Ngadiharjo, 13 Desember 2024 – Sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) mengadakan kegiatan bertajuk “English for Fun” di MI Ma’arif Ngadiharjo. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan berbicara (speaking) bahasa Inggris pada remaja usia 11-13 tahun, sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tantangan global.
Desa Ngadiharjo, yang terletak di kawasan wisata Borobudur, menjadi lokasi strategis untuk kegiatan ini. Dengan tingginya kunjungan wisatawan mancanegara ke desa wisata tersebut, kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris menjadi kebutuhan penting, terutama bagi generasi muda.
Melalui program ini, para remaja diharapkan mampu berinteraksi dengan turis asing dengan percaya diri sekaligus mempromosikan kekayaan budaya dan keunikan Desa Ngadiharjo. “Kegiatan ini adalah upaya nyata untuk memberdayakan remaja Ngadiharjo agar siap menghadapi tantangan global, terutama dalam hal komunikasi lintas budaya,” ujar Ninte, salah satu guru di MI Ma’arif Ngadiharjo.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan Desa Ngadiharjo menjadi destinasi wisata yang terkenal di kancah internasional. “Kami bekerja sama dengan mahasiswa UNIMMA agar siswa merasa nyaman dalam memahami kosakata bahasa Inggris,” imbuhnya.
Program “English for Fun” ini diharapkan menjadi awal dari sinergi yang lebih besar antara institusi pendidikan dan masyarakat desa, sehingga generasi muda Ngadiharjo dapat lebih siap menyambut peluang yang datang dari sektor pariwisata internasional.
Magelang, Jawa Tengah 16 Desember 2024 – Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar kuliah umum yang menghadirkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K., S.H., M.Hum sebagai narasumber. Acara ini juga diwarnai dengan pencanangan program “Bersih Narkoba” yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan kampus yang bebas dari narkoba.
Kuliah umum yang bertema “Mewujudkan Kampus Bersih Narkoba: Peran Aktif Kampus dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba” berlangsung di Auditorium UNIMMA dan dihadiri oleh 300 mahasiswa beasiswa. Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah petinggi Universitas Muhammadiyah Magelang yang mendukung program pencegahan narkoba. Dalam kuliah umumnya, Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K., S.H., M.Hum menyampaikan pentingnya peran kampus dalam mendidik generasi muda untuk menjauhi narkoba. “Peran kampus sebagai lembaga pendidikan sangat krusial dalam membentuk karakter mahasiswa. Melalui kuliah umum ini, kami ingin menyampaikan pesan penting bahwa kampus harus menjadi tempat yang bebas dari narkoba, dan generasi muda harus dilindungi dari bahaya penyalahgunaan narkoba yang bisa merusak masa depan mereka,” ujarnya.

Program “Bersih Narkoba” yang dicanangkan pada kesempatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan UNIMMA untuk mendukung program pemerintah dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba. Program ini juga melibatkan berbagai elemen di kampus, termasuk dosen, mahasiswa, serta staf administrasi yang berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba.
Rektor UNIMMA, Dr. Lilik Andriyani, SE., MSI, dalam sambutannya menyatakan bahwa UNIMMA berkomitmen untuk menjaga kampus agar tetap bersih dari narkoba. “Kami tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter mahasiswa yang tangguh dan bebas dari pengaruh narkoba. Program ini adalah langkah konkret kami untuk mewujudkan kampus yang sehat, aman, dan bersih dari narkoba,” ujar Rektor.

Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K., S.H., M.Hum, juga mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh UNIMMA dalam mendukung pencegahan narkoba. “Melalui program ‘Bersih Narkoba’, UNIMMA telah menunjukkan komitmen yang tinggi dalam menciptakan generasi muda yang bebas dari penyalahgunaan narkoba,” tambahnya.
Menurut Aiska Imelda, salah satu mahasiswa sebagai volunteer kuliah umum tersebut memyatakan bahwa akan bertekad untuk ikut serta dalam upaya membangun kesadaran akan bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa, serta menyebarkan informasi yang bermanfaat agar kampus kita menjadi lingkungan yang bersih dan bebas dari narkoba. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi seluruh peserta dan menciptakan kampus yang lebih sehat dan produktif. Kami berharap program Kampus Bebas Narkoba dapat terus berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat jangka panjang bagi UNIMMA dan masyarakat.
Sebagai bagian dari program ini, UNIMMA juga berkomitmen untuk terus menekankan bahaya narkoba dan pentingnya hidup sehat, guna menjaga kampus tetap bersih dari narkoba dan menjamin masa depan mahasiswa yang lebih baik.

