Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) sukses memimpin misi penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dalam program KKN Tematik II Universitas Muhammadiyah Magelang di Desa Jati, Sawangan.
Selama 28 hari pengabdian yang berakhir pada 17 Februari 2026, Kelompok 1 yang diketuai oleh Aiska Imelda Salasabilla berhasil mengintegrasikan strategi komunikasi persuasif dengan validasi data berbasis lapangan. Program ini mendapatkan apresiasi tinggi dari pemerintah setempat karena memberikan solusi konkret bagi problematika pendidikan di wilayah pelosok desa.
Ketua Kelompok, Aiska Imelda Salasabilla, menjelaskan bahwa validasi data door-to-door menjadi kunci untuk memahami akar masalah ATS yang didominasi remaja usia 15-17 tahun.
“Berdasarkan temuan kami, faktor ekonomi (38%) dan perundungan (19%) menjadi pemicu utama anak berhenti sekolah. Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA, kami menggunakan pendekatan psikoedukasi dan komunikasi antarpribadi untuk membangkitkan kembali motivasi belajar mereka melalui kunjungan langsung ke rumah-rumah warga,” jelas Aiska.
Langkah strategis tidak berhenti pada pendataan, tim juga mengaktifkan bimbingan belajar rutin dan menggelar seminar motivasi bagi orang tua bersama tokoh UMKM, Kristali Vega.
Sinergi ini bertujuan menyadarkan orang tua akan pentingnya peran mereka sebagai pendukung utama pendidikan. Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA memfasilitasi dialog ini untuk mengubah pola pikir masyarakat mengenai pentingnya melanjutkan sekolah demi memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup di masa depan.
Salah satu capaian monumental adalah peresmian kembali (Re-Opening) Perpustakaan Desa Jati pada 13 Februari 2026 yang sempat vakum dalam waktu lama.
Mahasiswa melakukan revitalisasi fisik dengan menghadirkan “Pojok Baca” yang estetik dan ramah anak sebagai pusat literasi baru bagi warga. Kepala Desa Jati, Agustinus Suanto, mengakui bahwa kehadiran mahasiswa membawa perubahan signifikan, khususnya dalam menghidupkan kembali gairah membaca dan belajar bagi anak-anak usia dini di desanya.
Di sisi lain, mahasiswa juga melakukan pengabdian lintas sektor mulai dari pemasangan patok jalan reflektor, edukasi anti-narkoba, hingga digitalisasi perangkat desa.
Digitalisasi dilakukan melalui pelatihan pengoperasian komputer dan aktivasi media sosial desa agar potensi lokal Desa Jati lebih dikenal luas. DPL KKN Tematik II, Yulinda Devi PramitaS.E., M.Sc. Ak., menyampaikan rasa bangganya atas output perubahan sistem dan perilaku yang telah diinisiasi oleh mahasiswa di bawah bimbingannya tersebut.
Keberhasilan program ini membuktikan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA mampu menjadi agen perubahan yang tulus dengan tetap menjunjung tinggi kearifan lokal melalui partisipasi aktif dalam tradisi masyarakat.
Diharapkan, data ATS yang valid dan fasilitas perpustakaan yang telah direvitalisasi dapat menjadi warisan berkelanjutan bagi kemajuan pendidikan di Desa Jati. Komitmen ini menegaskan peran aktif mahasiswa prodi dalam mendukung pembangunan daerah yang berbasis pada kebutuhan rill masyarakat di Kabupaten Magelang.
Fenomena dunia baru bagi masyarakat digital kini menjadi sorotan penting bagi dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Dwi Susanti, S.I.Kom., M.A., melalui tulisan inspiratifnya.
Dalam artikel terbarunya berjudul “Media Sosial dan Dunia Baru bagi Masyarakat Digital”, beliau mengajak mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA untuk menggali lebih dalam tentang cara mengenal diri sendiri melalui identitas digital yang kita bangun. Tulisan yang tayang di kanal Kompasiana ini menjadi panduan kritis dalam memahami bagaimana media sosial telah menggeser cara manusia berinteraksi dan memandang jati diri di era modern.
Dwi Susanti menekankan bahwa identitas digital bukan sekadar kumpulan foto atau status, melainkan representasi diri yang memiliki dampak nyata di dunia nyata.
Bagi mahasiswa, tantangan terbesar saat ini adalah tetap autentik di tengah tuntutan performativitas media sosial. Beliau membedah bahwa media sosial sering kali menciptakan “dunia baru” yang membuat batasan antara realitas dan citra menjadi bias, sehingga proses pengenalan diri menjadi krusial agar tidak kehilangan arah.
“Mengenal diri sendiri lewat identitas digital berarti kita memiliki kendali penuh atas narasi yang kita bangun, bukan sekadar mengikuti tren algoritma,” ungkap Dwi Susanti.
