Meningkatkan Etika dan Kepercayaan Diri Melalui Table Manner bagi Mahasiswa Ilkom Unimma

Meningkatkan Etika dan Kepercayaan Diri Melalui Table Manner bagi Mahasiswa Ilkom Unimma

Sebanyak 50 mahasiswa Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) angkatan 24 baru-baru ini mengikuti kegiatan table manner yang diadakan di Ballroom Hotel Atria. Acara ini merupakan bagian dari tugas AAS pada mata kuliah Profesional Image semester 2 yang diwajibkan untuk seluruh mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 24. Tradisi mengikuti kegiatan table manner menjadi syarat untuk mendapatkan nilai AAS, hal ini sudah berjalan secara turun-temurun pada ujian mata kuliah Profesional Image. Kegiatan ini bertujuan sebagai cara membekali mahasiswa dengan etika dan penampilan profesional.

Kegiatan diawali dengan workshop table manner yang membahas tata cara makan yang benar, termasuk cara makan menurut budaya luar negeri yang dikenal sebagai manner. Mahasiswa diajarkan bagaimana memegang dan mengoperasikan alat makan secara baik dan benar. Selain itu, ada sesi tanya jawab dan diskusi interaktif dengan moderator, di mana mahasiswa yang dapat menjawab pertanyaan berkesempatan mendapatkan merchandise sebagai hadiah.

Setelah workshop, mahasiswa disajikan beberapa menu makanan sesuai urutan hidangan ala Eropa. Kemudian akan diberikan penilaian berdasarkan cara penyajian dan tata cara makan yang telah diajarkan sebelumnya. Kegiatan semakin lengkap dengan kedatangan chef yang memaparkan cara pembuatan makanan beserta bahan-bahan dan teknik penyajian yang tepat, sekaligus menunjukkan cara menikmati hidangan tersebut secara benar dan elegan.

Table manner sendiri adalah tata cara makan yang mencerminkan kesopanan, profesionalisme, dan rasa hormat di meja makan. Ini adalah seperangkat aturan yang mengatur perilaku saat makan, mulai dari cara duduk, penggunaan alat makan, hingga interaksi dengan sesama tamu dan tuan rumah. Penguasaan table manner dapat meningkatkan kepercayaan diri, membangun kesan positif, serta mempermudah komunikasi di acara formal maupun bisnis. Meskipun berbeda sesuai budaya, inti table manner adalah menciptakan suasana makan yang nyaman dan saling menghormati.

Kegiatan table manner ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi Unimma angkatan 24. Selain menambah ilmu praktis, kegiatan ini juga melatih kedisiplinan dan sopan santun yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja. Mahasiswa dapat tampil dengan percaya diri dan profesional melalui etika makan yang baik, yang merupakan bagian penting dari komunikasi nonverbal dalam interaksi sosial maupun profesional.

Kesan mahasiswa terhadap kegiatan ini sangat positif, besar harapannya melalui pelatihan seperti table manner dapat terus diadakan. Sebab, dengan dilakukannya table manner dapat mendorong lebih banyak generasi muda terutama mahasiswa dapat memahami dan menerapkan pentingnya etika dalam pergaulan formal dan profesional. Hal Ini tentunya menjadi bekal penting untuk membangun citra diri yang baik sekaligus memperluas jaringan dalam lingkungan sosial maupun karier di masa depan. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan praktis yang diterapkan sehari-hari, namun juga membangun kesan positif dalam berkomunikasi nonverbal melalui etika makan. Table manner merupakan bagian dari upaya penguatan karakter dan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang menuntut standar profesionalisme tinggi.

Mengenal Industri Kreatif Bersama Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unimma di Nuanu Creative City

Mengenal Industri Kreatif Bersama Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unimma di Nuanu Creative City

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang atau Unimma Angkatan 2022 baru-baru ini melaksanakan kunjungan industry sebagai bagian dari program pengayaan wawasan dan pengalaman professional. Kegiatan ini menjadi bentuk keseriusan program studi dalam menyiapkan mahasiswa untuk terjun ke dunia kerja melalui pemberian pengalaman langsung ke berbagai industry komunikasi. Hal ini bertujuan untuk memahami praktik kerja yang sesungguhnya dan memperkuat keterampilan yang telah dipelajari selama kuliah.

