaimana kita mampu mengomunikasikan nilai unik dari produk kita secara bisnis. Kami ingin menularkan semangat kepada teman-teman bahwa jangan takut untuk memulai dari ide yang sederhana. Tantangan terbesar bukan pada modal, melainkan pada konsistensi mengembangkan ide tersebut hingga layak masuk kancah KMI Nasional. Kami senang bisa berbagi strategi ini agar adik tingkat atau rekan sejawat bisa menyusul prestasi ini,” ungkap Jihan dan Audia secara bergantian.
Program Student Connect ini menjadi wadah efektif untuk mentransfer pengetahuan (knowledge sharing) mengenai manajemen operasional bisnis dan strategi komunikasi pemasaran digital.
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA diajak untuk lebih kritis dalam melihat peluang usaha dan tidak ragu memanfaatkan hibah kewirausahaan yang disediakan pemerintah. Interaksi dua arah dalam kelas ini membuktikan bahwa ekosistem pendidikan di lingkungan prodi sangat mendukung tumbuh kembang entrepreneur muda. Dengan adanya bimbingan yang tepat dari dosen serta inspirasi dari mahasiswa berprestasi, prodi optimis dapat melahirkan lebih banyak inovator di bidang industri kreatif.
Keberhasilan acara ini menjadi tolok ukur bahwa kolaborasi internal antar-mahasiswa mampu mempercepat pemahaman mengenai dinamika komunikasi bisnis yang sebenarnya.
Melalui Student Connect, diharapkan setiap tugas yang dikerjakan mahasiswa memiliki visi jangka panjang untuk menjadi solusi bagi permasalahan di masyarakat. Prodi akan terus memfasilitasi kegiatan serupa guna menjaga semangat kompetisi positif dan produktivitas karya mahasiswa. Langkah ini menjadi bagian dari visi besar untuk mencetak komunikator profesional yang mandiri secara ekonomi.
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muahammdiayah Magelang (UNIMMA) di kancah nasional. Ikhsan Tafiqurrahman berhasil terpilih sebagai salah satu Selected Brands dalam program prestisius Beasiswa Rocket Incubation 2026 Gelombang II.
Melalui unit usahanya, Sanzcraft Studio, Ikhsan membuktikan bahwa sinergi antara disiplin ilmu komunikasi dan keberanian berwirausaha mampu membuka peluang inkubasi bisnis yang kompetitif. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa ide kreatif yang dikelola dengan konsistensi tinggi dapat membawa karya lokal ke level yang lebih tinggi, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di kalangan mahasiswa.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti, S.I.Kom., M.A., memberikan apresiasi mendalam atas pencapaian luar biasa ini.
“Kami sangat bangga dengan langkah besar yang diambil oleh Ikhsan Tafiqurrahman. Keberhasilan lolos dalam Rocket Incubation 2026 menunjukkan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA memiliki daya saing yang kuat dalam membangun personal branding dan manajemen bisnis kreatif. Kami berharap Sanzcraft Studio dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan tidak ragu untuk melesat di berbagai platform inkubasi nasional,” ujar Lintang Muliawanti.
Bagi Ikhsan Tafiqurrahman, perjalanan meraih beasiswa inkubasi ini adalah proses pembelajaran yang sangat berharga untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan manajerial.
“Pencapaian ini bukan sekadar gelar juara, tapi merupakan tanggung jawab untuk membawa Sanzcraft Studio ke level berikutnya. Saya ingin membuktikan bahwa mahasiswa komunikasi memiliki insting yang tajam dalam melihat peluang pasar. Inkubasi ini akan saya manfaatkan sebaik mungkin untuk mematangkan strategi branding dan membawa karya lokal agar semakin dikenal luas melalui inovasi digital,” ungkap Ikhsan dengan antusias.
Program studi Ilmu Komunikasi UNIMMA terus berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan portofolio di bidang industri kreatif.
Keberhasilan Ikhsan diharapkan mampu memicu semangat mahasiswa ilmu komunikasi lainnya untuk mengaplikasikan teori branding dan komunikasi pemasaran dalam proyek nyata. Dengan bimbingan yang tepat dan semangat pantang menyerah, setiap ide memiliki potensi besar untuk menjadi unit bisnis yang mandiri. Prestasi di Rocket Incubation ini menjadi salah satu tonggak penting bagi prodi dalam mencetak lulusan yang siap menjadi komunikator sekaligus entrepreneur yang handal.
Langkah Ikhsan Tafiqurrahman bersama Sanzcraft Studio diharapkan terus melesat dan memberikan dampak positif bagi citra mahasiswa di lingkungan universitas.
