Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menegaskan peran aktifnya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Pemberdayaan Wilayah (PKM-PW). Program terbaru yang sukses dilaksanakan berfokus pada “Penguatan Ekosistem Wisata Halal dan Pemberdayaan UMKM” di Pemandian Air Hangat Umbul Banyu Roso, Desa Sumberarum, Tempuran, Magelang.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 15 Desember 2025 ini bertujuan meningkatkan branding pemandian air hangat tersebut agar lebih dikenal luas, sekaligus memperkenalkan konsep wisata halal kepada publik.
Strategi Komunikasi Digital untuk Wisata Halal
Kegiatan PKM-PW ini diketuai oleh Dosen dari Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Dwi Susanti. Tim pengabdian ini membawa keahlian komunikasi digital untuk menjawab tantangan promosi yang dihadapi pengelola wisata lokal.
Fokus pelatihan adalah penguatan konten digital. Peserta, yang merupakan pengelola pemandian, diajarkan strategi komunikasi yang efektif, mulai dari teknik pengambilan gambar, penulisan caption yang menarik, hingga pemanfaatan media sosial untuk membangun branding wisata.
Menariknya, pemateri dalam pelatihan ini adalah jebolan atau alumni dari Ilmu Komunikasi UNIMMA sendiri. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa lulusan prodi memiliki kompetensi yang relevan dan siap berkontribusi langsung pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sambutan Hangat dari Pengelola Lokal
Konsep pelatihan yang menggabungkan skill digital dan konsep wisata halal ini disambut antusias oleh pengelola pemandian. Sulus, salah satu pengelola Pemandian Air Panas Umbul Banyu Roso, mengungkapkan harapannya.
“Semoga setelah adanya pelatihan terkait pembuatan konten ini, Pemandian Air Panas Umbul Banyu Roso ini bisa semakin ramai dan dikenal oleh masyarakat luas,” ujar Sulus.
Harapan ini sejalan dengan tujuan Ilmu Komunikasi UNIMMA: memastikan UMKM dan potensi wisata lokal memiliki literasi digital yang memadai untuk bersaing di era informasi. Dengan konten digital yang kuat, branding wisata Umbul Banyu Roso akan semakin efektif menjangkau wisatawan potensial, baik domestik maupun internasional.
Kegiatan PKM-PW ini menegaskan komitmen Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu menghubungkan ilmu pengetahuan (knowledge) di kampus dengan praktik nyata (action) di masyarakat, khususnya dalam mengembangkan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis syariah.
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali sukses membuktikan kapabilitasnya dalam event management. Sebagai luaran tugas Mata Kuliah Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), mahasiswa Ilkom UNIMMA berhasil menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Seni Meronce: Membuat Bag Charm.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 14 Desember 2025, bertempat di Cafe Kopi Kalahari, Mertoyudan, Magelang. Acara ini secara khusus mengangkat tema pemberdayaan perempuan Gen Z melalui kreativitas seni kerajinan.
Keberagaman Peserta dan Peluang Ekonomi Kreatif
Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta dengan latar belakang usia yang sangat beragam, mulai dari siswa sekolah dasar, menengah, hingga mahasiswa. Keberagaman ini menciptakan suasana kelas yang dinamis, interaktif, dan penuh antusiasme.
Pemateri utama, Ummu Syahidatul Fauziah, Owner Handmade Store Magelang, menekankan bahwa kegiatan kerajinan tangan tidak hanya bernilai estetika. Ia menyebut kegiatan meronce ini berpotensi besar menjadi sarana pengembangan diri dan peluang ekonomi bagi perempuan Gen Z.
Peserta mendapatkan pembelajaran langsung praktik membuat bag charm dari tali paracord dan manik-manik. Meskipun proses pembuatan simpul menantang, peserta tetap semangat hingga berhasil membawa pulang karya buatan mereka sendiri.
Event Matang, Menarik Minat Luas
Ummu Syahidatul Fauziah mengaku sangat senang dan terkesan dengan kematangan acara yang digagas mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA ini.
“Terima kasih kepada adik-adik UNIMMA yang sudah membuat acara sekeren ini. Walaupun hanya untuk tugas kuliah, tapi sudah bisa mengumpulkan 30 peserta keren banget,” pujinya.
Ia menambahkan bahwa keberagaman peserta dari anak-anak hingga mahasiswa menunjukkan keberhasilan mahasiswa Ilkom UNIMMA dalam menjangkau audiens secara luas.
Respon positif juga datang dari peserta. Zusika Briliani, mahasiswa UIN Salatiga, mengaku mendapat pengalaman baru. “Walaupun agak susah di bagian simpul, aku berharap ke depannya bisa bikin sendiri di rumah dan ngajarin teman-teman,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Evitta Nur Laili, siswi SMA Muhammadiyah Muntilan. Ia merasa kegiatan ini cara menyenangkan untuk mengisi waktu libur sekaligus belajar keterampilan baru.
