Gali Inspirasi Visual, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Hadiri Pameran Fotografi Raksa Boga Dwipantara

Gali Inspirasi Visual, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Hadiri Pameran Fotografi Raksa Boga Dwipantara

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menghadiri pembukaan pameran fotografi “Raksa Boga Dwipantara” di Museum Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) guna memperluas wawasan seni dan komunikasi visual.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (26/1) ini menyajikan pameran yang menggambarkan “laku” BPK dalam menjaga ketahanan pangan Nusantara. Mulai dari proses pengelolaan hingga upaya memastikan keberlanjutannya bagi masyarakat.

Pameran yang terbuka secara gratis untuk umum ini menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA untuk melihat bagaimana isu krusial seperti pangan dapat dikemas secara estetis melalui lensa kamera.

Dosen Ilmu Komunikasi, Alan Kusuma, yang turut hadir dalam pembukaan pameran tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan peluang berharga bagi mahasiswa untuk belajar dari para profesional di bidangnya.

Menurutnya, pameran ini menampilkan karya-karya dari berbagai seniman terkenal yang mampu menggabungkan aspek jurnalisme dengan nilai seni yang tinggi, sehingga sangat relevan bagi peminat dunia kreatif.

“Semoga pameran ini bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA yang berminat dalam dunia fotografi dan seni (art). Banyak sekali karya dari seniman ternama yang bisa dipelajari teknik dan pesannya,” ujar Alan Kusuma.

Melalui kunjungan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA diharapkan mampu mengasah sensitivitas mereka dalam menangkap fenomena sosial dan mengubahnya menjadi pesan visual yang kuat serta berdaya tarik tinggi.

Karya-karya yang dipamerkan tidak hanya menonjolkan keindahan komposisi, tetapi juga bercerita tentang kerja keras dan dedikasi dalam menjaga kedaulatan pangan, sebuah isu yang sangat relevan dengan fungsi komunikasi pembangunan.

Pameran “Raksa Boga Dwipantara” di Museum BPK RI ini menjadi sarana belajar mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam mengapresiasi karya fotografi bertema ketahanan pangan Nusantara secara gratis.

Gali Potensi Inovasi, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Gelar Sosialisasi Strategis PKM 2026

Gali Potensi Inovasi, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Gelar Sosialisasi Strategis PKM 2026

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali memacu semangat inovasi melalui sosialisasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang digelar pada Senin (25/1) di kampus setempat.

Kegiatan ini secara khusus menyasar mahasiswa semester 3 dan 5 yang dinilai memiliki potensi besar dalam melahirkan ide-ide segar. Fokus utamanya adalah membekali mahasiswa dengan strategi penyusunan proposal yang kompetitif.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Lintang Muliawanti, hadir langsung sebagai narasumber utama. Ia memberikan panduan mendalam mengenai skema PKM yang dapat diikuti oleh mahasiswa guna mendukung pencapaian akademik.

Menurutnya, keikutsertaan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam PKM bertujuan untuk meningkatkan kemampuan akademis, kreativitas, jiwa kewirausahaan, serta kepedulian sosial melalui solusi nyata atas permasalahan di masyarakat.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya unggul di kelas, tetapi juga mampu berpikir kritis dan kreatif dalam menciptakan karya yang bermanfaat. PKM adalah wadah yang sangat tepat untuk mengasah mentalitas tersebut,” ujar Lintang Muliawanti.

Dalam sesi tersebut, dipaparkan berbagai strategi untuk menembus seleksi nasional, mulai dari pemilihan topik yang unik, pembentukan tim yang solid, hingga teknik penulisan laporan yang sesuai dengan pedoman terbaru.

Lintang menekankan bahwa kualitas riset dan originalitas ide menjadi kunci utama. Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA diharapkan mampu mengangkat isu-isu komunikasi digital, sosial, maupun budaya yang sedang relevan saat ini.

Keberhasilan menembus pendanaan PKM bukan sekadar prestasi finansial, melainkan pembuktian bahwa kualitas intelektual mahasiswa mampu bersaing di tingkat nasional dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.

“Harapan kami, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dapat mengirimkan proposal yang lebih berkualitas dan memperoleh pendanaan yang lebih banyak pada tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya,” pungkas Lintang Muliawanti.

Melalui sosialisasi ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA diharapkan mampu menghasilkan proposal PKM yang kompetitif, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat luas di masa depan.

Siap Kerja! 38 Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Uji Kompetensi Content Creator dan PR

Siap Kerja! 38 Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Uji Kompetensi Content Creator dan PR

Sebanyak 38 mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) semester 7 secara resmi mengikuti agenda sertifikasi kompetensi pada Jumat (23/1). Kegiatan strategis ini bertujuan untuk memvalidasi kemampuan teknis mahasiswa sebelum mereka menyelesaikan masa studi dan terjun ke pasar kerja yang semakin kompetitif.

Langkah ini diambil oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) sebagai upaya nyata dalam menyelaraskan kurikulum akademik dengan standar industri terkini. Melalui sertifikasi ini, mahasiswa tidak hanya dibekali dengan ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional sebagai bukti kemahiran profesional mereka.

