ILKOM UNIMMA Sukses Gelar Sit In Class, Ajak Siswa SMA Sederajat dan Lulusan Rasakan Belajar di Bangku Kuliah Eksplorasi Lab Canggih

ILKOM UNIMMA Sukses Gelar Sit In Class, Ajak Siswa SMA Sederajat dan Lulusan Rasakan Belajar di Bangku Kuliah Eksplorasi Lab Canggih

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) sukses besar menyelenggarakan program Sit In Class pada 12 Desember 2025. Kegiatan ini menarik perhatian puluhan siswa sederajat SMA dan lulusan yang antusias mengikuti pengalaman unik merasakan atmosfer perkuliahan Ilmu Komunikasi UNIMMA.

Sit In Class kali ini dirancang untuk memberikan gambaran yang utuh dan nyata mengenai kurikulum berbasis praktik Prodi Ilkom. Peserta tidak hanya duduk mendengarkan materi. Mereka benar-benar diajak mengikuti proses pembelajaran di kelas layaknya seorang mahasiswa. Setelah sesi kuliah singkat, para peserta diajak langsung menjelajahi berbagai fasilitas studio dan laboratorium. Ini merupakan nilai kebaruan yang membedakan kegiatan open house biasa.

Menjelajah Dunia Kreatif di Laboratorium Komunikasi

Eksplorasi Laboratorium menjadi sesi favorit. Peserta berkesempatan menjajal langsung berbagai peralatan komunikasi canggih yang menjadi jantung praktik keilmuan Prodi Ilkom UNIMMA.

Lab Podcast: Peserta diajarkan teknis penggunaan mixer, mikrofon, dan perangkat rekaman untuk memproduksi konten audio digital. Sesi ini memberi wawasan tentang produksi konten yang sedang populer.

Lab Public Relation (PR): Peserta dikenalkan pada simulasi press conference dan tata kelola stakeholder, memberikan gambaran tentang strategi komunikasi profesional di dunia kerja.

Lab Foto & Editing: Siswa mendapatkan insight mengenai visual storytelling dan diajarkan bagaimana perangkat fotografi serta perangkat lunak editing bekerja untuk menghasilkan karya visual yang kuat.

Melalui tur ini, siswa sederajat SMA dan lulusan dapat melihat secara langsung bahwa Ilmu Komunikasi di UNIMMA sangat relevan dengan kebutuhan industri kreatif saat ini.

Inspirasi Memilih Masa Depan Studi

Kepala Program Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti, menyambut hangat inisiatif program Sit In Class ini.

“Kami sangat senang dapat menyambut teman-teman dari berbagai SMA/SMK di Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA,” ucapnya.

“Melalui kegiatan Sit In Class ini, kami berharap para peserta dapat merasakan langsung atmosfer perkuliahan di Ilmu Komunikasi UNIMMA, meskipun dalam waktu yang singkat.”

“Semoga pengalaman berharga ini dapat memberikan gambaran yang lebih nyata tentang dunia perkuliahan, sekaligus menjadi inspirasi dalam menentukan pilihan studi dan masa depan,” tutup Kaprodi.

Program ini menegaskan komitmen UNIMMA dalam memberikan pengalaman belajar berbasis experiential learning. Kesiapan fasilitas laboratorium canggih menjadi modal utama dalam mencetak lulusan komunikasi yang adaptif di era digital.

Keberhasilan program Sit In Class ini menegaskan komitmen UNIMMA dalam menjembatani teori dan praktik, khususnya bagi siswa sederajat SMA dan lulusan. Kesempatan unik ini diharapkan menjadi modal penting bagi para peserta dalam memilih masa depan studi di Ilmu Komunikasi UNIMMA dan berkontribusi di industri kreatif.

12 Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Tembus Simposium Internasional “Borobudur International Symposium 2025

12 Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Tembus Simposium Internasional “Borobudur International Symposium 2025

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) mengukir prestasi gemilang. Sebanyak 12 Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA secara aktif mengikuti forum akademik bergengsi, The 7th Borobudur International Symposium (BIS) yang dirangkaikan dengan The 3rd International Conference on Environment, Green Technology, and Digital Society (Interconnects) 2025.

