Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) sukses menggelar kegiatan sosialisasi edukasi kebersihan lingkungan di Desa Ngadiharjo guna mengatasi penumpukan sampah pada awal Desember lalu. Aksi nyata ini merupakan implementasi strategis dari mata kuliah Komunikasi Pembangunan yang diampu oleh dosen Alan Kusuma.
Melalui pendekatan komunikasi yang persuasif, para mahasiswa berupaya meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan desa secara mandiri dan berkelanjutan. Penekanan pada partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menanggulangi permasalahan sampah yang selama ini menjadi tantangan di wilayah Desa Ngadiharjo.
Perwakilan Perangkat Desa Ngadiharjo, Nur Khalim, menegaskan bahwa permasalahan sampah adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen warga desa tanpa terkecuali. Beliau menyampaikan harapannya agar edukasi ini mampu menciptakan lingkungan desa yang jauh lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali oleh generasi mendatang.
“Melalui edukasi kebersihan lingkungan ini, kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan demi terciptanya lingkungan desa yang bersih dan sehat,” ujar Nur Khalim saat memberikan sambutan pembukaan di hadapan para warga.
Narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Riyani Rahma, turut hadir memberikan wawasan teknis mengenai pentingnya penerapan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Ia menjelaskan secara mendalam mengenai teknik pemilahan sampah sejak dari tingkat rumah tangga sebagai langkah paling efektif dalam mengurangi beban penumpukan.
“Pengelolaan sampah berbasis masyarakat sangat penting untuk diterapkan. Pemilahan sampah harus dimulai sejak dari rumah tangga, serta memanfaatkan sampah yang masih bernilai guna sebagai langkah efektif untuk mengurangi penumpukan sampah,” jelas Riyani Rahma dalam sesi materi utama.
Antusiasme warga terlihat jelas dari apresiasi yang disampaikan oleh Anita Ningsih, salah satu penduduk Desa Ngadiharjo yang mengikuti rangkaian kegiatan tersebut hingga selesai. Dirinya merasa sangat terbantu karena edukasi yang diberikan sangat bermanfaat dan membuka wawasan warga tentang cara sederhana namun berdampak besar bagi lingkungan.
“Saya sangat berterimakasih diadakan kegiatan ini. Edukasi yang diberikan benar-benar bermanfaat dan membuka wawasan kami tentang cara-cara sederhana, tapi bisa berdampak besar dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” ungkap Anita Ningsih dengan penuh antusias.
Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan diskusi interaktif dan ajakan kerja bakti bersama sebagai wujud nyata perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. Strategi Komunikasi Pembangunan yang diinisiasi mahasiswa Ilkom UNIMMA diharapkan mampu mewujudkan kemandirian warga Desa Ngadiharjo dalam menciptakan lingkungan yang sehat.
Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) terjun langsung ke tengah masyarakat melalui aksi nyata dalam pertemuan rutin Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Mendak Selatan, Bandongan. Kegiatan yang berlangsung pada awal November ini menjadi momentum penting bagi para mahasiswa untuk mengaplikasikan strategi komunikasi yang telah dipelajari di bangku perkuliahan.
Partisipasi aktif ini merupakan bagian dari pelaksanaan mata kuliah Komunikasi Pembangunan Daerah yang fokus pada pemberdayaan potensi lokal melalui pesan-pesan pembangunan yang efektif. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi terlibat secara teknis mulai dari persiapan acara, pendampingan kegiatan, hingga proses dokumentasi selama pertemuan berlangsung.
Agenda rutin yang dilaksanakan setiap Senin pada minggu pertama ini terasa spesial karena bertepatan dengan sosialisasi inovatif dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) mengenai pengolahan hasil panen. Mahasiswa UNIMMA turut mendukung penuh jalannya penyuluhan agar informasi yang disampaikan oleh para ahli dapat diterima dengan baik oleh anggota KWT.
Salsabila, salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA, mengungkapkan bahwa pengalaman lapangan ini memberikan sudut pandang baru mengenai cara berinteraksi dengan masyarakat pedesaan. Ia merasa bahwa teori komunikasi pembangunan yang selama ini dipelajari menjadi lebih nyata ketika dihadapkan langsung pada dinamika sosial di lapangan.
“Melalui pertemuan rutin KWT ini, kami belajar secara langsung bagaimana komunikasi pembangunan diterapkan dalam kegiatan penyuluhan pertanian. Kami memahami bahwa komunikasi yang baik, mulai dari proses perizinan hingga penutupan, sangat menentukan kelancaran kegiatan di lapangan,” ujar Salsabila saat menjelaskan keterlibatannya.
