Milad ke-2, Prodi Ilmu Komunikasi Mengadakan Lokakarya Branding Desa

Milad ke-2, Prodi Ilmu Komunikasi Mengadakan Lokakarya Branding Desa

Magelang – Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UM Magelang) menggelar pameran fotografi dan lokakarya branding desa dalam rangka miladnya yang ke-2, pada 2 Februari 2020. Kegiatan yang berkolaborasi dengan masyarakat Desa Wanurejo, Borobudur, Kab. Magelang ini merupakan bentuk kepedulian prodi pada upaya pengembangan desa wisata di Magelang di era industri 4.0 ini.
Dalam lokakarya ini, dihadirkan pemateri yang merupakan ahli di bidang pariwisata dan promosi, antara lain Dosen Ilmu Komunikasi UM Magelang Moch. Imron Rosyidi dan Annis Azhar Suryaningtyas, serta fotografer lepas The Jakarta Post, Maksum Nur Fauzan.
Prihatin Dwihantoro selaku ketua panitia kegiatan ini menjelaskan bahwa Desa Wanurejo adalah salah satu Balai Ekonomi Desa (Balkondes) yang merupakan program Kemeterian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Balkondes bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat desa dengan konsep desa wisata.
“Ada 20 Balkondes di Kecamatan Borobudur. Mereka semua punya ciri dan kekhasan masing-masing. Ada yang mengemas wisata edukasi, panorama, ada juga yang menyediakan khusus bagi anak-anak atau wisata anak-anak,” katanya.
Menurut Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UM Magelang, Aftina Nurul Husna, lokakarya ini merupakan upaya mewujudkan visi prodi. “Langkah ini menjadi awal bagi Prodi Ilmu Komunikasi untuk mewujudkan visi sebagai prodi yang peduli pada bidang komunikasi bisnis berbasis media dan digital,” ujarnya.
Lebih lanjut menurutnya, lokakarya branding desa ini dikhususkan untuk dilakukannya dialog tentang teknik fotografi dan konektivitas melalui media sosial. Hal itu penting, terlebih pada era digital saat ini, paparan media sosial menjadi sarana paling lumrah digunakan masyarakat.
“Acara ini bertujuan menambah pemahaman dan juga pengetahuan bagaimana stratefi mengemas sebuah foto yang menarik pengguna media sosial dari mana pun, terutama untuk eksistensi Balkondes yang ada di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang,” pungkasnya.

Artikel ini diedit dari artikel asli yang diterbitkan di koran Magelang Ekspres, Senin, 3 Februari 2020, h. 5 dan 7.

Sarasehan Orangtua/Wali Mahasiswa dengan Dosen FPH

Magelang-Fakultas Psikologi dan Humaniora UMMagelang mengadakan acara temu wali mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dan Psikologi. Acara mulai pukul 09.00 WIB dan bertempat di aula Rektorat kampus 2 UMMagelang. Menurut Imron Rosyidi, selaku ketua pelaksana, pertemuan ini dilaksanakan untuk menyamakan fakultas dan wali mahasiswa. Selain itu juga untuk mempererat tali silaturahmi keluarga Fakultas Psikologi dan Humaniora dalam menunjang prestasi mahasiswa. “Untuk tali silaturahmi dan lebih dekat dengan orang tua mahasiswa, agar dapat menyamakan persepsi antara fakultas dan oramg tua agar mahasiswa lebih berprestasi.” (18/10)

Menurut Ibu Theresia, wali mahasiswa dari F. Bayu Kurniawan, dirinya dapat bertukar pikiran terkait dengan pihak dosen terkait profil dan rencana kedepan dari masing-masing prodi. “Saya seneng karena disini kita bertemu dengan para dosen wali mahasiswa yang lain jadi bisa sharing langsung, ketika ada kekurangan atau apapun itu kita bisa tahu,” ujarnya.