Guna menjaga kualitas pengujian, pihak prodi mendatangkan asesor langsung dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) InsCinema. Kevin Chaidir Pratama bertindak sebagai asesor untuk skema Content Creator, sementara Liliyana menguji mahasiswa pada skema Public Relation Officer. Kehadiran para praktisi ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan evaluasi langsung dari pakar di bidangnya.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti, menegaskan bahwa sertifikasi ini merupakan instrumen krusial dalam menjembatani dunia kampus dengan dunia kerja. Menurutnya, bukti kompetensi resmi akan memberikan nilai tambah bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA saat bersaing memperebutkan posisi strategis di berbagai perusahaan besar nasional.

“Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA memang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman strategi komunikasi yang aplikatif. Hal ini sangat sejalan dengan kebutuhan industri saat ini yang menuntut tenaga kerja cerdas, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ungkap Lintang Muliawanti.

Sejalan dengan hal tersebut, Hasna Naila Latifah, salah satu perwakilan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA yang menjadi peserta, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Baginya, tantangan saat uji kompetensi memberikan gambaran nyata mengenai tekanan dan standar profesionalisme yang akan ia hadapi setelah lulus nanti.

“Sertifikasi ini sangat penting karena nilai akademik saja belum cukup untuk meyakinkan industri. Dengan adanya pengakuan dari InsCinema ini, kami sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA merasa lebih percaya diri karena keahlian kami di bidang Content Creator maupun PR sudah divalidasi oleh lembaga resmi,” tutur Hasna Naila.

Rangkaian sertifikasi ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA untuk terus mengembangkan portofolio mereka. Dengan memiliki lisensi profesi sejak di bangku kuliah, lulusan diharapkan dapat langsung terserap oleh pasar kerja industri kreatif dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan dunia komunikasi di Indonesia.

Cerdas Digital Sejak Dini: Mahasiswa ILKOM UNIMMA Bekali Siswa SD Negeri 2 Ringinanom Tangkal Hoaks

Cerdas Digital Sejak Dini: Mahasiswa ILKOM UNIMMA Bekali Siswa SD Negeri 2 Ringinanom Tangkal Hoaks

Sejumlah mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) sukses menyelenggarakan edukasi literasi digital guna mencegah bahaya hoaks dan ujaran kebencian bagi siswa di SD Negeri 2 Ringinanom pada 24 November 2025.

Program ini lahir dari kesadaran mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA akan rentannya anak usia sekolah dasar, khususnya rentang umur 10 hingga 12 tahun, terhadap paparan informasi negatif. Melalui mata kuliah Kewarganegaraan, para mahasiswa ini merancang metode sosialisasi yang mampu mengubah pola pikir siswa agar lebih kritis sebelum mengonsumsi konten di media sosial.

Dosen pengampu mata kuliah, Fadil Muhammad, memberikan penekanan khusus pada urgensi kegiatan ini. Menurutnya, pemahaman mengenai literasi digital bukan sekadar tentang teknis menggunakan teknologi, melainkan tentang bagaimana menjaga nilai-nilai kebangsaan dan etika di ruang siber. Ia menilai langkah mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA ini sebagai bentuk pengabdian yang sangat relevan dengan tantangan zaman.

“Kegiatan yang dilakukan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA ini merupakan wujud nyata dari implementasi nilai kewarganegaraan dalam kehidupan sehari-hari. Kita ingin generasi muda tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat untuk menolak segala bentuk konten yang dapat memecah belah bangsa, seperti hoaks dan ujaran kebencian,” tegas Fadil Muhammad.

Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA yang dipimpin oleh Cikal Cahyo Wicaksono bersama Arif Aditya, Muhammad Ridwan, Rizki Dwi Setiawan, Muhammad Alim, dan Audian Dwi Ahmad, menggunakan pendekatan yang interaktif. Mereka mengajak para siswa berdiskusi langsung dan melakukan simulasi sederhana untuk membedakan antara fakta objektif dengan berita yang bersifat provokatif atau palsu.

Antusiasme siswa terlihat saat mereka diajak mengenali ciri-ciri hoaks, seperti judul yang bombastis atau sumber informasi yang tidak jelas. Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA juga menyelipkan pemahaman mengenai dampak buruk perundungan daring (cyber bullying) agar tercipta lingkungan sekolah yang lebih sehat secara digital dan mendorong siswa untuk lebih bijak dalam berkomentar di internet.

Sebagai penutup, program ini diharapkan tidak berhenti pada satu kali pertemuan saja. Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA berkomitmen menyusun panduan literasi digital sederhana yang dapat digunakan oleh pihak sekolah dan orang tua sebagai instrumen pengawasan. Hal ini menjadi langkah strategis untuk memastikan siswa SD Negeri 2 Ringinanom tumbuh menjadi warga digital yang cerdas dan bertanggung jawab.

Cegah Bahaya Medsos: Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Bekali Siswa SDN Sawitan Keamanan Data Digital

Cegah Bahaya Medsos: Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Bekali Siswa SDN Sawitan Keamanan Data Digital

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) gelar edukasi keamanan data digital bagi siswa SDN Sawitan guna cegah risiko media sosial sejak dini.

