Memasuki perkuliahan semester genap pasca libur Idulfitri, ratusan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhamamdiyah Magelang (UNIMMA) langsung “dilempar” ke tengah kerasnya realitas industri periklanan melalui agenda strategis Meet The Expert, Rabu (1/4).
Bukan sekadar kuliah umum biasa, Studium Generale yang bertajuk “Where Communication Meets Industry” ini menjadi kawah candradimuka bagi mahasiswa untuk memahami bahwa periklanan modern telah bertransformasi menjadi perang perhatian (attention war). Dengan menghadirkan Iqbal Dzaky dari Syafaat, program studi memastikan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA mengantongi bekal taktis dalam menciptakan pesan yang tidak hanya kreatif, tetapi juga cepat dan tepat sasaran di tengah banjir informasi digital.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti, S.I.Kom., M.A., menegaskan bahwa mahasiswa harus memiliki ketajaman insting sebelum terjun ke industri yang kompetitif.
“Dunia komunikasi berkembang sangat cepat, dan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA harus mampu melampaui sekadar teori kelas. Melalui kehadiran praktisi seperti Mas Iqbal, kami ingin mahasiswa memahami bahwa kreativitas adalah pembeda utama (differentiator) di industri periklanan. Sesi ini dirancang untuk memaksa mahasiswa berpikir cepat namun tetap relevan dengan kebutuhan audiens saat ini,” ungkap Lintang Muliawanti.
Dalam paparannya yang bertajuk “Think Fast: Create Faster: Welcome to Advertising Reality”, Iqbal Dzaky Marketing Communication Syafaat membongkar fakta bahwa audiens saat ini sangat mudah melewati (skip) sebuah pesan jika tidak menarik sejak detik pertama.
“Selamat datang di kenyataan periklanan yang sebenarnya. Kita tidak lagi sekadar jualan produk, tapi bertarung memperebutkan detik-detik berharga audiens. Kreatif saja tidak cukup, pesan wajib relate dan memiliki timing yang pas. Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA harus berani keluar dari zona nyaman, karena di industri ini, cepat dan tepat adalah kunci kemenangan absolut,” tegas Iqbal.
Antusiasme tinggi tampak dari bangku mahasiswa, salah satunya diungkapkan oleh ANas Raihan Arifuddin, mahasiswa semester 8 Ilmu Komunikasi UNIMMA.
“Kegiatan ini sangat membuka wawasan kami tentang realitas marketing communication. Periklanan digital bukan lagi sekadar promosi, tetapi sudah menjadi perang perhatian di tengah arus informasi yang sangat cepat. Kami belajar bahwa hook dan relevansi pesan adalah penentu utama. Bagi kami calon praktisi, ini adalah gambaran nyata tentang tantangan dan peluang karier di industri kreatif saat ini,” tutur Raihan.
Dengan berakhirnya sesi intensif ini, Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA berharap mahasiswa semakin terpacu untuk menciptakan konten yang memiliki value dan daya saing tinggi.
Sinergi antara praktisi dan akademisi ini merupakan langkah nyata prodi dalam mencetak lulusan yang siap pakai dan adaptif terhadap perubahan teknologi. Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA kini diharapkan tidak hanya mampu mengikuti tren, tetapi juga mampu menciptakan tren yang berdampak luas di ekosistem digital marketing masa depan.
Mengakhiri euforia libur Idulfitri, ratusan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhamamdiyah Magelang (UNIMMA) langsung “diterjunkan” ke dunia profesional melalui forum strategis Meet The Expert, Rabu (1/4).
