Kaprodi Ilmu Komunikasi UNIMMA Lintang Muliawanti Resmi Sandang Gelar Associate Professor

Kaprodi Ilmu Komunikasi UNIMMA Lintang Muliawanti Resmi Sandang Gelar Associate Professor

Kabar membanggakan datang dari pucuk pimpinan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA). Ketua Program Studi, Lintang Muliawanti, S.I.Kom., M.A., secara resmi berhasil meraih kenaikan jabatan akademik dosen sebagai Lektor Kepala (Associate Professor).

Gelar prestisius ini diraih dalam bidang spesialisasi Ilmu Komunikasi Pariwisata, sebuah pencapaian yang kian memperkokoh keahlian akademik beliau di kancah nasional. Kenaikan jabatan ini merupakan pengakuan atas dedikasi dan kontribusi berkelanjutan dalam pengembangan riset serta kualitas pengajaran di lingkungan pendidikan tinggi.

Menanggapi capaian luar biasa ini, Lintang Muliawanti mengungkapkan bahwa gelar Associate Professor bukanlah sekadar simbol kesuksesan pribadi, melainkan sebuah tanggung jawab besar.

“Kenaikan jabatan ke Lektor Kepala bagi saya adalah amanah dan tanggung jawab baru. Secara pribadi, capaian ini menjadi motivasi untuk terus belajar dan menjaga kualitas kinerja akademik ke depannya,” ungkap Lintang dengan penuh rasa syukur.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya jabatan akademik ini bagi kemajuan institusi dan kebermanfaatan bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA.

“Saya ingin bisa berkontribusi lebih untuk Prodi dan Universitas, terutama dalam pembelajaran, penelitian, dan pengabdian. Khususnya di bidang ilmu Komunikasi Pariwisata, semoga hasil pemikiran saya bermanfaat dan berdampak bagi mahasiswa, rekan sejawat, dan masyarakat luas,” tambahnya.

Fokus kepakaran beliau pada Komunikasi Pariwisata diharapkan mampu membawa angin segar bagi kurikulum prodi yang adaptif terhadap potensi lokal Magelang.

Dengan kehadiran seorang Associate Professor di bidang pariwisata, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA kini memiliki akses bimbingan yang semakin mumpuni untuk mengeksplorasi strategi komunikasi destinasi. Hal ini juga memperkuat posisi prodi sebagai pusat studi komunikasi yang unggul dalam pengembangan sektor kreatif dan pariwisata berkelanjutan.

Segenap civitas akademika turut memberikan apresiasi atas keberhasilan ini, menjadikannya sebagai pemantik semangat bagi dosen dan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA lainnya untuk terus berprestasi.

Kenaikan jabatan akademik ini diharapkan mampu meningkatkan akreditasi prodi serta memperluas jejaring kerja sama riset di tingkat internasional. Dengan dedikasi tinggi, Lintang Muliawanti berkomitmen untuk terus mencetak lulusan komunikasi yang kompetitif dan siap berkontribusi bagi kemajuan industri pariwisata di Indonesia.

Capaian Lektor Kepala ini menjadi tonggak sejarah baru bagi perjalanan karier akademik Lintang Muliawanti sekaligus bukti nyata kualitas SDM di lingkungan prodi.

Selamat atas gelar barunya, Associate Professor Lintang Muliawanti! Semoga ilmu yang dibagikan semakin membawa keberkahan dan kemajuan bagi seluruh mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA serta membawa nama prodi terbang lebih tinggi di dunia pendidikan tinggi Indonesia.

Jembatani Teori dan Realita: Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Pertajam Skill Humas di RSUD Temanggung

Jembatani Teori dan Realita: Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Pertajam Skill Humas di RSUD Temanggung

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) terus berkomitmen melahirkan lulusan yang siap kerja melalui program magang strategis, salah satunya di Bagian Humas RSUD Kabupaten Temanggung.

Langkah ini diambil untuk memberikan pengalaman rill bagi mahasiswa dalam mengelola komunikasi lembaga publik di sektor kesehatan. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga terjun langsung menangani dinamika informasi, manajemen krisis, hingga pelayanan pelanggan yang menjadi jantung utama reputasi sebuah institusi medis.

