Tim Mimi & Clay Ilkom Unimma yang Sukses Raih Pendanaan P2MW: Wujudkan Mainan Edukatif dan Inovatif untuk Masa Depan Anak Bangsa

Tim Mimi & Clay Ilkom Unimma yang Sukses Raih Pendanaan P2MW: Wujudkan Mainan Edukatif dan Inovatif untuk Masa Depan Anak Bangsa

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) berhasil memperoleh pendanaan Program Pengembangan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), yang diumumkan pada tanggal 16 Juli 2025. Pendanaan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan kreativitas dan semangat kewirausahaan mahasiswa melalui program yang difasilitasi oleh pemerintah Indonesia. Keberhasilan ini membuktikan bahwa mahasiswa Unimma mampu berkompetisi secara nasional dengan ide bisnis yang inovatif serta berpotensi tinggi.

P2MW merupakan program nasional yang dirancang untuk memberikan dukungan dana kepada mahasiswa yang memiliki usaha kreatif dan inovatif. Program tersebut menyediakan modal sekaligus pembinaan secara menyeluruh mulai dari tingkat perguruan tinggi hingga tingkat nasional. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pendanaan tetapi juga bimbingan yang komprehensif dalam mengelola bisnis mereka, sehingga mampu berkontribusi positif bagi perekonomian nasional.

Sebanyak 12 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang mengikuti sesi briefing sebagai langkah persiapan pengajuan proposal, namun hanya 10 proposal yang berhasil disubmit untuk tahap penilaian. Proses seleksi dilakukan secara bertahap, dimana setiap proposal wajib memperoleh persetujuan dari pimpinan perguruan tinggi terlebih dahulu sebelum diajukan ke tingkat nasional. Hal ini menunjukkan bahwa pengajuan proposal dilakukan secara cermat dan terstruktur agar layak mendapatkan pendanaan.

Salah satu tim yang berhasil meraih pendanaan adalah tim Mimi & Clay dari prodi Ilmu Komunikasi angkatan 22, yang diketuai oleh Jihan Ika Ayuningtyas dengan anggota Rifan Dzaky Widyadhana, Audia Ananda Saputri, Salma Aliya Nur Annisa, dan Zurayda Rizalia Putri. Tim ini mengembangkan produk mainan anak berbahan clay yang ditujukan sebagai media stimulasi motorik anak-anak. Selain aspek edukatif, produk ini juga melibatkan ibu rumah tangga dalam proses produksinya, sehingga memberikan nilai sosial sekaligus peluang pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat sekitar.

Inovasi dari tim Mimi & Clay ini menargetkan segmen pasar anak-anak dengan pendekatan edukasi motorik yang kreatif dan menarik. Produk tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasar terhadap mainan yang tidak hanya menghibur tetapi juga bersifat edukatif. Pelibatan ibu rumah tangga sebagai bagian dari proses produksi membuka kesempatan wirausaha baru dan meningkatkan kesejahteraan komunitas lokal.

Program Studi Ilmu Komunikasi Unimma memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa dengan membekali mereka pengetahuan mengenai penyusunan proposal serta Business Model Canvas (BMC). Pembinaan yang intensif tersebut membantu mahasiswa dalam menyusun proposal dengan sistematika yang baik serta merancang strategi bisnis yang matang. Dukungan ini menjadi faktor krusial dalam keberhasilan pengajuan pendanaan di tingkat nasional.

Untuk tahap selanjutnya, produk Mimi Clay direncanakan akan mulai diproduksi dan dipasarkan dalam waktu dua bulan ke depan. Tim juga menargetkan untuk berpartisipasi dalam Bazaar nasional yang dilaksanakan di Universitas Tidar (Untid) sebagai sarana promosi serta pengenalan produk ke pasar yang lebih luas. Harapan besar mereka adalah produk ini dapat diterima dengan baik dan mampu menciptakan peluang bisnis yang berkelanjutan.

Tim Mimi & Clay menyampaikan rasa bangga dan kebahagiaan atas keberhasilan ini, yang tidak hanya membuka peluang bagi mereka untuk menjadi wirausaha muda, tetapi juga memberikan akses pendanaan dari pemerintah. Mereka mengajak masyarakat untuk mengikuti perkembangan produk melalui akun Instagram @mimi_clay. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi Unimma untuk terus meningkatkan kreativitas serta mengembangkan potensi kewirausahaan demi masa depan yang lebih gemilang.

