Insiden pelemparan sandal ke arah Bupati Pati Sudewo saat menemui massa demonstran beberapa waktu lalu, menjadi studi kasus menarik dalam pembahasan Komunikasi Politik Lokal di Prodi Ilmu Komunikasi (Prodi Ilkom) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA). Dosen pengampu mata kuliah Komunikasi Politik Digital, Annis Azhar, membedah kasus ini di kelas untuk menyoroti rapuhnya kanal komunikasi antara elit lokal dan partisipasi masyarakat sipil.
Menurut analisis yang disampaikan Annis Azhar dalam kuliahnya, peristiwa yang terekam kamera dan viral tersebut bukan sekadar insiden pelemparan, melainkan puncak dari kegagalan komunikasi politik yang telah terakumulasi. Kasus ini, yang diliput Kompas.com, menjadi contoh nyata bahwa pendekatan komunikasi yang tidak tepat dapat mengubah partisipasi warga yang seharusnya konstruktif menjadi ekspresi ketidakpuasan yang agresif.
Annis menjelaskan bahwa partisipasi warga dalam politik lokal seharusnya diwadahi melalui saluran yang efektif, seperti pertemuan publik, dialog terbuka, atau media komunikasi pemerintah. Namun, ketika saluran tersebut buntu, partisipasi sering kali beralih ke bentuk yang lebih vokal dan konfrontatif, seperti demonstrasi.
“Ketika warga merasa suara mereka tidak didengar, energi partisipasi itu akan mencari cara lain untuk berekspresi. Dalam kasus di Pati, demonstrasi tersebut menunjukkan adanya gap yang lebar antara apa yang disampaikan elit politik dengan realitas yang dirasakan masyarakat,” terang Annis Azhar, dikutip dari hasil wawancara yang dilakukan tim Jurnalis Prodi Ilkom UNIMMA.
Annis menyoroti pentingnya Komunikasi Politik Lokal yang berbasis pada dialog dan empati. Pejabat publik harus mampu menerjemahkan isu-isu kompleks (seperti sengketa lahan atau kebijakan publik) ke dalam bahasa yang dipahami dan diterima warga.
Menurut Annis, salah satu kunci kegagalan komunikasi dalam kasus ini adalah framing atau pembingkaian pesan dari pihak elit. Pejabat publik seringkali datang ke tengah massa hanya dengan tujuan meredam, bukan mendengar dan memahami.
“Komunikasi politik lokal yang sukses menuntut kesiapan pemimpin untuk tidak hanya menyampaikan narasi, tetapi juga menerima kritik dan kemarahan. Ketika Bupati menemui massa, pesan yang ia sampaikan harusnya tentang mendengarkan dan mencari solusi bersama, bukan sekadar janji atau pembelaan diri. Insiden pelemparan sandal menjadi simbol bahwa pesan tersebut gagal diterima,” tambah Annis.
Prodi Ilmu Komunikasi UNIMMA menekankan bahwa studi kasus seperti ini sangat penting bagi mahasiswa untuk memahami dinamika riil Komunikasi Politik Lokal. Tujuannya agar lulusan Ilkom dapat berkontribusi dalam membangun jembatan komunikasi yang sehat antara pemangku kebijakan dan masyarakat di masa depan.
Program Studi Ilmu Komunikasi (Prodi Ilkom) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) mengambil langkah strategis untuk menjamin keberlanjutan karir lulusannya. Hal ini diwujudkan melalui acara pelepasan wisudawan gabungan yang dirangkai dengan inisiasi penguatan wadah alumni profesional.
Acara yang digelar di Cafe Kalahari Pakelan, Kabupaten Magelang, ini melibatkan wisudawan periode III Tahun Ajaran 2024-2025 dan periode I Tahun Ajaran 2025-2026. Pelepasan gabungan dua periode ini diselenggarakan sebagai pembekalan formal dan transisi bagi para sarjana baru, menyusul adanya penyesuaian jadwal internal fakultas.
Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti, menjelaskan bahwa kegiatan ini melengkapi proses akademik mahasiswa, dari orientasi saat masuk hingga pelepasan saat lulus.
“Tujuannya adalah mengantarkan secara resmi mahasiswa yang telah menyelesaikan studi. Saat masuk ada orientasi fakultas, dan saat sudah lulus pun kita memberikan pelepasan, disertai pembekalan ringan,” ujar Lintang.
Poin utama dari acara tersebut adalah sesi diskusi intensif mengenai pembentukan forum alumni yang lebih terstruktur di tingkat prodi. Sesi ini dipimpin langsung oleh perwakilan koordinator pengurus alumni Fakultas dan koordinator alumni Prodi Ilkom.
Lintang Muliawanti menekankan bahwa pembentukan wadah ini merupakan langkah krusial untuk memperkuat ikatan kekeluargaan dan profesional di antara lulusan. Forum ini didesain sebagai platform utama untuk aktualisasi diri dan perluasan jejaring bagi para alumni.