Tiffani Anggi praktikan, mengungkapkan bahwa pengalaman di RSUD Temanggung memberikan perspektif baru tentang kompleksitas dunia kerja.

“Di kampus kami belajar menyusun strategi komunikasi, namun di dunia kerja seperti RSUD, kami belajar bagaimana mengeksekusi strategi tersebut secara cepat dan tepat. Kami terlibat dalam produksi konten media sosial, penulisan rilis, hingga membantu menangani keluhan pasien secara humanis,” jelas Tiffani dengan antusias.

Menurutnya, tantangan terbesar adalah menjaga objektivitas informasi di tengah tingginya ekspektasi publik terhadap layanan kesehatan. Pengalaman ini dinilai sangat berharga untuk membangun portofolio profesional sebelum benar-benar terjun ke industri komunikasi setelah lulus nanti.

Kepala progam studi Ilmu Komunikasi Lintang Muliawanti S.I.Kom.,M.A, memberikan apresiasi atas adaptabilitas yang ditunjukkan oleh para mahasiswa selama masa magang berlangsung.

“Kami mendorong mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA untuk tidak hanya menjadi pengamat, tapi aktif menjadi pemberi solusi di tempat magang. RSUD Temanggung adalah laboratorium hidup yang sangat baik untuk mengasah sensitivitas komunikasi publik dan etika profesi humas mereka,” tutur Lintang tersebut.

Beliau menambahkan bahwa kolaborasi antara akademisi dan instansi seperti RSUD Temanggung sangat penting untuk memperkecil celah antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri. Pihak prodi akan terus memantau perkembangan mahasiswa guna memastikan bahwa setiap tugas yang diberikan di lokasi magang selaras dengan capaian pembelajaran yang diharapkan.

Keberhasilan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam beradaptasi di lingkungan rumah sakit membuktikan kualitas kurikulum prodi yang sangat relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.

Dengan bekal pengalaman magang di RSUD Temanggung, mahasiswa diharapkan mampu menjadi komunikator yang andal, solutif, dan memiliki integritas tinggi. Prodi Ilmu Komunikasi UNIMMA akan terus memperluas jejaring kerja sama agar setiap mahasiswa mendapatkan kesempatan serupa untuk mengasah skill profesional mereka di berbagai sektor strategis.

Source by: Humas UNIMMA Implementasi Ilmu di Dunia Kerja, Mahasiswa UNIMMA Magang di Humas RSUD Temanggung

Navigasi Etika Jurnalisme: Dosen Ilmu Komunikasi UNIMMA Soroti Gelombang UGC dan Tantangan Deepfake

Navigasi Etika Jurnalisme: Dosen Ilmu Komunikasi UNIMMA Soroti Gelombang UGC dan Tantangan Deepfake

Fenomena konten berbasis pengguna atau User Generated Content (UGC) yang kian masif mendapatkan perhatian serius dari dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhamamdiyah Magelang (UNIMMA), Lintang Muliawanti, S.I.Kom., M.A.

Melalui artikel terbarunya, beliau membedah bagaimana gelombang informasi dari masyarakat harus tetap berpijak pada nilai-nilai jurnalisme meskipun tantangan teknologi deepfake semakin nyata. Tulisan edukatif yang dipublikasikan di kanal Kompasiana ini menjadi referensi penting bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA untuk memahami kompleksitas produksi berita di era kecerdasan buatan.

Beliau menekankan bahwa kemudahan masyarakat dalam mengunggah informasi merupakan sebuah kemajuan demokrasi informasi, namun menyimpan risiko manipulasi yang tinggi.

Bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA, memahami batasan antara kreativitas konten dan integritas jurnalisme adalah kompetensi mutlak di masa depan. Deepfake bukan sekadar tren teknologi, melainkan ancaman bagi kebenaran informasi jika tidak dibarengi dengan kemampuan verifikasi yang mumpuni oleh para calon komunikator muda.

