Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) mengambil langkah preventif untuk membekali Generasi Z di SMK Bhakti Karya Magelang melalui edukasi literasi etika digital yang mendalam.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, Generasi Z kini tumbuh sebagai subjek utama dalam ekosistem digital. Namun, kemudahan akses informasi ini ibarat pisau bermata dua; di satu sisi memberikan kemudahan luar biasa, namun di sisi lain mengancam moralitas dan masa depan jika tidak dibarengi dengan literasi yang memadai.
Melihat fenomena tersebut, tim mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA mengambil langkah nyata melalui program Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP) bertajuk “Literasi Etika Digital Untuk Generasi Z”. Kegiatan ini secara khusus menyasar siswa-siswi SMK Bhakti Karya Magelang sebagai mitra utama program guna membangun benteng pertahanan mental di dunia maya.
Berdasarkan analisis situasi yang dilakukan tim mahasiswa Ilkom UNIMMA di lapangan, ditemukan fakta bahwa banyak remaja yang masih kesulitan membedakan antara fakta dan berita palsu (hoaks). Ketidakmampuan ini diperparah dengan kurangnya kesadaran akan etika berkomunikasi di media sosial yang sering kali berujung pada tindakan perundungan siber (cyber bullying) serta ujaran kebencian.
Salah satu ancaman paling serius yang kini menghantui remaja adalah maraknya promosi judi online secara masif. Banyak dari mereka tergiur janji manis menggandakan uang tanpa menyadari dampak sosial, psikologis, dan jeratan hukum yang mengintai. Melalui program ini, mahasiswa Ilkom UNIMMA memberikan edukasi tegas agar siswa mampu mendeteksi dan menjauhi jebakan konten negatif tersebut.
“Kondisi digital saat ini menuntut aksi nyata untuk memberi pemahaman yang tepat. Sekolah adalah tempat yang paling pas untuk memberikan edukasi agar siswa lebih kritis dalam menerima informasi,” tulis tim pengusul dari UNIMMA dalam draf program mereka. Target utama dari kegiatan ini bukan sekadar penyampaian materi secara teoretis, melainkan terjadinya perubahan perilaku yang nyata pada diri siswa.
Pihak SMK Bhakti Karya menyambut baik inisiatif dari UNIMMA ini dan berkomitmen untuk menjadikan literasi digital sebagai bagian dari pembinaan rutin. Kolaborasi ini akan dilanjutkan melalui peran guru bimbingan konseling (BK) dan organisasi kesiswaan guna memastikan pesan-pesan etika digital tetap terinternalisasi dalam keseharian siswa.