UNIMMA dan BPPTKG Perkuat Edukasi Mitigasi Bencana bagi Warga Desa Sengi

UNIMMA dan BPPTKG Perkuat Edukasi Mitigasi Bencana bagi Warga Desa Sengi

MAGELANG – Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) melalui Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH) menggandeng Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menyelenggarakan sosialisasi kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana Gunung Merapi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, pada Rabu (15/7).

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawati, M.A., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis praktik yang menghubungkan materi perkuliahan dengan kebutuhan nyata di masyarakat. Menurutnya, mata kuliah Komunikasi Bencana dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui kegiatan edukatif.

Ia menambahkan, kerja sama dengan BPPTKG diharapkan dapat terus berlanjut dalam berbagai program mitigasi bencana, khususnya yang berkaitan dengan komunikasi kebencanaan. Kolaborasi tersebut juga menjadi salah satu bentuk kontribusi UNIMMA dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pada kesempatan itu, BPPTKG memaparkan kondisi terkini Gunung Merapi yang hingga pertengahan tahun 2026 masih berada pada status aktivitas tinggi. Warga memperoleh informasi mengenai potensi ancaman yang dapat terjadi, seperti aliran lava, awan panas guguran, banjir lahar, hingga kemungkinan erupsi eksplosif. Selain menyampaikan perkembangan aktivitas gunung, BPPTKG juga mengulas kejadian banjir lahar yang terjadi pada 3 Maret 2026 sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kesiapsiagaan. Pemerintah desa dan masyarakat didorong untuk meninjau kembali standar operasional prosedur (SOP) kebencanaan serta memperkuat peran tim siaga desa.

Perwakilan BPPTKG dari bagian Penyebaran Informasi Kebencanaan Geologi, Noer Cholik, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif UNIMMA dalam membangun kolaborasi dengan lembaga pemerintah. Menurutnya, keterlibatan akademisi dan mahasiswa memberikan nilai tambah dalam upaya pengurangan risiko bencana. Ia juga menegaskan bahwa BPPTKG siap mendukung berbagai kegiatan serupa pada masa mendatang, terutama mengingat kedekatan wilayah UNIMMA dengan kawasan Gunung Merapi.

Kepala Desa Sengi, Waji, turut mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia menilai kegiatan ini semakin memperkuat pemahaman masyarakat yang selama ini telah mendapatkan informasi kebencanaan dari BPPTKG. Melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat, diharapkan penyebarluasan informasi kebencanaan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif apabila terjadi peningkatan aktivitas maupun erupsi Gunung Merapi.

FPH UNIMMA Tingkatkan Kesadaran Mahasiswa tentang Pencegahan Kekerasan melalui Kuliah Tamu “Speak Up, Stand Together”

FPH UNIMMA Tingkatkan Kesadaran Mahasiswa tentang Pencegahan Kekerasan melalui Kuliah Tamu “Speak Up, Stand Together”

Magelang – Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menyelenggarakan Kuliah Tamu bertema “Speak Up, Stand Together; Membangun Kampus Aman tanpa Kekerasan dan Bullying” pada Jumat (10/7) di Aula Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Kampus 2 UNIMMA. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Psikologi dan Ilmu Komunikasi sebagai upaya memperkuat pemahaman sivitas akademika mengenai pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan maupun perundungan.

Kegiatan diawali dengan sambutan Dekan Fakultas Psikologi dan Humaniora, Aning Az-Zahra, M.A., kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai Pedoman Pencegahan dan Penanganan Kekerasan, Pelecehan Seksual, Perundungan, serta Tata Etika Kehidupan Kampus yang disampaikan oleh Dwi Susanti, M.A. Melalui sesi ini, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai warga kampus sekaligus mengenal mekanisme perlindungan dan penanganan apabila terjadi tindak kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Sebagai narasumber utama, penulis sekaligus pegiat isu perempuan Kalis Mardiasih mengajak peserta memaknai kampus sebagai ruang yang memberikan rasa aman bagi seluruh sivitas akademika. Menurutnya, ruang aman tidak hanya mencakup ruang kuliah atau laboratorium, tetapi juga organisasi kemahasiswaan, area publik kampus, hingga ruang digital yang menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari mahasiswa.

