Dosen Ilkom UNIMMA Pimpin Pengembangan Konsep Wisata Halal di Pemandian Air Panas Tempuran

Dosen Ilkom UNIMMA Pimpin Pengembangan Konsep Wisata Halal di Pemandian Air Panas Tempuran

Program Studi Ilmu Komunikasi (Prodi Ilkom) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kawasan strategis. Kali ini, dosen-dosen Ilkom UNIMMA memimpin langsung tim yang berhasil meraih hibah bergengsi untuk menguatkan ekosistem Wisata Halal dan Pemberdayaan UMKM di Pemandian Air Panas , Desa Sumberarum, Tempuran.

Pengembangan Desa Sumberarum, Kecamatan Tempuran, yang hanya berjarak enam kilometer dari Candi Borobudur ini, difokuskan sebagai penyangga Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur. Menariknya, inisiatif vital ini digawangi oleh tim pengabdian yang mayoritas merupakan akademisi dari Prodi Ilmu Komunikasi UNIMMA.

Tim pengabdian ini diketuai oleh Dwi Susanti, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA. Dwi Susanti dengan anggota tim pengambdian Lintang Muliawanti (Ilmu Komunikasi UNIMMA) dan Zulfikar Bagus Pambuko (Hukum Ekonomi Syariah UNIMMA). Kolaborasi lintas disiplin ilmu ini memastikan pengembangan desa wisata tidak hanya kuat dari sisi komunikasi dan branding, tetapi juga legalitas dan prinsip syariah.

Menurut Dwi Susanti, Desa Sumberarum memiliki potensi besar dengan enam sumber pemandian air panas alami yang telah dikelola masyarakat sejak tahun 2021. Salah satu mitra binaan yang menjadi proyek percontohan dalam penerapan standar wisata halal adalah Umbul Banyuroso.

“Dengan semangat gotong royong, kami ingin memperkuat kelembagaan, memberdayakan UMKM lokal, dan menghadirkan model percontohan bagi pemandian lainnya,” jelas Dwi Susanti.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa konsep wisata halal yang dibawa oleh tim Ilkom UNIMMA ini bersifat inklusif.

“Konsep wisata halal tidak hanya untuk wisatawan muslim, tetapi juga memberi jaminan layanan wisata yang bersih, aman, nyaman, dan ramah keluarga,” tegas Dwi Susanti. “Dengan standar halal, Desa Sumberarum dapat menjangkau pasar wisata lebih luas sekaligus memperkuat citra Magelang sebagai destinasi inklusif dan berkelanjutan.”

Komitmen Prodi Ilkom UNIMMA dalam memberikan pengalaman belajar nyata terlihat jelas dari keterlibatan empat mahasiswa UNIMMA dalam program ini, dua di antaranya berasal dari Prodi Ilmu Komunikasi. Kontribusi mereka di lapangan setara dengan 8 SKS, termasuk KKN, menjadikannya model pembelajaran berbasis proyek yang konkret.

Selain fokus pada pengembangan pemandian, tim juga menggandeng BUMDes “Maju Bersama” untuk inovasi produk. Mereka melakukan pendampingan pengolahan pepaya california menjadi produk olahan khas dengan nilai jual lebih tinggi.

Salah satu anggota tim, Lintang Muliawanti, dalam sesi materi kepada Pokdarwis desa setempat, juga menjelaskan tentang penguatan peran Pokdarwis menuju desa wisata halal yang berkelanjutan. Lintang menegaskan bahwa fokus wisata halal adalah menjamin kenyamanan dan keamanan bagi semua, bukan semata aturan syariah.

Program ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya ekosistem desa wisata yang berbasis kearifan lokal, inovatif, dan berdaya saing, serta memperkuat peran Prodi Ilmu Komunikasi sebagai agent of change di tengah masyarakat.

Paya Kress: Inovasi Keripik Pepaya Lokal Tampil Memukau di Kedu Innovation Expo 2025

Paya Kress: Inovasi Keripik Pepaya Lokal Tampil Memukau di Kedu Innovation Expo 2025

Produk inovasi dari program Pengabdian kepada Masyarakat-Pemberdayaan Wilayah (PKM PW) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), “Paya Kress” keripik kering pepaya olahan Pokdarwis Desa Sumber Arum tampil memukau dan menarik perhatian pengunjung di ajang Kedu Innovation Expo 2025. Produk unggulan ini dipamerkan di booth UNIMMA dilaksanakan pada Rabu sampai dengan Kamis (19–20/11), di halaman Gedung Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tidar (UNTIDAR), Magelang.