Beauty Class Bareng OMG: Cara Asyik Mahasiswa Ilkom UNIMMA Belajar Personal Branding

Beauty Class Bareng OMG: Cara Asyik Mahasiswa Ilkom UNIMMA Belajar Personal Branding

Kegiatan kreatif dan edukatif kembali digelar oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA). Kali ini, seluruh mahasiswa angkatan 2024 yang berjumlah sekitar 50 orang mengikuti acara beauty class yang bekerja sama dengan salah satu brand kosmetik populer di kalangan remaja saat ini, yaitu OMG (Oh My Glam). Kolaborasi ini menjadi momen yang tidak hanya mempercantik tampilan luar, tetapi juga memperluas wawasan mahasiswa tentang dunia kecantikan, brand communication, hingga pembuatan konten digital.

Acara beauty class ini berlangsung dalam suasana yang hangat, seru, dan penuh antusiasme. Brand OMG datang langsung ke kampus dengan membawa tim profesional yang membimbing peserta dalam mengenal teknik dasar hingga lanjutan dalam makeup. Mulai dari teknik complexion, pemilihan warna, pengaplikasian produk dengan benar, hingga menciptakan tampilan yang cocok untuk kebutuhan sehari-hari maupun acara formal, semuanya dikupas tuntas dalam sesi ini. Menariknya, salah satu mahasiswa dari Ilmu Komunikasi juga dijadikan role model atau model wajah untuk mendemokan look yang diajarkan. Hal ini menjadikan suasana belajar terasa lebih dekat dan akrab, karena peserta dapat melihat langsung transformasi wajah dari teman mereka sendiri.

Selain sesi pelatihan dan demo, para peserta juga diberi kesempatan untuk mempraktikkan langsung teknik makeup yang telah dipelajari menggunakan produk-produk dari OMG. Brand ini tidak hanya membawa alat dan kosmetik lengkap untuk digunakan di tempat, tapi juga menyediakan bundling paket produk yang bisa dipilih oleh masing-masing peserta untuk dibawa pulang. Pengalaman ini menjadi lebih berkesan karena peserta bisa langsung mengaplikasikan ilmu yang baru mereka dapatkan dengan produk asli dari brand ternama yang sudah terbukti kualitasnya.

Tidak berhenti sampai di situ, OMG juga memberikan tantangan seru berupa kompetisi konten kreatif bagi seluruh peserta beauty class. Mahasiswa diajak untuk membuat konten berupa recap kegiatan yang bisa dibagikan melalui media sosial, baik dalam bentuk video, foto carousel, maupun story. Konten tersebut dinilai berdasarkan kreativitas, keunikan penyajian, dan bagaimana pengalaman selama beauty class dikemas dengan cara menarik. Pemenang dari kompetisi ini akan mendapatkan hadiah spesial dari OMG, yang tentunya semakin memotivasi peserta untuk menuangkan ide terbaik mereka dalam bentuk konten digital.

Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan makeup, melainkan juga ruang untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa dalam menyampaikan pesan visual, memahami tren industri kecantikan, dan berinteraksi langsung dengan dunia brand communication. Beauty class ini menjadi bentuk nyata bagaimana teori yang dipelajari di kelas dapat bersinergi dengan praktik langsung di lapangan, sekaligus membangun rasa percaya diri dan keberanian untuk tampil serta berkarya.

Antusiasme mahasiswa terlihat sejak awal hingga akhir acara. Banyak dari mereka yang merasa mendapatkan pengalaman baru, bukan hanya dalam hal berdandan, tetapi juga bagaimana menyampaikan cerita lewat wajah, gesture, hingga konten yang dibuat. Hal ini tentu sangat sejalan dengan profil lulusan Ilmu Komunikasi yang dituntut untuk mampu mengolah pesan dan menyampaikannya melalui berbagai media, termasuk media visual dan sosial.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu momen kebersamaan yang mempererat hubungan antar mahasiswa angkatan 2024. Melalui proses belajar bersama, saling membantu saat praktik, hingga berfoto dan membuat konten bersama, tercipta suasana yang menyenangkan dan memperkuat solidaritas antar teman sekelas. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa belajar tidak selalu harus formal dan di dalam kelas, tapi bisa juga melalui pengalaman menyenangkan yang relevan dengan dunia yang sedang berkembang.