Fokus utama dalam sosialisasi tersebut adalah pengenalan proses pembuatan Nata de Tomato sebagai solusi kreatif atas melimpahnya komoditas tomat di wilayah Bandongan. Materi ini disampaikan oleh Siti Sa’adah selaku penyuluh dari BPP yang melihat adanya potensi besar dalam pengolahan pangan berbasis fermentasi untuk meningkatkan nilai ekonomis.
Pemilihan tomat sebagai bahan utama didasari oleh sifatnya yang mudah rusak jika tidak segera ditangani setelah masa panen tiba. Ibu Siti Sa’adah menjelaskan bahwa tomat termasuk hasil pertanian yang cepat membusuk sehingga melalui fermentasi Nata de Tomato, hasil panen tetap bisa dimanfaatkan dan memiliki daya simpan yang lebih lama.
“Tomat termasuk hasil pertanian yang cepat membusuk. Melalui fermentasi Nata de Tomato, hasil panen tetap bisa dimanfaatkan dan tidak terbuang,” jelas Ibu Siti Sa’adah kepada para ibu-ibu anggota KWT yang tampak antusias menyimak proses pembuatan produk olahan tersebut.
Keterlibatan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan yang mampu menjembatani perguruan tinggi dengan masyarakat. Pengalaman ini menjadi bukti bahwa komunikasi yang efektif dapat mendorong inovasi lokal dan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
Lingkungan dan Remaja Produktif
Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) sukses menjalin kolaborasi strategis dengan Polsek Windusari dalam kegiatan sosialisasi bertajuk “Pembinaan Keamanan Lingkungan dan Remaja Produktif” di Dusun Malanggaten, Windusari.
Kegiatan yang dilaksanakan pada pertengahan November 2025 ini merupakan bentuk implementasi nyata dari luaran mata kuliah Komunikasi Pembangunan Daerah yang diampu oleh dosen Alan Kusumua. Mahasiswa terjun langsung ke masyarakat untuk mengaplikasikan teori komunikasi dalam mendukung pembangunan sosial.
Target utama dari sosialisasi yang bertempat di Masjid Jami’ Baitusajiddin ini adalah warga dusun, khususnya bapak-bapak dan para remaja. Fokus utamanya adalah membangun kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan yang aman sekaligus memberdayakan potensi pemuda setempat.
Kapolsek Windusari, Endro, yang hadir sebagai narasumber utama memberikan penekanan khusus mengenai tanggung jawab bersama dalam menjaga kondusivitas wilayah. Ia menilai peran aktif remaja sangat krusial dalam menunjang keberhasilan pembangunan masyarakat di tingkat lokal.
“Keamanan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat, termasuk para remaja. Dengan lingkungan yang aman, aktivitas sosial dan pembangunan masyarakat dapat berjalan baik,” ujar Kapolsek Endro.
Mahasiswa Ilkom UNIMMA berperan sebagai fasilitator yang memastikan pesan-pesan keamanan tersebut tersampaikan secara efektif. Mereka menggunakan pendekatan komunikasi edukatif melalui alat peraga kreatif untuk memudahkan masyarakat memahami materi yang disampaikan oleh kepolisian.
Chintia Sakinah Ali, salah satu mahasiswa Ilkom UNIMMA, menjelaskan bahwa timnya fokus pada efektivitas penyampaian pesan melalui media visual. Langkah ini diambil agar poin-poin mengenai keamanan lingkungan dan pembinaan remaja dapat lebih mudah diingat oleh warga.
“Kami membantu proses penyampaian pesan dengan menggunakan poster edukasi agar materi tentang keamanan lingkungan dan pembinaan remaja dapat lebih mudah dipahami dan diingat oleh warga di Malanggaten ini,” ungkap Chintia saat mendampingi kegiatan.
Respon positif juga datang dari kalangan pemuda desa yang merasa mendapatkan sudut pandang baru mengenai peran mereka di masyarakat. Farhan, perwakilan remaja Dusun Malanggaten, mengaku bahwa sosialisasi ini memotivasi para pemuda untuk lebih produktif mengisi waktu luang.
“Melalui sosialisasi ini, kami sebagai remaja jadi lebih paham pentingnya menjaga keamanan lingkungan dan mengisi waktu dengan kegiatan yang positif. Harapannya, kami bisa lebih aktif berkontribusi untuk lingkungan sekitar,” tutur Farhan dengan antusias.
