Gali Potensi Inovasi, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Gelar Sosialisasi Strategis PKM 2026

Gali Potensi Inovasi, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Gelar Sosialisasi Strategis PKM 2026

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali memacu semangat inovasi melalui sosialisasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang digelar pada Senin (25/1) di kampus setempat.

Kegiatan ini secara khusus menyasar mahasiswa semester 3 dan 5 yang dinilai memiliki potensi besar dalam melahirkan ide-ide segar. Fokus utamanya adalah membekali mahasiswa dengan strategi penyusunan proposal yang kompetitif.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Lintang Muliawanti, hadir langsung sebagai narasumber utama. Ia memberikan panduan mendalam mengenai skema PKM yang dapat diikuti oleh mahasiswa guna mendukung pencapaian akademik.

Menurutnya, keikutsertaan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam PKM bertujuan untuk meningkatkan kemampuan akademis, kreativitas, jiwa kewirausahaan, serta kepedulian sosial melalui solusi nyata atas permasalahan di masyarakat.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya unggul di kelas, tetapi juga mampu berpikir kritis dan kreatif dalam menciptakan karya yang bermanfaat. PKM adalah wadah yang sangat tepat untuk mengasah mentalitas tersebut,” ujar Lintang Muliawanti.

Dalam sesi tersebut, dipaparkan berbagai strategi untuk menembus seleksi nasional, mulai dari pemilihan topik yang unik, pembentukan tim yang solid, hingga teknik penulisan laporan yang sesuai dengan pedoman terbaru.

Lintang menekankan bahwa kualitas riset dan originalitas ide menjadi kunci utama. Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA diharapkan mampu mengangkat isu-isu komunikasi digital, sosial, maupun budaya yang sedang relevan saat ini.

Keberhasilan menembus pendanaan PKM bukan sekadar prestasi finansial, melainkan pembuktian bahwa kualitas intelektual mahasiswa mampu bersaing di tingkat nasional dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.

“Harapan kami, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dapat mengirimkan proposal yang lebih berkualitas dan memperoleh pendanaan yang lebih banyak pada tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya,” pungkas Lintang Muliawanti.

Melalui sosialisasi ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA diharapkan mampu menghasilkan proposal PKM yang kompetitif, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat luas di masa depan.

Bongkar Mitos Kantor Sepi: Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Bedah Rutinitas KPU Kota Magelang

Bongkar Mitos Kantor Sepi: Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Bedah Rutinitas KPU Kota Magelang

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammdiyah Magelang (UNIMMA), Zurayda, baru saja menuntaskan program magang satu semester di KPU Kota Magelang sebagai upaya membongkar mitos ‘kantor sepi’ yang sering disematkan masyarakat di luar musim pemilu. Berlangsung sejak September 2025 hingga Januari 2026, program pengabdian dan pembelajaran ini memberikan potret nyata mengenai kesibukan serta dinamika lembaga negara dalam menjaga komunikasi publik meskipun tidak sedang dalam periode pemungutan suara.

Mengawali langkah di lembaga formal sekelas KPU, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA ini mengaku sempat dilingkupi rasa canggung akibat suasana birokrasi yang kental. Namun, tantangan adaptasi tersebut justru menjadi pembuka jalan bagi pengalaman belajar yang mendalam mengenai bagaimana komunikasi publik dijalankan secara profesional di instansi pemerintahan. Zurayda berhasil menyesuaikan diri dan menyelami berbagai tugas strategis yang menjadi pilar keberlangsungan institusi tersebut di mata masyarakat.

“Saya merasa sangat bersyukur bisa magang di KPU Kota Magelang karena dari sini saya jadi tahu bagaimana pekerjaan KPU dijalankan ketika tidak sedang dalam masa Pemilu. Banyak hal yang sebelumnya saya kira hanya berkaitan dengan pemungutan suara, ternyata jauh lebih luas dari itu. Rutinitas di sini tetap padat dengan koordinasi dan pengelolaan informasi publik yang harus terjaga setiap harinya,” ungkap Zurayda mengenai pengalamannya selama satu semester penuh.

Selama masa magang, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA ini terlibat langsung dalam aktivitas komunikasi kelembagaan yang krusial. Ia mengasah kemampuannya dalam menyusun rilis berita, hingga terjun langsung mendokumentasikan berbagai kegiatan pendidikan pemilih yang ditujukan kepada masyarakat luas. Baginya, ketelitian dalam mengolah informasi dan koordinasi antar divisi adalah kunci utama dalam menjaga profesionalitas saat lembaga harus berinteraksi dengan publik secara transparan.