Ilmu Komunikasi: Implementasi MICE dan Community Development
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA berhasil mengimplementasikan konsep MICE secara aplikatif—mulai dari perencanaan venue, negosiasi, hingga manajemen peserta. Lebih dari itu, event ini menghadirkan ruang belajar kreatif yang intensif dan berdampak positif bagi masyarakat.
Keberhasilan ini menunjukkan kapabilitas lulusan Ilkom UNIMMA yang siap menggunakan keterampilan komunikasi dan manajemen event untuk mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan muda di ranah ekonomi kreatif.
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) sukses besar mengimplementasikan teori dalam praktik nyata dengan menyelenggarakan acara outdoor yoga class bertajuk “Harmony in Nature.” Kegiatan yang merupakan luaran wajib Mata Kuliah Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) ini digelar di Taman Kyai Langgeng Ecopark (TKL Ecopark) Magelang pada Sabtu, 13 Desember 2025, pukul 06.30 hingga 08.00 WIB. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga membawa makna filosofis tentang keselarasan antara jiwa dan alam untuk mencapai hidup yang seimbang (balance) serta menumbuhkan kecintaan terhadap diri sendiri (self-love).
Koneksi Sehat: Yoga dan Edukasi Kecantikan Alami
Sesi inti dibuka dengan yoga yang dipandu oleh Coach Tyaz Kim. Seluruh peserta merasakan pengalaman yoga yang menyegarkan di bawah sinar matahari pagi dengan pemandangan alam TKL Ecopark yang asri. Coach Tyaz Kim menekankan pentingnya kesadaran akan pernapasan dan energi alam sekitar.
Setelah sesi yoga, acara dilanjutkan dengan beauty talk bersama Larissa Nature Magelang. Sesi ini memberikan edukasi seputar perawatan diri dan pentingnya kecantikan alami yang selaras dengan gaya hidup sehat. Rangkaian kemudian ditutup dengan coffee break yang menyajikan hidangan sehat dan novelty yang menarik, seperti salad wrap dari Nal Healthy, morning coffee dari Eskol Coffee and Eatery, dan infused water yang menyegarkan.
Respon Peserta: Pengalaman Pertama yang Bikin Ketagihan
Konsep event yang unik dan edukatif ini menuai pujian dari peserta. Nabila, salah satu peserta, menyampaikan rasa senangnya setelah mengikuti sesi ini.
“Jujur ini pengalaman pertama, awalnya takut karena ngebayangin gerakan-gerakannya. Tapi ternyata seru dan enggak sesusah itu. Malah justru ini asik banget buat aku yang baru pertama kali ikut,” ujarnya antusias.
Peserta lainnya, Alifia, juga merasakan manfaat langsung. “Beneran bikin otot langsung panas, rasanya juga lega waktu pas sesi badan tengkurap itu. Ototnya ketarik dan bikin yang tadinya kaku jadi enak, seru banget pokoknya,” jelasnya.
Implementasi Ilmu Komunikasi: Dari Teori ke Sinergi Lokal
Keberhasilan event “Harmony in Nature” ini didukung oleh sinergi positif mahasiswa dengan pelaku usaha lokal, yaitu Larissa Nature Magelang dan Eskol Coffee and Eatery sebagai sponsor. Kolaborasi ini menjadi bukti implementasi Public Relations (PR) mahasiswa dalam membangun kemitraan yang saling menguntungkan (win-win solution).
Melalui Outdoor Yoga Class ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA tidak hanya menghadirkan kegiatan wellness, tetapi juga mengimplementasikan keterampilan komunikasi, sponsorship negotiation, manajemen logistik, dan kerja sama tim yang mereka peroleh selama perkuliahan MICE.
Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat dan seimbang selaras dengan alam, sekaligus menunjukkan kapabilitas lulusan Ilkom UNIMMA dalam mengelola event profesional.
Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) sukses besar menyelenggarakan program Sit In Class pada 12 Desember 2025. Kegiatan ini menarik perhatian puluhan siswa sederajat SMA dan lulusan yang antusias mengikuti pengalaman unik merasakan atmosfer perkuliahan Ilmu Komunikasi UNIMMA.
Sit In Class kali ini dirancang untuk memberikan gambaran yang utuh dan nyata mengenai kurikulum berbasis praktik Prodi Ilkom. Peserta tidak hanya duduk mendengarkan materi. Mereka benar-benar diajak mengikuti proses pembelajaran di kelas layaknya seorang mahasiswa. Setelah sesi kuliah singkat, para peserta diajak langsung menjelajahi berbagai fasilitas studio dan laboratorium. Ini merupakan nilai kebaruan yang membedakan kegiatan open house biasa.