Diskusi interaktif yang terjadi antara warga, remaja, dan pemateri menjadi ruang berbagi solusi atas berbagai aspirasi keamanan di tingkat dusun. Sinergi ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga ketertiban wilayah secara mandiri.
Melalui program Komunikasi Pembangunan Daerah ini, mahasiswa Ilkom UNIMMA membuktikan bahwa kolaborasi antara akademisi, kepolisian, dan masyarakat adalah kunci pembangunan sosial. Langkah ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berdaya.
Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menunjukkan kematangan profesional dalam manajemen krisis melalui gelaran Skate Movement Magelang Vol. 1. Meski terkendala cuaca ekstrem, panitia berhasil menjaga antusiasme komunitas yang telah berkumpul.
Kegiatan yang awalnya direncanakan berlangsung di Fifty Coffee and Space pada 20 Desember ini harus menghadapi tantangan hujan lebat sejak siang hari. Kondisi arena yang licin menjadi pertimbangan utama panitia dalam menjaga keselamatan para peserta dan pengunjung.
Panitia yang terdiri dari mahasiswa praktikan mata kuliah MICE ini segera mengambil keputusan cepat setelah berkoordinasi dengan pihak venue dan sponsor. Langkah responsif ini diambil untuk memastikan bahwa aspek keamanan seluruh skateboarder tetap menjadi prioritas paling utama.
Ketua Panitia Skate Movement Magelang Vol. 1, Ristianto Nugroho, menjelaskan bahwa keputusan penundaan ini diambil demi kebaikan bersama. Ia sangat mengapresiasi solidaritas teman-teman komunitas yang tetap bertahan di lokasi meski kompetisi belum bisa dilaksanakan.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh komunitas yang tetap hadir meski cuaca tidak mendukung. Keamanan adalah prioritas, namun semangat silaturahmi yang tercipta hari ini membuktikan bahwa komunitas skate Magelang sangat solid dan luar biasa,” ujar Ristianto.
Selama menunggu hujan reda, suasana di lokasi justru berubah menjadi hangat dengan adanya sesi berbagi cerita, karaoke bersama, hingga kuis interaktif. Hal ini membuktikan bahwa Skate Movement bukan sekadar kompetisi teknis, melainkan wadah inklusif bagi lintas komunitas.
Panitia juga membagikan berbagai merchandise menarik dari sponsor sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas para pendukung acara yang sudah hadir. Interaksi yang tercipta di sela-sela penundaan ini justru memperkuat relasi antar komunitas dari dalam maupun luar kota.
Saat ini, pihak penyelenggara sedang menyusun jadwal ulang yang akan segera diumumkan melalui kanal media sosial resmi mereka dalam waktu dekat. Kehadiran massa yang tetap antusias menjadi motivasi besar bagi mahasiswa Ilkom UNIMMA untuk menyiapkan acara yang lebih maksimal.
Penundaan ini menjadi bukti nyata kemampuan adaptasi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam menghadapi situasi darurat di lapangan secara profesional. Semangat “Local Pride on Wheels” dipastikan akan segera bergulir kembali dengan energi yang jauh lebih besar.
Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menunjukkan kontribusi nyatanya dalam upaya pemberdayaan masyarakat melalui aksi preventif kesehatan di wilayah Kabupaten Magelang. Mahasiswa Ilkom UNIMMA sukses menggelar sosialisasi edukasi kesehatan anak dan gizi keluarga guna menekan angka stunting di lingkungan Sawitan.
Aksi nyata ini merupakan salah satu luaran wajib dari mata kuliah Komunikasi Pembangunan yang diampu oleh dosen Alan Kusuma. Melalui tugas ini, mahasiswa ditantang untuk mampu menerapkan strategi komunikasi yang efektif guna mendorong perubahan perilaku sosial masyarakat yang berkelanjutan dan bermanfaat secara luas.
Kegiatan yang dilaksanakan di Posyandu Sawitan 2, Kelurahan Sawitan, pada pertengahan November lalu ini menggabungkan layanan kesehatan rutin dengan sesi edukasi mendalam. Fokus utamanya adalah memberikan pemahaman komprehensif kepada para ibu hamil dan ibu menyusui mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak.
Nazwa Salsabilla, salah satu mahasiswa Ilkom UNIMMA, menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul setelah melihat adanya tantangan kesehatan terkait risiko stunting di wilayah tersebut. “Berdasarkan hasil observasi kami, wilayah tersebut masih menghadapi tantangan stunting di mana terdapat keluarga yang belum memahami penyebab serta pencegahan sederhana,” ungkap Nazwa.
