Sewindu Berkarya: Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Semester 1 Unjuk Gigi Lewat Film Pendek di Milad ke-8

Sewindu Berkarya: Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Semester 1 Unjuk Gigi Lewat Film Pendek di Milad ke-8

Panggung Milad Progam Studi Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) yang ke-8 di Omah Mbudur mendadak haru dan bangga saat mahasiswa semester 1 menayangkan short movie perdana mereka sebagai luaran mata kuliah Creative Thinking.

Meski masih menyandang status mahasiswa baru, para mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA angkatan 2025 ini berhasil membuktikan bahwa kreativitas tidak dibatasi oleh usia akademik melalui karya audio visual yang memukau.

Dosen pengampu, Dwi Susanti, S.I.Kom., M.A., tak kuasa menyembunyikan rasa bangganya atas dedikasi mahasiswa yang berhasil mengeksekusi proyek film ini dengan sangat maksimal meski di tengah keterbatasan pengalaman.

Beliau menyoroti bagaimana para mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA ini belajar secara otodidak dan militan dalam menyusun skrip, memburu talent, hingga menguasai teknis kamera yang rumit dalam waktu singkat.

“Mereka benar-benar belajar dari nol. Saya sangat mengapresiasi keberanian mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA angkatan 2025 yang telah memberikan hasil di luar ekspektasi saya untuk sebuah karya pertama,” ujar Dwi Susanti.

Salah satu sineas muda yang terlibat, Muhammad Lucky Arozaq, mengakui bahwa terjun langsung ke lapangan memberikan perspektif baru yang tidak ia dapatkan hanya dengan duduk diam mendengarkan teori di kelas.

Bagi Lucky, memproduksi film adalah ajang belajar kepemimpinan dan manajemen konflik, di mana ia harus bergelut dengan dinamika tim dan menyelesaikan berbagai krisis tak terduga selama proses syuting.

“Ada rasa bangga yang luar biasa saat film kami diputar di acara Milad Ilkom UNIMMA yang ke-8. Kami tidak hanya belajar bikin film, tapi belajar cara menjaga ego dan bekerjasama dalam tim,” ungkap Lucky.

Penayangan ini menjadi bukti bahwa kurikulum yang diterapkan bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA sangat adaptif, mampu menelurkan karya nyata yang layak tonton bahkan sejak semester awal perkuliahan.

Keberhasilan penayangan film ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA untuk terus melahirkan karya kreatif yang lebih besar dan kompetitif di industri kreatif masa depan.

Harmoni Alam di Sewindu Ilkom: Milad ke-8 Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Usung Tema Back to Nature

Harmoni Alam di Sewindu Ilkom: Milad ke-8 Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Usung Tema Back to Nature

Sukses menggelar puncak perayaan Milad ke-8 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMAi) yang spektakuler dengan mengusung tema besar “Back to Nature: Nature to Recovery” di Omah Mbudur, Sabtu (7/2).

Melalui tema ini, segenap civitas akademika diajak untuk memperbaiki hubungan harmonis antara manusia dan alam melalui berbagai aksi nyata pelestarian lingkungan. Perayaan tahun ini terasa sangat mendalam dengan penggunaan tagline “Roots & Routes”, yang melambangkan akar identitas yang kuat serta rute masa depan prodi yang semakin luas. Acara ini dihadiri oleh jajaran dosen prodi serta pimpinan dari Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH).

Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi, Lintang Muliawanti, S.I.Kom., M.A., dalam sambutannya menekankan bahwa Milad kali ini bukan sekadar perayaan euforia, melainkan sebuah refleksi terhadap kondisi bumi.

“Kami ingin mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA tidak hanya unggul dalam berkreasi, tetapi juga memiliki empati tinggi terhadap isu lingkungan yang saat ini sedang kritis. Aksi tanam pohon ini adalah pesan bahwa komunikasi yang paling baik adalah komunikasi yang memberikan manfaat bagi alam semesta,” ujar Lintang Muliawanti. Beliau berharap semangat ini terus tertanam dalam jiwa setiap angkatan mahasiswa ke depannya.

Wakil Rektor IV UNIMMA, Ns. Sigit Priyanto, M.Kep, yang membuka acara secara resmi, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsep kegiatan yang relevan dengan tantangan zaman.

Beliau menyatakan bahwa integrasi antara kompetisi kreatif pelajar dengan aksi lingkungan merupakan terobosan yang sangat cerdas bagi perkembangan sebuah program studi. “Saya sangat bangga melihat bagaimana mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA mengemas acara ini dengan begitu rapi, mulai dari aspek tradisi hingga kepedulian ekologi. Semoga prodi ini segera melesat mencapai akreditasi Unggul dan terus melahirkan insan komunikasi yang kompeten serta religius,” tegas Sigit Priyanto sebelum membuka acara.