Keberhasilan beauty class ini tentu tak lepas dari peran dosen pendamping, panitia internal mahasiswa, serta pihak OMG yang telah menyiapkan acara dengan sangat baik. Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa dunia kampus mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman, di mana ilmu komunikasi tidak hanya sebatas teori, namun juga menyentuh aspek industri kreatif yang sedang berkembang pesat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA diajak untuk tidak hanya tampil percaya diri, tapi juga cerdas dalam memahami bagaimana makeup bisa menjadi bagian dari personal branding, public speaking, bahkan strategi promosi diri. Sebuah pelajaran berharga yang dikemas dalam suasana fun, edukatif, dan penuh inspirasi.

Penulis: Tiffani Anggi

Editor: Alan Kusuma

Mahasiswa Ilkom Unimma Tampil Gemilang dengan 7 Gelar Juara di SILAT APIK 2025

Mahasiswa Ilkom Unimma Tampil Gemilang dengan 7 Gelar Juara di SILAT APIK 2025

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) kembali menorehkan sejarah baru dalam ajang bergengsi Silat APIK PTMA 2025 dengan meraih tujuh penghargaan sekaligus. Ajang Silahturahmi Nasional Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah atau SILAT APIK PTMA 2025 digelar di Universitas Muhammadiyah Cirebon. Prestasi mahasiswa Ilkom Unimma ini merupakan hasil kerja keras, dedikasi, dan kolaborasi solid antara mahasiswa serta dosen pembimbing dalam membangun dan mempertahankan kualitas akademik serta kreativitas mahasiswa di tingkat nasional. Kemenangan ini menjadi cerminan semangat generasi muda Unimma untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama kampus di kancah nasional.

Ajang SILAT APIK PTMA 2025 diikuti oleh mahasiswa dan dosen dari seluruh Program Studi Ilmu Komunikasi di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia. Kegiatan ini bukan hanya ajang kompetisi semata, namun juga menjadi wadah untuk berkolaborasi dan menunjukkan kreativitas mahasiswa di bidang komunikasi. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unimma berhasil menunjukkan kemampuannya dengan meraih juara di berbagai kategori, seperti Penulisan Public Relations, Pembuatan Konten Videografi, Lomba Foto Human Interest, dan Reportase.

Husnul Kayla Yusuf Rizkiyya berhasil meraih juara 1 dalam kategori Public Relations Writing, sementara Ihsan Taufiqurohman memenangkan juara 1 di kategori Content Creator (Videografi) serta juara 2 untuk kategori Content Creator Digital Content. Tak kalah impresif, Muhammad Ilham Nova Rizal meraih juara 1 di Lomba Foto Human Interest, dan Khansa Aziza Arya Kusuma memperoleh juara 2 pada kategori Reportase. Setiap kategori menuntut mahasiwa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam mengangkat isu-isu actual dan relevan di tengah masyarakat. Sehingga prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi Unimma tidak hanya cemerlang di bidang akademik, tetapi juga mampu bersaing secara kompetitif di dunia nyata.

Selain membawa pulang penghargaan, acara ini juga menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk bertukar pengalaman dan membangun jaringan dengan peserta lain dari berbagai universitas Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Dalam sesi diskusi, seminar, dan workshop yang diadakan selama event berlangsung, mahasiswa Unimma aktif berkontribusi dan berdiskusi tentang tren komunikasi digital, inovasi media, hingga penguatan literasi media di era modern. Pengalaman mengikuti Silat APIK tidak hanya memperkaya kompetensi akademik mahasiswa, namun juga menanamkan nilai-nilai seperti sportivitas, kerja sama, dan kepemimpinan. Banyak peserta yang mengaku merasakan peningkatan kepercayaan diri dan keterampilan komunikasi setelah terlibat secara langsung dalam persaingan nasional yang kompetitif dan bermartabat.