Sementara itu, Aftina Nurul Husna, Kaprodi Ilmu Komunikasi UMMagelang, mengungkapkan pihaknya menjadi mengetahui aspirasi wali mahasiswa. Dengan begitu menjadi modal untuk prodi membuat program yang membangun mahasiswa dan bersinergi dengan harapan wali mahasiswa. “Kita jadi tahu apa aspirasi orang tua wali. Dengan begitu, kita bisa membuat program-program yang sesuai kebutuhan pengembangan diri mahasiswa dan harapan orang tua,” paparnya.

Coaching Clinic Menghadapi PKM 2020

Coaching Clinic Menghadapi PKM 2020

Magelang-Fakultas Psikologi dan Humaniora, Universitas Muhammadiyah Magelang (FPH UMMGL) mengadakan Coaching Clinic pembinaan teknis Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bagi mahasiswa-mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi dan Psikologi. Acara ini dimulai pukul 09.30 dan bertempat di ruang A13 kampus 1 UMMGL. Hadir sebagai Zulfikar Bagus Pambuko, dosen Prodi Hukum Ekonomi Syariah, dan Bagyo Condro Purnomo, dosen Prodi Mesin Otomotif UMMgl (24/10/2019).

Menurut Zulfikar PKM memiliki banyak manfaat bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri. Dengan demikian Zukfikar menambahkan bahwa coaching clinic diselenggarakan untuk mengarahkan ide mahasiswa agar memenuhi standar. Oleh karenanya dalam materinya Zulfikar banyak membagikan tips dan trik agar ide-ide PKM mahasiswa lolos seleksi. “Clinic ini sebagai pengenalan awal, karena melalui PKM banyak manfaat yang bisa diperoleh mahasiswa untuk pengembangan diri yang didapat diluar kelas. Inti materinya tentang proses PKM, Pembelajaran dan Kemahasiswaan, serta tips dan trik agar ide PKM lolos selekasi.”.

Sementara itu, menurut Bahyo PKM merupakan program andalan di perguruan tinggi. Menurutnya PKM juga meningkatkan kreativitas mahasiswa. “Sebenarnya PKM merupakan program andalan atau unggulan di semua perguruan tinggi Indonesia. Saya berharap kedepannya mahasiswa tanpa disuruh sudah berniat ikut dengan sendirinya bahkan mahasiswa itu yang mencari kegiatan PKM untuk berperan serta. PKM ini dilakukan untuk meningkatkan kreativitas, academic skill, management skill, communication skill, dan attitude akan terbangun dengan baik. PKM adalah salah satu ajang untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa,” ungkapnya.

Bagio menambahkan setelah adanya coaching clinic dapat meningkatkan minat partisipasi dan kemandirian mahasiswa dalam mengikuti PKM. “Saya berharap kedepannya mahasiswa tanpa disuruh sudah berniat ikut dengan sendirinya bahkan mahasiswa itu yang mencari kegiatan PKM untuk berperan serta,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Sarrah Natali, selaku peserta, dilaksanakannya coaching clinic PKM memberinya rangsangan untuk berpikir kritis, menambah pengalaman terjun kelapangan langsung, dan kreativitas. Peserta juga menjadi termotivasi mengikuti PKM. Terlebih ketika mengetahui bahwa ketika ide PKM mereka lolos berpeluang untuk mendapatkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). “Sangat menarik, karena banyak manfaatnya. Pertama bisa melatih pikiran kritis, mental, dan kekreativitasan. Kemudian hal yang menarik lagi kita bisa mendapat SKPI jika lolos juara PKM-nya,” ujarnya.

Ayo Jadi Agen Literasi Media!

Ayo Jadi Agen Literasi Media!

Magelang (3/10) – Membaca fenomena derasnya arus informasi di lini media baru, Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Magelang tergerak untuk menyebarkan virus lieterasi media di kalangan mahasiswa. Oleh karenanya, Prodi Ilmu Komunikasi UMMgl melaksanakan kuliah tamu dengan tema “Tsunami Informasi di Media Sosial”. Hadir sebagai pembicara ialah Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi UMMalang yang juga seorang penulis yang juga pemerhati literasi media.