Kemeriahan puncak acara diawali dengan pembukaan simbolis melalui penampilan Tari Cipat Cipit yang dibawakan dengan anggun oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA sendiri.

Suasana semakin hangat saat seluruh hadirin, termasuk peserta lomba dari tingkat SLTA, terjun langsung dalam aksi tanam pohon yang berkolaborasi dengan kelompok pecinta alam SMKN 2 Magelang (Cospala Skanida). Kegiatan ini menjadi jembatan silaturahmi yang kuat antara dunia kampus dan komunitas sekolah menengah se-Magelang. Aksi hijau di bantaran sungai ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA berani mengambil peran dalam mitigasi bencana melalui penghijauan.

Ketua Panitia Milad ke-8, Zikhru Aulia, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan ini dirancang sangat padat untuk mewadahi semua aspek, mulai dari kreativitas hingga apresiasi internal.

“Kami mengadakan lomba fotografi dan video vlog untuk pelajar SMA/SMK/MA se-Magelang sebagai rute pengenalan potensi prodi kepada calon mahasiswa masa depan. Selain itu, ada screening film karya mahasiswa semester 1 yang menunjukkan kualitas produksi audio visual sejak dini. Semuanya kami rangkum dalam konsep Roots & Routes agar kita tidak lupa sejarah namun tetap fokus pada kemajuan,” ungkap Zikhru Aulia saat ditemui di sela acara.

Nadif Zifan, salah satu peserta lomba dari SMAN 1 Mertoyudan, mengaku sangat terkesan dengan pengalaman berbeda yang ia dapatkan selama mengikuti rangkaian acara ini di Omah Mbudur.

Menurutnya, bergabung dalam kegiatan tanam pohon bersama mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA memberikannya sudut pandang baru bahwa lomba tidak selalu soal menang dan kalah. “Lombanya seru banget karena lokasinya estetik, dan yang paling berkesan adalah saat kami ikut menanam pohon bersama para kakak mahasiswa. Ini membuat kami merasa lebih dekat dengan alam sekaligus mengenal asyiknya belajar ilmu komunikasi secara langsung di lapangan,” kata Nadif dengan antusias.

Acara dilanjutkan dengan sesi screening film pendek karya mahasiswa dan pembacaan nominasi penghargaan bagi dosen serta mahasiswa paling ikonik tahun ini.

Gelak tawa dan riuh tepuk tangan pecah saat kategori dosen terfavorit hingga mahasiswa terkocak diumumkan berdasarkan polling murni dari seluruh mahasiswa prodi. Puncak acara kemudian ditutup dengan penampilan hiburan yang sangat meriah dari Om Seven, yang sukses membuat seluruh hadirin berdendang bersama di bawah langit Omah Mbudur. Kemeriahan ini sekaligus menjadi penanda suksesnya sewindu perjalanan prodi dalam menginspirasi dan berkontribusi bagi masyarakat.

Melalui suksesnya Milad ke-8 ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA membuktikan bahwa sebuah perayaan besar dapat berjalan beriringan dengan misi pelestarian alam yang berkelanjutan.

Harapannya, pohon yang ditanam hari ini dapat tumbuh menjadi saksi sejarah bagi kemajuan program studi yang terus berkomitmen memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Sinergi antara kreativitas, tradisi, dan aksi lingkungan menjadi fondasi utama bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam menyongsong masa depan yang lebih hijau. Perayaan ini akan selalu dikenang sebagai momentum di mana setiap insan komunikasi kembali ke akar dan menatap rute masa depan yang gemilang.

Jelang Rayakan Milad ke-8, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Usung Aksi Lingkungan di Omah Budur

Jelang Rayakan Milad ke-8, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Usung Aksi Lingkungan di Omah Budur

Menjelang peringatan Milad ke-8 pada 2 Februari 2026, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA HIMANIKA tengah menyiapkan rangkaian event besar yang berdampak sosial.

Rangkaian perayaan ini telah diawali dengan agenda inspiratif “Meet the Alumni” pada 10 Januari lalu yang menghadirkan tiga lulusan hebat, yakni Khoerunisa, Annisa Zafirah, dan Hikmawati Fajri Devi Safitri.

Sebagai puncaknya, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA akan menggelar perayaan di Omah Budur pada 7 Februari 2026. Acara tersebut dirancang secara khusus untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Ketua kegiatan, Zikhru Aulia, menjelaskan bahwa Milad kali ini mengusung tema alam sebagai bentuk keprihatinan terhadap rentetan bencana alam yang terjadi belakangan ini, seperti banjir besar di Sumatra.