Capaian tujuh juara ini menjadi motivasi tersendiri bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan diri, baik di bidang akademik, kemampuan praktis, maupun aspek kepemimpinan. Program Studi Ilmu Komunikasi Unimma berkomitmen untuk terus memberikan dukungan nyata dalam pengembangan soft skill dan hard skill setiap mahasiswanya melalui berbagai kegiatan kompetitif dan inovatif di masa mendatang. Melalui  semangat, kreativitas, dan integritas yang terus dijaga, mahasiswa Ilmu Komunikasi Unimma berhasil membuktikan bahwa mereka siap menjawab tantangan zaman dan menjadi agen perubahan positif dalam dunia komunikasi di Indonesia. Prestasi gemilang di ajang Silat APIK PTMA 2025 ini diharapkan tidak hanya menjadi catatan prestasi, namun juga menjadi inspirasi bagi seluruh keluarga besar Unimma untuk terus berinovasi dan berprestasi di masa depan.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Belajar Langsung Industri Kreatif Berkelanjutan di Ecollabo8 Bali

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Belajar Langsung Industri Kreatif Berkelanjutan di Ecollabo8 Bali

Pada tanggal 30 Juli 2025, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) melaksanakan kunjungan industri ke Ecollabo8 Bali, sebuah platform kolaboratif yang bergerak dalam bidang industri kreatif berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam membekali mahasiswa dengan pengalaman lapangan yang relevan dengan perkembangan dunia komunikasi dan industri kreatif masa kini.

Rombongan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA berangkat menuju lokasi dengan semangat dan antusiasme tinggi. Dalam kunjungan ini, mereka didampingi oleh dosen pendamping yang memberikan arahan akademik selama perjalanan, serta tour leader dan tour guide profesional yang membantu mengelola perjalanan dan memperkaya pemahaman peserta tentang budaya dan lingkungan lokal Bali.

Ecollabo8 Bali dipilih sebagai destinasi utama karena karakter dan visi lembaganya yang selaras dengan kurikulum Ilmu Komunikasi modern, terutama dalam hal pemanfaatan komunikasi strategis, pemasaran digital, branding komunitas, serta pelestarian lingkungan melalui pendekatan kreatif. Mahasiswa diperkenalkan pada konsep dasar kolaborasi kreatif yang diterapkan oleh Ecollabo8 dalam proyek-proyeknya yang berfokus pada pengelolaan limbah, daur ulang, seni instalasi berbasis bahan ramah lingkungan, serta kampanye sosial untuk peningkatan kesadaran publik.

Selama kunjungan berlangsung, para mahasiswa mendapatkan pemaparan langsung dari tim Ecollabo8 mengenai bagaimana mereka memadukan komunikasi visual, strategi konten, hingga komunikasi lintas budaya dalam menjalankan berbagai programnya. Mereka juga diperkenalkan pada ruang kerja kreatif (creative space) yang didesain untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan. Mahasiswa tampak antusias saat berdiskusi mengenai bagaimana komunikasi dapat digunakan sebagai alat transformasi sosial, khususnya dalam isu-isu keberlanjutan.

Salah satu hal yang paling menarik perhatian peserta adalah bagaimana Ecollabo8 mampu membangun branding kuat hanya melalui media sosial dan kampanye komunitas. Mahasiswa mendapatkan materi secara langsung bagaimana proses dan pengelolaan interaksi audiens, serta teknik storytelling yang digunakan untuk membangun citra positif dan partisipatif terhadap proyek-proyek lingkungan mereka.

Menurut Dessy Nurmalasari, salah satu mahasiswa semester 6 yang turut serta dalam kunjungan ini, pengalaman tersebut membuka pandangan baru tentang dunia komunikasi di luar konteks akademik. “Kami belajar banyak tentang bagaimana strategi komunikasi tidak hanya diterapkan untuk profit, tapi juga untuk membangun kesadaran, perubahan sikap, dan gaya hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan. Selain itu kunjungan ini sangat relate dengan mata kuliah kita yaitu Digital Start Up,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi momen terakhir yang menyatukan seluruh angkatan Ilmu Komunikasi sebelum memasuki masa magang, skripsi, dan kesibukan akhir studi lainnya. “Rasanya super duper kompak, seru, dan penuh kenangan apalagi aku yang bukan domisili jawa dan ngga tahu bisa kumpul bareng-bareng dengan kalian lagi kapan. Kami bisa saling support dan seru-seruan bareng dalam satu kegiatan besar terakhir ini”.