Salah satu tujuan kunjungan industry kali ini adalah Nuanu Creative City, sebuah ekosistem kreatif yang menjadi wadah bagi para innovator dan komunitas industry kreatif. Disana, mahasiswa Ilkom Unimma memperoleh kesempatan berharga untuk mempelajari proses kerja kreatif, strategi komunikasi, serta pengelolaan konten secara kolaboratif. Tidak hanya observasi, mahasiswa juga berdiskusi langsung untuk menggali ilmu, pengalaman, dan inspirasi mengenai dunia komunikasi digital dan media kreatif.

Nuanu memiliki ekosistem kreatif terintegrasi yang berfokus pada seni, budaya, komunikasi digital, dan kolaborasi lintas bidang. Berdiri di kawasan seluas 44 hektar yang berlokasi di tepi pantai Tabanan, Bali. Mengusung konsep wilayah visioner yang memadukan seni, budaya, inovasi, dan aspek sosial dalam satu ekosistem terpadu. Sebagai destinasi kreatif dan inovatif, Nuanu menyediakan ruang pendidikan, seni dan budaya, kesehatan, pengalaman, serta hunian yang seluruhnya terinspirasi dan selaras dengan keindahan alam sekitar. Aktivitas yang dapat dinikmati pengunjung atau komunitas berupa galeri seni, laboratorium kreatif, ruang terbuka hijau, taman interaktif, serta berbagai fasilitas lainnya yang menekankan antara kreativitas dan pelestarian alam.

Konsep utama Nuanu yang menonjol yaitu komitmen pada pelestarian lingkungan dan ekosistem di tangan pembangunan modern. Kawasan ini mengusung filosofi “First Nature” yang mana menempatkan alam sebagai pusat setiap aspek pembangunan dari kota kreatif ini. Nuanu menjaga banyak pepohonan meskipun berada di tengah jalan, serta melakukan penanaman kembali pohon-pohon untuk memastikan keseimbangan ekosistem tetap terjaga. Sekitar 70% area Nuanu merupakan ruang hijau berupa taman, hutan kecil, rawa-rawa, dan area konservasi mangrove. Upaya ini tidak hanya menjaga keindahan visual alam, namun mendukung keberlangsungan hidup sebagai spesies local dan keseimbangan ekologis yang menyeluruh.

Kegiatan kunjungan industry ke Nuanu ini diharapkan mampu memotivasi mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi dan memperluas jaringan yang professional. Selain meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan dunia komunikasi yang dinamis, mahasiswa juga memahami modal utama untuk bersaing dan berinovasi di masa depan. Sebab Nuanu tidak hanya sebagai pusat kreativitas dan inovasi, namun juga model kota masa depan yang berkelanjutan. Tentunya hal ini memberikan pengalaman edukatif sekaligus inspiratif bagi pengunjung, termasuk mahasiswa untuk lebih memahami pentingnya integrasi antara teknologi, kreativitas, serta keberlanjutan dalam pengembangan komunitas dan lingkungan hidup.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Belajar Langsung Industri Kreatif Berkelanjutan di Ecollabo8 Bali

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Belajar Langsung Industri Kreatif Berkelanjutan di Ecollabo8 Bali

Pada tanggal 30 Juli 2025, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) melaksanakan kunjungan industri ke Ecollabo8 Bali, sebuah platform kolaboratif yang bergerak dalam bidang industri kreatif berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam membekali mahasiswa dengan pengalaman lapangan yang relevan dengan perkembangan dunia komunikasi dan industri kreatif masa kini.

Rombongan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA berangkat menuju lokasi dengan semangat dan antusiasme tinggi. Dalam kunjungan ini, mereka didampingi oleh dosen pendamping yang memberikan arahan akademik selama perjalanan, serta tour leader dan tour guide profesional yang membantu mengelola perjalanan dan memperkaya pemahaman peserta tentang budaya dan lingkungan lokal Bali.