“Menjaga etika jurnalisme di tengah gempuran deepfake adalah soal integritas nurani seorang komunikator. Kita tidak boleh terjebak hanya pada kecepatan unggah, melainkan pada akurasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Lintang Muliawanti dalam artikelnya.

Perspektif ini memberikan pandangan baru bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA bahwa teknologi seharusnya menjadi alat pendukung, bukan pengganti nilai etika. Beliau mendorong adanya kolaborasi antara teknologi digital dan ketajaman intuisi manusia dalam menyaring berita agar publik tidak terjebak dalam disinformasi yang merugikan.

Melalui ulasan tersebut, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA diajak untuk lebih kritis dalam memproduksi maupun mengonsumsi konten-konten yang beredar di media sosial.

Kemampuan untuk membedakan antara opini subjektif masyarakat dan berita faktual yang telah terverifikasi adalah skill yang terus diasah dalam kurikulum prodi. Hal ini bertujuan agar mahasiswa siap menjadi garda terdepan dalam menjaga sehatnya ekosistem informasi digital di Indonesia yang saat ini sedang mengalami transisi besar-besaran.

Upaya berbagi perspektif dari dosen prodi ini diharapkan mampu meningkatkan literasi digital dan standar moral bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam berkarya.

Prodi berkomitmen untuk terus menghadirkan wacana-wacana kritis yang relevan dengan perkembangan industri media saat ini. Dengan membekali mahasiswa pemahaman tentang etika jurnalisme di era deepfake, diharapkan lulusan prodi mampu menjadi produsen konten yang tidak hanya viral, tetapi juga kredibel dan bermanfaat bagi masyarakat.

Source by: Kompasiana.com Lintang Muliawanti: POV Dosen UNIMMA tentang Gelombang UGC: Menjaga Etika Jurnalisme di Era Deepfake

Mahasiswa ILKOM UNIMMA Pimpin Penuntasan Isu Anak Tidak Sekolah di Desa Jati Melalui KKN Tematik II

Mahasiswa ILKOM UNIMMA Pimpin Penuntasan Isu Anak Tidak Sekolah di Desa Jati Melalui KKN Tematik II

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) sukses memimpin misi penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dalam program KKN Tematik II Universitas Muhammadiyah Magelang di Desa Jati, Sawangan.

Selama 28 hari pengabdian yang berakhir pada 17 Februari 2026, Kelompok 1 yang diketuai oleh Aiska Imelda Salasabilla berhasil mengintegrasikan strategi komunikasi persuasif dengan validasi data berbasis lapangan. Program ini mendapatkan apresiasi tinggi dari pemerintah setempat karena memberikan solusi konkret bagi problematika pendidikan di wilayah pelosok desa.

Ketua Kelompok, Aiska Imelda Salasabilla, menjelaskan bahwa validasi data door-to-door menjadi kunci untuk memahami akar masalah ATS yang didominasi remaja usia 15-17 tahun.

“Berdasarkan temuan kami, faktor ekonomi (38%) dan perundungan (19%) menjadi pemicu utama anak berhenti sekolah. Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA, kami menggunakan pendekatan psikoedukasi dan komunikasi antarpribadi untuk membangkitkan kembali motivasi belajar mereka melalui kunjungan langsung ke rumah-rumah warga,” jelas Aiska.

Langkah strategis tidak berhenti pada pendataan, tim juga mengaktifkan bimbingan belajar rutin dan menggelar seminar motivasi bagi orang tua bersama tokoh UMKM, Kristali Vega.

Sinergi ini bertujuan menyadarkan orang tua akan pentingnya peran mereka sebagai pendukung utama pendidikan. Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA memfasilitasi dialog ini untuk mengubah pola pikir masyarakat mengenai pentingnya melanjutkan sekolah demi memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup di masa depan.

Salah satu capaian monumental adalah peresmian kembali (Re-Opening) Perpustakaan Desa Jati pada 13 Februari 2026 yang sempat vakum dalam waktu lama.