Kegiatan ini pun menjadi refleksi bahwa komunikasi tidak hanya berhenti pada teori di ruang kelas. Dengan melihat secara langsung bagaimana praktik komunikasi dijalankan dalam ruang sosial yang nyata, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan kepekaan kritis, daya analisis, serta keterampilan kerja kolaboratif yang menjadi kunci penting dalam karier di masa depan.

Dosen pendamping Mas Alan Kusuma, menyampaikan bahwa “kegiatan kunjungan ini merupakan bentuk implementasi pembelajaran luar kelas yang dirancang untuk memperluas perspektif mahasiswa terhadap isu-isu komunikasi terhadap program berkelanjutan. Ecollabo8 menjadi contoh nyata bagaimana komunikasi dan kreativitas dapat bersinergi dengan inovasi dan tanggung jawab sosial. Mahasiswa diajak melihat proses kreatif daur ulang plastik, sekaligus mempelajari bagaimana pesan-pesan lingkungan dikemas secara strategis untuk mengedukasi dan mengajak keterlibatan masyarakat dalam mengatasi masalah sampah. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi pemantik semangat mahasiswa untuk berperan aktif dalam isu lingkungan melalui pendekatan komunikasi yang solutif dan inspiratif,” jelas beliau.

Kunjungan industri ini juga menjadi ajang penguatan relasi antara institusi pendidikan dengan pelaku industri kreatif. Tidak hanya sebagai kegiatan belajar, momen ini juga menjadi peluang bagi mahasiswa untuk menjalin jejaring dan membuka wawasan tentang potensi karier di bidang komunikasi yang lebih beragam. Setelah sesi utama berakhir, mahasiswa juga diberi kesempatan mengeksplorasi beberapa titik inspiratif di sekitar lingkungan kerja Ecollabo8 yang memadukan unsur artistik dan ekologi.

Dengan semangat belajar yang tinggi, para mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA kembali ke Magelang dengan membawa bekal wawasan baru, inspirasi, serta kesadaran kritis akan peran penting komunikasi dalam menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi pembuktian bahwa mahasiswa bukan hanya agen pembelajar, tetapi juga agen perubahan yang siap menggerakkan masyarakat ke arah yang lebih baik.

Ke depan, Prodi Ilmu Komunikasi UNIMMA berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin, menjangkau lebih banyak titik industri kreatif di Indonesia, dan memperkaya pengalaman mahasiswa dengan konteks yang relevan dengan dinamika zaman.

Penulis: Tiffani Anggi

Editor: Alan Kusuma

 

Ketika Komunikasi Bukan Sekadar Bicara: ILKOM UNIMMA Latih Mahasiswa Hadapi Bencana

Ketika Komunikasi Bukan Sekadar Bicara: ILKOM UNIMMA Latih Mahasiswa Hadapi Bencana

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang rawan bencana. Letak geografis yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik menjadikan Indonesia sangat rentan terhadap gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami. Selain itu, banjir, tanah longsor, serta bencana non-alam seperti pandemi dan polusi udara juga kerap menjadi ancaman yang tidak bisa dianggap remeh. Dalam kondisi seperti ini, komunikasi memegang peran yang sangat penting, bukan hanya untuk menyampaikan informasi, tetapi juga untuk merespons krisis dengan tepat dan mencegah kepanikan yang lebih besar di masyarakat.

Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH) Universitas Muhammadiyah Magelang menyadari pentingnya peran komunikasi dalam situasi kebencanaan tersebut. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, mereka menyelenggarakan kegiatan yang menggabungkan aspek akademik dan penguatan organisasi mahasiswa melalui kuliah tamu dan workshop bertajuk “Kuliah Tamu Komunikasi Bencana & Sharing Ormawa FPH”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 4 Juli 2025, bertempat di Ruang A8 Kampus 1 UNIMMA dan terbagi menjadi dua sesi utama: sesi pertama berupa kuliah tamu untuk mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Komunikasi Bencana, dan sesi kedua berupa workshop serta sharing session bersama pengurus organisasi mahasiswa FPH.

Kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan teori dan praktik secara langsung. Mahasiswa tidak hanya dibekali dengan materi akademik tentang komunikasi kebencanaan, tetapi juga diajak untuk mendengarkan pengalaman dari narasumber yang telah lama bergelut di bidang komunikasi lingkungan dan kebencanaan. Dalam sesi pertama, hadir sebagai narasumber Primadita Rahma Ekida, Head of Program dari Bicara Udara. Ia menyampaikan materi tentang strategi komunikasi dalam situasi krisis dan bencana. Materi yang disampaikan berfokus pada bagaimana cara menyusun pesan komunikasi yang efektif, cepat, dan tetap akurat di tengah tekanan kondisi darurat. Mahasiswa diajak memahami pentingnya validasi data, etika komunikasi, hingga penggunaan media sosial secara bijak saat terjadi bencana.

Diskusi pada sesi pertama juga berjalan dengan sangat aktif. Mahasiswa antusias mengajukan pertanyaan, mulai dari bagaimana menentukan narasi yang tepat dalam situasi genting, bagaimana mengatasi hoaks yang menyebar cepat di masa krisis, hingga strategi membangun kepercayaan publik terhadap sumber informasi resmi. Dalam suasana yang interaktif ini, mahasiswa tidak hanya belajar dari teori dan paparan narasumber, tetapi juga dari dinamika pertanyaan dan diskusi yang menggugah wawasan baru.

Setelah rehat siang, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kedua yang menyasar para pengurus organisasi mahasiswa FPH, seperti BEM, Himapsi, Himanika, dan IMM. Sesi ini dinamakan SkillUp: Organisasi Progresif, sebuah sesi reflektif sekaligus praktikal yang bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan manajerial para pengurus ormawa. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk mengevaluasi perjalanan organisasi masing-masing, melihat kekuatan dan tantangan yang dihadapi, serta merumuskan strategi agar program kerja yang dijalankan benar-benar relevan, berdampak, dan solutif bagi mahasiswa.

Sesi kedua ini menjadi sangat penting karena organisasi kemahasiswaan sering kali menjadi wadah utama pembentukan karakter dan kepemimpinan mahasiswa. Melalui organisasi, mahasiswa belajar tentang tanggung jawab, kolaborasi, serta mengelola konflik dan krisis dalam skala kecil. Oleh karena itu, memperkuat organisasi kemahasiswaan adalah bagian dari membangun kampus yang lebih adaptif dan produktif. Workshop ini juga menjadi momen penyegaran bagi para pengurus ormawa yang mungkin sudah mulai lelah menghadapi dinamika organisasi. Dalam suasana yang santai namun tetap serius, peserta diajak untuk merancang kembali arah dan visi program kerja, agar selaras dengan kebutuhan mahasiswa dan mendukung visi misi fakultas.

Baik kuliah tamu maupun sharing ormawa, keduanya menjadi ruang pembelajaran yang kaya akan makna. Di satu sisi, mahasiswa mendapatkan pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya komunikasi dalam menghadapi situasi darurat dan bencana. Di sisi lain, mereka juga dikuatkan secara organisasi agar mampu menjadi agen perubahan yang solutif dan peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Kegiatan ini menegaskan bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi di ruang kelas, tapi juga melalui dialog, refleksi, dan keterlibatan aktif dalam organisasi.

Keberadaan narasumber seperti Primadita Rahma Ekida juga menjadi nilai tambah yang signifikan. Pengalaman beliau di dunia advokasi udara bersih dan kebencanaan lingkungan menjadikan materi yang disampaikan tidak hanya teoritis, tetapi juga sangat relevan dan kontekstual. Mahasiswa bisa melihat langsung bagaimana ilmu komunikasi diterapkan secara nyata di lapangan, menghadapi tantangan yang kompleks, dan berdampak pada masyarakat luas. Hal ini menjadi inspirasi tersendiri bahwa apa yang mereka pelajari hari ini bisa menjadi jalan karier dan kontribusi nyata di masa depan.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa sinergi antara akademik dan organisasi mahasiswa bisa berjalan seimbang. Dengan pendekatan yang partisipatif dan melibatkan dua sisi pembelajaran teori dan praktik, mahasiswa didorong untuk menjadi individu yang adaptif, berpikir kritis, serta peka terhadap isu-isu kemanusiaan dan lingkungan. Di masa depan, tantangan sosial akan semakin kompleks, mulai dari krisis iklim, darurat kesehatan, hingga dinamika sosial-politik. Oleh karena itu, dibutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap mengambil peran aktif dalam mengatasi berbagai persoalan.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Psikologi dan Humaniora UNIMMA menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang peduli, tangguh, dan mampu bekerja lintas sektor. Mahasiswa tidak hanya dibekali ilmu, tetapi juga dilatih untuk menjadi pemimpin, penggerak, dan pembelajar sepanjang hayat. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa menjadi program berkelanjutan yang terus mempertemukan mahasiswa dengan para praktisi, agar kampus semakin hidup dengan energi kolaborasi dan inovasi.

