Fenomena dunia baru bagi masyarakat digital kini menjadi sorotan penting bagi dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Dwi Susanti, S.I.Kom., M.A., melalui tulisan inspiratifnya.

Dalam artikel terbarunya berjudul “Media Sosial dan Dunia Baru bagi Masyarakat Digital”, beliau mengajak mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA untuk menggali lebih dalam tentang cara mengenal diri sendiri melalui identitas digital yang kita bangun. Tulisan yang tayang di kanal Kompasiana ini menjadi panduan kritis dalam memahami bagaimana media sosial telah menggeser cara manusia berinteraksi dan memandang jati diri di era modern.

Dwi Susanti menekankan bahwa identitas digital bukan sekadar kumpulan foto atau status, melainkan representasi diri yang memiliki dampak nyata di dunia nyata.

Bagi mahasiswa, tantangan terbesar saat ini adalah tetap autentik di tengah tuntutan performativitas media sosial. Beliau membedah bahwa media sosial sering kali menciptakan “dunia baru” yang membuat batasan antara realitas dan citra menjadi bias, sehingga proses pengenalan diri menjadi krusial agar tidak kehilangan arah.

“Mengenal diri sendiri lewat identitas digital berarti kita memiliki kendali penuh atas narasi yang kita bangun, bukan sekadar mengikuti tren algoritma,” ungkap Dwi Susanti.

Beliau berpendapat bahwa masyarakat digital saat ini harus lebih jeli melihat media sosial sebagai alat pengembangan diri, bukan tempat untuk mencari validasi semu. Hal ini sangat relevan bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA yang dipersiapkan menjadi komunikator masa depan yang cerdas dan mampu mengelola komunikasi digital secara bertanggung jawab dan beretika.

Lebih lanjut, artikel tersebut menyoroti bagaimana jejak digital yang kita tinggalkan di dunia baru ini akan membentuk persepsi publik secara permanen.

Oleh karena itu, beliau mendorong mahasiswa untuk mulai melakukan kurasi terhadap aktivitas digital mereka. Dengan mengenal jati diri yang kuat, mahasiswa diharapkan mampu membangun personal branding yang sehat dan berintegritas, yang nantinya akan menjadi nilai tambah luar biasa saat terjun ke industri media dan komunikasi profesional.

Edukasi yang dibagikan oleh dosen prodi ini diharapkan mampu meningkatkan literasi digital di lingkungan kampus dan memacu diskusi tentang masa depan masyarakat siber.

Prodi Ilmu Komunikasi terus berkomitmen menghadirkan perspektif segar dari para pengajar agar mahasiswa tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga bijak secara filosofis dalam menggunakan teknologi. Dengan memahami identitas digital, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA siap menjadi agen perubahan di tengah riuhnya arus informasi dunia baru masyarakat digital.

Source by: Dwi Susanti Kompasiana.com Media Sosial dan Dunia Baru Bagi Masyarakat Digital