Menjelajah Dunia Kreatif di Laboratorium Komunikasi
Eksplorasi Laboratorium menjadi sesi favorit. Peserta berkesempatan menjajal langsung berbagai peralatan komunikasi canggih yang menjadi jantung praktik keilmuan Prodi Ilkom UNIMMA.
Lab Podcast: Peserta diajarkan teknis penggunaan mixer, mikrofon, dan perangkat rekaman untuk memproduksi konten audio digital. Sesi ini memberi wawasan tentang produksi konten yang sedang populer.
Lab Public Relation (PR): Peserta dikenalkan pada simulasi press conference dan tata kelola stakeholder, memberikan gambaran tentang strategi komunikasi profesional di dunia kerja.
Lab Foto & Editing: Siswa mendapatkan insight mengenai visual storytelling dan diajarkan bagaimana perangkat fotografi serta perangkat lunak editing bekerja untuk menghasilkan karya visual yang kuat.
Melalui tur ini, siswa sederajat SMA dan lulusan dapat melihat secara langsung bahwa Ilmu Komunikasi di UNIMMA sangat relevan dengan kebutuhan industri kreatif saat ini.
Inspirasi Memilih Masa Depan Studi
Kepala Program Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti, menyambut hangat inisiatif program Sit In Class ini.
“Kami sangat senang dapat menyambut teman-teman dari berbagai SMA/SMK di Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA,” ucapnya.
“Melalui kegiatan Sit In Class ini, kami berharap para peserta dapat merasakan langsung atmosfer perkuliahan di Ilmu Komunikasi UNIMMA, meskipun dalam waktu yang singkat.”
“Semoga pengalaman berharga ini dapat memberikan gambaran yang lebih nyata tentang dunia perkuliahan, sekaligus menjadi inspirasi dalam menentukan pilihan studi dan masa depan,” tutup Kaprodi.
Program ini menegaskan komitmen UNIMMA dalam memberikan pengalaman belajar berbasis experiential learning. Kesiapan fasilitas laboratorium canggih menjadi modal utama dalam mencetak lulusan komunikasi yang adaptif di era digital.
Keberhasilan program Sit In Class ini menegaskan komitmen UNIMMA dalam menjembatani teori dan praktik, khususnya bagi siswa sederajat SMA dan lulusan. Kesempatan unik ini diharapkan menjadi modal penting bagi para peserta dalam memilih masa depan studi di Ilmu Komunikasi UNIMMA dan berkontribusi di industri kreatif.
Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) mengukir prestasi gemilang. Sebanyak 12 Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA secara aktif mengikuti forum akademik bergengsi, The 7th Borobudur International Symposium (BIS) yang dirangkaikan dengan The 3rd International Conference on Environment, Green Technology, and Digital Society (Interconnects) 2025.
Partisipasi 12 mahasiswa ini menjadi sorotan utama, menunjukkan komitmen Prodi Ilkom dalam mencetak lulusan yang memiliki wawasan global dan melek isu-isu strategis seperti teknologi hijau dan transformasi digital.
Belajar dari 14 Negara: Wawasan Global Mahasiswa Ilkom
Acara ilmiah internasional ini diselenggarakan secara daring pada Rabu (10/12) dan menarik perhatian ratusan akademisi, peneliti, serta praktisi dari 14 negara. Dengan mengusung tema “Transforming Societies for a Greener Future”, Simposium ini menjadi ruang belajar langsung bagi mahasiswa Ilkom UNIMMA.
Kehadiran 12 mahasiswa di forum BIS 2025 ini memberikan pengalaman yang langka. Mereka berkesempatan menyerap ilmu dan berdiskusi mengenai:
- Komunikasi Lingkungan: Bagaimana komunikasi berperan dalam mengampanyekan isu Green Technology dan Sustainability.
- Transformasi Digital: Peran media dan literasi digital dalam perubahan sosial menuju masyarakat yang lebih hijau.
- Diplomasi Akademik: Melihat langsung bagaimana jejaring internasional dibangun melalui kerjasama riset antar perguruan tinggi.
Capaian Besar di Tengah Kancah Internasional
The 7th BIS didukung oleh kolaborasi signifikan dari 20 perguruan tinggi sebagai co-host serta partisipasi dari 165 institusi lain. Simposium ini juga berhasil menghimpun 372 abstrak dari berbagai negara.
Berada di tengah keramaian akademik global ini memberikan 12 Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA nilai tambah yang besar. Mereka tidak hanya memahami teori komunikasi di kelas, tetapi juga melihat implementasinya dalam konteks tantangan global yang nyata. Ini adalah bagian dari upaya Prodi untuk memperkuat kapasitas lulusan di era digital.