Partisipasi 12 mahasiswa ini menjadi sorotan utama, menunjukkan komitmen Prodi Ilkom dalam mencetak lulusan yang memiliki wawasan global dan melek isu-isu strategis seperti teknologi hijau dan transformasi digital.

Belajar dari 14 Negara: Wawasan Global Mahasiswa Ilkom

Acara ilmiah internasional ini diselenggarakan secara daring pada Rabu (10/12) dan menarik perhatian ratusan akademisi, peneliti, serta praktisi dari 14 negara. Dengan mengusung tema “Transforming Societies for a Greener Future”, Simposium ini menjadi ruang belajar langsung bagi mahasiswa Ilkom UNIMMA.

Kehadiran 12 mahasiswa di forum BIS 2025 ini memberikan pengalaman yang langka. Mereka berkesempatan menyerap ilmu dan berdiskusi mengenai:

  • Komunikasi Lingkungan: Bagaimana komunikasi berperan dalam mengampanyekan isu Green Technology dan Sustainability.
  • Transformasi Digital: Peran media dan literasi digital dalam perubahan sosial menuju masyarakat yang lebih hijau.
  • Diplomasi Akademik: Melihat langsung bagaimana jejaring internasional dibangun melalui kerjasama riset antar perguruan tinggi.

Capaian Besar di Tengah Kancah Internasional

The 7th BIS didukung oleh kolaborasi signifikan dari 20 perguruan tinggi sebagai co-host serta partisipasi dari 165 institusi lain. Simposium ini juga berhasil menghimpun 372 abstrak dari berbagai negara.

Berada di tengah keramaian akademik global ini memberikan 12 Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA nilai tambah yang besar. Mereka tidak hanya memahami teori komunikasi di kelas, tetapi juga melihat implementasinya dalam konteks tantangan global yang nyata. Ini adalah bagian dari upaya Prodi untuk memperkuat kapasitas lulusan di era digital.

Melalui partisipasi ini, Prodi Ilmu Komunikasi UNIMMA membuktikan komitmennya untuk membangun diplomasi akademik global, memperkuat jejaring internasional, serta berkontribusi nyata dalam mencetak komunikator yang adaptif, inklusif, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan yang lebih berkelanjutan.anjutan.

Dosen Ilmu Komunikasi UNIMMA Jadi Katalisator: Riset Lintas Disiplin Perkuat Desa Wisata Wanurejo Borobudur

Dosen Ilmu Komunikasi UNIMMA Jadi Katalisator: Riset Lintas Disiplin Perkuat Desa Wisata Wanurejo Borobudur

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammdiyah Magelang (UNIMMA) memperkuat Desa Wisata Wanurejo, desa penyangga Borobudur yang masuk 50 desa wisata terbaik Indonesia (ADWI 2024), melalui riset berbasis literasi. Wanurejo, yang dikenal sebagai “Desa Wisata Budaya dan Kriya”, menawarkan pengalaman wisata yang unik, mulai dari homestay hingga atraksi budaya lokal yang kini menjadi daya tarik utama destinasi super-prioritas.

Keterlibatan UNIMMA ini dipimpin oleh tim penelitian Hibah Riset Desa yang diketuai oleh Zulfikar Bagus Pambuko, dengan dukungan aktif dari dosen Ilmu Komunikasi Lintang Muliawanti dan lintas disiplin lainnya. Tim ini menerapkan pendekatan Research-Based Learning.

Melalui model ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas. Mereka langsung terjun ke lapangan, terlibat dalam penyusunan proposal, analisis data SPSS, hingga pengumpulan data di sembilan dusun Wanurejo.

Wanurejo: Laboratorium Sosial Ilmu Komunikasi UNIMMA

Sejak tahun 2019, Prodi Ilmu Komunikasi UNIMMA telah menjadikan Desa Wanurejo sebagai Laboratorium Sosial yang mendukung berbagai proses pembelajaran. Hubungan ini diintegrasikan melalui konversi mata kuliah berbasis proyek di desa, menunjukkan bagaimana teori komunikasi bersentuhan langsung dengan praktik pemberdayaan masyarakat.