Program bertajuk “Edukasi Keamanan dan Privasi Data Digital” ini dilaksanakan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA selama satu bulan penuh. Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning).

Kegiatan ini menyasar siswa kelas VI SDN Sawitan yang mulai aktif menggunakan berbagai platform media sosial namun masih minim kesadaran akan risiko keamanan siber. Program ini berada di bawah bimbingan dosen Fadil Muhammad.

Hasil observasi menunjukkan sebagian besar siswa sudah aktif menggunakan media sosial, bahkan melakukan siaran langsung di TikTok tanpa memahami risikonya. Mereka juga kerap berinteraksi dengan orang asing melalui direct message.

“Anak-anak sudah familiar dengan teknologi, tapi pemahaman tentang privasi digital masih minim. Mereka belum menyadari bahaya membagikan informasi pribadi sembarangan,” ungkap Salsabila Aulia Sani, ketua pelaksana dari mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA.

Pendekatan yang digunakan dirancang sangat menyenangkan bagi anak-anak. Materi yang diberikan meliputi cara menangani pesan orang asing, etika bermedia sosial, penggunaan Artificial Intelligence (AI), hingga risiko live streaming.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui tanya jawab dan permainan edukatif. Hal ini memudahkan para siswa menyerap pengetahuan tentang pentingnya melindungi privasi mereka di dunia maya secara mandiri dan bijak.

Wali kelas VI SDN Sawitan, Fitri Erlina, memberikan apresiasi positif terhadap langkah mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA. Menurutnya, edukasi ini mengisi kekosongan literasi digital yang belum tersentuh secara mendalam dalam kurikulum.

“Program ini sangat bermanfaat. Selama ini kami fokus pada akademik, sementara edukasi keamanan digital masih terbatas. Kehadiran mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA sangat membantu kami,” ujar Fitri Erlina.

Selain meningkatkan pemahaman siswa, kegiatan ini juga menghasilkan media pembelajaran berkelanjutan bagi pihak sekolah. Fokus utamanya adalah membentuk karakter moral siswa agar lebih cerdas dan beretika di era teknologi.

Pentingnya peran orang tua juga ditekankan dalam kegiatan ini. Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA merekomendasikan agar orang tua rutin memantau aktivitas digital anak demi keamanan privasi data keluarga di masa depan.

Sinergi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dengan sekolah dasar ini diharapkan mampu mencetak generasi yang bijak, cerdas, dan aman dalam menggunakan teknologi digital serta memiliki karakter moral yang kuat.

Aksi Pengabdian: Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Pimpin Penerjunan KKN di Desa Pesidi 1 Grabag

Aksi Pengabdian: Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Pimpin Penerjunan KKN di Desa Pesidi 1 Grabag

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) resmi memulai pengabdian masyarakat melalui penerjunan KKN Tematik II Kelompok 5 di Desa Pesidi 1, Grabag pada Selasa (20/1).

Kehadiran para mahasiswa ini disambut hangat oleh Kepala Desa Pesidi 1, Faizin, di aula balai desa setempat. Dalam sambutannya, beliau menerima dengan tangan terbuka kehadiran Kelompok 5 yang dipimpin oleh Farah Afifah, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA.

Faizin menegaskan bahwa pihak desa sangat mendukung program-program pengabdian ini. Namun, beliau menitipkan pesan penting agar para mahasiswa tidak hanya fokus pada program kerja teknis, tetapi juga mampu membaur secara personal dengan kehidupan sosial masyarakat desa.

“Kami menyambut baik adik-adik mahasiswa untuk mengabdi di sini. Harapan kami, teman-teman mahasiswa bisa segera menyesuaikan diri dan aktif membaur langsung dalam kegiatan kemasyarakatan di Desa Pesidi 1,” tutur Faizin.

Meski kelompok ini terdiri dari gabungan berbagai disiplin ilmu, sentuhan strategi komunikasi dan koordinasi lapangan di bawah kepemimpinan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA menjadi motor penggerak utama dalam merancang program kerja yang komunikatif bagi warga.

Dosen Penanggung Jawab dari UNIMMA, Alan Kusuma, menekankan bahwa esensi dari KKN ini adalah bentuk nyata kontribusi akademisi terhadap permasalahan di lapangan. Beliau berharap program yang dijalankan memiliki dampak yang berkelanjutan bagi desa.

“KKN Tematik ini merupakan ruang bagi mahasiswa untuk memberikan solusi nyata atas potensi maupun tantangan yang ada di desa. Fokus kita adalah memberikan kontribusi terbaik yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga,” ujar Alan Kusuma.

Farah Afifah, selaku ketua kelompok, menyatakan kesiapannya untuk membawa timnya berakulturasi dengan budaya lokal. Baginya, kemampuan komunikasi antarbudaya yang dipelajari di bangku kuliah akan menjadi modal utama dalam menjalin kedekatan dengan penduduk desa.

Penerjunan KKN ini menandai komitmen Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi untuk memajukan potensi daerah di Kabupaten Magelang.