Mahasiswa melakukan revitalisasi fisik dengan menghadirkan “Pojok Baca” yang estetik dan ramah anak sebagai pusat literasi baru bagi warga. Kepala Desa Jati, Agustinus Suanto, mengakui bahwa kehadiran mahasiswa membawa perubahan signifikan, khususnya dalam menghidupkan kembali gairah membaca dan belajar bagi anak-anak usia dini di desanya.

Di sisi lain, mahasiswa juga melakukan pengabdian lintas sektor mulai dari pemasangan patok jalan reflektor, edukasi anti-narkoba, hingga digitalisasi perangkat desa.

Digitalisasi dilakukan melalui pelatihan pengoperasian komputer dan aktivasi media sosial desa agar potensi lokal Desa Jati lebih dikenal luas. DPL KKN Tematik II, Yulinda Devi PramitaS.E., M.Sc. Ak., menyampaikan rasa bangganya atas output perubahan sistem dan perilaku yang telah diinisiasi oleh mahasiswa di bawah bimbingannya tersebut.

Keberhasilan program ini membuktikan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA mampu menjadi agen perubahan yang tulus dengan tetap menjunjung tinggi kearifan lokal melalui partisipasi aktif dalam tradisi masyarakat.

Diharapkan, data ATS yang valid dan fasilitas perpustakaan yang telah direvitalisasi dapat menjadi warisan berkelanjutan bagi kemajuan pendidikan di Desa Jati. Komitmen ini menegaskan peran aktif mahasiswa prodi dalam mendukung pembangunan daerah yang berbasis pada kebutuhan rill masyarakat di Kabupaten Magelang.

Refleksi Identitas Digital: Dosen Ilmu Komunikasi UNIMMA Bedah Eksistensi Diri di Dunia Baru Media Sosial

Refleksi Identitas Digital: Dosen Ilmu Komunikasi UNIMMA Bedah Eksistensi Diri di Dunia Baru Media Sosial

Fenomena dunia baru bagi masyarakat digital kini menjadi sorotan penting bagi dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Dwi Susanti, S.I.Kom., M.A., melalui tulisan inspiratifnya.

Dalam artikel terbarunya berjudul “Media Sosial dan Dunia Baru bagi Masyarakat Digital”, beliau mengajak mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA untuk menggali lebih dalam tentang cara mengenal diri sendiri melalui identitas digital yang kita bangun. Tulisan yang tayang di kanal Kompasiana ini menjadi panduan kritis dalam memahami bagaimana media sosial telah menggeser cara manusia berinteraksi dan memandang jati diri di era modern.

Dwi Susanti menekankan bahwa identitas digital bukan sekadar kumpulan foto atau status, melainkan representasi diri yang memiliki dampak nyata di dunia nyata.

Bagi mahasiswa, tantangan terbesar saat ini adalah tetap autentik di tengah tuntutan performativitas media sosial. Beliau membedah bahwa media sosial sering kali menciptakan “dunia baru” yang membuat batasan antara realitas dan citra menjadi bias, sehingga proses pengenalan diri menjadi krusial agar tidak kehilangan arah.

“Mengenal diri sendiri lewat identitas digital berarti kita memiliki kendali penuh atas narasi yang kita bangun, bukan sekadar mengikuti tren algoritma,” ungkap Dwi Susanti.

Beliau berpendapat bahwa masyarakat digital saat ini harus lebih jeli melihat media sosial sebagai alat pengembangan diri, bukan tempat untuk mencari validasi semu. Hal ini sangat relevan bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA yang dipersiapkan menjadi komunikator masa depan yang cerdas dan mampu mengelola komunikasi digital secara bertanggung jawab dan beretika.

Lebih lanjut, artikel tersebut menyoroti bagaimana jejak digital yang kita tinggalkan di dunia baru ini akan membentuk persepsi publik secara permanen.

Oleh karena itu, beliau mendorong mahasiswa untuk mulai melakukan kurasi terhadap aktivitas digital mereka. Dengan mengenal jati diri yang kuat, mahasiswa diharapkan mampu membangun personal branding yang sehat dan berintegritas, yang nantinya akan menjadi nilai tambah luar biasa saat terjun ke industri media dan komunikasi profesional.