Pihak prodi akan terus memfasilitasi ruang diskusi dan kolaborasi agar semakin banyak “Selected Brands” lain yang lahir dari rahim Ilmu Komunikasi UNIMMA. Masa depan industri kreatif kini berada di tangan para pemuda yang berani mengambil tantangan dan konsisten dalam berkarya.
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menorehkan prestasi gemilang dalam kancah pengembangan sumber daya industri daerah.
Noer Ayudia Ajeng Mayanti, mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi, berhasil dinobatkan sebagai peraih Best Project Branding dan Promosi Digital dalam kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Magelang. Melalui inovasi bertajuk “Coklat Gethuk Kriuk”, Noer Ayudia berhasil mengolaborasikan nilai tradisional panganan khas Magelang dengan strategi komunikasi pemasaran modern yang adaptif di era digital.
Kegiatan yang berlangsung pada 21-23 April 2026 di Aula IKM Center ini merupakan bagian dari realisasi pembangunan sumber daya industri tahun anggaran 2026.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti, S.I.Kom., M.A., menyampaikan rasa bangganya atas capaian ini. “Prestasi yang diraih Noer Ayudia adalah bukti bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA tidak hanya unggul secara teori, tetapi mampu menjadi problem solver bagi UMKM lokal. Inovasi branding pada produk Gethuk menunjukkan kepekaan mahasiswa dalam mengangkat potensi daerah melalui kemasan komunikasi digital yang kreatif dan berdaya saing tinggi,” ujar Lintang Muliawanti.
Inovasi “Coklat Gethuk Kriuk” sendiri terpilih karena keunikannya dalam memposisikan ulang citra gethuk sebagai camilan kekinian yang menarik bagi pasar generasi muda.

Noer Ayudia Ajeng Mayanti menjelaskan bahwa tantangan utama dalam proyek ini adalah bagaimana menjaga autentisitas lokal sambil menerapkan strategi promosi digital yang agresif. “Saya ingin membuktikan bahwa strategi branding yang tepat dapat meningkatkan nilai jual produk tradisional secara signifikan. Penghargaan Best Project ini memotivasi saya untuk terus mengembangkan konsep komunikasi pemasaran yang berdampak nyata bagi penguatan IKM di Kota Magelang,” ungkap Noer Ayudia.
Keberhasilan ini mempertegas kualitas kurikulum Prodi Ilmu Komunikasi UNIMMA yang berfokus pada penguasaan teknologi komunikasi dan kewirausahaan kreatif.
Pihak prodi berharap prestasi ini menjadi pemantik bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA lainnya untuk terus bereksplorasi di luar ruang kelas dan menjalin sinergi dengan sektor industri. Melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan sinkronisasi sumber daya industri seperti ini, mahasiswa diharapkan siap menjadi komunikator profesional yang mampu menggerakkan ekonomi kreatif nasional. Inovasi branding yang dihasilkan Noer Ayudia menjadi standar baru bagi mahasiswa dalam mengerjakan proyek berbasis pengabdian masyarakat dan industri.
Sebagai penutup, Prodi Ilmu Komunikasi UNIMMA berkomitmen untuk terus mendukung setiap langkah kreatif mahasiswa dalam mengharumkan nama almamater di berbagai level.
Keberhasilan Noer Ayudia dengan “Coklat Gethuk Kriuk” diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi pelaku industri kecil menengah untuk lebih melek digital. Dengan sinergi antara akademisi dan pemerintah, masa depan branding produk lokal Magelang diyakini akan semakin cerah dan dikenal luas.
Menggali jawaban atas tantangan masa depan melalui kearifan lokal, Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMANIKA) Universitas Muhamamdiyah Magelang (UNIMMA) sukses menerjunkan mahasiswa dalam gelaran bertajuk Gala Desa Mahayana, Minggu (5/4).
Bertempat di Papringan, Lingkungan Santan, Sumberrejo, Mertoyudan, kegiatan ini bertransformasi menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA untuk memahami pemberdayaan masyarakat secara langsung. Dengan mengusung semangat “Akar Kita Kuat, Langkah Kita Hebat!”, festival peradaban desa ini mengajak para calon komunikator muda untuk menemukan kembali nilai-nilai luhur desa yang mampu disinergikan dengan teknologi dan inovasi lingkungan di masa depan.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti, S.I.Kom., M.A., memberikan dukungan penuh terhadap keterlibatan mahasiswa dalam inisiatif berbasis komunitas ini.
“Kami ingin mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA tidak hanya jago berteori di kelas, tapi juga peka terhadap denyut nadi masyarakat. Gala Desa Mahayana adalah bentuk nyata dari komunikasi pembangunan dan sosiologi pedesaan. Di sini, mahasiswa belajar bahwa strategi komunikasi yang paling efektif seringkali lahir dari pemahaman mendalam terhadap akar budaya dan kearifan lokal (local wisdom). Ini adalah bekal penting untuk menjadi praktisi komunikasi yang humanis,” tegas Lintang Muliawanti.
