Sebanyak 38 mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) semester 7 secara resmi mengikuti agenda sertifikasi kompetensi pada Jumat (23/1). Kegiatan strategis ini bertujuan untuk memvalidasi kemampuan teknis mahasiswa sebelum mereka menyelesaikan masa studi dan terjun ke pasar kerja yang semakin kompetitif.

Langkah ini diambil oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) sebagai upaya nyata dalam menyelaraskan kurikulum akademik dengan standar industri terkini. Melalui sertifikasi ini, mahasiswa tidak hanya dibekali dengan ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional sebagai bukti kemahiran profesional mereka.

Guna menjaga kualitas pengujian, pihak prodi mendatangkan asesor langsung dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) InsCinema. Kevin Chaidir Pratama bertindak sebagai asesor untuk skema Content Creator, sementara Liliyana menguji mahasiswa pada skema Public Relation Officer. Kehadiran para praktisi ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan evaluasi langsung dari pakar di bidangnya.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti, menegaskan bahwa sertifikasi ini merupakan instrumen krusial dalam menjembatani dunia kampus dengan dunia kerja. Menurutnya, bukti kompetensi resmi akan memberikan nilai tambah bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA saat bersaing memperebutkan posisi strategis di berbagai perusahaan besar nasional.

“Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA memang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman strategi komunikasi yang aplikatif. Hal ini sangat sejalan dengan kebutuhan industri saat ini yang menuntut tenaga kerja cerdas, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ungkap Lintang Muliawanti.

Sejalan dengan hal tersebut, Hasna Naila Latifah, salah satu perwakilan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA yang menjadi peserta, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Baginya, tantangan saat uji kompetensi memberikan gambaran nyata mengenai tekanan dan standar profesionalisme yang akan ia hadapi setelah lulus nanti.

“Sertifikasi ini sangat penting karena nilai akademik saja belum cukup untuk meyakinkan industri. Dengan adanya pengakuan dari InsCinema ini, kami sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA merasa lebih percaya diri karena keahlian kami di bidang Content Creator maupun PR sudah divalidasi oleh lembaga resmi,” tutur Hasna Naila.

Rangkaian sertifikasi ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA untuk terus mengembangkan portofolio mereka. Dengan memiliki lisensi profesi sejak di bangku kuliah, lulusan diharapkan dapat langsung terserap oleh pasar kerja industri kreatif dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan dunia komunikasi di Indonesia.