Milad Progamn Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) ke-8 di Omah Mbudur tak hanya soal seremoni, tapi juga menjadi ajang “pembuktian” sosok-sosok paling berpengaruh melalui nominasi paling ikonik, Sabtu (7/2).
Berangkat dari suara murni mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA melalui polling terbuka, deretan nama dosen dan mahasiswa terpilih resmi diumumkan untuk merayakan keberagaman karakter di lingkungan prodi.
Hasilnya, Lintang Muliawanti dinobatkan sebagai Dosen Terfavorit, Alan Kusuma sebagai Dosen Ter-On Time, dan Dwi Susanti yang sukses mencuri perhatian sebagai Dosen Ter-Kece pilihan mahasiswa.
Kemeriahan berlanjut di kategori mahasiswa, Aditya menyabet gelar Ter-Ekstrovert, Nadin sebagai Mahasiswa Berprestasi, dan Romy Haikal yang sukses mengocok perut audiens sebagai Mahasiswa Ter-Kocak.
Dwi Susanti, peraih predikat Dosen Ter-Kece, memandang ajang ini sebagai bentuk apresiasi yang jujur dan mempererat hubungan emosional antara dosen dan mahasiswa di luar jam kuliah.
“Ini cara yang sangat asyik untuk saling mengapresiasi. Ternyata mahasiswa cukup jeli memperhatikan hal-hal detail dari kami, dan itu sangat mengharukan sekaligus menyenangkan,” tutur Dwi Susanti.
Senada dengan hal itu, Romy Haikal merasa bangga karena perayaan Milad Ilkom UNIMMA ke-8 ini memberikan panggung bagi setiap mahasiswa untuk diapresiasi berdasarkan keunikan masing-masing.
“Gak nyangka bisa terpilih jadi yang paling kocak. Tapi ini bukti kalau di Ilmu Komunikasi UNIMMA, kita semua dihargai apa adanya, gak melulu soal nilai tapi juga soal karakter,” ujar Romy.
Penghargaan ini menjadi simbol kuatnya kekeluargaan di lingkungan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA, di mana setiap individu memiliki peran penting dalam membangun suasana kampus yang dinamis.
Perayaan sewindu di Omah Mbudur ini pun ditutup dengan optimisme bahwa harmoni antara dosen dan mahasiswa akan terus menjadi energi utama bagi kemajuan prodi di masa mendatang.