Perwakilan HIMANIKA UNIMMA, Chintian Sakinah Ali, menjelaskan bahwa partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan upaya memperkuat karakter dan networking.
“Gala Desa Mahayana adalah ruang bagi kami, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA, untuk merasakan vibe positif dari local genius yang kita miliki. Di sini kita belajar bahwa desa bukan masa lalu, tapi justru solusi masa depan bagi isu lingkungan dan budaya. Kami ingin teman-teman melihat bagaimana mengemas narasi desa menjadi sesuatu yang membanggakan dan inspiratif bagi generasi sefrekuensi,” ungkap Chintian di sela-sela kegiatan.
Dalam rangkaian acara yang berlangsung di tengah sejuknya rindang bambu Papringan, mahasiswa rombel I dan II diajak untuk mengeksplorasi berbagai aspek, mulai dari pendidikan hingga teknologi pemberdayaan.
HIMANIKA UNIMMA memandang kegiatan ini sebagai peluang emas bagi mahasiswa untuk mempraktikkan kemampuan observasi dan komunikasi antarbudaya mereka. Dengan berinteraksi langsung dengan penggerak desa, mahasiswa mendapatkan insight baru tentang bagaimana strategi komunikasi pembangunan dapat diimplementasikan secara organik namun tetap memiliki dampak yang masif bagi regenerasi bangsa.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, apalagi kegiatan ini dikemas dengan cara yang menyenangkan dan jauh dari kesan kaku.
Melalui kolaborasi dengan penggerak lokal, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan regenerasi peradaban. Fasilitas dan suasana alam yang mendukung menjadikan Gala Desa Mahayana sebagai pengalaman belajar luar ruang yang paling berkesan, di mana teori-teori sosiologi komunikasi dan pemberdayaan masyarakat yang dipelajari di bangku kuliah menemukan wujud nyatanya di lapangan.
Kegiatan Gala Desa Mahayana ini diharapkan mampu memicu lahirnya ide-ide kreatif bagi mahasiswa dalam mengelola konten komunikasi berbasis kearifan lokal.
HIMANIKA UNIMMA berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang mendekatkan mahasiswa dengan realitas sosial agar mampu menjadi praktisi komunikasi yang memiliki landasan etika dan budaya yang kuat. Langkah hebat dimulai dari pemahaman akar yang kuat, dan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA telah memulainya hari ini.
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhamamdiyah Magelang (UNIMMA) berpartisipasi aktif dalam menelusuri dimensi baru komunikasi melalui agenda Stadium Generale bertajuk “Mengungkap Potensi Diri melalui Art Therapy: Aplikasi Psikologis dan Komunikasi”, Rabu (8/4).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Kampus 1 ini menjadi istimewa dengan kehadiran pakar dari Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM), Amni Salsabila binti Sabli, B.A (Hons), M.Sc. Dalam forum yang diinisiasi oleh Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH) ini, mahasiswa diajak memahami bahwa seni bukan sekadar estetika, melainkan instrumen komunikasi jujur bagi individu yang sulit mengungkapkan perasaan secara verbal (unverbalized emotions).
Dalam paparannya, Puan Amni menjelaskan secara mendalam kerangka observasi untuk menerjemahkan simbol visual menjadi pesan psikologis.
“Seni adalah communication tool yang sangat kuat untuk melihat apa yang ada di batin seseorang. Kita boleh melihat indikator melalui pemilihan warna dan cara mereka menggoreskan pen atau pensil,” jelas Puan Amni. Ia merinci bahwa penggunaan warna cerah biasanya merepresentasikan energi positif dan stabilitas emosi. Sebaliknya, dominasi warna gelap (dark) yang tebal seringkali menjadi sinyal adanya tekanan emosional, kecemasan, atau tanda-tanda depresi yang memerlukan perhatian lebih serius.
Lebih lanjut, Puan Amni membongkar rahasia di balik Tekanan Garis (Pressure) sebagai bentuk komunikasi non-verbal.
“Apabila kita melihat goresan yang sangat tebal dan ditekan kuat, itu menandakan adanya tension atau kemarahan yang besar dalam diri individu tersebut. Manakala goresan yang sangat tipis dan ragu-ragu menunjukkan kurangnya keyakinan diri atau energi yang rendah,” tambahnya. Ia juga menjelaskan bahwa gambar yang diletakkan di sudut kertas sering kali bermakna penarikan diri (withdrawal), sedangkan gambar yang memenuhi seluruh ruang kertas menandakan adanya beban emosional yang berlebih (emotional overload).
