MAGELANG – Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar Fakultair 2026 pada 14–15 September 2026 di Auditorium UNIMMA. Kegiatan yang melibatkan mahasiswa Program Studi Psikologi dan Ilmu Komunikasi ini menjadi wadah pengenalan lingkungan akademik, penguatan karakter, sekaligus pengembangan kreativitas dan kebersamaan antarmahasiswa.
Fakultair dirancang tidak hanya sebagai kegiatan pengenalan fakultas, tetapi juga sebagai ruang bagi mahasiswa untuk memahami budaya akademik, membangun relasi sosial yang positif, dan mengembangkan potensi diri selama menjalani pendidikan tinggi.
Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan sambutan dari ketua panitia, ketua program studi, dan pimpinan fakultas. Dekan FPH UNIMMA, Aning Az-Zahra, M.A., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pengenalan lingkungan akademik dan layanan fakultas melalui pemaparan dari Dekan, Ketua Program Studi Psikologi Akhmad Liana Amrul Haq, M.Psi., Psikolog, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Lintang Muliawati, M.A., serta perwakilan Tata Usaha FPH.
Mahasiswa juga berkesempatan mengenal fasilitas pembelajaran melalui kegiatan Tour Lab sesuai program studi masing-masing. Kegiatan ini memberikan gambaran mengenai sarana pendukung pembelajaran sekaligus memperkenalkan ruang pengembangan kompetensi yang dapat dimanfaatkan mahasiswa selama perkuliahan.
Aspek pembentukan karakter menjadi perhatian penting dalam Fakultair melalui penyampaian materi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) serta materi perilaku mahasiswa oleh Akhmad Liana Amrul Haq, M.Psi., Psikolog. Kemudian ada pemateri lain yaitu Dr. Hermahayu, M.Si. Dalam sesi tersebut, mahasiswa diajak memahami pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman, saling menghargai, dan mendukung perkembangan setiap individu.
Pembahasan tidak hanya menekankan kemampuan akademik, tetapi juga pentingnya keterampilan sosial, pengelolaan diri, etika, dan tanggung jawab dalam membangun hubungan antarmahasiswa. Mahasiswa turut memperoleh pemahaman mengenai pencegahan perundungan, pentingnya kepedulian terhadap sesama, serta pengenalan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP).
Tiga nilai utama, yakni Respect, Responsibility, dan Courage, menjadi pesan penting dalam membangun budaya kampus yang sehat. Melalui nilai-nilai tersebut, mahasiswa didorong untuk mampu menghormati perbedaan, bertanggung jawab dalam kehidupan sosial, serta berani mengambil sikap terhadap perilaku yang berpotensi merugikan orang lain.
Memasuki hari kedua, suasana Fakultair semakin semarak dengan berbagai penampilan kreatif mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan. HIMAPSI, HIMANIKA, IMM Komsihum, dan BEM FPH turut ambil bagian dalam memeriahkan acara. Beragam penampilan tersebut menjadi sarana ekspresi, pengembangan bakat, sekaligus penguatan interaksi antara mahasiswa dari kedua program studi.
Antusiasme peserta juga terlihat melalui pemberian sejumlah penghargaan, meliputi kategori Penampilan Terbaik, Costume Terbaik Putra dan Putri, serta Video Terkreatif. Penampilan bintang tamu kemudian menutup seluruh rangkaian Fakultair 2026.
Melalui penyelenggaraan Fakultair, FPH UNIMMA menghadirkan pengalaman awal kehidupan kampus yang memadukan pengenalan akademik, pendidikan karakter, dan kreativitas mahasiswa. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi bagi tumbuhnya mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, integritas, dan kemampuan berkolaborasi dalam lingkungan kampus yang inklusif.
Magelang, 19 Juli 2026 – Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMANIKA) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menyelenggarakan Workshop Fotografi dan Konten Kreator sebagai bagian dari rangkaian kegiatan MONALESA Volume 5. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam bidang fotografi dan pembuatan konten digital sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sejarah serta warisan budaya Kota Magelang melalui media visual.