“Bencana alam seperti banjir yang membawa kayu gelondongan menjadi pengingat bagi kami. Maka dari itu, kami akan mengadakan aksi tanam pohon serta lomba foto dan video untuk anak SMA,” ungkap Zikhru Aulia.

Menurutnya, pemilihan tema alam ini bertujuan agar mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA tidak hanya fokus pada teori komunikasi, tetapi juga mampu merespons keresahan lingkungan melalui aksi nyata di lapangan.

Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi, Lintang Muliawanti, menyetujui penuh konsep perayaan ini karena dianggap mampu membangun citra positif prodi sebagai institusi yang peka terhadap kondisi sekitar.

“Semoga dengan kegiatan ini, masyarakat melihat bahwa selain menciptakan lulusan hebat, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA juga memiliki kepekaan terhadap isu-isu lingkungan di sekitarnya,” jelas Lintang Muliawanti.

Rangkaian Milad ke-8 ini diharapkan menjadi momentum bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA untuk terus berkontribusi bagi bangsa, baik melalui karya komunikasi kreatif maupun tindakan nyata pelestarian alam.

Inovasi Pengabdian: Mahasiswa Ilkom UNIMMA Konversi KKN Melalui Penguatan Ekosistem Wisata Halal dan Pemberdayaan UMKM di Pemandian Air Panas Sumberarum

Inovasi Pengabdian: Mahasiswa Ilkom UNIMMA Konversi KKN Melalui Penguatan Ekosistem Wisata Halal dan Pemberdayaan UMKM di Pemandian Air Panas Sumberarum

Dua mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhmamdiyah Magelang (UNIMMA) sukses melakukan konversi mata kuliah KKN melalui keterlibatan aktif dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat berbasis wilayah di Desa Sumberarum.

Langkah ini diambil oleh Miftkahul Wahyu Ragil Praditya dan Aurelia Rahma Niken Lutihitisari sebagai bentuk implementasi kebijakan Merdeka Belajar yang memungkinkan mahasiswa mengonversi kegiatan asistensi dosen menjadi nilai akademik.

Kegiatan pengabdian ini mengusung tajuk “Penguatan Ekosistem Wisata Halal dan Pemberdayaan UMKM Lokal di Pemandian Air Panas Desa Sumberarum, Tempuran” yang dirancang untuk meningkatkan potensi ekonomi desa melalui strategi komunikasi pemasaran.

Ketua Pelaksana sekaligus dosen pengampu, Dwi Susanti, menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam program ini sangat krusial untuk membantu digitalisasi UMKM lokal serta branding wisata halal.

“Mahasiswa kami terjunkan langsung untuk memberikan asistensi teknis kepada warga. Kehadiran mereka membantu percepatan program, terutama dalam mengomunikasikan potensi desa agar lebih dikenal secara luas dan profesional,” ujar Dwi Susanti.

Menurutnya, kolaborasi ini memberikan dampak ganda: membantu pengembangan wilayah secara nyata dan memberikan pengalaman kerja lapangan yang valid bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA di luar kelas formal.

Salah satu mahasiswa pelaksana, Miftkahul Wahyu Ragil Praditya, mengungkapkan bahwa pengalaman mengasistensi pengabdian ini memberikan pelajaran berharga mengenai cara berkomunikasi dengan masyarakat yang memiliki latar belakang beragam.

“Bagi kami, ini bukan sekadar konversi nilai KKN. Kami belajar bagaimana menyusun strategi branding wisata halal yang sensitif terhadap nilai lokal namun tetap kompetitif secara digital,” tutur Miftkahul Wahyu.

Selama proses pengabdian, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA fokus pada pendampingan pembuatan konten promosi untuk produk UMKM serta penataan narasi wisata yang mendukung ekosistem halal di wilayah Tempuran tersebut.

Melalui program asistensi ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang solutif bagi kemajuan desa melalui keahlian komunikasi strategis dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Pimpin Literasi Anti-Narkoba di KKN Tematik Desa Jati

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Pimpin Literasi Anti-Narkoba di KKN Tematik Desa Jati

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Aiska Imelda Salsabilla, sukses mengawali masa pengabdian KKN Tematik Periode II Kelompok 01 dengan mendorong literasi keluarga bebas narkoba di Desa Jati.

Kegiatan yang dilaksanakan di Kecamatan Sawangan ini dimulai dengan seremoni penerjunan sekaligus pemaparan program kerja yang komprehensif. Pertemuan awal di Pendopo Balai Desa Jati tersebut menjadi ruang penyelarasan program kerja mahasiswa dengan kebutuhan nyata masyarakat setempat.