Nurudin menjelaskan media baru hadir dengan dampak positif dan negatif. Ia memberikan kemudahan kita untuk mengakses informasi tanpa batasan ruang dan waktu. Namun, di sisi lain juga memiliki dampak negatif. “Di tengah kemudahan mengakses informasi ada beberapa dampak seperti nomophobia, alone together, budaya komentar, budaya narsisme, miskin tatap muka, privasi terganggu, dan hoax merajalela,” jelasnya.

Oleh karenanya, Nurudin menjelaskan sebagai mahasiswa yang mempelajari keilmuan dalam bidang komunikasi, penting untuk mengetahui perihal literasi media. Ia menambahkan pengetahuan terkait dengan literasi media mengasah keterampilan kita untuk memahami, menganalisis, dan mendekonstruksi pencitraan media. Dengan demikian, mahasiswa dipandang sebagai konsumen media menjadi sadar “melek” tentang cara media dikonstruksi “dibuat” dan diakses. Dengan demikian mahasiswa dapat menjadi pelopor literasi media.

Lebih lanjut, Nurudin memaparkan mahasiswa diharap tidak hanya menerima informasi lewat media sosial saja, akan tetapi juga diimbangi dengan memperbanyak membaca literasi buku. Kemudian menelaah atau mengkaji lebih dalam tentang informasi-informasi yang didapat sebelum disebar luaskan kepada khalayak luas.

“Secara pribadi saya senang, apalagi saya bisa berbagi kepada mahasiswa tentang ilmu yang barangkali saya kuasi. Saya harap mahasiswa bisa tambah pengetahuan yang lebih luas berkaitan dengan perkemembangan teknologi komunikasi dan media sosial, juga saya harap nanti mereka akan menjadi pelopor gerakan melek media. Yang tidak kalah pentingnya saya berharap mahasiswa termotivasi untuk menulis buku,” ujar Nurudin setelah mengisi kuliah umum.

Terpisah, peserta kuliah tamu, Chusnul Azizah, mengungkapkan melalui kuliah tamu ini ia mendapat pengetahuan untuk lebih bijak menggunakan media social. “Sebelumnya kami belum mengetahui banyak cara bijak menanggapi media sosial dengan informasi-informasi di dalamnya. Alhamdulillah berkat diadakannya kuliah umum ini kami sebagai mahasiswa bisa mendapat panduan untuk bijak menggunakan media sosial, apalagi kami adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi.” (an)

Mengatasi Masalah Hoax Melalui Workshop Ilmu Komunikasi “Hoax Busting and Digital Hygiene”

Mengatasi Masalah Hoax Melalui Workshop Ilmu Komunikasi “Hoax Busting and Digital Hygiene”

Magelang, Senin (21/10/2019) – Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Magelang, bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen dan Googl News Initiative dan Internews mengadakan Halfday Basic Workshop dengan tema “Hoax Busting and Digital Hygiene”. Bertempat di aula rektorat lantai tiga, Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Magelang. Dua pembicara yang hadir berasal ialah Syifaul Arifin, wartawan Harian Umum Solopos dan Agung Purwandono, wartawan krjogja.com.

Menurut Agung, di Indonesia masih rentan terkena permasalahan hoax. Sayangnya hal ini tidak dibarengi dengan kemampuan dan kesiapan masyarakat dalam meliterasi berita-berita di internet. “Diadakannya workshop ini karena banyaknya hoax di Indonesia dan literasi internet oleh masyarakat itu masih kurang.” paparnya.

