Menjelang peringatan Milad ke-8 pada 2 Februari 2026, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA HIMANIKA tengah menyiapkan rangkaian event besar yang berdampak sosial.
Rangkaian perayaan ini telah diawali dengan agenda inspiratif “Meet the Alumni” pada 10 Januari lalu yang menghadirkan tiga lulusan hebat, yakni Khoerunisa, Annisa Zafirah, dan Hikmawati Fajri Devi Safitri.
Sebagai puncaknya, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA akan menggelar perayaan di Omah Budur pada 7 Februari 2026. Acara tersebut dirancang secara khusus untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Ketua kegiatan, Zikhru Aulia, menjelaskan bahwa Milad kali ini mengusung tema alam sebagai bentuk keprihatinan terhadap rentetan bencana alam yang terjadi belakangan ini, seperti banjir besar di Sumatra.
“Bencana alam seperti banjir yang membawa kayu gelondongan menjadi pengingat bagi kami. Maka dari itu, kami akan mengadakan aksi tanam pohon serta lomba foto dan video untuk anak SMA,” ungkap Zikhru Aulia.
Menurutnya, pemilihan tema alam ini bertujuan agar mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA tidak hanya fokus pada teori komunikasi, tetapi juga mampu merespons keresahan lingkungan melalui aksi nyata di lapangan.
Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi, Lintang Muliawanti, menyetujui penuh konsep perayaan ini karena dianggap mampu membangun citra positif prodi sebagai institusi yang peka terhadap kondisi sekitar.
“Semoga dengan kegiatan ini, masyarakat melihat bahwa selain menciptakan lulusan hebat, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA juga memiliki kepekaan terhadap isu-isu lingkungan di sekitarnya,” jelas Lintang Muliawanti.
Rangkaian Milad ke-8 ini diharapkan menjadi momentum bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA untuk terus berkontribusi bagi bangsa, baik melalui karya komunikasi kreatif maupun tindakan nyata pelestarian alam.
Dua mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhmamdiyah Magelang (UNIMMA) sukses melakukan konversi mata kuliah KKN melalui keterlibatan aktif dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat berbasis wilayah di Desa Sumberarum.
Langkah ini diambil oleh Miftkahul Wahyu Ragil Praditya dan Aurelia Rahma Niken Lutihitisari sebagai bentuk implementasi kebijakan Merdeka Belajar yang memungkinkan mahasiswa mengonversi kegiatan asistensi dosen menjadi nilai akademik.
Kegiatan pengabdian ini mengusung tajuk “Penguatan Ekosistem Wisata Halal dan Pemberdayaan UMKM Lokal di Pemandian Air Panas Desa Sumberarum, Tempuran” yang dirancang untuk meningkatkan potensi ekonomi desa melalui strategi komunikasi pemasaran.
Ketua Pelaksana sekaligus dosen pengampu, Dwi Susanti, menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam program ini sangat krusial untuk membantu digitalisasi UMKM lokal serta branding wisata halal.
“Mahasiswa kami terjunkan langsung untuk memberikan asistensi teknis kepada warga. Kehadiran mereka membantu percepatan program, terutama dalam mengomunikasikan potensi desa agar lebih dikenal secara luas dan profesional,” ujar Dwi Susanti.
Menurutnya, kolaborasi ini memberikan dampak ganda: membantu pengembangan wilayah secara nyata dan memberikan pengalaman kerja lapangan yang valid bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA di luar kelas formal.
Salah satu mahasiswa pelaksana, Miftkahul Wahyu Ragil Praditya, mengungkapkan bahwa pengalaman mengasistensi pengabdian ini memberikan pelajaran berharga mengenai cara berkomunikasi dengan masyarakat yang memiliki latar belakang beragam.
“Bagi kami, ini bukan sekadar konversi nilai KKN. Kami belajar bagaimana menyusun strategi branding wisata halal yang sensitif terhadap nilai lokal namun tetap kompetitif secara digital,” tutur Miftkahul Wahyu.
Selama proses pengabdian, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA fokus pada pendampingan pembuatan konten promosi untuk produk UMKM serta penataan narasi wisata yang mendukung ekosistem halal di wilayah Tempuran tersebut.
Melalui program asistensi ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang solutif bagi kemajuan desa melalui keahlian komunikasi strategis dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Aiska Imelda Salsabilla, sukses mengawali masa pengabdian KKN Tematik Periode II Kelompok 01 dengan mendorong literasi keluarga bebas narkoba di Desa Jati.
Kegiatan yang dilaksanakan di Kecamatan Sawangan ini dimulai dengan seremoni penerjunan sekaligus pemaparan program kerja yang komprehensif. Pertemuan awal di Pendopo Balai Desa Jati tersebut menjadi ruang penyelarasan program kerja mahasiswa dengan kebutuhan nyata masyarakat setempat.
Aiska Imelda Salsabilla selaku Ketua Kelompok 01 menyampaikan bahwa fokus KKN tahun 2026 adalah pengembangan potensi lokal dan pemberdayaan ekonomi kreatif. Namun, penguatan literasi kesehatan masyarakat, khususnya mengenai bahaya narkoba, menjadi program pembuka yang sangat mendesak untuk dilaksanakan.
“Program yang kami rancang berangkat dari hasil observasi lapangan dan diskusi dengan perangkat desa. Kami ingin mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA hadir sebagai mitra edukasi yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Jati,” ujar Aiska Imelda Salsabilla.