Dalam pemaparannya, Kalis menjelaskan bahwa kekerasan seksual memiliki cakupan yang luas dan tidak terbatas pada kekerasan fisik. Segala bentuk tindakan yang merendahkan, melecehkan, menghina, maupun menyerang tubuh atau fungsi reproduksi seseorang akibat ketimpangan relasi kuasa maupun gender termasuk dalam kategori kekerasan seksual. Ia juga menguraikan berbagai bentuk kekerasan seksual, seperti pelecehan fisik dan nonfisik, eksploitasi seksual, pemaksaan perkawinan, pemaksaan kontrasepsi, hingga bentuk-bentuk lain yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

Kalis turut menyoroti bahwa lingkungan perguruan tinggi memiliki potensi terjadinya kekerasan seksual akibat adanya relasi kuasa yang tidak seimbang. Tindakan tersebut dapat melibatkan berbagai pihak, baik antara dosen dan mahasiswa, mahasiswa dengan sesama mahasiswa, maupun tenaga kependidikan dengan mahasiswa. Penyalahgunaan kewenangan, manipulasi emosional, serta kedekatan personal sering kali menjadi modus yang membuat korban merasa tertekan dan enggan melaporkan peristiwa yang dialaminya.

Selain membahas kekerasan yang terjadi secara langsung, Kalis juga mengangkat isu Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) yang semakin marak seiring berkembangnya teknologi digital. Ia menjelaskan bahwa penyebaran foto atau video pribadi tanpa persetujuan, pemaksaan mengirimkan konten intim, hingga ancaman melalui media digital merupakan bentuk kekerasan yang memberikan dampak serius bagi korban, baik secara psikologis maupun sosial.

Sesi diskusi berlangsung aktif dengan antusiasme tinggi dari para mahasiswa. Berbagai pertanyaan disampaikan mengenai cara mengenali bentuk-bentuk kekerasan, langkah yang harus dilakukan ketika menjadi korban atau saksi, serta upaya membangun budaya kampus yang menghormati hak dan martabat setiap individu.

Melalui penyelenggaraan kuliah tamu ini, Fakultas Psikologi dan Humaniora UNIMMA berharap mahasiswa semakin memiliki keberanian untuk menyuarakan kebenaran, memahami pentingnya saling melindungi, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Perdalam Pemahaman Transformasi Digital melalui Kunjungan Industri ke Telkom Corporate University

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Perdalam Pemahaman Transformasi Digital melalui Kunjungan Industri ke Telkom Corporate University

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) melaksanakan kunjungan industri ke Telkom Corporate University (Telkom CorpU) pada Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman yang dirancang untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai transformasi digital, strategi pengembangan sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung inovasi di dunia industri.

Selama kunjungan, mahasiswa diperkenalkan dengan konsep Corporate University yang diterapkan oleh PT Telkom Indonesia sebagai pusat pengembangan kompetensi bagi karyawan dan mitra perusahaan. Telkom CorpU menghadirkan ekosistem pembelajaran modern yang memadukan teknologi digital dengan berbagai metode pengembangan kapasitas guna mendorong kolaborasi, inovasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Mahasiswa juga berkesempatan meninjau berbagai fasilitas pembelajaran yang tersedia di lingkungan Telkom CorpU. Beragam ruang kelas, ruang diskusi, ruang pertemuan, hingga fasilitas olahraga dirancang secara terpadu untuk mendukung pelaksanaan pelatihan, seminar, lokakarya, serta berbagai aktivitas pengembangan kompetensi. Konsep ruang yang fleksibel dan berbasis teknologi memberikan pengalaman belajar yang interaktif sekaligus mendorong kolaborasi lintas disiplin.

Dalam sesi pemaparan, pihak Telkom CorpU menjelaskan bagaimana inovasi digital, termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), telah menjadi bagian penting dalam sistem pembelajaran dan pengelolaan fasilitas. Berbagai layanan telah terdigitalisasi, seperti sistem pemesanan ruang dan fasilitas yang dirancang untuk memberikan kemudahan akses, efisiensi operasional, serta pengalaman pengguna yang lebih optimal.

Selain itu, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa pengembangan kompetensi di era digital tidak lagi hanya menitikberatkan pada penguasaan keterampilan teknis. Dunia industri juga menuntut individu yang memiliki budaya belajar sepanjang hayat, kemampuan beradaptasi, kreativitas, serta semangat berinovasi agar mampu menghadapi perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

Kunjungan ini memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai strategi perusahaan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul di tengah percepatan transformasi digital. Mereka diajak memahami pentingnya membangun lingkungan kerja yang mendukung kolaborasi, pertukaran gagasan, serta terciptanya inovasi yang mampu menjawab tantangan industri masa depan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan melalui sesi diskusi yang berlangsung aktif. Mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan mengenai strategi pengembangan talenta digital, implementasi kecerdasan buatan dalam proses pembelajaran, hingga prospek karier di sektor teknologi dan telekomunikasi. Diskusi tersebut memberikan wawasan baru mengenai kompetensi yang perlu dipersiapkan oleh lulusan Ilmu Komunikasi agar mampu beradaptasi dan berkontribusi di era digital.