Mengusung tema “Jejak Sejarah Kota Magelang dalam Bingkai Visual”, workshop menghadirkan Irawan “Gepy” Kristanto, Founder Rumah Jengkar, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia membagikan pengetahuan mengenai teknik dasar fotografi, mulai dari komposisi, pemanfaatan pencahayaan, hingga penyusunan visual storytelling agar pesan yang disampaikan melalui foto dapat diterima secara efektif oleh audiens.
Selain membahas aspek teknis, narasumber juga menekankan bahwa fotografi tidak hanya berfungsi sebagai media dokumentasi, tetapi juga menjadi sarana untuk melestarikan sejarah dan budaya. Menurutnya, generasi muda memiliki peluang besar untuk mengangkat kisah-kisah lokal melalui karya visual yang kreatif, informatif, dan sesuai dengan perkembangan media digital saat ini.
Workshop berlangsung secara interaktif melalui sesi penyampaian materi dan diskusi. Peserta aktif menggali berbagai teknik fotografi, mulai dari menentukan sudut pengambilan gambar, membangun komposisi yang menarik, hingga merangkai narasi visual yang mampu menyampaikan pesan kepada masyarakat. Beragam pengalaman praktis yang dibagikan narasumber turut memberikan inspirasi mengenai proses kreatif dalam menghasilkan karya yang bernilai estetis sekaligus memiliki makna.
Melalui penyelenggaraan Workshop Fotografi dan Konten Kreator ini, HIMANIKA UNIMMA berharap peserta MONALESA Volume 5 dapat mengembangkan keterampilan di bidang fotografi dan produksi konten kreatif. Kompetensi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bekal dalam mengikuti berbagai kompetisi, tetapi juga mampu melahirkan karya-karya visual yang berkontribusi dalam memperkenalkan sejarah dan kekayaan budaya Kota Magelang kepada masyarakat yang lebih luas.
Magelang, 13 Juli 2026 – Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMANIKA) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) mengadakan Workshop News Anchor sebagai bagian dari rangkaian kegiatan MONALESA Volume 5 pada Senin (13/7). Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Google Meet ini diikuti oleh seluruh peserta lomba sebagai upaya meningkatkan kompetensi di bidang jurnalistik, penyiaran, dan komunikasi publik.
Mengusung tema “Jejak Sejarah Nusantara untuk Generasi Berkarya”, workshop menghadirkan Putri Rakhmadhani, seorang News Presenter, sebagai narasumber. Dalam sesi pemaparannya, peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik dasar membawakan berita, meliputi penguasaan vokal, intonasi, artikulasi, ekspresi, hingga cara membangun rasa percaya diri saat tampil di depan kamera.
Selain mengupas aspek teknis penyiaran, narasumber juga membagikan materi mengenai keterampilan public speaking dan strategi menyampaikan informasi secara jelas, akurat, serta komunikatif. Berbagai pengalaman profesional yang dibagikan memberikan gambaran nyata kepada peserta mengenai dinamika dan tantangan profesi penyiar berita di tengah perkembangan media digital.
Suasana workshop berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali lebih dalam mengenai teknik penyampaian berita, penerapan etika jurnalistik, hingga persiapan yang diperlukan untuk menjadi seorang news anchor yang profesional. Interaksi ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta sekaligus mengasah kemampuan komunikasi yang akan diterapkan pada kompetisi News Anchor dalam MONALESA Vol. 5.
Melalui penyelenggaraan Workshop News Anchor, HIMANIKA UNIMMA berkomitmen menghadirkan ruang pembelajaran yang tidak hanya mendukung pelaksanaan kompetisi, tetapi juga memperkuat kompetensi peserta dalam bidang komunikasi dan penyiaran. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dan generasi muda untuk mengembangkan kemampuan public speaking, jurnalistik, serta penyampaian informasi secara profesional sehingga lebih siap menghadapi kebutuhan industri media dan komunikasi yang terus berkembang.