Beliau berpendapat bahwa masyarakat digital saat ini harus lebih jeli melihat media sosial sebagai alat pengembangan diri, bukan tempat untuk mencari validasi semu. Hal ini sangat relevan bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA yang dipersiapkan menjadi komunikator masa depan yang cerdas dan mampu mengelola komunikasi digital secara bertanggung jawab dan beretika.
Lebih lanjut, artikel tersebut menyoroti bagaimana jejak digital yang kita tinggalkan di dunia baru ini akan membentuk persepsi publik secara permanen.
Oleh karena itu, beliau mendorong mahasiswa untuk mulai melakukan kurasi terhadap aktivitas digital mereka. Dengan mengenal jati diri yang kuat, mahasiswa diharapkan mampu membangun personal branding yang sehat dan berintegritas, yang nantinya akan menjadi nilai tambah luar biasa saat terjun ke industri media dan komunikasi profesional.
Edukasi yang dibagikan oleh dosen prodi ini diharapkan mampu meningkatkan literasi digital di lingkungan kampus dan memacu diskusi tentang masa depan masyarakat siber.
Prodi Ilmu Komunikasi terus berkomitmen menghadirkan perspektif segar dari para pengajar agar mahasiswa tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga bijak secara filosofis dalam menggunakan teknologi. Dengan memahami identitas digital, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA siap menjadi agen perubahan di tengah riuhnya arus informasi dunia baru masyarakat digital.
Source by: Dwi Susanti Kompasiana.com Media Sosial dan Dunia Baru Bagi Masyarakat Digital
Di tengah hiruk-pikuk dunia maya, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Dwi Susanti, S.I.Kom., M.A., mengajak audiens untuk berhenti sejenak dan merefleksikan kembali jati diri melalui tulisan terbarunya.
Melalui artikel berjudul “Mengenal Diri Sendiri Lewat Identitas Digital”, beliau membedah bagaimana jejak digital bukan sekadar kumpulan data, melainkan cerminan dari siapa kita sebenarnya di ruang publik. Tulisan yang dipublikasikan melalui kanal Kompasiana ini menjadi pengingat penting bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA untuk lebih bijak dalam mengelola narasi diri di berbagai platform media sosial.
Dwi Susanti menekankan bahwa identitas digital sering kali menjadi “wajah” utama yang dilihat oleh dunia luar sebelum interaksi fisik terjadi.
Bagi mahasiswa, memahami identitas digital bukan hanya soal estetika feed Instagram, melainkan tentang membangun personal branding yang selaras dengan nilai-nilai pribadi. Beliau berpendapat bahwa setiap unggahan, komentar, dan interaksi di ruang siber adalah potongan puzzle yang menyusun identitas kita di mata publik dan algoritma.
“Mengenal diri sendiri di era digital berarti memahami batasan antara privasi dan konsumsi publik. Kita harus mampu mengendalikan apa yang kita bagikan agar identitas yang terbentuk tetap autentik dan tidak terjebak dalam kepalsuan dunia maya,” ungkap Dwi Susanti dalam tulisannya.
Menurutnya, banyak orang terjebak dalam pencitraan yang melelahkan demi pengakuan semu, padahal ruang digital seharusnya bisa menjadi alat untuk pengembangan diri yang lebih positif. Hal ini sangat relevan bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA yang nantinya akan bergelut di industri kreatif dan media.
Melalui tulisan ini, beliau mendorong para pembaca, khususnya generasi muda, untuk melakukan audit terhadap jejak digital mereka masing-masing secara berkala.
Apakah identitas yang tampil saat ini sudah mewakili visi dan misi hidup yang sebenarnya? Pertanyaan ini menjadi dasar bagi siapa saja yang ingin memiliki karier profesional yang baik di masa depan, mengingat rekam jejak digital kini menjadi salah satu poin penilaian penting dalam dunia kerja.
Kehadiran tulisan edukatif dari dosen prodi ini diharapkan dapat memicu diskusi produktif di kalangan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA mengenai etika dan manajemen identitas digital.
Prodi terus berkomitmen untuk tidak hanya membekali mahasiswa dengan kemampuan teknis, tetapi juga literasi digital yang mendalam agar mampu bersaing secara sehat di era informasi. Dengan mengenal diri lewat identitas digital yang tepat, mahasiswa diharapkan mampu menjadi komunikator yang jujur, cerdas, dan berintegritas.
Source by: Kompasiana. com Dwi Susanti
ahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) yang tergabung dalam tim KKN Tematik sukses menuntaskan validasi data Anak Tidak Sekolah (ATS) di Desa Pesidi, Grabag.
Kegiatan yang berlangsung sejak 19 Januari hingga 14 Februari 2026 ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat basis data pendidikan desa. Aksi ini juga menjadi dukungan nyata terhadap program Bupati Magelang melalui “Gerakan Magelang Gumregah Bungah” guna memetakan masa depan generasi muda di wilayah tersebut.
