Oleh M. Reza Ariski (Ilkom 2019)

Setiap manusia pasti memiliki tujuan hidup mereka masing-masing. Semua itu tergantung pada potensi yang dimiliki mereka. Sejak kecil saya sudah terbiasa untuk hidup mandiri, jadi banyak hal dalam hidup saya yang saya tangani sendiri. Hal itu yang menjadikan saya paham akan kemampuan apa yang saya miliki dan pontensi apa yang saya punya.

Sedari kecil saya sudah mengenal siapa diri saya dan apa saja yang harus saya lakukan untuk bisa mencapai tujuan saya itu. Maka dari itu saya mempunyai banyak potensi dalam berbagai bidang di antaranya, saya suka berbicara. Saya mulai banyak mempelajari teknik dari public speaking sehingga suatu saat nanti saya berharap bisa manusia yang bisa kemampuan komunikasi yang baik. Selain public speaking, saya juga sangat suka dengan memasak, fotografi, menyanyi, dan masih banyak lagi. Apa yang saya suka itu biasanya akan jadi hobi baru saya entah cepat atau lambat. Asal saya suka, saya akan pelajari terus sampai saya bisa.

Kelemahan saya satu, yaitu saya tidak suka dengan segala macam yang berbau dengan permesianan. Namun, saya alumni dari STM. Ini aneh tapi ini benar. Saya seorang anak permesinan, tapi tidak suka mesin. Hal itu karena itu memang bukan passion saya. Maka dari itu banyak kemampuan saya yang bisa saya kembangkan asalkan saja jangan berkaitan dengan permesinan.

Sejak kecil banyak orang yang mengatakan saya lemah dalam akademik. Hal itu sempat membuat saya minder untuk sekolah. Ejekan demi ejekan sering saya terima, tetapi saya sadar mereka itu justru membuat saya menjadi lebih bersemangat untuk membuktikan bahwa saya harus bisa. Sampai saat ini banyak orang yang masih tidak percaya dengan kemampuan saya hingga awal kuliah banyak sekali rintangan yang harus saya lewati. Ahirnya saya berusaha untuk buktikan bahwa saya bisa mendapatkan IPK yang sangat memuaskan dan bisa menutup semua omongan orang tentang saya.

Sejak itu saya menjadi lebih merasa tertantang untuk menjawab semua orang dengan membuktikan kepada mereka. Setiap orang memiliki prestasinya sendiri-sediri, tidak harus sama dengan orang lain. Saya selalu melihat ada banyak anak dari keluarga yang kurang mampu tapi dia bisa berprestasi dengan sangat baik. Hal itu membuat saya menjadi semakin sadar dan bersemangat untuk meningkatkan prestasi yang saya miliki.

Setiap kali saya berada di suatu keramaian pasti saya suka memperhatikan satu per satu orang di sana. Terkadang kita bisa dapat inspirasi dan pembelajaran hidup dari mereka. Selain itu saya juga mencari sumber inspirasi lain seperti membaca berita dan menonton TV. Menonton TV juga salah satu kegemaran saya karena dengan menonton TV saya bisa mendapatkan banyak informasi yang berguna bagi saya. Semua program di TV menurut saya bisa kita ambil pelajarannya dari sudut pandang yang berbeda. Namun semua itu terkantung dari cara pikir orang yang melihat program tersebut.

Saya pribadi membiasakan melihat sesuatu itu tidak hanya dari satu sudut pandang saja karena belum tentu dari sudut pandang itu benar. Jadi buat saya, inspirasi itu bisa datang darimana saja, tergantung dari kitanya mau meluhat hal itu seperti apa. Selain itu saya juga banyak melihat teman di lingkungan saya masih berpikiran bahwa kita masih kuliah karena orang tua dan mereka masih tidak serius dalam belajar. Saya sering berfikir kasihan orang tuanya karena dia sudah bekerja susah payah untuk membiayai kuiah anaknya. Namun, sang anak tidak belajar dengan serius. Hal itu yang membuat saya kadang menjadi cambuk buat diri saya agar tetap semangat untuk meningkatkan prestasi saya.