Magelang, 18 Juli 2026 – Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMANIKA) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menghadirkan kegiatan edukatif dalam rangkaian MONALESA Volume 5 melalui penyelenggaraan Workshop Iklan Kreatif yang dilaksanakan secara daring melalui Google Meet pada Sabtu (18/7). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan wawasan dan kemampuan peserta dalam merancang konsep iklan yang kreatif, inovatif, serta sesuai dengan dinamika industri kreatif saat ini.
Mengangkat tema “Produk Lokal, Ide Global”, workshop menghadirkan Yoshua Pramudya, Founder Branlight Creative, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Yoshua mengulas berbagai strategi penyusunan konsep iklan yang efektif, mulai dari mengidentifikasi keunggulan produk lokal, mengenali karakteristik target audiens, hingga merancang pesan kreatif yang mampu meningkatkan daya saing produk di pasar.
Selama sesi berlangsung, peserta memperoleh pemahaman bahwa iklan tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun identitas merek (branding) serta menciptakan hubungan yang kuat dengan konsumen. Berbagai studi kasus dan contoh kampanye kreatif turut dipaparkan sebagai referensi dalam mengembangkan ide-ide yang inovatif dan aplikatif.
Workshop juga berlangsung interaktif melalui sesi diskusi bersama narasumber. Peserta berkesempatan menggali lebih dalam mengenai proses kreatif pembuatan iklan serta tantangan yang dihadapi para pelaku industri kreatif. Melalui diskusi tersebut, peserta diharapkan semakin percaya diri dalam menghasilkan karya-karya kreatif yang memiliki daya saing.
Ketua Panitia MONALESA Vol. 5, Mayang Dwi Rinata, menjelaskan bahwa Workshop Iklan Kreatif diselenggarakan sebagai wadah pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif masa kini. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya membahas konsep dasar periklanan, tetapi juga memberikan gambaran nyata mengenai proses mengembangkan sebuah ide menjadi konsep iklan yang komunikatif, kreatif, dan bernilai komersial.
“Melalui workshop ini, kami berharap peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh gambaran nyata mengenai proses kreatif di balik sebuah iklan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kompetensi kreatif, baik selama menempuh pendidikan maupun saat memasuki dunia kerja di industri kreatif,” ujar Mayang.
Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti, S.I.Kom., M.A., menegaskan bahwa kemampuan menciptakan konten dan iklan kreatif menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa Ilmu Komunikasi di era digital. Kreativitas, menurutnya, tidak hanya sebatas menghasilkan ide yang menarik, tetapi juga kemampuan mengemas dan menyampaikan pesan secara efektif melalui berbagai platform komunikasi.
“Perkembangan industri komunikasi menuntut mahasiswa memiliki kemampuan berpikir kreatif sekaligus memahami strategi penyampaian pesan yang tepat kepada audiens. MONALESA menjadi salah satu ruang pembelajaran yang mampu menjembatani kebutuhan tersebut melalui pengalaman belajar yang dekat dengan praktik di dunia industri,” ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan Workshop Iklan Kreatif ini, HIMANIKA UNIMMA berharap peserta MONALESA Volume 5 memperoleh bekal pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam pengembangan produk, bisnis, maupun karya kreatif di masa mendatang. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen HIMANIKA dalam menghadirkan ruang belajar yang inspiratif serta mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, adaptif, dan siap bersaing di industri kreatif.
Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMANIKA) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) sukses menggelar ajang MONALESA Volume 5 pada Sabtu–Minggu, 25–26 Juli 2026, bertempat di Museum BPK RI Magelang. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah kolaboratif yang mempertemukan kreativitas, ilmu komunikasi, seni, dan apresiasi sejarah dengan menargetkan 500 peserta. Komposisi pesertanya terdiri atas 50 persen pelajar SMA/SMK/MA sederajat di wilayah Kabupaten dan Kota Magelang, 40 persen mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, serta 10 persen masyarakat umum.