Dengan semangat kolaboratif tersebut, kuliah tamu dan workshop ormawa ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar menjadi ruang tumbuh bersama. Mahasiswa belajar tentang pentingnya strategi komunikasi dalam menghadapi bencana, sambil memperkuat diri sebagai bagian dari organisasi yang progresif. Kombinasi inilah yang akan menjadi bekal berharga untuk menghadapi dunia luar yang penuh dinamika. UNIMMA membuka ruang, kini saatnya mahasiswa melangkah maju sebagai bagian dari solusi.

Penulis: Tiffani Anggi

Editor: Alan Kusuma

 

Mengubah Passion Jadi Penghasilan: Kelas Fotografi Komersial ILKOM UNIMMA

Mengubah Passion Jadi Penghasilan: Kelas Fotografi Komersial ILKOM UNIMMA

Fotografi telah menjadi salah satu keterampilan yang sangat relevan di era digital seperti sekarang. Dalam dunia komunikasi, visual menjadi bahasa yang kuat untuk menyampaikan pesan, membangun citra, bahkan menghasilkan nilai ekonomi. Hal inilah yang mendasari penyelenggaraan pelatihan bertajuk “Foto Komersial Kreatif” oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang. Pelatihan ini tidak hanya menekankan pentingnya penguasaan teknis dalam fotografi, tetapi juga membuka wawasan mahasiswa tentang peluang bisnis yang dapat diciptakan melalui karya visual.

Seiring perkembangan teknologi, muncul berbagai platform yang memungkinkan fotografer dari berbagai kalangan untuk mengunggah karyanya dan memperoleh penghasilan. Platform seperti Shutterstock, Adobe Stock, dan iStock menyediakan ruang bagi siapa saja, termasuk mahasiswa, untuk menjual karya fotografi mereka ke pasar global. Ini artinya, sebuah foto yang diambil dengan ide yang kuat dan eksekusi yang tepat bisa menjadi aset digital bernilai ekonomis. Fotografi tak lagi sekadar alat dokumentasi atau hobi semata, tapi telah menjelma menjadi profesi dan ladang usaha.

Sayangnya, banyak mahasiswa yang belum memahami bagaimana cara memanfaatkan peluang tersebut. Mereka mungkin sudah cukup akrab dengan kamera dan media sosial, tetapi belum mengerti standar kualitas foto yang layak jual, etika visual yang harus dijaga, serta strategi memilih konten yang relevan dengan permintaan pasar. Padahal, kemampuan ini sangat penting jika mereka ingin masuk ke industri kreatif secara profesional. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman dan keterampilan praktis tentang fotografi komersial, agar mereka dapat mengembangkan potensi tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga sisi ekonomi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami apa itu fotografi komersial, bagaimana teknis pengambilan foto yang berkualitas, dan cara mengolahnya agar layak jual. Lebih jauh lagi, pelatihan ini menjadi sarana untuk melatih kepekaan visual dan membangun portofolio fotografi sejak dini. Portofolio inilah yang nantinya bisa menjadi bekal untuk melamar kerja, bergabung di agensi kreatif, atau bahkan membuka usaha sendiri di bidang konten visual.

Peserta pelatihan ini adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang angkatan 2024 dari kelas A dan B. Mereka adalah generasi muda yang hidup dalam arus digital, akrab dengan teknologi, dan memiliki potensi besar untuk berkiprah dalam industri kreatif. Melalui pelatihan ini, potensi itu diasah dan diarahkan agar menjadi keterampilan yang aplikatif. Diharapkan, dari sini muncul fotografer-fotografer muda yang mampu bersaing di kancah lokal maupun internasional.

Pelatihan “Foto Komersial Kreatif” dilaksanakan pada Senin, 19 Mei 2025, bertempat di Kelas A.14. Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan sambutan pembuka oleh Mas Alan Kusuma. Setelah itu, sesi utama diisi oleh Pemateri Misbachul Munir yang memberikan materi tentang fotografi komersial dari sudut pandang praktisi. Materi ini berlangsung hingga pukul 09.45 WIB dan dilanjutkan dengan praktik fotografi langsung oleh peserta. Usai praktik, sesi review dilakukan untuk memberikan umpan balik atas karya yang telah dihasilkan mahasiswa.