Baca Juga: UNIMMA Kuatkan UMKM Wisata Tempuran lewat Inovasi Produk Pepaya Unggulan

“Paya Kress” merupakan produk olahan pangan yang berasal dari buah pepaya lokal. Inovasi ini digagas oleh Tim PKM-PW UNIMMA sebagai solusi untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas pepaya di tingkat desa melalui diversifikasi produk. Produk ini diproduksi dan dikembangkan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sumber Arum, Kecamatan Tempuran, Magelang, mitra pengabdian tim UNIMMA. Kehadiran produk ini di KMI Expo merupakan wujud implementasi hasil riset perguruan tinggi untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIMMA mengawal partisipasi UNIMMA pada Kedu Innovation Expo 2025. Melalui booth yang disediakan, LPPM memamerkan beragam inovasi hasil PKM dari seluruh program studi, termasuk produk unggulan ‘Paya Kress’

Dr. Retno Rusdjijati, M.Kes, Ketua LPPM UNIMMA, menyampaikan bahwa partisipasi ini menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan dan kebermanfaatan inovasi kampus.

“Melalui expo ini, kami ingin memperkenalkan produk-produk hasil riset dan pengabdian UNIMMA kepada masyarakat luas. Harapannya, karya-karya inovatif ini tidak hanya dikenal, tetapi juga membuka peluang kerja sama dan pengembangan lebih lanjut. Khusus untuk masyarakat dampingan yang telah mendapatkan pelatihan kewirausahaan, kami ingin produk mereka semakin dikenal dan memiliki nilai tambah,” ujarnya.

Dr. Retno juga menegaskan bahwa UNIMMA terus mendorong budaya riset yang aplikatif dan solutif.

“Kami di LPPM ingin memastikan bahwa inovasi yang dilakukan dosen peneliti di UNIMMA tidak hanya berhenti pada laporan penelitian, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan lapangan. Kegiatan seperti ini menjadi wadah penting untuk mempertemukan para inovator dengan pihak yang dapat memanfaatkan dan mengembangkan produk secara berkelanjutan,” tambahnya.

Baca Juga: UNIMMA Tampilkan Inovasi Riset dan Pengabdian di Kedu Innovation Expo 2025

Proyek “Paya Kress” sendiri dipimpin oleh Dwi Susanti, S.I.Kom., M.A., dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, dengan dukungan kolaborasi multidisiplin. Anggota tim terdiri dari Lintang Muliawanti, S.I.Kom., M.A., (Ilmu Komunikasi UNIMMA), Dr. Zulfikar Bagus Pambuko, S.E.I., M.E.I (Hukum Ekonomi Syariah UNIMMA), serta Nenden Nur Annisa, S.E., M.M. dari Universitas Widya Husada.

Tim juga melibatkan mahasiswa sebagai bentuk nyata pembelajaran berbasis masyarakat yaitu Miftakhul Wahyu Ragil Raditya dan Aurelia Rahma Niken dari Ilmu Komunikasi, serta Najmah Nafisah dan Arum Yunita dari Hukum Ekonomi Syariah.

Proses inisiasi produk ini dilakukan melalui serangkaian pelatihan dan pendampingan intensif kepada Pokdarwis Desa Sumber Arum. Pendampingan tersebut mencakup aspek teknis produksi, pengemasan (packaging).

Keikutsertaan “Paya Kress” di pameran inovasi ini menegaskan komitmen UNIMMA dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

UNIMMA Kembangkan Strategi Publikasi Digital untuk Branding

UNIMMA Kembangkan Strategi Publikasi Digital untuk Branding

Kampus perlu strategi komunikasi di era digital. Kemampuan menulis artikel dan berita yang kredibel di media digital merupakan bagian dari upaya menjaga citra institusi.

Hal ini disampaikan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Dr Lilik Andriyani.

“Di era disrupsi informasi, universitas tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu mengelola reputasi melalui narasi yang konsisten dan positif,” ujarnya.