Tantangan yang ditemukan di lapangan antara lain adalah kurangnya pengetahuan orang tua mengenai pola asuh yang optimal serta standar gizi yang sesuai. Oleh karena itu, mahasiswa merancang model sosialisasi yang interaktif agar masyarakat dapat dengan mudah menyerap informasi penting mengenai kesehatan anak mereka.
Untuk memastikan akurasi informasi, mahasiswa menggandeng bidan Novi dari Puskesmas Kota Mungkid sebagai narasumber utama dalam sesi edukasi tersebut. Bidan Novi memberikan pemahaman mendalam terkait pemberian ASI eksklusif, teknik MPASI yang tepat, serta perhatian khusus terhadap pola asuh sebagai langkah dini pencegahan risiko stunting.
Lurah Sawitan, Djoko Dwi Sulistiono, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah strategis yang diambil oleh para mahasiswa di bawah bimbingan dosen Alan Kusuma ini. Ia menilai kehadiran akademisi sangat membantu perangkat desa dalam menyebarluaskan informasi kesehatan yang krusial bagi warga sekitar.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya urusan tenaga kesehatan,” tutur Djoko dengan penuh apresiasi saat memberikan sambutan di tengah jalannya kegiatan sosialisasi tersebut.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata adanya sinergi yang harmonis antara pihak kelurahan, pusat kesehatan masyarakat, dan akademisi dalam menciptakan lingkungan yang lebih berdaya secara sosial. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penyampai pesan, tetapi juga menjadi fasilitator bagi terciptanya generasi yang lebih sehat.
Melalui luaran mata kuliah Komunikasi Pembangunan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA telah membuktikan bahwa komunikasi adalah kunci utama dalam menggerakkan partisipasi aktif warga. Upaya preventif ini diharapkan mampu menekan angka stunting secara signifikan dan menciptakan masyarakat Sawitan yang bebas dari masalah gizi kronis.
Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menegaskan peran aktifnya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Pemberdayaan Wilayah (PKM-PW). Program terbaru yang sukses dilaksanakan berfokus pada “Penguatan Ekosistem Wisata Halal dan Pemberdayaan UMKM” di Pemandian Air Hangat Umbul Banyu Roso, Desa Sumberarum, Tempuran, Magelang.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 15 Desember 2025 ini bertujuan meningkatkan branding pemandian air hangat tersebut agar lebih dikenal luas, sekaligus memperkenalkan konsep wisata halal kepada publik.
Strategi Komunikasi Digital untuk Wisata Halal
Kegiatan PKM-PW ini diketuai oleh Dosen dari Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Dwi Susanti. Tim pengabdian ini membawa keahlian komunikasi digital untuk menjawab tantangan promosi yang dihadapi pengelola wisata lokal.
Fokus pelatihan adalah penguatan konten digital. Peserta, yang merupakan pengelola pemandian, diajarkan strategi komunikasi yang efektif, mulai dari teknik pengambilan gambar, penulisan caption yang menarik, hingga pemanfaatan media sosial untuk membangun branding wisata.
Menariknya, pemateri dalam pelatihan ini adalah jebolan atau alumni dari Ilmu Komunikasi UNIMMA sendiri. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa lulusan prodi memiliki kompetensi yang relevan dan siap berkontribusi langsung pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sambutan Hangat dari Pengelola Lokal
Konsep pelatihan yang menggabungkan skill digital dan konsep wisata halal ini disambut antusias oleh pengelola pemandian. Sulus, salah satu pengelola Pemandian Air Panas Umbul Banyu Roso, mengungkapkan harapannya.
“Semoga setelah adanya pelatihan terkait pembuatan konten ini, Pemandian Air Panas Umbul Banyu Roso ini bisa semakin ramai dan dikenal oleh masyarakat luas,” ujar Sulus.
Harapan ini sejalan dengan tujuan Ilmu Komunikasi UNIMMA: memastikan UMKM dan potensi wisata lokal memiliki literasi digital yang memadai untuk bersaing di era informasi. Dengan konten digital yang kuat, branding wisata Umbul Banyu Roso akan semakin efektif menjangkau wisatawan potensial, baik domestik maupun internasional.
Kegiatan PKM-PW ini menegaskan komitmen Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu menghubungkan ilmu pengetahuan (knowledge) di kampus dengan praktik nyata (action) di masyarakat, khususnya dalam mengembangkan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis syariah.