Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Lintang Muliawanti, S.I.Kom., M.A., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mendampingi tim LPPM melakukan monitoring dan evaluasi (monev) KKN Tematik II di Desa Banyusidi, Pakis, Kamis (12/2).
Kegiatan monev ini bertujuan memantau langsung kontribusi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam menjalankan program strategis penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayah Kabupaten Magelang. Fokus utama evaluasi ini adalah memastikan program kerja yang dirancang mahasiswa berjalan sesuai target dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat sasaran di pedesaan.
Ketua Divisi Pengabdian LPPM, Veni Soraya Dewi, S.E., M.Si, menjelaskan bahwa KKN Tematik tahun ini berfokus pada gerakan Gumregah Bungah-Bali Mlebu ning Sekolah untuk mengembalikan anak ke jalur pendidikan formal.
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA yang diterjunkan ke lapangan berperan penting sebagai komunikator pendidikan dalam mendata anak-anak di bawah usia 18 tahun yang tidak bersekolah. Berdasarkan temuan di lapangan, mahasiswa menemukan berbagai faktor penyebab ATS mulai dari masalah ekonomi, rendahnya motivasi diri, hingga dampak perundungan yang membutuhkan pendekatan komunikasi khusus.
Lintang Muliawanti sebagai DPL menekankan bahwa peran mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA sangat krusial dalam melakukan persuasi kepada orang tua dan anak agar mau kembali menempuh pendidikan kesetaraan atau sekolah formal.
“Melalui pendekatan komunikasi persuasif dan pendampingan khusus, mahasiswa kami berhasil membangkitkan kembali minat belajar beberapa anak di Desa Banyusidi. Kami ingin memastikan setiap intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan mampu menyentuh sisi psikologis keluarga agar mereka sadar akan pentingnya pendidikan,” ujar Lintang.
Kepala Dusun Banyusidi, Istadi, memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran dan kerja keras mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA di desanya selama masa pengabdian berlangsung.
Ia menyatakan bahwa bantuan mahasiswa sangat memudahkan desa dalam melakukan pemetaan data yang akurat serta memberikan motivasi baru bagi anak-anak agar bersedia mengikuti program kejar paket atau kembali ke sekolah. “Terima kasih kepada para mahasiswa yang sudah membantu kami mengatasi masalah ATS melalui cara-cara yang kreatif dan mudah diterima warga kami,” tuturnya.
Hasil monev ini menegaskan bahwa setiap program kerja mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA tidak hanya selesai secara administratif, tetapi meninggalkan dampak sosial yang terukur di Desa Banyusidi.
Data temuan serta pola pendampingan yang dilakukan mahasiswa diharapkan menjadi rekomendasi strategis bagi Pemerintah Kabupaten Magelang dalam merumuskan kebijakan penanganan ATS yang lebih berkelanjutan. Melalui program ini, prodi berkomitmen untuk terus mencetak lulusan yang peka sosial dan mampu memberikan solusi bagi permasalahan nyata di tengah masyarakat.
Source by: LPPM UNIMMA Laksanakan Monev, Hasil KKN Tematik Jadi Rekomendasi Penanganan ATS di Kabupaten Magelang (unimma.ac.id)
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) sukses membawa angin segar bagi pariwisata lokal melalui program digitalisasi destinasi Pemandian Air Panas di Desa Sumberarum, Kecamatan Tempuran.
Melalui hibah Kemendikbudristek 2024, tim yang diketuai oleh Lintang Muliawanti, M.A., melakukan transformasi promosi desa dengan membangun portal informasi digital desasumberarum.id. Langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola wisata agar mampu bersaing di era digital melalui strategi komunikasi pemasaran yang tepat sasaran dan profesional.
Proses pengembangan website ini dilakukan secara mendalam oleh tim dosen, mulai dari tahap pemetaan kebutuhan hingga perancangan desain konten yang menarik bagi calon wisatawan.
Lintang Muliawanti menekankan bahwa portal informasi ini dirancang tidak hanya sebagai pusat data desa, tetapi juga sebagai media promosi yang efektif untuk memikat pelancong dari luar daerah. “Kami ingin memastikan bahwa potensi wisata air panas di Sumberarum memiliki wajah digital yang kuat sehingga dapat menjangkau audiens yang lebih luas,” ujar Lintang.
Selain fokus pada aspek branding dan komunikasi, program pengabdian ini juga menyentuh sisi fundamental kesehatan bagi para pengunjung pemandian air panas tersebut.
Tim dosen melakukan pengujian kualitas air di empat titik lokasi utama untuk memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan sesuai dengan standar kesehatan lingkungan yang ditetapkan oleh pemerintah. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa seluruh titik pemandian telah memenuhi standar baku mutu, yang kini menjadi poin keunggulan dalam narasi promosi wisata mereka.
Kepala Desa Sumberarum, Muhzen Fanani, menyampaikan apresiasinya terhadap dedikasi Dosen Ilmu Komunikasi UNIMMA yang telah membantu mengembangkan potensi desa secara komprehensif.