Motivasi terbesar dalam hidup saya saat ini adalah saya harus bisa menjadi orang yang membanggakan keluarga saya. Ini bukan hanya orang tua saja akan tetapi keluarga saya juga ikut andil dalam hidup saya. Sama seperti ketika saya ingin melanjutkan kuliah saya sedangkan tabungan saya dan ibu saya belum cukup. Keluarga saya saling membantu bagaimana caanya agar saya bsa melanjutkan sekolah saya dari mulai patungan bersama untuk biaya masuk kuliah hingga men-support saya secara mental ketika antara kewajiban saya di rumah dan kuliah saling bertolak belakang. Keluarga saya sangat berperan bagi saya sampai saat ini. Ketika semangat saya untuk kuliah meredup saya akan mengingat bagaimana ibu saya, nenek saya, dan keluarga saya lainya mendukung saya sampai saya bisa di titik sekarang ini.

Layaknya manusia ,hidup itu pasti punya masalah masing-masing. Masalah tidak dapat diprediksi dan terkadang datang dalam berbagai bentuk yang membuat hidup kita kadang menjadi semakin sulit baik itu secara fisik ataupun mental. Layaknya roda yang berputar kadang hidup kita ada di bawah kadang juga ada di atas. Ketika kita dibawah berarti kita sedang disuruh untuk belajar bersabar dan ikhlas. Begitu juga ketika kita sedang di atas kita disuruh untuk tetap menjadi seseorang yang tetap rendah hati dan jangan bersombong justru kita manfaatkan untuk membantu orang lain yang kurang beruntung.

Terkadang kita sering merasa masalah yang kita miliki itu yang paling berat sendiri sedangkan masalah orang lain itu kecil. Namun, sebenarnya setiap orang itu memiliki caranya masing-masing dalam mengendalikan masalah. Bisa jadi orang yang terlihat selalu ceria itu juga punya masalah yang sangat berat, tetapi ia bisa menutuinya dengan  senyum yang lebar sehingga masalahnya tidak terlihat oleh orang lain. Setiap masalah yang kita punya itu pasti berlalu, makanya kita harus berfikir yang positif jangan selalu berpikiran masalah ini kok nggak selesai-selesai. Percayalah waktu yang akan menjawab semua itu.

Ada beberapa hal yang selalu saya percayai untuk dijadikan motivasi dalam hidup saya ketika ada masalah, yaitu: Jangan menyalahkan orang lain. Menyalahkan orang lain tidak akan merubah kita menjadi pribadi yang lebih baik. Akan tetapi ketika kita memilki banyak masalah jalan, satu-satunya hanya kita hadapi masalah tersebut dengan berani dan percaya pada diri sendiri kalau kita bisa melewati dan menyelesaikan masalah itu. Bagi saya setiap maslah juga ada resikonya entah itu besar atau kecil. Namun, resiko itu bisa menjadi pembelajaran bagi kita supaya di kemudian hari kita bisa menekan supaya resiko yang timbul itu tidak besar dan menyulitkan kita sendiri.

Selain itu kita juga perlu melakukan sesuatu itu dengan sepenuh hati. Apapun yang kita kerjakan maka lakukanlah dengan senang hati dan sepenuh hati supaya hasilnya juga akan baik. Maka dari itu saya selalu lebih memilih melakukan hal yang saya sukai karena kalau saya suka dan saya nyaman, maka hasilnya nanti akan memuaskan kita sendiri. Jangan pernah menyerah dengan tantangan. Buat tantangan itu menjadi semangat untuk melakukan sesuatu supaya kita lebih termotivasi lagi. Lakukan setiap perubahan kecil setiap harinya setiap supaya kita bisa berproses menjadi lebih baik lagi dari hari kehari.

