Magelang – Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam industri media dan praktik jurnalistik. Menghadapi dinamika tersebut, mahasiswa dituntut untuk tidak hanya mampu menyajikan berita secara cepat, tetapi juga menghasilkan karya jurnalistik yang kredibel, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut menjadi fokus dalam kegiatan Meet the Expert 2 bertajuk “The New Wave of Journalism” yang dilaksanakan pada Selasa, 27 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Jurnalisme Online.

Dalam kegiatan tersebut, Hammam Izzuddin dari Tempo hadir untuk berbagi wawasan mengenai perkembangan jurnalisme online, tantangan industri media, serta strategi menghadapi perubahan pola konsumsi informasi masyarakat di era digital.

Hammam menyoroti kondisi industri media yang semakin kompetitif, ditandai dengan banyaknya media, perubahan algoritma mesin pencari, serta penurunan trafik dan page view media massa. Berdasarkan materi yang disampaikan, trafik media massa di Indonesia maupun global mengalami penurunan sekitar 30 hingga 50 persen pada 2026. Situasi ini mendorong media untuk terus beradaptasi dan mengembangkan strategi pemberitaan yang lebih inovatif.

Ia menjelaskan bahwa peran jurnalis kini tidak cukup hanya menjadi pihak yang paling cepat menyampaikan berita (news breaker), tetapi juga harus mampu menjadi verifikator informasi. Di tengah derasnya arus informasi, kebaruan, eksklusivitas, dan keakuratan menjadi elemen penting dalam menghasilkan karya jurnalistik yang memiliki nilai bagi pembaca.

Selain itu, mahasiswa diperkenalkan pada pentingnya optimalisasi mesin pencari atau search engine optimization (SEO) untuk memperluas jangkauan tulisan. Meski demikian, SEO bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan sebuah karya jurnalistik. Konten yang dihasilkan tetap harus mengutamakan kebutuhan pembaca, menghadirkan pengalaman nyata, dan menyampaikan informasi yang bermanfaat.

Pembahasan juga mencakup prinsip E-E-A-T, yaitu Experience, Expertise, Authoritativeness, dan Trustworthiness. Prinsip ini menekankan pentingnya pengalaman, keahlian, otoritas, serta kepercayaan dalam membangun kredibilitas konten. Melalui pemahaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan tulisan yang tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga memiliki dasar informasi yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Lebih lanjut, perkembangan jurnalisme online membuka peluang bagi media untuk melakukan diversifikasi produk jurnalistik. Karya yang semula disajikan dalam bentuk tulisan dapat dikembangkan menjadi konten audio-visual, foto, desain, maupun video. Diversifikasi ini menjadi salah satu cara untuk menjangkau audiens dengan karakteristik dan kebiasaan konsumsi informasi yang beragam.

Dalam sesi pengembangan ide, mahasiswa juga diajak untuk menggali informasi dari lingkungan terdekat, menentukan sudut pandang atau angle pemberitaan, serta merancang bentuk karya yang sesuai. Proses tersebut menjadi latihan untuk mengasah kepekaan jurnalistik sekaligus mendorong kreativitas dalam mengolah informasi menjadi produk yang menarik dan bernilai.

Melalui agenda Meet the Expert 2, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai tantangan dan peluang jurnalisme di era digital melalui perspektif praktisi media. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menghubungkan materi perkuliahan Jurnalisme Online dengan dinamika nyata industri jurnalistik.

Mengusung semangat “The New Wave of Journalism”, kegiatan ini menegaskan bahwa masa depan jurnalisme tidak hanya ditentukan oleh kecepatan penyampaian informasi, tetapi juga oleh kemampuan beradaptasi, berinovasi, menjaga kredibilitas, dan membangun kepercayaan publik. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan semakin siap menghadapi perkembangan industri media serta menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas di era digital.