Ecollabo8 Bali dipilih sebagai destinasi utama karena karakter dan visi lembaganya yang selaras dengan kurikulum Ilmu Komunikasi modern, terutama dalam hal pemanfaatan komunikasi strategis, pemasaran digital, branding komunitas, serta pelestarian lingkungan melalui pendekatan kreatif. Mahasiswa diperkenalkan pada konsep dasar kolaborasi kreatif yang diterapkan oleh Ecollabo8 dalam proyek-proyeknya yang berfokus pada pengelolaan limbah, daur ulang, seni instalasi berbasis bahan ramah lingkungan, serta kampanye sosial untuk peningkatan kesadaran publik.

Selama kunjungan berlangsung, para mahasiswa mendapatkan pemaparan langsung dari tim Ecollabo8 mengenai bagaimana mereka memadukan komunikasi visual, strategi konten, hingga komunikasi lintas budaya dalam menjalankan berbagai programnya. Mereka juga diperkenalkan pada ruang kerja kreatif (creative space) yang didesain untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan. Mahasiswa tampak antusias saat berdiskusi mengenai bagaimana komunikasi dapat digunakan sebagai alat transformasi sosial, khususnya dalam isu-isu keberlanjutan.

Salah satu hal yang paling menarik perhatian peserta adalah bagaimana Ecollabo8 mampu membangun branding kuat hanya melalui media sosial dan kampanye komunitas. Mahasiswa mendapatkan materi secara langsung bagaimana proses dan pengelolaan interaksi audiens, serta teknik storytelling yang digunakan untuk membangun citra positif dan partisipatif terhadap proyek-proyek lingkungan mereka.

Menurut Dessy Nurmalasari, salah satu mahasiswa semester 6 yang turut serta dalam kunjungan ini, pengalaman tersebut membuka pandangan baru tentang dunia komunikasi di luar konteks akademik. “Kami belajar banyak tentang bagaimana strategi komunikasi tidak hanya diterapkan untuk profit, tapi juga untuk membangun kesadaran, perubahan sikap, dan gaya hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan. Selain itu kunjungan ini sangat relate dengan mata kuliah kita yaitu Digital Start Up,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi momen terakhir yang menyatukan seluruh angkatan Ilmu Komunikasi sebelum memasuki masa magang, skripsi, dan kesibukan akhir studi lainnya. “Rasanya super duper kompak, seru, dan penuh kenangan apalagi aku yang bukan domisili jawa dan ngga tahu bisa kumpul bareng-bareng dengan kalian lagi kapan. Kami bisa saling support dan seru-seruan bareng dalam satu kegiatan besar terakhir ini”.

Kegiatan ini pun menjadi refleksi bahwa komunikasi tidak hanya berhenti pada teori di ruang kelas. Dengan melihat secara langsung bagaimana praktik komunikasi dijalankan dalam ruang sosial yang nyata, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan kepekaan kritis, daya analisis, serta keterampilan kerja kolaboratif yang menjadi kunci penting dalam karier di masa depan.

Dosen pendamping Mas Alan Kusuma, menyampaikan bahwa “kegiatan kunjungan ini merupakan bentuk implementasi pembelajaran luar kelas yang dirancang untuk memperluas perspektif mahasiswa terhadap isu-isu komunikasi terhadap program berkelanjutan. Ecollabo8 menjadi contoh nyata bagaimana komunikasi dan kreativitas dapat bersinergi dengan inovasi dan tanggung jawab sosial. Mahasiswa diajak melihat proses kreatif daur ulang plastik, sekaligus mempelajari bagaimana pesan-pesan lingkungan dikemas secara strategis untuk mengedukasi dan mengajak keterlibatan masyarakat dalam mengatasi masalah sampah. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi pemantik semangat mahasiswa untuk berperan aktif dalam isu lingkungan melalui pendekatan komunikasi yang solutif dan inspiratif,” jelas beliau.

Kunjungan industri ini juga menjadi ajang penguatan relasi antara institusi pendidikan dengan pelaku industri kreatif. Tidak hanya sebagai kegiatan belajar, momen ini juga menjadi peluang bagi mahasiswa untuk menjalin jejaring dan membuka wawasan tentang potensi karier di bidang komunikasi yang lebih beragam. Setelah sesi utama berakhir, mahasiswa juga diberi kesempatan mengeksplorasi beberapa titik inspiratif di sekitar lingkungan kerja Ecollabo8 yang memadukan unsur artistik dan ekologi.