Saya memilih prodi komunikasi sebagai bidang studi untuk membantu saya mengembangkan setiap potensi yang saya miliki. Saya ingin bisa lebih baik lagi menggunakan setiap potensi yang saya miliki. Belajar di Ilmu Komunikasi UMMagelang saya yakin bisa membantu saya untuk mengembangkan kemampuan yang saya miliki. Banyak yang sudah saya pelajari dari mulai public speaking salah satunya. Dulu saya salah satu orang yang sangat berantakan dalam hal berbicara apalagi di depan orang banyak. Setelah saya banyak belajar dari mata kuliah tersebut saya menjadi lebih sedikit percaya diri dan paham bagaimana cara yang benar ketika berbicara di depan orang banyak.

Selain itu, saya juga belajar tentang professional image. Mata kuliah tersebut membahas tentang bagaimana kita berperlaku secara professional,dari mulai mempersiapkan diri sebelum interview kerja sampai table manner. Suatu saat nanti jika kita memiliki kesempatan untuk makan bersama orang penting, kita sudah tahu tata caranya.

Belajar ilmu komunikasi itu penting karena dengan itu kita bisa mengetahui cara berkomunikasi secara baik dan mendalam. Walaupun setiap hari kita melakukan komunikasi, tapi kita juga belum tahu seperti apa teorinya. Banyak keuntungan yang saya dapatkan dari belajar di ilmu komunikasi, yaitu cara pandang saya terhadap diri saya sendiri itu menjadi berbeda. Ketika kita mahir berkomunikasi itu bisa meningkatkan percaya diri sehingga bisa meningkatkan kesuksesan kita kelak. Selain cara pandang kita terhadap diri kita berubah, pengetahuan kita terhadap hubungan antarmanusia juga meningkat. Hal itu karena dalam ilmu komunikasi juga mempelajari tentang bagaimana caranya membangun hubungan yang baik antar manusia. Melalui hubungan pertemanan, cinta, sampai hubungan keluarga kita juga belajar tentang kepercayaan, dan hubungan timbal balik.

Untuk meningkatkan kemampuan berbahasa, dalam ilmu komunikasi juga diajarkan sehingga kita bisa berkomunikasi dengan baik dengan berbagai macam lapisan masyarakat. Belajar di ilmu komunikasi juga sangat menguntungkan bagi saya karena tujuan dan cita-cita saya adalah untuk menjadi pembawa berita atau juga bisa bekerja di dunia penyiaran televisi. Saya ingin ikut merubah peran media massa saat ini yang banyak mempengaruhi perilaku manusia sedangkan progam acaranya kebanyakan yang kurang mendidik. Banyak masyarakat yang salah kaprah dalam bertingkah laku hanya karena kebiasaan media yang menyiarkan hal-hal yang menggiring opini publik ke hal yang tidak benar.

Saat ini sudah masuk di era yang serba digital dan terlebih saat-saat pandemi seperti saat ini, semua kegiatan dari mulai belajar sampai perekonomian dituntut untuk serba online. Belajar di ilmu komunikasi juga terkenal dengan tugas-tugasnya yang sangat seru dan beragam, seperti membuat film, menulis berita, membuat iklan dan masih banyak hal yang seru lagi. Hal itu juga sangat saya senangi sehingga saya sangat bersemangat dalam mengerjakan setiap tugas yang ada di perkuliahan. Mengerjakan tugas tapi seperti bukan tugas, seperti kita sedang bermain saja sehingga tdak terasa kalau itu tugas kuliah.

Selain itu pembelajaran yang ada dalam ilmu komunikasi juga sangat tidak kaku sehingga tidak terasa juga kalau kita sedang dalam masa kuliah. Ditambah dengan para dosen yang masih muda dan sangat seru bisa seperti teman sendiri. Maka dari itu ayo buruan daftar di ilmu komunikasi!