Lilik menyampaikan ini dalam Pelatihan Penulisan Artikel dan Berita di Media Massa Digital di Aula Rektorat Lantai 3, Senin (8/10/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan universitas, mulai dari rektor, wakil rektor, dekan hingga wakil dekan, dengan tujuan memperkuat strategi manajemen branding kampus di ranah digital.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama Fajar Junaedi, dan Prof. Muji Setiyo . Fajar Junaedi, dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), menekankan bahwa branding perguruan tinggi sangat bergantung pada konsistensi pesan yang disampaikan.

Menyelami Dunia Penelitian Komunikasi Kualitatif: Meet the Expert Ilkom Unimma bersama Nobertus Ribut Santoso

Menyelami Dunia Penelitian Komunikasi Kualitatif: Meet the Expert Ilkom Unimma bersama Nobertus Ribut Santoso

Pada 8 Juli 2025 lalu, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) mengadakan kuliah tamu rutin bertajuk “Meet the Expert” yang menghadirkan Nobertus Ribut Santoso S.S., M.A., Ph.D. sebagai narasumber. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya wawasan mahasiswa mengenai metode penelitian komunikasi, khususnya penelitian kualitatif, yang sangat relevan dalam pengembangan ilmu komunikasi modern. Kuliah tamu ini diikuti oleh mahasiswa semester 6 dan 8 Prodi Ilmu Komunikasi Unimma dengan antusiasme tinggi.

Nobertus Ribut Santoso yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta menyampaikan materi yang mendalam mengenai prinsip-prinsip dan praktik penelitian komunikasi kualitatif. Beliau membahas berbagai pendekatan dan teknik yang digunakan dalam mengkaji fenomena sosial melalui metode kualitatif, termasuk wawancara mendalam, studi kasus, dan observasi partisipatif. Penjelasan beliau yang rinci dan contoh aplikasi nyata membantu mahasiswa memahami pentingnya riset kualitatif dalam menggali makna dan konteks komunikasi.

Kegiatan ini berlangsung interaktif, sehingga mahasiswa dapat berdiskusi langsung dengan Pak Nobertus mengenai tantangan yang dihadapi dalam melakukan penelitian kualitatif. Mereka juga mendapatkan kesempatan bertanya dan meninjau contoh penelitian yang beliau lakukan, menjadikan sesi ini sebagai sarana pembelajaran yang efektif. Kuliah tamu tersebut memberikan nilai tambah signifikan bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi tugas akhir dan penelitian akademik lainnya.

Lebih dari sekadar berbagi ilmu, Pak Nobertus juga memberikan motivasi dan dorongan bagi mahasiswa Ilkom Unimma untuk melanjutkan studi ke jenjang S2, khususnya di Magister Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Beliau menjelaskan berbagai keunggulan program magister tersebut, termasuk kurikulum yang komprehensif, dosen yang berkompeten, serta fasilitas pendukung yang memadai untuk pengembangan akademik dan riset. Ajakan ini menjadi peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan karier akademik dan profesional yang lebih luas.

Melalui kuliah tamu ini, Ilkom Unimma berkomitmen untuk terus menghadirkan narasumber yang inspiratif dan ahli di bidangnya, bertujuan untuk memberikan wawasan yang aplikatif dan bermanfaat bagi mahasiswa. Program “Meet the Expert” dirancang untuk menjembatani teori dan praktik, sekaligus meningkatkan motivasi belajar mahasiswa dalam mendalami ilmu komunikasi secara komprehensif. Kegiatan ini juga menjadi sarana penting dalam membangun jejaring akademik dan profesional.

Para peserta kuliah tamu menyatakan apresiasi atas materi yang diberikan dan kesempatan berdiskusi langsung dengan Pak Nobertus Ribut Santoso. Mereka merasakan pengalaman belajar yang berbeda dan lebih mendalam, terutama dalam memahami seluk-beluk penelitian komunikasi kualitatif. Banyak mahasiswa yang terinspirasi untuk melanjutkan studi dan mengembangkan riset komunikasi yang bermakna di masa depan.Dengan suksesnya pelaksanaan kuliah tamu ini, diharapkan mahasiswa Ilkom Unimma semakin termotivasi untuk mengasah kemampuan riset mereka dan mempertimbangkan peluang pendidikan lanjutan di program pascasarjana,. Kegiatan semacam ini membuktikan komitmen Unimma dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia yang unggul.