Kegiatan kunjungan industri ke Telkom Corporate University merupakan wujud komitmen Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan dunia industri. Melalui kolaborasi dengan berbagai institusi profesional, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami konsep yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga mampu melihat secara langsung implementasi transformasi digital, pengembangan organisasi, dan inovasi teknologi sebagai bekal untuk menjadi lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Dalami Dunia Broadcasting melalui Kunjungan Industri ke RTV

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Dalami Dunia Broadcasting melalui Kunjungan Industri ke RTV

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menyelenggarakan kunjungan industri ke PT Metropolitan Televisindo (RTV) pada Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang bertujuan memperkenalkan mahasiswa pada proses kerja industri penyiaran televisi secara langsung, mulai dari tahap perencanaan, produksi, hingga penayangan program.

Selama kunjungan, mahasiswa memperoleh materi dari Pak Budi, yang memaparkan profil RTV, perkembangan industri televisi di tengah transformasi digital, serta sistem kerja yang diterapkan dalam perusahaan penyiaran. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa industri media terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang kini semakin berorientasi pada platform digital.

Ia juga menegaskan bahwa industri penyiaran membutuhkan tenaga profesional yang tidak hanya memiliki pemahaman akademik di bidang komunikasi, tetapi juga dibekali kemampuan bekerja dalam tim, kreativitas, kedisiplinan, serta kesiapan menghadapi dinamika pekerjaan yang menuntut kecepatan dan ketepatan.

Tidak hanya mengikuti sesi diskusi, mahasiswa juga mendapat kesempatan meninjau secara langsung salah satu studio produksi RTV. Pada kesempatan tersebut, mereka menyaksikan proses pengambilan gambar program Izin Ndan, sehingga memperoleh gambaran nyata mengenai tahapan produksi sebuah program televisi. Mahasiswa mengamati koordinasi antarkru, mulai dari pengoperasian kamera, penataan pencahayaan, pengarahan sutradara, hingga peran presenter dan tim produksi dalam memastikan proses syuting berlangsung sesuai perencanaan.

Pengalaman tersebut memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai implementasi teori komunikasi, penyiaran (broadcasting), dan manajemen produksi yang telah dipelajari selama perkuliahan. Antusiasme mahasiswa terlihat melalui berbagai pertanyaan yang diajukan terkait alur produksi program, pembagian tugas setiap kru, tantangan yang dihadapi industri televisi, serta prospek karier di bidang penyiaran dan media.

Melalui kunjungan industri ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami realitas dunia kerja profesional sekaligus mengenali kompetensi yang dibutuhkan oleh industri media saat ini. Pengalaman belajar secara langsung tersebut menjadi bekal penting untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kreativitas, serta keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam menghubungkan pembelajaran di ruang kuliah dengan praktik di dunia industri. Melalui kerja sama dengan berbagai perusahaan media, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif sehingga mampu menjadi lulusan yang profesional, adaptif, inovatif, dan siap menghadapi perkembangan industri komunikasi dan penyiaran.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Pelajari Dunia Penyiaran Melalui Kunjungan Industri ke SCTV Tower

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Pelajari Dunia Penyiaran Melalui Kunjungan Industri ke SCTV Tower

Sebanyak 35 mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) mengikuti kegiatan kunjungan industri ke SCTV Tower pada Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang dirancang untuk memberikan wawasan langsung mengenai proses kerja industri penyiaran sekaligus memperkenalkan dinamika dunia media kepada mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa memperoleh materi dari Irnawati Widji Khardja, yang membahas perkembangan industri televisi di tengah pesatnya transformasi digital. Ia menjelaskan bahwa perubahan perilaku audiens dan kemajuan teknologi telah mendorong media penyiaran untuk terus berinovasi dengan mengintegrasikan berbagai platform digital guna mempertahankan relevansi di tengah persaingan industri.

Selain memaparkan perkembangan industri media, Irnawati juga menekankan pentingnya penguasaan kompetensi yang dibutuhkan oleh lulusan Ilmu Komunikasi. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi secara efektif, berpikir kritis, berkreasi, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi bekal utama yang harus dimiliki agar mampu bersaing di dunia kerja. Kompetensi akademik perlu didukung dengan pengalaman praktis sehingga lulusan siap menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

Sesi diskusi berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para mahasiswa. Berbagai pertanyaan diajukan seputar proses produksi program televisi, strategi perusahaan media dalam menghadapi era digital, hingga prospek karier di bidang penyiaran dan industri kreatif. Melalui dialog tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai tantangan sekaligus peluang yang ada di dunia media saat ini.