Pada mata kuliah PR 4.0, mahasiswa menghasilkan PR Kit untuk desa wisata. PR Kit ini berisi strategi komunikasi publik, panduan branding, dan konten media sosial yang relevan.

Selain itu, pada mata kuliah MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition), mahasiswa terlibat langsung dalam penyelenggaraan event besar seperti Borobudur Night Carnaval. Kegiatan ini dikonversi sebagai pengalaman pembelajaran resmi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Tak hanya itu, mahasiswa juga aktif membuat video company profile Desa Wisata Wanurejo. Video ini diunggah di kanal YouTube Prodi Ilkom sebagai bagian dari strategi publikasi digital desa.

Rangkaian aktivitas ini menunjukkan bagaimana pendidikan tinggi, khususnya Ilmu Komunikasi UNIMMA, mampu menjembatani teori public relations dan digital communication dengan praktik nyata di lapangan. Tujuannya adalah memperkuat kapasitas promosi dan manajemen desa wisata.

Literasi Sebagai Modal Sosial Baru

Temuan riset Dosen UNIMMA ini juga mengungkap tantangan literasi sebagai modal sosial baru. Literasi para pegiat wisata Wanurejo masih berada pada kategori sedang (moderate).

Misalnya, skor literasi media sosial pegiat wisata mencapai 71,58. Kekuatan ada pada keterampilan teknis penggunaan platform, namun masih lemah di aspek privasi dan algoritma, yang merupakan isu krusial dalam Ilmu Komunikasi Digital.

Demikian pula dengan literasi Bahasa Inggris, yang memiliki skor 64,44. Keterampilan membaca lebih kuat daripada menulis, menunjukkan kebutuhan mendesak untuk komunikasi pariwisata global.

Hal ini mempertegas peran akademisi sebagai katalisator. Perguruan tinggi harus memastikan desa wisata mampu bersaing secara global melalui penguatan literasi digital, bahasa, dan keuangan.

Membangun Wanurejo sebagai Model Berkelanjutan

Hasil kajian menekankan bahwa pengembangan Wanurejo dengan model Community Based Tourism (CBT) telah berjalan cukup baik, ditandai peningkatan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan. Namun, tantangan seperti ego sektoral dan kesadaran generasi muda tetap ada.

Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi Pentahelix (akademisi, bisnis, pemerintah, masyarakat, dan media) yang kuat untuk membangun model integrasi desa wisata berkelanjutan. Partisipasi publik adalah kunci, di mana masyarakat menjadi subjek, bukan sekadar objek, dalam proses pengembangan.

Dosen UNIMMA yang terlibat langsung dalam riset ini percaya bahwa Wanurejo dapat menjadi world class tourism village. Kunci keberhasilan Wanurejo adalah kolaborasi Pentahelix yang kuat. Riset dan pembelajaran Ilmu Komunikasi UNIMMA memastikan desa ini menjadi model nasional desa wisata berkelanjutan.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Siapkan 5 Event Kreatif sebagai Luaran Wajib Mata Kuliah MICE

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Siapkan 5 Event Kreatif sebagai Luaran Wajib Mata Kuliah MICE

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) saat ini tengah memasuki fase progres intensif dalam persiapan penyelenggaraan lima event kreatif. Rangkaian acara ini merupakan implementasi nyata dan luaran wajib dari mata kuliah Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

Dalam mata kuliah ini, mahasiswa ditantang untuk mentransformasi teori manajemen acara ke dalam praktik lapangan yang kompleks. Proses ini mencakup perencanaan strategis, penyusunan proposal sponsor, hingga manajemen operasional hari-hari menjelang acara. Lima tema besar yang akan disuguhkan kepada publik Magelang antara lain:

  1. Pilates Session: Fokus pada kebugaran tubuh dan edukasi pentingnya postur tubuh yang sehat bagi generasi muda dan pekerja.
  2. Yoga : Menawarkan ruang relaksasi dan kesehatan mental melalui teknik pernapasan dan meditasi.
  3. Workshop Meronce: Wadah kreativitas bagi masyarakat untuk mempelajari teknik pembuatan aksesori estetis dari manik-manik.
  4. Menghias Kue (Cake Decorating): Workshop edukatif bagi pecinta kuliner yang ingin mendalami seni menghias kue dengan teknik profesional.
  5. Skateboard : Ajang unjuk bakat sekaligus ruang temu bagi komunitas skateboard untuk mempererat solidaritas sub-kultur anak muda.