Dengan semangat belajar yang tinggi, para mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA kembali ke Magelang dengan membawa bekal wawasan baru, inspirasi, serta kesadaran kritis akan peran penting komunikasi dalam menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi pembuktian bahwa mahasiswa bukan hanya agen pembelajar, tetapi juga agen perubahan yang siap menggerakkan masyarakat ke arah yang lebih baik.

Ke depan, Prodi Ilmu Komunikasi UNIMMA berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin, menjangkau lebih banyak titik industri kreatif di Indonesia, dan memperkaya pengalaman mahasiswa dengan konteks yang relevan dengan dinamika zaman.

Penulis: Tiffani Anggi

Editor: Alan Kusuma

 

Janu Muhammad, CEO Sayur Sleman: Inspirasi Mahasiswa Magelang Jadi Wirausahawan Digital

Janu Muhammad, CEO Sayur Sleman: Inspirasi Mahasiswa Magelang Jadi Wirausahawan Digital

Magelang, 7 Mei 2025 – Dalam rangka memperkaya wawasan kewirausahaan digital mahasiswa, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Berani Membangun Usaha / Start Up” pada Rabu, 7 Mei 2025, bertempat di Ruang A13 Kampus 1, Jalan Tidar 21, Kota Magelang.

Kegiatan ini menghadirkan Janu Muhammad, Founder dan CEO Sayur Sleman sebagai narasumber utama. Dalam sesi yang berlangsung interaktif, Janu berbagi pengalaman dan perjalanan membangun startup dari nol hingga menjadi usaha berbasis digital yang berkembang pesat. Ia menekankan pentingnya keberanian mengambil risiko, kemampuan komunikasi bisnis yang mumpuni, serta strategi digital yang tepat sasaran sebagai kunci sukses dalam dunia startup.

Kuliah tamu ini menjadi bagian dari mata kuliah Digital Start Up dan Komunikasi Bisnis, yang bertujuan mengaitkan teori akademik dengan praktik nyata di lapangan. Selain mendapatkan wawasan langsung dari praktisi, mahasiswa juga didorong untuk menumbuhkan mindset kewirausahaan yang tangguh dan berani menghadapi tantangan zaman.

Dengan mengusung tema besar “Berani Membangun Usaha / Start Up”, kuliah tamu ini menegaskan bahwa dunia digital memberikan peluang luas bagi generasi muda untuk menciptakan solusi, menjawab kebutuhan pasar, dan membangun masa depan yang mandiri secara ekonomi.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang hangat, di mana para mahasiswa antusias menggali lebih dalam seputar strategi memulai bisnis, membangun tim, hingga teknik pitching kepada investor. Acara ini menjadi momentum inspiratif bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang untuk mulai melangkah menjadi entrepreneur muda berbasis digital.

Penulis: Tiffani Anggi

Editor: Alan Kusuma

Dekan dan Wakil Dekan FPH Unimma Ikuti Pembekalan Tata Kelola: Komitmen Menuju Institusi Unggul dan Bermutu

Dekan dan Wakil Dekan FPH Unimma Ikuti Pembekalan Tata Kelola: Komitmen Menuju Institusi Unggul dan Bermutu

Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) terus berkomitmen memperkuat tata kelola kelembagaan dan komitmen terhadap Persyarikatan Muhammadiyah melalui kegiatan Pembekalan Penguatan Tata Kelola Unimma dan Komitmen terhadap Persyarikatan yang digelar pada Jumat–Sabtu, (2–3/5) di Hotel Griya Persada, Kaliurang, Sleman, Yogyakarta.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pimpinan Unimma, termasuk pengurus Badan Pembina Harian (BPH), Rektor dan Wakil Rektor, serta para Dekan dan Wakil Dekan dari seluruh fakultas. Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH) turut ambil bagian dengan kehadiran Dekan Aning Az Zahra, M.A. dan Wakil Dekan Prihatin Dwihantoro, S.Sn., M.I.Kom.