Rangkaian acara diawali pada hari pertama dengan sesi pembukaan dan pelatihan fotografi bertema “Museum dan Sejarah Kota Magelang” yang bekerja sama dengan komunitas Mlaku Magelang serta Jengkar Visual. Melalui pelatihan ini, para peserta diajak langsung mengeksplorasi Museum BPK RI Magelang dan lingkungan sekitarnya untuk mendokumentasikan kekayaan sejarah daerah. Memasuki hari kedua, peserta berkesempatan mengikuti lokakarya membatik bersama Batik Dewiwanu Borobudur, dilanjutkan dengan kunjungan museum serta babak final untuk beberapa cabang kompetisi utama.
Selain dibekali pelatihan edukatif, peserta juga diajak mengasah kemampuan melalui enam cabang kompetisi. Lomba Iklan Kreatif menguji gagasan promosi yang inovatif, sedangkan Lomba News Anchor melatih keterampilan pembacaan berita berbasis sejarah Indonesia. Bagi kalangan pelajar, Lomba Story Telling menjadi tempat unjuk kebolehan bercerita, sementara Lomba Debat menguji ketajaman argumentasi kritis berbasis data. Di sisi lain, nilai budaya diangkat melalui Lomba Fotografi dan Konten Kreatif yang menantang peserta menyampaikan narasi sejarah secara visual melalui media foto dan video.

Rangkaian acara ditutup dengan malam puncak penganugerahan bagi para pemenang lomba. Suasana semakin berkesan berkat pertunjukan seni drama kolosal dan tari oleh Teater Fajar UNIMMA, serta hiburan musik bergenre jazz, pop, hingga penampilan DJ dari Hellboys. Melalui MONALESA Volume 5, HIMANIKA UNIMMA tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang edukatif dan inspiratif guna mendorong generasi muda agar terus berkarya seraya melestarikan warisan budaya bangsa.
Magelang – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar sosialisasi mitigasi bencana bagi anak-anak di Desa Sumber Agung 1, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, pada Minggu (19/7/2026). Kegiatan ini merupakan implementasi mata kuliah Komunikasi Bencana yang dirancang untuk menanamkan pemahaman mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana sejak usia dini.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai jenis bencana serta langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Penyampaian materi dikemas dengan metode yang komunikatif dan disesuaikan dengan karakteristik anak-anak sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih menarik dan mudah dipahami.
Salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA, Khansa Aziza Arya Kusuma, menjelaskan bahwa kegiatan dirancang dengan konsep belajar sambil bermain agar pesan mengenai mitigasi bencana dapat diterima secara efektif.
“Kami ingin edukasi mitigasi bencana ini berlangsung dengan cara yang menyenangkan. Oleh karena itu, selain penyampaian materi, kami juga menghadirkan berbagai aktivitas interaktif seperti bermain clay dan mengerjakan teka-teki silang (TTS),” ujarnya.
Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Anak-anak tidak hanya mengikuti pemaparan materi, tetapi juga terlibat aktif dalam berbagai permainan edukatif. Melalui aktivitas membentuk clay, mereka diajak mengenal simbol-simbol kebencanaan secara kreatif, sementara teka-teki silang dimanfaatkan untuk mengulas kembali materi yang telah disampaikan sehingga proses belajar menjadi lebih interaktif dan menyenangkan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap anak-anak memiliki pemahaman dasar mengenai mitigasi bencana sekaligus mampu menerapkan langkah-langkah sederhana ketika menghadapi situasi darurat. Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat dibagikan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar sehingga dapat menumbuhkan budaya sadar bencana di masyarakat.
Sosialisasi ini menjadi salah satu wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Dengan mengusung pendekatan edukatif, kreatif, dan partisipatif, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA berupaya meningkatkan literasi kebencanaan di kalangan anak-anak sekaligus menanamkan pentingnya kesiapsiagaan sebagai bekal menghadapi potensi bencana di masa mendatang.