Dosen pengampu mata kuliah MICE, Dwi Susanti, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membentuk lulusan yang siap kerja dan memiliki kompetensi di bidang industri kreatif. “Melalui tugas luaran ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi benar-benar merasakan dinamika mengelola acara dari nol. Kami berharap event ini dapat memberikan manfaat nyata bagi audiens yang mereka sasar,” ujarnya.

Saat ini, kelima kelompok mahasiswa tersebut sedang dalam tahap finalisasi konsep, perizinan, dan promosi di media sosial. Penyelenggaraan event-event tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada bulan [Sebutkan Bulan] mendatang di berbagai lokasi strategis di sekitar Magelang.

Informasi lebih lanjut mengenai detail acara, jadwal pelaksanaan, dan cara registrasi dapat diikuti melalui akun Instagram resmi Ilmu Komunikasi UNIMMA di @ilkom_unimma.

Riset Dosen Ilmu Komunikasi UNIMMA Ungkap Rahasia di Balik Viralitas Candi Borobudur di Media Sosial

Riset Dosen Ilmu Komunikasi UNIMMA Ungkap Rahasia di Balik Viralitas Candi Borobudur di Media Sosial

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Lintang Muliawanti, baru saja merilis temuan penting mengenai pola komunikasi digital wisatawan di Candi Borobudur. Riset ini menyoroti bagaimana pengalaman tak terlupakan (Memorable Tourism Experiences) memicu niat wisatawan untuk melakukan Electronic Word of Mouth (e-WOM) atau berbagi ulasan di media sosial.

Dalam studi bertajuk “Borobudur Tourists’ Electronic Word of Mouth”, tim peneliti membedah fenomena komunikasi pariwisata yang kini menjadi tulang punggung promosi destinasi. Data menunjukkan bahwa dari tujuh elemen pengalaman, aspek pengetahuan (knowledge), keterlibatan (involvement), dan kebaruan (novelty) menjadi pendorong utama yang membuat turis sukarela mengunggah pengalaman mereka ke internet.

“Wisatawan yang merasa mendapatkan wawasan budaya baru dan terlibat aktif dalam aktivitas di Borobudur cenderung memberikan ulasan positif yang informatif di platform digital,” ungkap hasil riset tersebut.

Menariknya, temuan ini juga mengungkap sisi lain: aspek hedonisme atau kesenangan semata justru memiliki dampak negatif terhadap intensitas e-WOM, menandakan bahwa wisatawan Borobudur lebih menghargai substansi pengalaman daripada sekadar kemewahan.

Mungkin Kamu Juga Suka: Dosen Ilkom UNIMMA Pimpin Pengembangan Konsep Wisata Halal di Pemandian Air Panas Tempuran

Fenomena ini menjadi sangat relevan bagi kajian Ilmu Komunikasi, khususnya di bidang komunikasi pemasaran digital dan komunikasi pariwisata. Riset ini membuktikan bahwa strategi komunikasi sebuah destinasi tidak lagi hanya bergantung pada iklan konvensional, melainkan pada bagaimana pengelola “menciptakan ruang” bagi wisatawan untuk memproduksi konten mereka sendiri secara organik.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap pengembangan riset lokal, Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA terus mendorong kajian yang berdampak pada kemajuan pariwisata Magelang sebagai destinasi super-prioritas nasional. Temuan ini diharapkan menjadi acuan bagi pengelola wisata untuk lebih kreatif dalam merancang aktivitas yang interaktif dan edukatif demi meningkatkan citra positif di ranah siber.

Studi ini menggunakan metode regresi linear berganda untuk memastikan akurasi dampak tiap variabel terhadap perilaku komunikasi wisatawan. Melalui riset ini, dosen Ilmu Komunikasi UNIMMA kembali menunjukkan peran aktif akademisi dalam memberikan solusi nyata bagi tantangan komunikasi di era digital.