Bukan sekadar kuliah umum biasa, Studium Generale yang digelar di Auditorium Kampus 1 ini menjadi jembatan akselerasi bagi mahasiswa untuk memahami wajah baru Public Relations (PR) yang kini beralih ke arah digital dan berbasis data. Dengan menghadirkan praktisi berpengalaman, Herni Putrianti, S.I.P., M.A., program studi memastikan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA mengantongi bekal taktis dalam mengelola reputasi dan kepercayaan publik sebelum memulai jadwal perkuliahan semester genap secara penuh.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti, S.I.Kom., M.A., menjelaskan bahwa pemilihan tema PR ini bertujuan agar mahasiswa memahami peran strategis komunikator dalam menjaga reputasi institusi.
“Kami ingin mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA menyadari bahwa tantangan PR saat ini sudah jauh melampaui urusan teknis publikasi. Melalui kehadiran Ibu Herni, mahasiswa belajar bahwa PR adalah fungsi manajemen yang harus mampu mendengarkan publik dan mengelola hubungan jangka panjang dengan berbagai stakeholder secara cerdas dan etis,” ujar Lintang Muliawanti.
Dalam paparannya yang bertajuk “PR Today: From Theory to Practice and Career Opportunities”, Herni Putrianti menekankan bahwa wajah PR masa depan sangat bergantung pada data.
Beliau menjelaskan bahwa PR saat ini telah bertransformasi menjadi Data-Driven PR yang memanfaatkan social listening dan analisis sentimen untuk merumuskan kebijakan. “PR bukan hanya soal menyampaikan pesan, tapi soal membangun kepercayaan berbasis kredibilitas. Di era sekarang, peluang karier sangat luas mulai dari Crisis Communication Specialist hingga Media Analyst, namun semua itu menuntut kemampuan analisis data yang kuat,” ungkap Herni di hadapan seluruh mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA.
Manfaat dari sesi intensif ini dirasakan langsung oleh Miftakhul Wahyu Ragil Praditya, mahasiswa semester 6 Ilmu Komunikasi UNIMMA.
Ia mengaku mendapatkan pandangan baru bahwa PR merupakan fungsi strategis yang sangat kompleks. “Kegiatan ini sangat insightful. Saya jadi paham kalau PR bukan sekadar publikasi, tapi tentang membangun hubungan jangka panjang dan mendengar publik melalui komunikasi dua arah. Menariknya lagi, sekarang PR sudah berbasis digital dan data, jadi peluang karier buat kami nanti luas banget, dari Media Relations sampai Crisis Communication,” ujar Ragil.
Melalui Studium Generale ini, Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA terus berkomitmen memperpendek jarak antara kurikulum akademik dengan standar kebutuhan industri media dan korporasi.
Pemahaman mengenai manajemen krisis dan citra institusi diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menyongsong karier profesional. Dengan pembekalan berbasis praktik ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA diharapkan mampu menjadi komunikator andal yang siap mengelola reputasi dan komunikasi publik secara berkelanjutan di berbagai sektor industri.
Suasana penuh semangat menyelimuti Auditorium Kampus 1 Universitas Muhamamdiyah Magelang (UNIMMA) saat seleuruh mahasiswa Ilmu Komunikasi berkumpul untuk memulai langkah baru di semester genap melalui agenda eksklusif Meet The Expert, Rabu (1/4)
Kegiatan yang dilaksanakan pada 1 April 2026 di Auditorium Kampus 1 ini menjadi agenda wajib bagi seluruh mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA sebagai rekap pertemuan seluruh mata kuliah di minggu pertama. Fokus utama kegiatan ini adalah menjembatani teori akademik dengan realita industri, di mana mahasiswa ditantang untuk memahami ekosistem digital melalui sesi pre-test dan post-test yang komprehensif selama acara berlangsung.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti, S.I.Kom., M.A., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen prodi dalam memperbarui wawasan mahasiswa terhadap tren industri.
“Kami ingin mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA memiliki kesiapan mental dan skill yang relevan sejak hari pertama kuliah di semester genap ini. Melalui paparan praktisi seperti Clara Desita, mahasiswa dapat melihat bahwa ilmu komunikasi yang mereka pelajari memiliki nilai ekonomi yang tinggi jika dikemas dengan kreativitas dan konsistensi yang tepat,” ujar Lintang Muliawanti. Beliau juga menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk mulai membangun jejaring profesional sejak dini.