Agar proses pembelajaran berjalan maksimal, peserta diwajibkan membawa kamera digital atau ponsel berkamera serta laptop untuk keperluan editing jika memungkinkan. Dengan pendekatan langsung, mahasiswa tidak hanya mendengar teori, tetapi juga menerapkannya dalam bentuk karya nyata. Narasumber yang dihadirkan berasal dari kalangan profesional, sehingga peserta memperoleh wawasan yang relevan dengan dunia kerja dan pasar saat ini.

Menariknya, setiap peserta diwajibkan untuk menghasilkan satu karya foto komersial sebagai output kegiatan. Karya ini akan menjadi portofolio awal yang bisa terus dikembangkan. Dalam dunia kerja masa kini, portofolio justru menjadi nilai tambah yang lebih dilihat daripada sekadar IPK. Maka, memiliki karya nyata yang telah diuji dalam pelatihan seperti ini tentu menjadi modal penting untuk bersaing di dunia profesional.

Kegiatan ini juga menjadi jembatan antara dunia akademik dan industri kreatif. Mahasiswa tidak hanya belajar dari dosen di ruang kuliah, tetapi juga dari pelaku industri yang sudah terjun langsung. Kolaborasi semacam ini penting untuk memastikan bahwa apa yang diajarkan di kampus tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan tren industri.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa dapat memahami bahwa fotografi bukan hanya soal keindahan visual, tapi juga soal strategi dan nilai. Sebuah foto bisa menjadi alat komunikasi yang kuat, menyampaikan cerita, membentuk opini, bahkan membangun citra sebuah brand. Ketika foto tersebut dimanfaatkan dalam konteks komersial, maka ia juga harus memenuhi kriteria tertentu: resolusi yang baik, komposisi yang kuat, pesan yang jelas, dan tentu saja, originalitas.

Sebagai contoh, di platform seperti Shutterstock, foto yang paling laku biasanya adalah foto yang menggambarkan kehidupan sehari-hari, konsep bisnis, makanan, atau aktivitas manusia dengan ekspresi yang natural. Namun tidak cukup hanya tahu temanya; fotografer juga harus memahami tren desain, kebutuhan klien, hingga metadata dan tag yang tepat agar karyanya mudah ditemukan. Pelatihan ini memberi gambaran awal tentang hal-hal tersebut, serta membuka mata mahasiswa bahwa mereka bisa memulai perjalanan di dunia microstock sejak sekarang, bahkan sebelum lulus kuliah.

Di sisi lain, kegiatan ini juga membangun rasa percaya diri. Mahasiswa diajak untuk tidak takut mencoba, tidak takut gagal, dan berani menunjukkan karya mereka kepada publik. Review dan evaluasi dari praktisi menjadi bekal berharga agar mereka bisa terus berkembang. Karya-karya yang dihasilkan bisa menjadi awal dari perjalanan panjang di dunia kreatif.

Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi inspirasi bagi kampus untuk terus menghadirkan kegiatan yang relevan, aplikatif, dan selaras dengan kebutuhan industri. Dunia kerja kini membutuhkan talenta yang siap pakai, kreatif, dan adaptif. Melalui pelatihan seperti ini, kampus mengambil peran strategis dalam mencetak lulusan yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia nyata.

Dengan terlaksananya pelatihan fotografi komersial kreatif ini, Universitas Muhammadiyah Magelang menunjukkan komitmennya dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan abad 21. Fotografi, yang dulunya dianggap sekadar seni visual, kini telah terbukti menjadi medium ekspresi, alat komunikasi, sekaligus instrumen ekonomi yang menjanjikan. Mahasiswa pun diajak untuk tidak hanya menjadi konsumen konten visual, tetapi juga menjadi pencipta dan pelaku aktif dalam ekosistem digital. Melalui pelatihan ini, semoga lahir fotografer-fotografer muda yang tidak hanya handal secara teknis, tetapi juga peka terhadap peluang, etika, dan nilai pasar.

Penulis: Tiffani Anggi

Editor: Alan Kusuma