Sejumlah mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) sukses menyelenggarakan edukasi literasi digital guna mencegah bahaya hoaks dan ujaran kebencian bagi siswa di SD Negeri 2 Ringinanom pada 24 November 2025.
Program ini lahir dari kesadaran mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA akan rentannya anak usia sekolah dasar, khususnya rentang umur 10 hingga 12 tahun, terhadap paparan informasi negatif. Melalui mata kuliah Kewarganegaraan, para mahasiswa ini merancang metode sosialisasi yang mampu mengubah pola pikir siswa agar lebih kritis sebelum mengonsumsi konten di media sosial.
Dosen pengampu mata kuliah, Fadil Muhammad, memberikan penekanan khusus pada urgensi kegiatan ini. Menurutnya, pemahaman mengenai literasi digital bukan sekadar tentang teknis menggunakan teknologi, melainkan tentang bagaimana menjaga nilai-nilai kebangsaan dan etika di ruang siber. Ia menilai langkah mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA ini sebagai bentuk pengabdian yang sangat relevan dengan tantangan zaman.
“Kegiatan yang dilakukan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA ini merupakan wujud nyata dari implementasi nilai kewarganegaraan dalam kehidupan sehari-hari. Kita ingin generasi muda tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat untuk menolak segala bentuk konten yang dapat memecah belah bangsa, seperti hoaks dan ujaran kebencian,” tegas Fadil Muhammad.
Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA yang dipimpin oleh Cikal Cahyo Wicaksono bersama Arif Aditya, Muhammad Ridwan, Rizki Dwi Setiawan, Muhammad Alim, dan Audian Dwi Ahmad, menggunakan pendekatan yang interaktif. Mereka mengajak para siswa berdiskusi langsung dan melakukan simulasi sederhana untuk membedakan antara fakta objektif dengan berita yang bersifat provokatif atau palsu.
Antusiasme siswa terlihat saat mereka diajak mengenali ciri-ciri hoaks, seperti judul yang bombastis atau sumber informasi yang tidak jelas. Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA juga menyelipkan pemahaman mengenai dampak buruk perundungan daring (cyber bullying) agar tercipta lingkungan sekolah yang lebih sehat secara digital dan mendorong siswa untuk lebih bijak dalam berkomentar di internet.
Sebagai penutup, program ini diharapkan tidak berhenti pada satu kali pertemuan saja. Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA berkomitmen menyusun panduan literasi digital sederhana yang dapat digunakan oleh pihak sekolah dan orang tua sebagai instrumen pengawasan. Hal ini menjadi langkah strategis untuk memastikan siswa SD Negeri 2 Ringinanom tumbuh menjadi warga digital yang cerdas dan bertanggung jawab.