Magelang, Jawa Tengah – Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk menanggulangi stunting, lima mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) melaksanakan penyuluhan dan edukasi di Dusun Wonojoyo, Desa Bigaran, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (14/12). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini berhasil melibatkan 60 peserta, yang sebagian besar adalah ibu-ibu dan balita.
Bekerja sama dengan kader Posyandu Desa Wonojoyo, program ini dimulai dengan pemeriksaan berat badan dan tinggi badan 30 balita. Usai pemeriksaan, peserta mendapatkan penyuluhan tentang stunting, gizi buruk, serta demo pembuatan MPASI yang sesuai kebutuhan balita.
Mutmainah, Kepala Posyandu Desa Wonojoyo, menjelaskan bahwa kegiatan ini mendukung rutinitas Posyandu yang dilakukan setiap Sabtu pekan kedua.
“Kami selalu memeriksa perkembangan balita dan ibu hamil untuk memastikan kesehatan mereka. Setiap kegiatan, kami juga memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) agar anak-anak mendapat gizi tambahan,” ujar Mutmainah.

Daroyah, bidan sekaligus pemateri, menambahkan bahwa meski Desa Wonojoyo saat ini tidak memiliki kasus stunting, pencegahan tetap menjadi prioritas.
“Stunting bisa dikenali dari tinggi badan anak yang kurang ideal meski berat badannya normal. Selain kurangnya asupan gizi selama kehamilan, kebersihan lingkungan juga menjadi faktor penting,” jelas Daroyah.
Tri Widayati Utami, salah satu pengurus Posyandu, mengucapkan terima kasih atas inisiatif mahasiswa UNIMMA yang mendukung kegiatan ini dengan berbagai bantuan.
“Terima kasih mas dan mbak sudah membantu kegiatan Posyandu kami, termasuk memberikan PMT untuk anak-anak. Semoga apa yang diberikan bisa bermanfaat untuk tumbuh kembang mereka,” ungkapnya.
Ketua Pelaksana, Satria Wibawa, menyampaikan rasa bangga karena kegiatan ini berjalan lancar meskipun cuaca sempat kurang bersahabat.
“Antusiasme peserta, terutama ibu-ibu, sangat luar biasa. Dukungan dari kader Posyandu seperti Bu Mutmainah, Bu Tami, dan Bu Daroyah juga sangat membantu,” katanya.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Dusun Wonojoyo tentang pentingnya pencegahan stunting dan gizi buruk. Kolaborasi antara mahasiswa UNIMMA, tenaga kesehatan, dan Posyandu menjadi langkah strategis untuk menciptakan generasi yang sehat dan bebas stunting.
Magelang, 18 Desember 2024 – Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) baru saja melaksanakan edukasi kebencanaan di KB Aisyiyah Insan Mulia II, Dusun Babadan 1, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Magelang. Kegiatan ini berlangsung pada hari Senin, 16 Desember 2024, sebagai bagian dari penugasan mata kuliah Komunikasi Pembangunan Daerah yang diampu oleh Alan Kusuma, M.I.Kom.
Edukasi kebencanaan ini dirancang dengan metode interaktif dan menyenangkan untuk menumbuhkan jiwa kesiapsiagaan bencana pada anak-anak. Berbagai permainan edukatif disajikan untuk memperkenalkan langkah-langkah dasar dalam menghadapi potensi erupsi Gunung Merapi. Tak hanya itu, peserta juga diajak melakukan eksperimen seru berupa simulasi erupsi gunung dengan menggunakan bahan utama baking soda dan cuka. Pendekatan ini dipilih agar anak-anak dapat memahami konsep bencana secara visual dan praktis.

Meski sederhana, kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari anak-anak yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Dengan latar belakang bahwa daerah ini belum pernah mendapatkan edukasi kebencanaan sebelumnya, penyuluhan ini menjadi upaya penting untuk memberikan bekal pengetahuan dasar kepada anak-anak sejak dini.
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman awal bagi anak-anak tentang kesiapsiagaan bencana, tetapi juga menginspirasi berbagai pihak untuk mengadakan kegiatan serupa di daerah rawan bencana lainnya. Melalui langkah ini, diharapkan generasi muda yang tinggal di sekitar Gunung Merapi dapat tumbuh menjadi individu yang lebih tanggap dan siap menghadapi ancaman bencana di masa mendatang.

