Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) telah merampungkan proyek pembelajaran berbasis proyek bertajuk “Seni dan Kreativitas dalam Melawan Hoax”. Kegiatan ini merupakan tugas mata kuliah Kewarganegaraan yang dirancang untuk mendorong mahasiswa berperan aktif dalam menjawab persoalan sosial, khususnya maraknya penyebaran informasi palsu atau hoax di era digital.
Proyek ini dilaksanakan selama dua bulan dengan mengintegrasikan nilai-nilai kewarganegaraan, literasi digital, serta pendekatan seni dan komunikasi kreatif. Tim mahasiswa mengemas pesan edukasi anti-hoax melalui berbagai bentuk konten, seperti poster edukatif, video kampanye, dan konten media sosial yang disebarluaskan melalui platform Instagram, TikTok, dan YouTube agar dapat menjangkau masyarakat secara luas.
Tidak hanya berfokus pada kampanye digital, tim juga melaksanakan kegiatan edukasi secara langsung dengan turun ke ruang publik. Kegiatan lapangan dilakukan di Alun-alun Magelang dan kawasan Rindam Magelang, dengan melibatkan masyarakat sebagai mitra melalui wawancara singkat, diskusi ringan, serta pemberian edukasi dasar mengenai cara mengenali dan menyikapi informasi hoax. Seluruh rangkaian kegiatan lapangan tersebut turut didokumentasikan dan diolah menjadi konten edukasi kolaboratif.
Ketua Tim Pelaksana, Andi Muhammad Irsyad Novan, menyampaikan bahwa proyek ini menjadi sarana pembelajaran yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat. “Sebagai tugas mata kuliah Kewarganegaraan, kegiatan ini mendorong kami untuk memahami peran warga negara di era digital. Kami mencoba mengimplementasikan nilai tanggung jawab sosial melalui edukasi publik yang dikemas secara kreatif agar mudah diterima masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh rangkaian proyek telah diselesaikan sesuai dengan perencanaan, mulai dari riset awal, produksi konten edukasi, pelaksanaan kampanye di lapangan, hingga evaluasi melalui respons dan partisipasi masyarakat. “Kami berharap konten-konten edukasi yang telah kami buat, baik secara mandiri maupun bersama mitra di ruang publik, dapat terus dimanfaatkan sebagai bahan literasi digital dan menjadi pemicu kesadaran kolektif untuk melawan hoax,” tambahnya. Melalui proyek pembelajaran ini, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang diharapkan tidak hanya memahami konsep kewarganegaraan secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam bentuk aksi nyata. Kampanye “Seni dan Kreativitas dalam Melawan Hoax” menjadi bukti bahwa peran mahasiswa sebagai agen perubahan dapat diwujudkan melalui pendekatan edukatif, kolaboratif, dan berbasis nilai-nilai kebangsaan.