Temanggung, 14 Desember 2024 – Beberapa mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) bersama pengurus Posyandu Mawar  Desa Kemiri Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung melaksanakan kegiatan rutin pengecekan kesehatan pada bayi dan balita. Kegiatan Posyandu rutin dilaksanakan setiap bulan, di minggu ke-3 yang dihadiri oleh warga Desa Kemiri. Kolaborasi antara mahasiswa dengan pihak Posyandu dilakukan dalam rangka pemenuhan tugas akhir semester pada mata kuliah komunikasi pembangunan, yang bertujuan untuk mengetahui langsung bagaimana kondisi komunikasi dalam pembangunan yang ada di desa.

Kegiatan ini dimulai dari melakukan pengecekan terhadap tumbuh kembang anak, seperti penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, dan diakhiri dengan sosialisasi. Diketahui dari 45 anak yang ada di Desa Kemiri, 4 anak diantaranya mengalami stunting atau gizi buruk. Sehingga dengan adanya program kegiatan Posyandu Mawar yang selalu melakukan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), diharapkan dapat mengurangi jumlah anak yang mengalami gizi buruk.

Romiyati, bidan yang bertugas di Posyandu Mawar menjelaskan bahwa penyebab stunting yang ada di Desa Kemiri disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi pada Ibu hamil saat mengandung, hingga kurangnya nafsu makan pada anak atau yang sering disebut Gerakan Tutup Mulut (GTM).

“Kalau kita (pengurus Posyandu Mawar) selalu memberikan edukasi pada Ibu hamil untuk selalu mengonsumsi vitamin dan makanan bergizi untuk membantu pertumbuhan janin. Anak-anak juga sering kita kasih PMT setiap ada kegiatan ini, supaya misalnya ada anak yang GTM dirumah tuh bisa lebih nafsu makan kalo makannya bareng yang lain,” jelasnya

Badriyah, salah satu pengurus Posyandu Mawar menungkapkan rasa terimakasihnya kepada mahasiswa UNIMMA karena telah bersedia membantu kegiatan dalam bentuk material maupun non material.

“Terimakasih banyak buat mas mbak yang sudah membantu acara ini dan juga memberikan PMT untuk kegiatan Posyandu kali ini, semoga apa yang sudah diberikan bisa bermanfaat bagi mereka yang masih dalam proses pertumbuhan,” ucapnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat Desa Kemiri tentang pentingnya pencegahan stunting semakin meningkat. Kolaborasi antara mahasiswa UNIMMA, tenaga kesehatan, dan pengurus Posyandu Mawar menjadi langkah nyata dalam upaya membangun generasi sehat dan bebas stunting. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan ibu dan anak di wilayah pedesaan.