Ketua tim KKN di Desa Pesidi sekaligus mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA, Farah Afifah, menjelaskan bahwa timnya terjun langsung ke lapangan dengan metode door-to-door.
“Kami memilih datang langsung ke rumah warga untuk memahami kondisi rill, termasuk latar belakang mengapa mereka tidak melanjutkan sekolah. Keakuratan data sangat penting agar kebijakan pendidikan di Desa Pesidi nantinya bisa lebih tepat sasaran dan solutif,” tegas Farah Afifah saat menjelaskan proses pendataan.
Hasil temuan di lapangan menunjukkan bahwa kendala ekonomi masih menjadi faktor dominan penyebab ATS, disusul oleh persoalan psikologis yang cukup memprihatinkan.
Salah satu warga, Anwar, mengaku keterbatasan biaya menjadi penghalang utama anaknya bersekolah. Sementara itu, seorang remaja berinisial FR mengungkapkan trauma mendalam akibat perundungan (bullying) yang pernah dialaminya di sekolah dasar, sehingga ia merasa takut untuk kembali duduk di bangku pendidikan.
Menanggapi fenomena tersebut, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang juga merupakan dosen Ilmu Komunikasi UNIMMA, Alan Kusuma, memberikan sudut pandangnya terkait peran mahasiswa.
Beliau menilai bahwa validasi data ini bukan sekadar tugas administratif, melainkan bentuk praktik komunikasi advokasi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA di tengah masyarakat. Mahasiswa dituntut mampu menggali informasi sensitif dengan pendekatan yang humanis agar warga mau terbuka mengenai masalah pendidikan yang mereka hadapi.
“Saya sangat mengapresiasi kerja keras mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam menuntaskan validasi data ini. Kemampuan komunikasi antarpribadi mereka sangat teruji di sini,” ujar Alan Kusuma.
Beliau menambahkan bahwa data akurat yang dihimpun mahasiswa akan menjadi rujukan kuat bagi pemerintah desa dalam menyusun program tindak lanjut. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA tidak hanya ahli di bidang media, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan sosial melalui data yang valid.
Kini, seluruh ATS di Desa Pesidi telah teridentifikasi dengan detail dan tercatat dalam basis data awal yang siap dikembangkan menjadi kebijakan pendidikan desa yang inklusif.
Melalui keberhasilan program KKN Tematik ini, UNIMMA kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah melalui penguatan sektor pendidikan. Dengan data riil di tangan, harapan untuk membawa anak-anak di Desa Pesidi kembali ke bangku sekolah kini memiliki landasan yang jauh lebih kokoh dan terencana.
Source by: KKN UNIMMA Tuntaskan Validasi Data ATS, Perkuat Dasar Kebijakan Pendidikan Desa Pesidi (unimma.ac.id)
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Lintang Muliawanti, S.I.Kom., M.A., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mendampingi tim LPPM melakukan monitoring dan evaluasi (monev) KKN Tematik II di Desa Banyusidi, Pakis, Kamis (12/2).
Kegiatan monev ini bertujuan memantau langsung kontribusi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam menjalankan program strategis penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayah Kabupaten Magelang. Fokus utama evaluasi ini adalah memastikan program kerja yang dirancang mahasiswa berjalan sesuai target dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat sasaran di pedesaan.
Ketua Divisi Pengabdian LPPM, Veni Soraya Dewi, S.E., M.Si, menjelaskan bahwa KKN Tematik tahun ini berfokus pada gerakan Gumregah Bungah-Bali Mlebu ning Sekolah untuk mengembalikan anak ke jalur pendidikan formal.
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA yang diterjunkan ke lapangan berperan penting sebagai komunikator pendidikan dalam mendata anak-anak di bawah usia 18 tahun yang tidak bersekolah. Berdasarkan temuan di lapangan, mahasiswa menemukan berbagai faktor penyebab ATS mulai dari masalah ekonomi, rendahnya motivasi diri, hingga dampak perundungan yang membutuhkan pendekatan komunikasi khusus.
Lintang Muliawanti sebagai DPL menekankan bahwa peran mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA sangat krusial dalam melakukan persuasi kepada orang tua dan anak agar mau kembali menempuh pendidikan kesetaraan atau sekolah formal.
“Melalui pendekatan komunikasi persuasif dan pendampingan khusus, mahasiswa kami berhasil membangkitkan kembali minat belajar beberapa anak di Desa Banyusidi. Kami ingin memastikan setiap intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan mampu menyentuh sisi psikologis keluarga agar mereka sadar akan pentingnya pendidikan,” ujar Lintang.
Kepala Dusun Banyusidi, Istadi, memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran dan kerja keras mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA di desanya selama masa pengabdian berlangsung.