Dalam sesinya yang bertajuk “Hobi Liburan Jadi Sumber Penghasilan: Membangun Peluang Lewat Konten Digital”, Clara Desita membagikan rahasia suksesnya mengelola konten hingga memiliki jutaan likes.
Clara menekankan bahwa kunci utama menjadi kreator adalah menentukan niche yang konsisten berdasarkan formula: apa yang disukai, apa yang diketahui, dan apa yang ingin ditonton orang. “Mulai saja dulu dengan alat yang ada, karena yang terpenting adalah bagaimana kita membangun personal branding melalui cerita yang unik dan bermanfaat bagi audiens ,” ungkap Clara di depan ratusan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA. Ia juga menambahkan bahwa tiga detik pertama atau hook adalah penentu apakah audiens akan lanjut menonton konten kita atau tidak,
Pengalaman berharga ini dirasakan langsung oleh Sophia Ikhsanti, mahasiswa semester 6 Ilmu Komunikasi UNIMMA.
Ia mengaku materi ini sangat membuka wawasan, terutama mengenai teknis pembuatan konten yang engaging. “Saya jadi paham kalau langkah pertama itu harus mulai dari diri sendiri menentukan niche sesuai hobi seperti liburan, lalu bangun personal branding. Ternyata tidak perlu alat mahal, yang penting konsisten dan paham cara pakai hook di awal video supaya menarik perhatian,” ujar Sophia. Baginya, kegiatan ini membuat awal semester terasa lebih seru karena bisa mendapatkan inspirasi langsung dari ahlinya.
Melalui Studium Generale ini, Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA berharap mahasiswa semakin termotivasi untuk produktif menciptakan karya digital yang berkualitas.
Kemampuan bercerita (storytelling) yang dipadukan dengan pengalaman personal terbukti mampu membuat sebuah konten lebih hidup dan bernilai jual tinggi. Dengan membekali mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA melalui perspektif praktisi, prodi optimis lulusannya akan mampu bersaing sebagai komunikator digital yang andal dan mandiri di masa depan.
Mengawali perkuliahan semester genap pasca libur Idulfitri, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar Studium Generale bertajuk “Meet The Expert: Where Communication Meets Industry”, Rabu (01/04).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Kampus 1 ini menjadi agenda wajib sebagai rekapitulasi seluruh mata kuliah di minggu pertama. Melalui forum ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA diajak untuk menyelaraskan pemahaman teori dengan kebutuhan rill industri komunikasi melalui sesi pre-test dan post-test guna mengukur kedalaman pemahaman materi yang disampaikan oleh para pakar.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti, S.I.Kom., M.A., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan strategi prodi untuk memperpendek jarak antara dunia akademik dan profesional.
“Kami ingin mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA tidak hanya belajar dari buku teks, tetapi langsung menyerap pengalaman dari para praktisi yang bergelut di lapangan setiap harinya. Meet The Expert ini kami rancang agar mahasiswa memiliki gambaran utuh tentang karier masa depan mereka, baik di bidang PR, konten kreatif, maupun marketing komunikasi,” ujar Lintang Muliawanti. Beliau berharap momentum awal semester ini menjadi suntikan semangat bagi mahasiswa untuk lebih produktif.
Stadium Generale kali ini menghadirkan tiga pemateri kompeten yang memberikan perspektif berbeda dari industri komunikasi.
Hadir sebagai narasumber pertama, Herni Putrianti (PR RS Queen Yogyakarta), yang membedah peran krusial humas di sektor kesehatan. Disusul oleh Clara Desita (Content Creator), yang membagikan strategi membangun personal branding di media sosial. Sesi terakhir ditutup dengan apik oleh Iqbal Dzaky (Marketing Komunikasi Syafaat), yang memaparkan dinamika strategi pemasaran di era digital yang serba cepat.