Keterlibatan aktif mahasiswa magang ini disambut baik oleh pihak instansi yang merasa terbantu dengan adanya perspektif segar dari kalangan akademisi muda. Pengalaman ini menjadi bukti nyata komitmen dalam menyediakan ruang belajar yang aplikatif bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA. Melalui praktik kerja lapangan ini, mahasiswa diharapkan mampu menyambungkan teori komunikasi dengan dinamika dunia kerja yang sebenarnya, sehingga siap menjadi lulusan yang memiliki daya saing tinggi di industri kerja.

Perkuat Riset dan Penyiaran Digital: Prodi Ilmu Komunikasi UNIMMA Buka Lowongan Dosen Baru

Perkuat Riset dan Penyiaran Digital: Prodi Ilmu Komunikasi UNIMMA Buka Lowongan Dosen Baru

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) resmi membuka rekrutmen dosen baru sebagai langkah strategis dalam memperkuat kualitas akademik dan menjawab tantangan industri media digital.

Langkah ini diambil guna memastikan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA mendapatkan pengajaran dari tenaga ahli yang relevan dengan perkembangan teknologi komunikasi dan riset berbasis data yang masif saat ini.

Bagi para akademisi yang ingin bergabung, Prodi Ilmu Komunikasi UNIMMA menetapkan kualifikasi utama sebagai berikut:

  • Memiliki latar belakang pendidikan S1 dan S2 linier di bidang Ilmu Komunikasi.
  • Memiliki kepakaran khusus di bidang Broadcasting atau Penyiaran.
  • Menguasai perkembangan Teknologi Komunikasi terkini.
  • Memiliki kemampuan dan kepakaran dalam Riset Kuantitatif berbasis data.

Link Pendafataran: https://unim.ma/RekrutmenUNIMMA26

Kaprodi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti, menjelaskan bahwa rekrutmen ini sangat krusial mengingat kompleksitas dunia komunikasi yang kini tidak lagi hanya berbicara soal teori klasik semata.

Menurutnya, penguasaan teknologi media dan penyiaran digital menjadi harga mati bagi pengajar. Hal ini bertujuan agar mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA memiliki keterampilan praktis yang sesuai dengan realitas industri.

“Penyiaran telah bertransformasi ke platform digital. Kami butuh dosen yang mampu membekali mahasiswa dengan pemahaman konseptual dan teknis yang kuat di ranah multiplatform tersebut,” ungkap Lintang Muliawanti.

Selain penyiaran, penguasaan riset kuantitatif juga menjadi perhatian utama. Kemampuan riset yang tajam sangat penting untuk mendorong produktivitas akademik melalui publikasi ilmiah yang berkualitas dan berdampak luas.

Pihak prodi ingin memperkuat budaya riset berbasis data di kalangan pengajar dan mahasiswa. Hal ini diharapkan mampu membantu pemetaan fenomena komunikasi di masyarakat secara lebih akurat dan strategis.

Dengan penambahan tenaga pendidik ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA diharapkan tumbuh menjadi lulusan yang adaptif, kritis, dan mampu bersaing di sektor media maupun industri kreatif nasional.riset berbasis data. Hal ini penting untuk publikasi ilmiah serta mendukung pengambilan keputusan strategis di berbagai sektor komunikasi,” tambah Lintang Muliawanti.

Melalui rekrutmen dosen ini, Prodi Ilmu Komunikasi UNIMMA berkomitmen mencetak lulusan yang adaptif, kritis, dan kompetitif sehingga mampu bersaing di industri kreatif maupun bidang komunikasi strategis lainnya.

Source by: BPSDM Unimma

Siap Kerja! 38 Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Uji Kompetensi Content Creator dan PR

Siap Kerja! 38 Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Uji Kompetensi Content Creator dan PR

Sebanyak 38 mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) semester 7 secara resmi mengikuti agenda sertifikasi kompetensi pada Jumat (23/1). Kegiatan strategis ini bertujuan untuk memvalidasi kemampuan teknis mahasiswa sebelum mereka menyelesaikan masa studi dan terjun ke pasar kerja yang semakin kompetitif.

Langkah ini diambil oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) sebagai upaya nyata dalam menyelaraskan kurikulum akademik dengan standar industri terkini. Melalui sertifikasi ini, mahasiswa tidak hanya dibekali dengan ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional sebagai bukti kemahiran profesional mereka.