Temanggung, 14 Desember 2024 – Beberapa mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) bersama pengurus Posyandu Mawar Desa Kemiri Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung melaksanakan kegiatan rutin pengecekan kesehatan pada bayi dan balita. Kegiatan Posyandu rutin dilaksanakan setiap bulan, di minggu ke-3 yang dihadiri oleh warga Desa Kemiri. Kolaborasi antara mahasiswa dengan pihak Posyandu dilakukan dalam rangka pemenuhan tugas akhir semester pada mata kuliah komunikasi pembangunan, yang bertujuan untuk mengetahui langsung bagaimana kondisi komunikasi dalam pembangunan yang ada di desa.
Kegiatan ini dimulai dari melakukan pengecekan terhadap tumbuh kembang anak, seperti penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, dan diakhiri dengan sosialisasi. Diketahui dari 45 anak yang ada di Desa Kemiri, 4 anak diantaranya mengalami stunting atau gizi buruk. Sehingga dengan adanya program kegiatan Posyandu Mawar yang selalu melakukan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), diharapkan dapat mengurangi jumlah anak yang mengalami gizi buruk.

Romiyati, bidan yang bertugas di Posyandu Mawar menjelaskan bahwa penyebab stunting yang ada di Desa Kemiri disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi pada Ibu hamil saat mengandung, hingga kurangnya nafsu makan pada anak atau yang sering disebut Gerakan Tutup Mulut (GTM).
“Kalau kita (pengurus Posyandu Mawar) selalu memberikan edukasi pada Ibu hamil untuk selalu mengonsumsi vitamin dan makanan bergizi untuk membantu pertumbuhan janin. Anak-anak juga sering kita kasih PMT setiap ada kegiatan ini, supaya misalnya ada anak yang GTM dirumah tuh bisa lebih nafsu makan kalo makannya bareng yang lain,” jelasnya
Badriyah, salah satu pengurus Posyandu Mawar menungkapkan rasa terimakasihnya kepada mahasiswa UNIMMA karena telah bersedia membantu kegiatan dalam bentuk material maupun non material.
“Terimakasih banyak buat mas mbak yang sudah membantu acara ini dan juga memberikan PMT untuk kegiatan Posyandu kali ini, semoga apa yang sudah diberikan bisa bermanfaat bagi mereka yang masih dalam proses pertumbuhan,” ucapnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat Desa Kemiri tentang pentingnya pencegahan stunting semakin meningkat. Kolaborasi antara mahasiswa UNIMMA, tenaga kesehatan, dan pengurus Posyandu Mawar menjadi langkah nyata dalam upaya membangun generasi sehat dan bebas stunting. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan ibu dan anak di wilayah pedesaan.

Magelang – Deva Wardana, seorang konten kreator ternama yang dikenal dengan karya-karya inspiratifnya, membagikan tips dan pengalaman menciptakan konten yang menarik dan bermakna dalam sesi “Meet The Expert”. Acara ini digelar pada Kamis, 21 November 2024, di Auditorium Unimma Kampus 1, Magelang.
Dalam sesi yang dihadiri ratusan mahasiswa, Deva mengungkapkan rahasia di balik proses kreatifnya. Ia menekankan pentingnya menemukan ide segar, melakukan riset mendalam, dan membangun koneksi emosional dengan audiens melalui pesan yang kuat. Menurutnya, konten yang sukses bukan hanya tentang jumlah penonton atau viralitas, tetapi juga dampak positif dan hubungan jangka panjang yang terjalin dengan audiens.
“Kunci membuat konten yang otentik adalah memahami nilai yang ingin disampaikan. Pesan yang kuat dan relevan akan selalu menemukan tempatnya di hati audiens,” ujar Deva.
Deva juga membagikan tips praktis untuk mahasiswa yang ingin terjun ke dunia kreator konten. Mulai dari cara mengelola ide, menentukan tema yang relevan, hingga menjaga konsistensi. Ia mendorong peserta untuk lebih fokus pada kualitas pesan yang ingin disampaikan daripada sekadar mengejar tren.
Acara yang berlangsung selama dua jam ini memberikan kesempatan langka bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari pengalaman Deva. Tak hanya menyerap ilmu, peserta juga diajak berdiskusi dan berbagi ide, menjadikan acara ini penuh inspirasi dan insight berharga.
“Ini pengalaman yang luar biasa! Saya jadi lebih paham bagaimana membuat konten yang tidak hanya menarik, tapi juga bisa menginspirasi banyak orang,” ungkap salah satu peserta, Rahma, mahasiswa Ilmu Komunikasi Unimma.
Sesi “Meet The Expert” dengan Deva Wardana menjadi momen penting bagi generasi muda yang ingin berkarya di dunia digital. Pesannya jelas: konten yang bermakna akan selalu relevan, tak peduli seberapa cepat dunia berubah.