Melalui partisipasi ini, Prodi Ilmu Komunikasi UNIMMA membuktikan komitmennya untuk membangun diplomasi akademik global, memperkuat jejaring internasional, serta berkontribusi nyata dalam mencetak komunikator yang adaptif, inklusif, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan yang lebih berkelanjutan.anjutan.
Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammdiyah Magelang (UNIMMA) memperkuat Desa Wisata Wanurejo, desa penyangga Borobudur yang masuk 50 desa wisata terbaik Indonesia (ADWI 2024), melalui riset berbasis literasi. Wanurejo, yang dikenal sebagai “Desa Wisata Budaya dan Kriya”, menawarkan pengalaman wisata yang unik, mulai dari homestay hingga atraksi budaya lokal yang kini menjadi daya tarik utama destinasi super-prioritas.
Keterlibatan UNIMMA ini dipimpin oleh tim penelitian Hibah Riset Desa yang diketuai oleh Zulfikar Bagus Pambuko, dengan dukungan aktif dari dosen Ilmu Komunikasi Lintang Muliawanti dan lintas disiplin lainnya. Tim ini menerapkan pendekatan Research-Based Learning.
Melalui model ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas. Mereka langsung terjun ke lapangan, terlibat dalam penyusunan proposal, analisis data SPSS, hingga pengumpulan data di sembilan dusun Wanurejo.
Wanurejo: Laboratorium Sosial Ilmu Komunikasi UNIMMA
Sejak tahun 2019, Prodi Ilmu Komunikasi UNIMMA telah menjadikan Desa Wanurejo sebagai Laboratorium Sosial yang mendukung berbagai proses pembelajaran. Hubungan ini diintegrasikan melalui konversi mata kuliah berbasis proyek di desa, menunjukkan bagaimana teori komunikasi bersentuhan langsung dengan praktik pemberdayaan masyarakat.
Pada mata kuliah PR 4.0, mahasiswa menghasilkan PR Kit untuk desa wisata. PR Kit ini berisi strategi komunikasi publik, panduan branding, dan konten media sosial yang relevan.
Selain itu, pada mata kuliah MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition), mahasiswa terlibat langsung dalam penyelenggaraan event besar seperti Borobudur Night Carnaval. Kegiatan ini dikonversi sebagai pengalaman pembelajaran resmi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Tak hanya itu, mahasiswa juga aktif membuat video company profile Desa Wisata Wanurejo. Video ini diunggah di kanal YouTube Prodi Ilkom sebagai bagian dari strategi publikasi digital desa.
Rangkaian aktivitas ini menunjukkan bagaimana pendidikan tinggi, khususnya Ilmu Komunikasi UNIMMA, mampu menjembatani teori public relations dan digital communication dengan praktik nyata di lapangan. Tujuannya adalah memperkuat kapasitas promosi dan manajemen desa wisata.
Literasi Sebagai Modal Sosial Baru
Temuan riset Dosen UNIMMA ini juga mengungkap tantangan literasi sebagai modal sosial baru. Literasi para pegiat wisata Wanurejo masih berada pada kategori sedang (moderate).
Misalnya, skor literasi media sosial pegiat wisata mencapai 71,58. Kekuatan ada pada keterampilan teknis penggunaan platform, namun masih lemah di aspek privasi dan algoritma, yang merupakan isu krusial dalam Ilmu Komunikasi Digital.
Demikian pula dengan literasi Bahasa Inggris, yang memiliki skor 64,44. Keterampilan membaca lebih kuat daripada menulis, menunjukkan kebutuhan mendesak untuk komunikasi pariwisata global.
Hal ini mempertegas peran akademisi sebagai katalisator. Perguruan tinggi harus memastikan desa wisata mampu bersaing secara global melalui penguatan literasi digital, bahasa, dan keuangan.
Membangun Wanurejo sebagai Model Berkelanjutan
Hasil kajian menekankan bahwa pengembangan Wanurejo dengan model Community Based Tourism (CBT) telah berjalan cukup baik, ditandai peningkatan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan. Namun, tantangan seperti ego sektoral dan kesadaran generasi muda tetap ada.
Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi Pentahelix (akademisi, bisnis, pemerintah, masyarakat, dan media) yang kuat untuk membangun model integrasi desa wisata berkelanjutan. Partisipasi publik adalah kunci, di mana masyarakat menjadi subjek, bukan sekadar objek, dalam proses pengembangan.
Dosen UNIMMA yang terlibat langsung dalam riset ini percaya bahwa Wanurejo dapat menjadi world class tourism village. Kunci keberhasilan Wanurejo adalah kolaborasi Pentahelix yang kuat. Riset dan pembelajaran Ilmu Komunikasi UNIMMA memastikan desa ini menjadi model nasional desa wisata berkelanjutan.