Guna menjaga kualitas pengujian, pihak prodi mendatangkan asesor langsung dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) InsCinema. Kevin Chaidir Pratama bertindak sebagai asesor untuk skema Content Creator, sementara Liliyana menguji mahasiswa pada skema Public Relation Officer. Kehadiran para praktisi ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan evaluasi langsung dari pakar di bidangnya.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti, menegaskan bahwa sertifikasi ini merupakan instrumen krusial dalam menjembatani dunia kampus dengan dunia kerja. Menurutnya, bukti kompetensi resmi akan memberikan nilai tambah bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA saat bersaing memperebutkan posisi strategis di berbagai perusahaan besar nasional.

“Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA memang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman strategi komunikasi yang aplikatif. Hal ini sangat sejalan dengan kebutuhan industri saat ini yang menuntut tenaga kerja cerdas, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ungkap Lintang Muliawanti.

Sejalan dengan hal tersebut, Hasna Naila Latifah, salah satu perwakilan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA yang menjadi peserta, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Baginya, tantangan saat uji kompetensi memberikan gambaran nyata mengenai tekanan dan standar profesionalisme yang akan ia hadapi setelah lulus nanti.

“Sertifikasi ini sangat penting karena nilai akademik saja belum cukup untuk meyakinkan industri. Dengan adanya pengakuan dari InsCinema ini, kami sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA merasa lebih percaya diri karena keahlian kami di bidang Content Creator maupun PR sudah divalidasi oleh lembaga resmi,” tutur Hasna Naila.

Rangkaian sertifikasi ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA untuk terus mengembangkan portofolio mereka. Dengan memiliki lisensi profesi sejak di bangku kuliah, lulusan diharapkan dapat langsung terserap oleh pasar kerja industri kreatif dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan dunia komunikasi di Indonesia.

Cerdas Digital Sejak Dini: Mahasiswa ILKOM UNIMMA Bekali Siswa SD Negeri 2 Ringinanom Tangkal Hoaks

Cerdas Digital Sejak Dini: Mahasiswa ILKOM UNIMMA Bekali Siswa SD Negeri 2 Ringinanom Tangkal Hoaks

Sejumlah mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) sukses menyelenggarakan edukasi literasi digital guna mencegah bahaya hoaks dan ujaran kebencian bagi siswa di SD Negeri 2 Ringinanom pada 24 November 2025.

Program ini lahir dari kesadaran mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA akan rentannya anak usia sekolah dasar, khususnya rentang umur 10 hingga 12 tahun, terhadap paparan informasi negatif. Melalui mata kuliah Kewarganegaraan, para mahasiswa ini merancang metode sosialisasi yang mampu mengubah pola pikir siswa agar lebih kritis sebelum mengonsumsi konten di media sosial.

Dosen pengampu mata kuliah, Fadil Muhammad, memberikan penekanan khusus pada urgensi kegiatan ini. Menurutnya, pemahaman mengenai literasi digital bukan sekadar tentang teknis menggunakan teknologi, melainkan tentang bagaimana menjaga nilai-nilai kebangsaan dan etika di ruang siber. Ia menilai langkah mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA ini sebagai bentuk pengabdian yang sangat relevan dengan tantangan zaman.

“Kegiatan yang dilakukan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA ini merupakan wujud nyata dari implementasi nilai kewarganegaraan dalam kehidupan sehari-hari. Kita ingin generasi muda tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat untuk menolak segala bentuk konten yang dapat memecah belah bangsa, seperti hoaks dan ujaran kebencian,” tegas Fadil Muhammad.

Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA yang dipimpin oleh Cikal Cahyo Wicaksono bersama Arif Aditya, Muhammad Ridwan, Rizki Dwi Setiawan, Muhammad Alim, dan Audian Dwi Ahmad, menggunakan pendekatan yang interaktif. Mereka mengajak para siswa berdiskusi langsung dan melakukan simulasi sederhana untuk membedakan antara fakta objektif dengan berita yang bersifat provokatif atau palsu.

Antusiasme siswa terlihat saat mereka diajak mengenali ciri-ciri hoaks, seperti judul yang bombastis atau sumber informasi yang tidak jelas. Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA juga menyelipkan pemahaman mengenai dampak buruk perundungan daring (cyber bullying) agar tercipta lingkungan sekolah yang lebih sehat secara digital dan mendorong siswa untuk lebih bijak dalam berkomentar di internet.

Sebagai penutup, program ini diharapkan tidak berhenti pada satu kali pertemuan saja. Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA berkomitmen menyusun panduan literasi digital sederhana yang dapat digunakan oleh pihak sekolah dan orang tua sebagai instrumen pengawasan. Hal ini menjadi langkah strategis untuk memastikan siswa SD Negeri 2 Ringinanom tumbuh menjadi warga digital yang cerdas dan bertanggung jawab.