Salah satu sesi penting dalam pembekalan ini adalah arahan dari Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Bambang Setiaji, yang memberikan pandangan strategis mengenai peran perguruan tinggi Muhammadiyah dalam membangun tata kelola yang berkelanjutan serta memperkuat nilai-nilai keislaman dalam manajemen pendidikan tinggi.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Rektor dan Wakil Rektor, diskusi interaktif, penyusunan resume dan komitmen, serta penandatanganan pakta integritas sebagai wujud kesungguhan pimpinan dalam menerapkan hasil pembekalan di unit kerja masing-masing.

Dengan status akreditasi unggul yang telah diraih, pembekalan ini menjadi bagian dari upaya strategis Unimma untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, memperkuat reputasi institusi, dan menghadirkan layanan pendidikan yang unggul dan bermutu bagi masyarakat, sekaligus meneguhkan komitmen pada nilai-nilai dan misi Persyarikatan Muhammadiyah.

Borobudur Communication Review Raih Akreditasi Sinta 4: Langkah Besar Menuju Jurnal Ilmiah Bereputasi

Borobudur Communication Review Raih Akreditasi Sinta 4: Langkah Besar Menuju Jurnal Ilmiah Bereputasi

Borobudur Communication Review (BCREV), jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang, baru saja meraih akreditasi Sinta 4 berdasarkan keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nomor 10/C/C3/DT.05.00/2025 tertanggal 21 Maret 2025. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa jurnal ini semakin diakui dalam dunia akademik, khususnya dalam bidang ilmu komunikasi. Akreditasi Sinta merupakan sistem indeksasi jurnal ilmiah di Indonesia yang disusun oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) guna menilai kualitas serta kontribusi jurnal terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Dengan memperoleh peringkat Sinta 4, Borobudur Communication Review menunjukkan komitmennya dalam menyajikan penelitian-penelitian berkualitas yang dapat memberikan manfaat bagi akademisi, peneliti, dan praktisi komunikasi.

Perolehan akreditasi ini tentu bukan hasil yang instan. Upaya keras tim redaksi, para penulis, serta para reviewer yang terlibat dalam penyusunan dan penyuntingan jurnal telah membawa BCREV menuju pencapaian ini. Kualitas artikel yang diterbitkan, konsistensi dalam penerbitan, serta penerapan standar akademik yang ketat menjadi faktor utama dalam keberhasilan akreditasi ini. Dengan akreditasi ini, jurnal Borobudur Communication Review memiliki peluang yang lebih besar untuk menarik lebih banyak peneliti dari berbagai institusi untuk mempublikasikan karya ilmiah mereka. Selain itu, akreditasi ini juga membuka pintu bagi kolaborasi lebih luas dengan jurnal-jurnal lain di tingkat nasional maupun internasional.

Keberhasilan ini juga menjadi dorongan bagi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang untuk terus meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah. Dengan adanya jurnal yang terakreditasi, mahasiswa dan dosen memiliki wadah yang kredibel untuk menyebarluaskan hasil penelitian mereka, sekaligus meningkatkan reputasi institusi dalam dunia akademik. Selain itu, pencapaian ini diharapkan dapat memotivasi civitas akademika untuk lebih aktif dalam menulis dan menerbitkan penelitian yang inovatif dan berdampak bagi masyarakat luas. Jurnal ilmiah yang berkualitas tidak hanya menjadi sumber referensi yang terpercaya, tetapi juga berperan dalam pengembangan keilmuan di era digital saat ini.

Dengan akreditasi Sinta 4 ini, Borobudur Communication Review semakin memiliki legitimasi dan daya saing di tingkat nasional. Ke depan, diharapkan jurnal ini terus berkembang dan mampu meningkatkan peringkat akreditasinya ke tingkat yang lebih tinggi. Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang berkomitmen untuk terus mendukung pengelolaan jurnal ini dengan lebih baik, termasuk dalam hal manajemen editorial, peningkatan kualitas artikel, serta memperluas jaringan akademik. Akhirnya, pencapaian ini bukan hanya sebuah prestasi, tetapi juga tantangan untuk terus menjaga dan meningkatkan standar publikasi ilmiah agar dapat terus berkontribusi bagi perkembangan ilmu komunikasi di Indonesia.

Penulis: Tiffani Anggi

Editor: Alan Kusuma