Lebih lanjut, Prodi Ilkom memosisikan diri sebagai fasilitator karir aktif.
“Kami berkomitmen untuk mewadahi mereka dalam mencari pekerjaan dan memberikan akses informasi yang relevan. Ini adalah peran prodi dalam menjamin lulusan tetap terkoneksi dengan peluang industri,” tegas Lintang, menggarisbawahi komitmen prodi dalam mendukung transisi karir lulusan.
Inisiatif penguatan jejaring ini dirancang sebagai hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. Selain memfasilitasi karir alumni, Prodi Ilkom secara terbuka menyambut kontribusi balik dari mereka yang telah sukses di dunia industri.
“Ketika alumni sudah berkiprah di dunia industri, kontribusi mereka dalam bentuk apapun akan sangat diterima di prodi atau fakultas,” tutup Lintang.
Penguatan jejaring ini diharapkan menjadi model kemitraan yang efektif bagi Prodi Ilkom UNIMMA untuk memastikan lulusannya tetap terhubung, aktif berinteraksi, dan siap memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan institusi di masa depan.
Program Studi Ilmu Komunikasi (Prodi Ilkom) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kawasan strategis. Kali ini, dosen-dosen Ilkom UNIMMA memimpin langsung tim yang berhasil meraih hibah bergengsi untuk menguatkan ekosistem Wisata Halal dan Pemberdayaan UMKM di Pemandian Air Panas , Desa Sumberarum, Tempuran.
Pengembangan Desa Sumberarum, Kecamatan Tempuran, yang hanya berjarak enam kilometer dari Candi Borobudur ini, difokuskan sebagai penyangga Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur. Menariknya, inisiatif vital ini digawangi oleh tim pengabdian yang mayoritas merupakan akademisi dari Prodi Ilmu Komunikasi UNIMMA.
Tim pengabdian ini diketuai oleh Dwi Susanti, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA. Dwi Susanti dengan anggota tim pengambdian Lintang Muliawanti (Ilmu Komunikasi UNIMMA) dan Zulfikar Bagus Pambuko (Hukum Ekonomi Syariah UNIMMA). Kolaborasi lintas disiplin ilmu ini memastikan pengembangan desa wisata tidak hanya kuat dari sisi komunikasi dan branding, tetapi juga legalitas dan prinsip syariah.
Menurut Dwi Susanti, Desa Sumberarum memiliki potensi besar dengan enam sumber pemandian air panas alami yang telah dikelola masyarakat sejak tahun 2021. Salah satu mitra binaan yang menjadi proyek percontohan dalam penerapan standar wisata halal adalah Umbul Banyuroso.
“Dengan semangat gotong royong, kami ingin memperkuat kelembagaan, memberdayakan UMKM lokal, dan menghadirkan model percontohan bagi pemandian lainnya,” jelas Dwi Susanti.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa konsep wisata halal yang dibawa oleh tim Ilkom UNIMMA ini bersifat inklusif.
“Konsep wisata halal tidak hanya untuk wisatawan muslim, tetapi juga memberi jaminan layanan wisata yang bersih, aman, nyaman, dan ramah keluarga,” tegas Dwi Susanti. “Dengan standar halal, Desa Sumberarum dapat menjangkau pasar wisata lebih luas sekaligus memperkuat citra Magelang sebagai destinasi inklusif dan berkelanjutan.”
Komitmen Prodi Ilkom UNIMMA dalam memberikan pengalaman belajar nyata terlihat jelas dari keterlibatan empat mahasiswa UNIMMA dalam program ini, dua di antaranya berasal dari Prodi Ilmu Komunikasi. Kontribusi mereka di lapangan setara dengan 8 SKS, termasuk KKN, menjadikannya model pembelajaran berbasis proyek yang konkret.
Selain fokus pada pengembangan pemandian, tim juga menggandeng BUMDes “Maju Bersama” untuk inovasi produk. Mereka melakukan pendampingan pengolahan pepaya california menjadi produk olahan khas dengan nilai jual lebih tinggi.
Salah satu anggota tim, Lintang Muliawanti, dalam sesi materi kepada Pokdarwis desa setempat, juga menjelaskan tentang penguatan peran Pokdarwis menuju desa wisata halal yang berkelanjutan. Lintang menegaskan bahwa fokus wisata halal adalah menjamin kenyamanan dan keamanan bagi semua, bukan semata aturan syariah.
Program ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya ekosistem desa wisata yang berbasis kearifan lokal, inovatif, dan berdaya saing, serta memperkuat peran Prodi Ilmu Komunikasi sebagai agent of change di tengah masyarakat.
Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) mengambil peran aktif dan energik dalam perhelatan akbar Borobudur Marathon (Bomar) 2025. Keterlibatan kali ini berfokus pada aksi nyata mendukung dan memeriahkan jalur lari dengan membangun sebuah cheering point kolaboratif yang penuh semangat.
Aksi ini diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himanika) yang berkolaborasi erat dengan Organisasi Remaja Tegalsari (ORTESA) Desa Sumber Arum, Tempuran, Magelang. Kolaborasi unik antara mahasiswa dan pemuda desa ini menjadi salah satu titik yang turut menyemarakkan ajang lari berskala internasional yang diikuti ribuan peserta dari puluhan negara tersebut.
Di lokasi cheering point, mahasiswa dan anggota ORTESA tidak hanya memberikan sorakan semangat, tetapi juga terlibat dalam aspek komunikasi dan publikasi kegiatan yang bersinggungan dengan sport tourism. Momen ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk terjun langsung dalam pengelolaan acara besar di tengah masyarakat.
Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti, memberikan tanggapan positif terkait inisiatif mahasiswanya ini. Lintang menekankan bahwa partisipasi ini memiliki tujuan lebih dari sekadar meramaikan acara, tetapi juga mengusung komitmen prodi.
Lintang menjelaskan, “Partisipasi prodi Ilkom UNIMMA dalam agenda tahunan Borobudur Marathon yang berskala internasional di laksanakan di Magelang bukan hanya untuk turut meramaikan kegiatan yang dihadiri puluhan negara, tetapi juga sebagai bentuk komitmen Prodi dalam memberikan pengalaman belajar nyata bagi mahasiswa.”
Lintang menambahkan bahwa melalui aksi kolaborasi di lapangan ini, mahasiswa mendapatkan pemahaman yang berharga tentang ekosistem pariwisata olahraga.
“Melalui keterlibatan ini, mahasiswa dapat memahami ekosistem sport tourism sekaligus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat desa sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik,” tutupnya.
Keterlibatan prodi Ilkom UNIMMA melalui Himanika dan sinergi dengan ORTESA Desa Sumber Arum ini diharapkan dapat menjadi model yang efektif dalam menghubungkan teori komunikasi di kelas dengan praktik nyata di tengah masyarakat dan acara berskala besar, sekaligus memberikan energi positif bagi para pelari Borobudur Marathon.
Dunia kewirausahaan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali bersinar, kali ini lewat inovasi kreatif bernama Mimi Clay. Berawal dari inisiatif di Program Studi Ilmu Komunikasi (Ilkom), brand ini menawarkan produk Super Clay DIY Character, sebuah mainan edukatif berbahan clay yang aman dan fokus pada pengembangan motorik halus anak usia 3 hingga 12 tahun.
Tim Mimi Clay, yang diketuai oleh Jihan Ika Ayuningtyas dari Ilkom UNIMMA, tidak hanya sekadar membuat produk, tetapi juga menciptakan media sensory play yang efektif sebagai sarana edukasi kreatif dan menjalin ikatan (bonding) antara orang tua dan anak. Keunikan dan nilai edukasi yang ditawarkan berhasil membawa Mimi Clay lolos seleksi nasional Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dan berlaga di ajang bergengsi Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVI 2025.
Anggota tim Mimi Clay, Audia Ananda Saputri, mengungkapkan bahwa ambisi mereka jauh melampaui produk clay kit saat ini. Audia memaparkan visi jangka panjang yang sangat optimis dan inspiratif.
“Rencana besar kedepannya kita mau Mimi Clay bisa jadi Mimi World yang setara sama Disney Universe, di mana satu karakter bisa punya banyak luaran kreatif, mulai dari merchandise, mini movie, dongeng, dll.” ujar Audia saat diwawancarai.
Target ambisius ini menunjukkan bahwa mahasiswa Ilkom UNIMMA tidak hanya berpikir lokal, tetapi berani menargetkan pasar global dengan konsep yang terintegrasi dan berkesinambungan menciptakan sebuah ekosistem kreatif layaknya raksasa hiburan dunia.
Meskipun memiliki mimpi besar, tim Mimi Clay tetap fokus pada langkah strategis yang realistis. Dalam keikutsertaan mereka di KMI Expo XVI 2025 di Universitas Tidar, Magelang, mereka menetapkan prioritas utama untuk memperkuat posisi pasar.
“Fokus kita di KMI EXPO 2025 ini adalah ningkatin brand awareness dulu supaya Mimi Clay bisa lebih di kenal banyak orang dan tahu dulu produk-produk kita,” tegas Audia.
Pencapaian ini sekaligus menegaskan komitmen Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam mendorong mahasiswa untuk tidak hanya unggul dalam teori komunikasi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam inovasi industri kreatif yang berdaya saing tinggi. Mimi Clay menjadi contoh nyata bagaimana kreativitas dapat menembus batas, menghasilkan produk yang bermanfaat, sekaligus membawa nama baik kampus di kancah nasional.