Perspektif baru ini memberikan kesan mendalam bagi Miftakhul Wahyu Ragil Praditya, mahasiswa semester 6 Ilmu Komunikasi UNIMMA yang menjadi peserta aktif.
Ragil mengaku mendapatkan pengetahuan berharga tentang cara “menerjemahkan” perasaan manusia melalui karya seni. “Saya terkesan sekali karena awalnya saya pikir ini hanya karya seni biasa. Ternyata, art bisa menjadi media komunikasi yang luar biasa efektif. Kita bisa menerjemahkan perasaan psikologis seseorang hanya dari cara mereka menggambar. Ini adalah bentuk visual communication yang sangat jujur dan personal,” ungkap Ragil dengan antusias.
Ketua Progam studi Ilmu Komunikasi Lintang Mulaiawanti, S.I.Kom., M.A, menambahkan dengan adanya kuliah seperti ini temen-temen ilkom unimma mampu melihat pengaplikasian teknik komunikasi non verbal masukan sehingga dapat lebih peka dengan lingkungkan sekitar.
Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA diharapkan mampu mengaplikasikan teknik komunikasi non-verbal yang lebih empati di masa depan. Ujar Lintang.
Kemampuan untuk membaca pesan-pesan tersirat melalui media visual akan menjadi nilai tambah bagi mahasiswa dalam memahami audiens maupun klien secara lebih holistik. Dengan bekal ilmu art therapy ini, lulusan diharapkan tidak hanya andal dalam mengelola informasi publik, tetapi juga peka terhadap dinamika komunikasi interpersonal yang berbasis pada kesejahteraan psikologis.
Membedah sisi lain dunia Public Relations (PR), mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muahmmadiyah Magelang (UNIMMA), Salma Aliya Nur Annisa, berhasil menyelesaikan program magang intensif di Bagian Humas Rumah Sakit (RS) Queen Latifa Yogyakarta.
Pengalaman ini bukan sekadar magang administratif biasa, melainkan sebuah perjalanan mendalam dalam memahami manajemen reputasi di institusi kesehatan. Salma membuktikan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA mampu beradaptasi dengan lingkungan yang menantang, di mana seorang praktisi humas tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi juga harus memahami alur pelayanan medis secara komprehensif guna menjaga citra positif rumah sakit di mata publik.
Selama masa magang, Salma terlibat dalam berbagai fungsi strategis PR, mulai dari sosialisasi layanan unggulan, penanganan potensi krisis komunikasi, hingga menjembatani hubungan antar-stakeholder.
Namun, pengalaman paling unik yang ia dapatkan adalah keterlibatan langsung dalam memantau proses operasional di ruang operasi pasien. “Ini pengalaman yang sangat menantang dan membuka perspektif baru. Menjadi humas rumah sakit berarti harus paham kondisi lapangan secara rill, bahkan hingga ke area medis, agar pesan yang kita sampaikan kepada masyarakat benar-benar akurat dan terpercaya,” ungkap Salma Aliya Nur Annisa.
Hal ini selaras dengan materi yang disampaikan langsung oleh praktisi public relation rumah sakit Queen Latifa Yogyakarta Herni Putrianti dalam agenda Meet The Expert .
Dalam sesi tersebut, ditekankan bahwa PR rumah sakit wajib menguasai seluruh aspek organisasi, mulai dari fasilitas hingga prosedur keamanan. Pengetahuan mendalam ini menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat. Bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA, sinkronisasi antara teori dari para pakar dan pengalaman lapangan seperti yang dialami Salma menjadi modal berharga untuk menjadi praktisi komunikasi yang tangguh di masa depan.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti, S.I.Kom., M.A., memberikan apresiasi tinggi atas keberanian dan dedikasi mahasiswa dalam mengeksplorasi peran PR yang tidak biasa.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian Salma. Pengalaman terjun langsung ke ruang operasi menunjukkan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA memiliki rasa ingin tahu yang besar dan mentalitas profesional. Inilah yang kami harapkan; mahasiswa tidak hanya fasih berkomunikasi, tapi juga memiliki pemahaman mendalam terhadap organisasi yang mereka wakili,” ujar Lintang Muliawanti. Beliau menambahkan bahwa pengalaman ini memperkuat bukti bahwa kurikulum prodi sangat relevan dengan kebutuhan industri.
Keberhasilan Salma Aliya dalam membongkar peran humas di RS Queen Latifa Yogyakarta diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk berani mengambil tantangan magang di sektor-sektor strategis.
Pemahaman mendalam mengenai manajemen krisis dan hubungan pelanggan di rumah sakit merupakan kompetensi langka yang kini telah dikantongi oleh mahasiswa kita. Dengan penguasaan lapangan yang kuat, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA siap bertransformasi menjadi komunikator andal yang mampu menjaga reputasi organisasi di tengah kompleksitas dunia kerja nyata.