Tim Mimi & Clay Ilkom Unimma yang Sukses Raih Pendanaan P2MW: Wujudkan Mainan Edukatif dan Inovatif untuk Masa Depan Anak Bangsa

Tim Mimi & Clay Ilkom Unimma yang Sukses Raih Pendanaan P2MW: Wujudkan Mainan Edukatif dan Inovatif untuk Masa Depan Anak Bangsa

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) berhasil memperoleh pendanaan Program Pengembangan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), yang diumumkan pada tanggal 16 Juli 2025. Pendanaan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan kreativitas dan semangat kewirausahaan mahasiswa melalui program yang difasilitasi oleh pemerintah Indonesia. Keberhasilan ini membuktikan bahwa mahasiswa Unimma mampu berkompetisi secara nasional dengan ide bisnis yang inovatif serta berpotensi tinggi.

P2MW merupakan program nasional yang dirancang untuk memberikan dukungan dana kepada mahasiswa yang memiliki usaha kreatif dan inovatif. Program tersebut menyediakan modal sekaligus pembinaan secara menyeluruh mulai dari tingkat perguruan tinggi hingga tingkat nasional. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pendanaan tetapi juga bimbingan yang komprehensif dalam mengelola bisnis mereka, sehingga mampu berkontribusi positif bagi perekonomian nasional.

Sebanyak 12 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang mengikuti sesi briefing sebagai langkah persiapan pengajuan proposal, namun hanya 10 proposal yang berhasil disubmit untuk tahap penilaian. Proses seleksi dilakukan secara bertahap, dimana setiap proposal wajib memperoleh persetujuan dari pimpinan perguruan tinggi terlebih dahulu sebelum diajukan ke tingkat nasional. Hal ini menunjukkan bahwa pengajuan proposal dilakukan secara cermat dan terstruktur agar layak mendapatkan pendanaan.

Salah satu tim yang berhasil meraih pendanaan adalah tim Mimi & Clay dari prodi Ilmu Komunikasi angkatan 22, yang diketuai oleh Jihan Ika Ayuningtyas dengan anggota Rifan Dzaky Widyadhana, Audia Ananda Saputri, Salma Aliya Nur Annisa, dan Zurayda Rizalia Putri. Tim ini mengembangkan produk mainan anak berbahan clay yang ditujukan sebagai media stimulasi motorik anak-anak. Selain aspek edukatif, produk ini juga melibatkan ibu rumah tangga dalam proses produksinya, sehingga memberikan nilai sosial sekaligus peluang pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat sekitar.

Inovasi dari tim Mimi & Clay ini menargetkan segmen pasar anak-anak dengan pendekatan edukasi motorik yang kreatif dan menarik. Produk tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasar terhadap mainan yang tidak hanya menghibur tetapi juga bersifat edukatif. Pelibatan ibu rumah tangga sebagai bagian dari proses produksi membuka kesempatan wirausaha baru dan meningkatkan kesejahteraan komunitas lokal.

Program Studi Ilmu Komunikasi Unimma memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa dengan membekali mereka pengetahuan mengenai penyusunan proposal serta Business Model Canvas (BMC). Pembinaan yang intensif tersebut membantu mahasiswa dalam menyusun proposal dengan sistematika yang baik serta merancang strategi bisnis yang matang. Dukungan ini menjadi faktor krusial dalam keberhasilan pengajuan pendanaan di tingkat nasional.

Untuk tahap selanjutnya, produk Mimi Clay direncanakan akan mulai diproduksi dan dipasarkan dalam waktu dua bulan ke depan. Tim juga menargetkan untuk berpartisipasi dalam Bazaar nasional yang dilaksanakan di Universitas Tidar (Untid) sebagai sarana promosi serta pengenalan produk ke pasar yang lebih luas. Harapan besar mereka adalah produk ini dapat diterima dengan baik dan mampu menciptakan peluang bisnis yang berkelanjutan.

Tim Mimi & Clay menyampaikan rasa bangga dan kebahagiaan atas keberhasilan ini, yang tidak hanya membuka peluang bagi mereka untuk menjadi wirausaha muda, tetapi juga memberikan akses pendanaan dari pemerintah. Mereka mengajak masyarakat untuk mengikuti perkembangan produk melalui akun Instagram @mimi_clay. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi Unimma untuk terus meningkatkan kreativitas serta mengembangkan potensi kewirausahaan demi masa depan yang lebih gemilang.