Sebagai aksi nyata, tim KKN melakukan edukasi bahaya narkoba bersama Tim Penggerak (TP) PKK Desa Jati pada Rabu (21/1). Dengan mengusung tema “Ibu Pintar, Anak Terjaga”, edukasi ini menekankan peran vital komunikasi keluarga dalam membentengi remaja dari pengaruh buruk pergaulan.
Aiska menegaskan bahwa seorang ibu memiliki kedekatan emosional yang kuat untuk melakukan deteksi dini terhadap perubahan perilaku anak. Pengetahuan tentang jenis-jenis zat adiktif dan strategi komunikasi terbuka menjadi modal utama orang tua dalam melakukan upaya preventif di lingkup rumah tangga.
Ketua TP PKK Desa Jati, Ibu Yani, menyambut positif inisiatif mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA ini. Beliau sependapat bahwa keluarga adalah benteng utama yang harus diperkuat agar anak-anak di Desa Jati tidak terjerumus ke dalam lingkaran gelap penyalahgunaan narkoba.
Materi yang disampaikan tim KKN meliputi pengenalan jenis narkoba yang marak di lingkungan remaja serta teknik membangun dialog dua arah antara orang tua dan anak. Sesi tanya jawab interaktif menunjukkan kepedulian tinggi warga terhadap tantangan pergaulan bebas di lingkungan mereka.
Melalui kepemimpinan Aiska Imelda Salsabilla, kehadiran mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA diharapkan mampu memberikan dampak signifikan dalam mewujudkan lingkungan desa yang sehat. Komitmen ini menjadi bukti nyata peran aktif mahasiswa dalam pengabdian masyarakat berbasis keilmuan komunikasi yang efektif.
Source: Humas Unimma
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) yang tergabung dalam tim Mimi Clay resmi mendaftarkan produk inovatif mereka ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Rabu (27/1).
Langkah besar ini diambil oleh tim Mimi Clay, yang sebelumnya merupakan pemenang hibah P2MW 2025, sebagai bagian dari upaya peningkatan standar kualitas dan legalitas produk di tingkat nasional.
Pendaftaran ke BRIN ini difokuskan pada uji laboratorium intensif guna memastikan bahwa produk clay yang mereka hasilkan benar-benar aman saat dimainkan oleh anak-anak dalam jangka panjang.
Perwakilan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA sekaligus pengelola Mimi Clay, Jihan Ika Ayuningtyas, mengungkapkan bahwa uji lab ini sangat krusial untuk memenuhi kebutuhan pasar yang jauh lebih luas.
Menurut Jihan, keamanan konsumen adalah prioritas utama sebelum produk melakukan ekspansi besar-besaran. Validasi dari lembaga riset resmi seperti BRIN akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap keamanan material produk.
“Uji lab ini adalah upaya kami untuk memberikan jaminan kepada orang tua bahwa Mimi Clay aman bagi anak-anak. Kami ingin memastikan standar keamanan produk kami setara dengan standar nasional,” jelas Jihan.
Selain aspek keamanan, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pencapaian visi besar Mimi Clay. Jihan menegaskan bahwa Mimi Clay memiliki mimpi besar untuk berkembang menjadi ekosistem hiburan layaknya Disney Land.
Visi ambisius tersebut menuntut pondasi bisnis yang kuat, mulai dari kualitas produk hingga kepatuhan terhadap regulasi keamanan industri mainan edukasi di Indonesia bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA.
Melalui dukungan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), tim ini terus menunjukkan progres signifikan dalam mengubah ide kreatif menjadi sebuah unit bisnis yang profesional dan memiliki prospek masa depan cerah.
Langkah mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA yang menggandeng BRIN ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi wirausaha muda lainnya untuk selalu mengutamakan riset dan keamanan produk dalam setiap inovasi bisnis.
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menghadiri pembukaan pameran fotografi “Raksa Boga Dwipantara” di Museum Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) guna memperluas wawasan seni dan komunikasi visual.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (26/1) ini menyajikan pameran yang menggambarkan “laku” BPK dalam menjaga ketahanan pangan Nusantara. Mulai dari proses pengelolaan hingga upaya memastikan keberlanjutannya bagi masyarakat.
Pameran yang terbuka secara gratis untuk umum ini menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA untuk melihat bagaimana isu krusial seperti pangan dapat dikemas secara estetis melalui lensa kamera.
Dosen Ilmu Komunikasi, Alan Kusuma, yang turut hadir dalam pembukaan pameran tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan peluang berharga bagi mahasiswa untuk belajar dari para profesional di bidangnya.
Menurutnya, pameran ini menampilkan karya-karya dari berbagai seniman terkenal yang mampu menggabungkan aspek jurnalisme dengan nilai seni yang tinggi, sehingga sangat relevan bagi peminat dunia kreatif.
“Semoga pameran ini bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA yang berminat dalam dunia fotografi dan seni (art). Banyak sekali karya dari seniman ternama yang bisa dipelajari teknik dan pesannya,” ujar Alan Kusuma.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA diharapkan mampu mengasah sensitivitas mereka dalam menangkap fenomena sosial dan mengubahnya menjadi pesan visual yang kuat serta berdaya tarik tinggi.
Karya-karya yang dipamerkan tidak hanya menonjolkan keindahan komposisi, tetapi juga bercerita tentang kerja keras dan dedikasi dalam menjaga kedaulatan pangan, sebuah isu yang sangat relevan dengan fungsi komunikasi pembangunan.
Pameran “Raksa Boga Dwipantara” di Museum BPK RI ini menjadi sarana belajar mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam mengapresiasi karya fotografi bertema ketahanan pangan Nusantara secara gratis.