Tidak hanya mengikuti pemaparan materi, mahasiswa juga berkesempatan melihat secara langsung lingkungan kerja profesional di SCTV Tower. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman mengenai bagaimana konsep dan teori komunikasi yang dipelajari di perkuliahan diimplementasikan dalam praktik industri media, sekaligus memperluas wawasan mengenai budaya kerja di perusahaan penyiaran nasional.

Kunjungan industri ini menjadi salah satu bentuk komitmen Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam menghadirkan proses pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Melalui kegiatan semacam ini, mahasiswa diharapkan semakin siap menghadapi tantangan profesional, memiliki kompetensi yang relevan, serta mampu menjadi lulusan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di bidang komunikasi dan media.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Dalami Transformasi Industri Media melalui Kunjungan ke Studio SCTV

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Dalami Transformasi Industri Media melalui Kunjungan ke Studio SCTV

Jakarta, 25 Juni 2026 – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi (ILKOM) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) mengikuti kunjungan industri ke Studio SCTV Jakarta bersama delegasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang tergabung dalam Silaturahmi Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi PTMA (APIK-PTMA), Kamis (25/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkaya wawasan mahasiswa mengenai perkembangan industri penyiaran, khususnya transformasi media televisi dalam menghadapi era digital dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.

Delegasi disambut oleh Head Protocol & Public/Corporate Affairs EMTEK Media, Irnawati W. Kahardja, yang memaparkan berbagai strategi yang diterapkan SCTV dalam beradaptasi dengan dinamika industri media. Ia menjelaskan bahwa inovasi menjadi faktor utama agar televisi tetap relevan di tengah meningkatnya penggunaan media digital, terutama oleh generasi muda yang kini lebih banyak mengakses informasi melalui berbagai platform daring.

Kegiatan ini diikuti oleh delegasi dari 14 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, yaitu Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), Universitas Muhammadiyah Cileungsi (UMCI), Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), SaintekMu, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Universitas Muhammadiyah Indonesia, dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA, kunjungan ini menjadi kesempatan berharga untuk melihat secara langsung proses kerja industri penyiaran nasional sekaligus memahami strategi yang dilakukan media televisi dalam mempertahankan eksistensi di tengah pesatnya perkembangan media digital.

Pada sesi diskusi, peserta membahas berbagai isu terkait perubahan lanskap media, termasuk persaingan antara televisi dan media sosial. Meskipun masyarakat kini semakin banyak mengonsumsi informasi melalui platform digital, televisi dinilai masih memiliki keunggulan dalam memproduksi program berskala besar yang memerlukan dukungan teknologi, infrastruktur, serta sumber daya manusia yang tidak sedikit.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UHAMKA, Muhammad Ihsan, menjelaskan bahwa televisi masih memiliki kekuatan yang sulit tergantikan karena mampu menghadirkan program-program yang belum tentu dapat diproduksi oleh media dengan skala yang lebih kecil.

“Karakter penonton memang mulai bergeser ke media digital. Namun masih ada berbagai program yang hanya dapat diproduksi oleh televisi karena membutuhkan sumber daya yang besar, sehingga belum tentu bisa dihadirkan oleh media lain.”

Ia menambahkan bahwa siaran olahraga, konser musik, hingga ajang pencarian bakat masih menjadi kekuatan utama televisi. Program seperti Dangdut Academy di Indosiar maupun pertandingan Tim Nasional Indonesia yang disiarkan melalui SCTV dan Indosiar menjadi contoh bagaimana televisi tetap mampu menarik perhatian jutaan penonton dan mempertahankan pangsa pasar yang besar.

Melalui pemaparan tersebut, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai perkembangan industri media. Selain mempelajari transformasi teknologi penyiaran, mereka juga mendapatkan wawasan mengenai pentingnya inovasi, strategi pengembangan konten, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan perilaku audiens di era digital.

Salah satu peserta dari Universitas Muhammadiyah Indonesia, Kamila Roihana, turut menyampaikan bahwa industri televisi saat ini terus melakukan berbagai inovasi agar tetap mampu menjangkau generasi muda, salah satunya melalui pengembangan platform digital dan integrasi dengan media sosial.

Kunjungan industri ke Studio SCTV ini menjadi pengalaman belajar yang berharga bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA. Selain memperoleh gambaran nyata mengenai dinamika industri penyiaran nasional, mahasiswa juga mendapatkan bekal pengetahuan dan pengalaman yang dapat mendukung kesiapan mereka menghadapi dunia kerja, khususnya di bidang komunikasi, penyiaran, dan industri kreatif yang terus berkembang.