Aiska Imelda Salsabilla selaku Ketua Kelompok 01 menyampaikan bahwa fokus KKN tahun 2026 adalah pengembangan potensi lokal dan pemberdayaan ekonomi kreatif. Namun, penguatan literasi kesehatan masyarakat, khususnya mengenai bahaya narkoba, menjadi program pembuka yang sangat mendesak untuk dilaksanakan.

“Program yang kami rancang berangkat dari hasil observasi lapangan dan diskusi dengan perangkat desa. Kami ingin mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA hadir sebagai mitra edukasi yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Jati,” ujar Aiska Imelda Salsabilla.

Sebagai aksi nyata, tim KKN melakukan edukasi bahaya narkoba bersama Tim Penggerak (TP) PKK Desa Jati pada Rabu (21/1). Dengan mengusung tema “Ibu Pintar, Anak Terjaga”, edukasi ini menekankan peran vital komunikasi keluarga dalam membentengi remaja dari pengaruh buruk pergaulan.

Aiska menegaskan bahwa seorang ibu memiliki kedekatan emosional yang kuat untuk melakukan deteksi dini terhadap perubahan perilaku anak. Pengetahuan tentang jenis-jenis zat adiktif dan strategi komunikasi terbuka menjadi modal utama orang tua dalam melakukan upaya preventif di lingkup rumah tangga.

Ketua TP PKK Desa Jati, Ibu Yani, menyambut positif inisiatif mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA ini. Beliau sependapat bahwa keluarga adalah benteng utama yang harus diperkuat agar anak-anak di Desa Jati tidak terjerumus ke dalam lingkaran gelap penyalahgunaan narkoba.

Materi yang disampaikan tim KKN meliputi pengenalan jenis narkoba yang marak di lingkungan remaja serta teknik membangun dialog dua arah antara orang tua dan anak. Sesi tanya jawab interaktif menunjukkan kepedulian tinggi warga terhadap tantangan pergaulan bebas di lingkungan mereka.

Melalui kepemimpinan Aiska Imelda Salsabilla, kehadiran mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA diharapkan mampu memberikan dampak signifikan dalam mewujudkan lingkungan desa yang sehat. Komitmen ini menjadi bukti nyata peran aktif mahasiswa dalam pengabdian masyarakat berbasis keilmuan komunikasi yang efektif.

Source: Humas Unimma

Ekspansi Pasar: Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Daftarkan Produk Mimi Clay ke BRIN

Ekspansi Pasar: Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Daftarkan Produk Mimi Clay ke BRIN

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) yang tergabung dalam tim Mimi Clay resmi mendaftarkan produk inovatif mereka ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Rabu (27/1).

Langkah besar ini diambil oleh tim Mimi Clay, yang sebelumnya merupakan pemenang hibah P2MW 2025, sebagai bagian dari upaya peningkatan standar kualitas dan legalitas produk di tingkat nasional.

Pendaftaran ke BRIN ini difokuskan pada uji laboratorium intensif guna memastikan bahwa produk clay yang mereka hasilkan benar-benar aman saat dimainkan oleh anak-anak dalam jangka panjang.

Perwakilan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA sekaligus pengelola Mimi Clay, Jihan Ika Ayuningtyas, mengungkapkan bahwa uji lab ini sangat krusial untuk memenuhi kebutuhan pasar yang jauh lebih luas.

Menurut Jihan, keamanan konsumen adalah prioritas utama sebelum produk melakukan ekspansi besar-besaran. Validasi dari lembaga riset resmi seperti BRIN akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap keamanan material produk.

“Uji lab ini adalah upaya kami untuk memberikan jaminan kepada orang tua bahwa Mimi Clay aman bagi anak-anak. Kami ingin memastikan standar keamanan produk kami setara dengan standar nasional,” jelas Jihan.

Selain aspek keamanan, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pencapaian visi besar Mimi Clay. Jihan menegaskan bahwa Mimi Clay memiliki mimpi besar untuk berkembang menjadi ekosistem hiburan layaknya Disney Land.

Visi ambisius tersebut menuntut pondasi bisnis yang kuat, mulai dari kualitas produk hingga kepatuhan terhadap regulasi keamanan industri mainan edukasi di Indonesia bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA.

Melalui dukungan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), tim ini terus menunjukkan progres signifikan dalam mengubah ide kreatif menjadi sebuah unit bisnis yang profesional dan memiliki prospek masa depan cerah.

Langkah mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA yang menggandeng BRIN ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi wirausaha muda lainnya untuk selalu mengutamakan riset dan keamanan produk dalam setiap inovasi bisnis.