Antusiasme tinggi tampak dari bangku peserta, salah satunya diungkapkan oleh Choirunisya Aulia Puteri, mahasiswa semester 6 Ilmu Komunikasi UNIMMA.
“Seru sih, karena ini kan awal banget kuliah di semester ini. Selain dapat insight yang baru dari pemateri yang keren-keren, ini jadi ajang temu kangen sama dosen dan juga teman-teman setelah hampir satu bulan jarang kumpul karena libur Lebaran,” ungkapnya. Menurutnya, konsep belajar yang santai namun berbobot seperti ini sangat membantu mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA kembali ke ritme perkuliahan.
Kegiatan Meet The Expert ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang memicu daya kritis mahasiswa dalam menanggapi tren industri komunikasi terkini.
Program studi berharap, paparan dari para praktisi ini mampu memotivasi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA untuk terus berinovasi dan meningkatkan skill di luar jam kuliah. Konsistensi dalam menyelenggarakan forum praktisi seperti ini menjadi komitmen prodi untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja global yang dinamis.
Mengenang kembali kontribusi sosial bagi alam, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA pernah menginisiasi aksi reboisasi dan edukasi peduli lingkungan di Dusun Seloprojo, Kecamatan Grabag.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan lereng pegunungan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap isu keberlanjutan alam. Aksi tanam pohon ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari strategi komunikasi lingkungan untuk mengajak masyarakat sekitar lebih mencintai dan menjaga ekosistem sumber mata air setempat.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya membawa bibit pohon, tetapi juga membangun dialog interaktif dengan warga mengenai pentingnya menjaga hutan demi masa depan.
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA mempraktikkan kemampuan komunikasi kelompok untuk menyebarkan semangat konservasi. Langkah ini diambil karena menyadari bahwa komunikasi yang efektif adalah kunci dalam menggerakkan perubahan perilaku masyarakat terhadap kelestarian lingkungan hidup di wilayah Magelang.
Melalui flashback aksi di Seloprojo ini, terlihat bagaimana mahasiswa mampu memadukan antara teori komunikasi dengan implementasi lapangan yang bermanfaat luas.
Dampak dari penanaman pohon tersebut kini diharapkan dapat dirasakan oleh masyarakat setempat, baik dari sisi kesejukan udara maupun stabilitas tanah. Pengalaman ini pun menjadi pelajaran berharga bagi setiap mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA mengenai pentingnya peran komunikator sebagai jembatan antara isu lingkungan dan aksi kolektif masyarakat.
Aksi hijau di Dusun Seloprojo ini mempertegas identitas mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA sebagai agen perubahan yang tidak hanya mahir di depan layar, tapi juga tangguh di lapangan.
Prodi terus mendukung kegiatan-kegiatan mahasiswa yang berorientasi pada pengabdian masyarakat dan lingkungan hidup. Diharapkan, semangat reboisasi ini tetap terjaga dan menjadi inspirasi bagi angkatan mahasiswa berikutnya untuk terus melahirkan inovasi program yang berdampak positif bagi bumi dan sesama.
Keberhasilan mahasiswa dalam mengorganisir kegiatan reboisasi ini membuktikan bahwa kompetensi komunikasi sangat luas cakupannya, termasuk dalam advokasi lingkungan.
Melalui kenangan aksi di Seloprojo, prodi optimis bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA akan terus menjadi pelopor dalam gerakan-gerakan sosial yang inklusif. Konsistensi dalam menjaga alam adalah bentuk komunikasi paling nyata terhadap masa depan, dan mahasiswa kita telah menunjukkan langkah awal yang luar biasa melalui penanaman pohon tersebut.
Baca detail aksi selengkapnya pada tautan berikut: ILKOM Unimma Lakukan Reboisasi dan Peduli Lingkungan di Dusun Seloprojo