Dwi Susanti, selaku ketua pelaksana, juga menambahkan bahwasannya berita bohong menjadi permasalahan yang masih perlu perhatian dari berbagai kalangan, salah satunya ialah dari sisi akademis. “Ini adalah respon kami sebagai institusi pendidikan kami tidak bisa berdiam diri melihat masyarakat kita masih resah dengan permasalahan hoax. Hoax ini sudah dan masih menjadi isu primadona di masyarakat. Masih banyak kekhawatiran masyarakat akan hoax bahkan dalam level pemerintahan itupun masih mengkhawatirkan tentang hoax,” jelasnya.

Permasalahan hoax ini menjadi sebuah keresahan bersama. Oleh karenanya, Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang, sebagai institusi yang bergerak dalam keilmuan komunikasi digital merasa perlu berperan serta dalam menyikapi hal tersebut. Sebagai langkah awal ialah memberikan pembelajaran bagi mahasiswa melalui workshop ini. “Lalu kemudian kami berfikir bagaimana caranya kita dari institusi coba mengedukasi masyarakat melalui mahasiswa,” ujar Dwi Susanti.

Dalam pemaparannya Agung Purwandono menjelaskan untuk mengantisipasi fenomena hoax dapat berawal dari diri sendiri. Pertama ialah berupayakan meneliti terlebih dahulu kebenaran dari informasi. Kemudian, ia juga menghimbau untuk tidak tergesa-gesa dalam membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya. “Penanggulangannya bisa dimulai dari diri sendiri, terutama ketika menerima sebuah informasi jangan langsung di share tapi harus di teliti kebenarannya, kalau meragukan jangan di share,” ungkapnya.

Lebih lanjut, workshop yang dimulai pada pukul 08.00 WIB ini menurut peserta, Adi Nur, berjalan seru. Ia mengaku mendapat informasi yang lengkap dalam meangani permaslahan hoax. “Workshop ini sangat bagus, seru, sangat membantu dalam menangani hoax yg telah menjadi kehidupan kita ini, bisa mengetahui tool-tool google yang belum diketahui sebelumnya, dan workshop ini membantu para mahasiswa/i agar lebih mengenali hoax yang sebenenarnya, dan lebih bijak dalam bermedia sosial.” (an)

Kelas Perdana English Society Program

Kelas Perdana English Society Program

Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Magelang, mengadakan English Society pada 8 Oktober 2019. English Society merupakan komunitas diskusi berbahasa Inggris. Komunitas ini mewadahi mahasiswa untuk berlatih berbicara berbahasa Inggris.

Selain itu, dengan adanya komunitas ini dapat memupuk atmosfir akademik dalam mempraktekkan komunikasi dengan bahasa inggris. Untuk rencana selanjutnya, English Society akan berlangsung secara rutin setiap hari Selasa pukul 15.30-17.00 WIB. “Ke depan English Society nantinya dapat rutin dilaksanakan sebagai komunitas yang dapat menumbuhkan atmosfir akademik,” ungkap Fadilla Sandy.

Menurut Fadillah Sandy, dosen sekaligus pengelola kegiatan, “English Society ini merupakan tempat berkumpulnya mahasiswa dalam berlatih percakapan dalam bahasa Inggris.”

Gayung bersambut, adanya English Society mahasiswa merasa terbantu dalam belajar dan praktik percakapan berbahasa inggris. “I was very nervous because my ability to speak English was very lack, but finally the conversation became cool because we help each other,” ungkap Annisa Zafira, peserta English Society.

Meskipun diinisiasi oleh Prodi Ilmu Komunikasi, namun acara ini terbuka pula untuk mahasiswa prodi lainnya. Pada acara perdana kali ini turut berpartisipasi pula mahasiswa UMMgl yang berasal dari Prodi Teknik Informatika, Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PGPAUD), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Bimbingan dan Konseling, dan Psikologi.

Englis Society didesain dengan diskusi santai dengan tujuan agar peserta merasa nyaman untuk dapat menyampaikan pendapat dalam bahasa Inggris. “Ketika mengikuti English Society mahasiswa merasa belajar bahasa inggris dengan fun,” papar Lintang Muliawanti, selaku dosen pendamping kedua. (yo/an)