Ia menyatakan bahwa bantuan mahasiswa sangat memudahkan desa dalam melakukan pemetaan data yang akurat serta memberikan motivasi baru bagi anak-anak agar bersedia mengikuti program kejar paket atau kembali ke sekolah. “Terima kasih kepada para mahasiswa yang sudah membantu kami mengatasi masalah ATS melalui cara-cara yang kreatif dan mudah diterima warga kami,” tuturnya.
Hasil monev ini menegaskan bahwa setiap program kerja mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA tidak hanya selesai secara administratif, tetapi meninggalkan dampak sosial yang terukur di Desa Banyusidi.
Data temuan serta pola pendampingan yang dilakukan mahasiswa diharapkan menjadi rekomendasi strategis bagi Pemerintah Kabupaten Magelang dalam merumuskan kebijakan penanganan ATS yang lebih berkelanjutan. Melalui program ini, prodi berkomitmen untuk terus mencetak lulusan yang peka sosial dan mampu memberikan solusi bagi permasalahan nyata di tengah masyarakat.
Source by: LPPM UNIMMA Laksanakan Monev, Hasil KKN Tematik Jadi Rekomendasi Penanganan ATS di Kabupaten Magelang (unimma.ac.id)
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) sukses membawa angin segar bagi pariwisata lokal melalui program digitalisasi destinasi Pemandian Air Panas di Desa Sumberarum, Kecamatan Tempuran.
Melalui hibah Kemendikbudristek 2024, tim yang diketuai oleh Lintang Muliawanti, M.A., melakukan transformasi promosi desa dengan membangun portal informasi digital desasumberarum.id. Langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola wisata agar mampu bersaing di era digital melalui strategi komunikasi pemasaran yang tepat sasaran dan profesional.
Proses pengembangan website ini dilakukan secara mendalam oleh tim dosen, mulai dari tahap pemetaan kebutuhan hingga perancangan desain konten yang menarik bagi calon wisatawan.
Lintang Muliawanti menekankan bahwa portal informasi ini dirancang tidak hanya sebagai pusat data desa, tetapi juga sebagai media promosi yang efektif untuk memikat pelancong dari luar daerah. “Kami ingin memastikan bahwa potensi wisata air panas di Sumberarum memiliki wajah digital yang kuat sehingga dapat menjangkau audiens yang lebih luas,” ujar Lintang.
Selain fokus pada aspek branding dan komunikasi, program pengabdian ini juga menyentuh sisi fundamental kesehatan bagi para pengunjung pemandian air panas tersebut.
Tim dosen melakukan pengujian kualitas air di empat titik lokasi utama untuk memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan sesuai dengan standar kesehatan lingkungan yang ditetapkan oleh pemerintah. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa seluruh titik pemandian telah memenuhi standar baku mutu, yang kini menjadi poin keunggulan dalam narasi promosi wisata mereka.
Kepala Desa Sumberarum, Muhzen Fanani, menyampaikan apresiasinya terhadap dedikasi Dosen Ilmu Komunikasi UNIMMA yang telah membantu mengembangkan potensi desa secara komprehensif.
Pihak pemerintah desa berharap dengan adanya kehadiran website dan jaminan kualitas air ini, kepercayaan wisatawan untuk berkunjung akan semakin meningkat secara signifikan. Hal ini diharapkan berdampak langsung pada perputaran ekonomi warga sekitar, terutama bagi para pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidupnya pada sektor pariwisata desa.
Ke depannya, program ini akan dilanjutkan dengan pelatihan intensif bagi pengelola wisata mengenai standar keselamatan dan pengukuran kualitas air secara mandiri di lapangan.
Langkah ini diambil agar masyarakat setempat memiliki keberlanjutan dalam menjaga kualitas layanan wisata secara profesional tanpa ketergantungan penuh dari pihak luar. Inisiatif dari dosen Ilmu Komunikasi UNIMMA ini menjadi bukti nyata bahwa disiplin ilmu komunikasi mampu menjadi katalisator bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Keberhasilan program di Desa Sumberarum ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi desa wisata lainnya dalam mengoptimalkan media digital sebagai sarana promosi yang kredibel.
Dengan sinergi antara kepakaran dosen dan antusiasme warga, pariwisata Kabupaten Magelang optimis dapat terus tumbuh dengan standar kualitas yang terjamin bagi setiap pengunjung. Transformasi digital ini menjadi rute baru bagi Desa Sumberarum dalam mengukir prestasi sebagai destinasi unggulan yang sehat, aman, dan informatif di masa depan.
Source by: Digitalisasi Desa: Tim PKM Unimma Tingkatkan Kapasitas Pariwisata Desa Sumberarum Tempuran (RADAR MAGELANG.JAWAPOS)