Mahasiswa Ilkom Unimma Tampil Gemilang dengan 7 Gelar Juara di SILAT APIK 2025

Mahasiswa Ilkom Unimma Tampil Gemilang dengan 7 Gelar Juara di SILAT APIK 2025

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) kembali menorehkan sejarah baru dalam ajang bergengsi Silat APIK PTMA 2025 dengan meraih tujuh penghargaan sekaligus. Ajang Silahturahmi Nasional Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah atau SILAT APIK PTMA 2025 digelar di Universitas Muhammadiyah Cirebon. Prestasi mahasiswa Ilkom Unimma ini merupakan hasil kerja keras, dedikasi, dan kolaborasi solid antara mahasiswa serta dosen pembimbing dalam membangun dan mempertahankan kualitas akademik serta kreativitas mahasiswa di tingkat nasional. Kemenangan ini menjadi cerminan semangat generasi muda Unimma untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama kampus di kancah nasional.

Ajang SILAT APIK PTMA 2025 diikuti oleh mahasiswa dan dosen dari seluruh Program Studi Ilmu Komunikasi di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia. Kegiatan ini bukan hanya ajang kompetisi semata, namun juga menjadi wadah untuk berkolaborasi dan menunjukkan kreativitas mahasiswa di bidang komunikasi. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unimma berhasil menunjukkan kemampuannya dengan meraih juara di berbagai kategori, seperti Penulisan Public Relations, Pembuatan Konten Videografi, Lomba Foto Human Interest, dan Reportase.

Husnul Kayla Yusuf Rizkiyya berhasil meraih juara 1 dalam kategori Public Relations Writing, sementara Ihsan Taufiqurohman memenangkan juara 1 di kategori Content Creator (Videografi) serta juara 2 untuk kategori Content Creator Digital Content. Tak kalah impresif, Muhammad Ilham Nova Rizal meraih juara 1 di Lomba Foto Human Interest, dan Khansa Aziza Arya Kusuma memperoleh juara 2 pada kategori Reportase. Setiap kategori menuntut mahasiwa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam mengangkat isu-isu actual dan relevan di tengah masyarakat. Sehingga prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi Unimma tidak hanya cemerlang di bidang akademik, tetapi juga mampu bersaing secara kompetitif di dunia nyata.

Selain membawa pulang penghargaan, acara ini juga menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk bertukar pengalaman dan membangun jaringan dengan peserta lain dari berbagai universitas Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Dalam sesi diskusi, seminar, dan workshop yang diadakan selama event berlangsung, mahasiswa Unimma aktif berkontribusi dan berdiskusi tentang tren komunikasi digital, inovasi media, hingga penguatan literasi media di era modern. Pengalaman mengikuti Silat APIK tidak hanya memperkaya kompetensi akademik mahasiswa, namun juga menanamkan nilai-nilai seperti sportivitas, kerja sama, dan kepemimpinan. Banyak peserta yang mengaku merasakan peningkatan kepercayaan diri dan keterampilan komunikasi setelah terlibat secara langsung dalam persaingan nasional yang kompetitif dan bermartabat.

Capaian tujuh juara ini menjadi motivasi tersendiri bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan diri, baik di bidang akademik, kemampuan praktis, maupun aspek kepemimpinan. Program Studi Ilmu Komunikasi Unimma berkomitmen untuk terus memberikan dukungan nyata dalam pengembangan soft skill dan hard skill setiap mahasiswanya melalui berbagai kegiatan kompetitif dan inovatif di masa mendatang. Melalui  semangat, kreativitas, dan integritas yang terus dijaga, mahasiswa Ilmu Komunikasi Unimma berhasil membuktikan bahwa mereka siap menjawab tantangan zaman dan menjadi agen perubahan positif dalam dunia komunikasi di Indonesia. Prestasi gemilang di ajang Silat APIK PTMA 2025 ini diharapkan tidak hanya menjadi catatan prestasi, namun juga menjadi inspirasi bagi seluruh keluarga besar Unimma untuk terus berinovasi dan berprestasi di masa depan.