Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) yang tergabung dalam Tim KKN Tematik Desa Sukomakmur sukses menghidupkan semangat belajar santri melalui lomba mewarnai dan metode “Pohon Impian”, Minggu (8/2).

Kegiatan yang berlangsung di pelataran TPQ Dusun Nampan, Kecamatan Kajoran ini bukan sekadar ajang bermain, melainkan strategi komunikasi persuasif untuk meningkatkan kreativitas sekaligus motivasi pendidikan bagi puluhan anak pedesaan.

Lomba mewarnai dihadirkan khusus bagi santri usia TK hingga kelas 3 SD untuk mengasah motorik halus dan keberanian dalam mengekspresikan imajinasinya melalui perpaduan warna-warna cerah di atas kertas.

Program ini digerakkan secara kolaboratif oleh empat mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA yang terjun langsung, yakni Akbar Hidayatullah, Cantika Auralia Juniar, Briliana Arimbi, dan Zahwa Dwi Larasati.

Menurut Akbar Hidayatullah dan tim, pendekatan visual melalui warna adalah cara paling efektif untuk menyentuh sisi psikologis anak-anak agar mereka merasa bahwa belajar adalah proses yang menyenangkan.

“Kami ingin menciptakan atmosfer belajar di TPQ yang tidak membosankan. Melalui warna, kami membantu anak-anak mengenal ketelitian dan keindahan sebagai dasar pengembangan karakter,” ujar Akbar yang diamini oleh rekan setimnya.

Inovasi berlanjut pada kategori santri kelas 4 hingga 6 SD yang diajak merumuskan masa depan melalui metode visual “Pohon Impian” yang dihias dengan seni origami yang sangat estetik.

Setiap helai kertas origami yang ditempelkan melambangkan cita-cita yang ingin dicapai, mulai dari menjadi guru hingga profesi modern di bidang kreatif yang diperkenalkan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA.

Cantika Auralia dan Briliana Arimbi menekankan bahwa “Pohon Impian” ini berfungsi sebagai pengingat visual bagi para santri agar tetap memiliki visi jangka panjang meskipun tinggal di wilayah pedesaan.

“Pohon Impian ini adalah simbol bahwa pendidikan adalah akar yang kuat. Kami ingin memastikan anak-anak di Dusun Nampan berani bermimpi setinggi langit,” ungkap Cantika bersama Briliana saat mendampingi sesi tersebut.

Zahwa Dwi Larasati menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA untuk mempraktikkan kemampuan komunikasi instruksional dalam mengelola audiens anak-anak secara humanis.

Dukungan masyarakat sangat luar biasa, di mana pengurus TPQ merasa kehadiran mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA memberikan warna baru dan energi positif yang sangat besar dalam rutinitas mengaji para santri.

Melalui pendekatan rekreatif ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA turut memperkuat fondasi program Zero ATS (Anak Tidak Sekolah) yang menjadi misi utama pengabdian mereka di wilayah Kecamatan Kajoran.

Acara ditutup dengan pembagian hadiah dan sesi foto bersama yang penuh kehangatan, meninggalkan kesan mendalam tentang pentingnya literasi dan impian bagi masa depan generasi muda di Desa Sukomakmur.

Semangat pengabdian ini membuktikan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA mampu menjadi jembatan inspirasi yang nyata, menyulut api semangat belajar anak-anak agar terus bertumbuh layaknya pohon yang rimbun dengan prestasi.

Semangat pengabdian ini membuktikan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA mampu menjadi jembatan inspirasi yang nyata, menyulut api semangat belajar anak-anak agar terus bertumbuh layaknya pohon yang rimbun dengan prestasi.