Edukasi yang dibagikan oleh dosen prodi ini diharapkan mampu meningkatkan literasi digital di lingkungan kampus dan memacu diskusi tentang masa depan masyarakat siber.

Prodi Ilmu Komunikasi terus berkomitmen menghadirkan perspektif segar dari para pengajar agar mahasiswa tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga bijak secara filosofis dalam menggunakan teknologi. Dengan memahami identitas digital, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA siap menjadi agen perubahan di tengah riuhnya arus informasi dunia baru masyarakat digital.

Source by: Dwi Susanti Kompasiana.com Media Sosial dan Dunia Baru Bagi Masyarakat Digital

Aksi Nyata Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA: Tuntaskan Validasi Data ATS untuk Pendidikan Desa Pesidi

Aksi Nyata Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA: Tuntaskan Validasi Data ATS untuk Pendidikan Desa Pesidi

ahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) yang tergabung dalam tim KKN Tematik sukses menuntaskan validasi data Anak Tidak Sekolah (ATS) di Desa Pesidi, Grabag.

Kegiatan yang berlangsung sejak 19 Januari hingga 14 Februari 2026 ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat basis data pendidikan desa. Aksi ini juga menjadi dukungan nyata terhadap program Bupati Magelang melalui “Gerakan Magelang Gumregah Bungah” guna memetakan masa depan generasi muda di wilayah tersebut.

Ketua tim KKN di Desa Pesidi sekaligus mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA, Farah Afifah, menjelaskan bahwa timnya terjun langsung ke lapangan dengan metode door-to-door.

“Kami memilih datang langsung ke rumah warga untuk memahami kondisi rill, termasuk latar belakang mengapa mereka tidak melanjutkan sekolah. Keakuratan data sangat penting agar kebijakan pendidikan di Desa Pesidi nantinya bisa lebih tepat sasaran dan solutif,” tegas Farah Afifah saat menjelaskan proses pendataan.

Hasil temuan di lapangan menunjukkan bahwa kendala ekonomi masih menjadi faktor dominan penyebab ATS, disusul oleh persoalan psikologis yang cukup memprihatinkan.

Salah satu warga, Anwar, mengaku keterbatasan biaya menjadi penghalang utama anaknya bersekolah. Sementara itu, seorang remaja berinisial FR mengungkapkan trauma mendalam akibat perundungan (bullying) yang pernah dialaminya di sekolah dasar, sehingga ia merasa takut untuk kembali duduk di bangku pendidikan.

Menanggapi fenomena tersebut, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang juga merupakan dosen Ilmu Komunikasi UNIMMA, Alan Kusuma, memberikan sudut pandangnya terkait peran mahasiswa.

Beliau menilai bahwa validasi data ini bukan sekadar tugas administratif, melainkan bentuk praktik komunikasi advokasi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA di tengah masyarakat. Mahasiswa dituntut mampu menggali informasi sensitif dengan pendekatan yang humanis agar warga mau terbuka mengenai masalah pendidikan yang mereka hadapi.

“Saya sangat mengapresiasi kerja keras mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam menuntaskan validasi data ini. Kemampuan komunikasi antarpribadi mereka sangat teruji di sini,” ujar Alan Kusuma.

Beliau menambahkan bahwa data akurat yang dihimpun mahasiswa akan menjadi rujukan kuat bagi pemerintah desa dalam menyusun program tindak lanjut. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA tidak hanya ahli di bidang media, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan sosial melalui data yang valid.

Kini, seluruh ATS di Desa Pesidi telah teridentifikasi dengan detail dan tercatat dalam basis data awal yang siap dikembangkan menjadi kebijakan pendidikan desa yang inklusif.

Melalui keberhasilan program KKN Tematik ini, UNIMMA kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah melalui penguatan sektor pendidikan. Dengan data riil di tangan, harapan untuk membawa anak-anak di Desa Pesidi kembali ke bangku sekolah kini memiliki landasan yang jauh lebih kokoh dan terencana.

Source by: KKN UNIMMA Tuntaskan Validasi Data ATS, Perkuat Dasar Kebijakan Pendidikan Desa Pesidi (unimma.ac.id)