Pihak pemerintah desa berharap dengan adanya kehadiran website dan jaminan kualitas air ini, kepercayaan wisatawan untuk berkunjung akan semakin meningkat secara signifikan. Hal ini diharapkan berdampak langsung pada perputaran ekonomi warga sekitar, terutama bagi para pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidupnya pada sektor pariwisata desa.
Ke depannya, program ini akan dilanjutkan dengan pelatihan intensif bagi pengelola wisata mengenai standar keselamatan dan pengukuran kualitas air secara mandiri di lapangan.
Langkah ini diambil agar masyarakat setempat memiliki keberlanjutan dalam menjaga kualitas layanan wisata secara profesional tanpa ketergantungan penuh dari pihak luar. Inisiatif dari dosen Ilmu Komunikasi UNIMMA ini menjadi bukti nyata bahwa disiplin ilmu komunikasi mampu menjadi katalisator bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Keberhasilan program di Desa Sumberarum ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi desa wisata lainnya dalam mengoptimalkan media digital sebagai sarana promosi yang kredibel.
Dengan sinergi antara kepakaran dosen dan antusiasme warga, pariwisata Kabupaten Magelang optimis dapat terus tumbuh dengan standar kualitas yang terjamin bagi setiap pengunjung. Transformasi digital ini menjadi rute baru bagi Desa Sumberarum dalam mengukir prestasi sebagai destinasi unggulan yang sehat, aman, dan informatif di masa depan.
Source by: Digitalisasi Desa: Tim PKM Unimma Tingkatkan Kapasitas Pariwisata Desa Sumberarum Tempuran (RADAR MAGELANG.JAWAPOS)
Sukses menggelar puncak perayaan Milad ke-8 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMAi) yang spektakuler dengan mengusung tema besar “Back to Nature: Nature to Recovery” di Omah Mbudur, Sabtu (7/2).
Melalui tema ini, segenap civitas akademika diajak untuk memperbaiki hubungan harmonis antara manusia dan alam melalui berbagai aksi nyata pelestarian lingkungan. Perayaan tahun ini terasa sangat mendalam dengan penggunaan tagline “Roots & Routes”, yang melambangkan akar identitas yang kuat serta rute masa depan prodi yang semakin luas. Acara ini dihadiri oleh jajaran dosen prodi serta pimpinan dari Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH).
Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi, Lintang Muliawanti, S.I.Kom., M.A., dalam sambutannya menekankan bahwa Milad kali ini bukan sekadar perayaan euforia, melainkan sebuah refleksi terhadap kondisi bumi.
“Kami ingin mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA tidak hanya unggul dalam berkreasi, tetapi juga memiliki empati tinggi terhadap isu lingkungan yang saat ini sedang kritis. Aksi tanam pohon ini adalah pesan bahwa komunikasi yang paling baik adalah komunikasi yang memberikan manfaat bagi alam semesta,” ujar Lintang Muliawanti. Beliau berharap semangat ini terus tertanam dalam jiwa setiap angkatan mahasiswa ke depannya.
Wakil Rektor IV UNIMMA, Ns. Sigit Priyanto, M.Kep, yang membuka acara secara resmi, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsep kegiatan yang relevan dengan tantangan zaman.
Beliau menyatakan bahwa integrasi antara kompetisi kreatif pelajar dengan aksi lingkungan merupakan terobosan yang sangat cerdas bagi perkembangan sebuah program studi. “Saya sangat bangga melihat bagaimana mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA mengemas acara ini dengan begitu rapi, mulai dari aspek tradisi hingga kepedulian ekologi. Semoga prodi ini segera melesat mencapai akreditasi Unggul dan terus melahirkan insan komunikasi yang kompeten serta religius,” tegas Sigit Priyanto sebelum membuka acara.
Kemeriahan puncak acara diawali dengan pembukaan simbolis melalui penampilan Tari Cipat Cipit yang dibawakan dengan anggun oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA sendiri.
Suasana semakin hangat saat seluruh hadirin, termasuk peserta lomba dari tingkat SLTA, terjun langsung dalam aksi tanam pohon yang berkolaborasi dengan kelompok pecinta alam SMKN 2 Magelang (Cospala Skanida). Kegiatan ini menjadi jembatan silaturahmi yang kuat antara dunia kampus dan komunitas sekolah menengah se-Magelang. Aksi hijau di bantaran sungai ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA berani mengambil peran dalam mitigasi bencana melalui penghijauan.
Ketua Panitia Milad ke-8, Zikhru Aulia, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan ini dirancang sangat padat untuk mewadahi semua aspek, mulai dari kreativitas hingga apresiasi internal.
“Kami mengadakan lomba fotografi dan video vlog untuk pelajar SMA/SMK/MA se-Magelang sebagai rute pengenalan potensi prodi kepada calon mahasiswa masa depan. Selain itu, ada screening film karya mahasiswa semester 1 yang menunjukkan kualitas produksi audio visual sejak dini. Semuanya kami rangkum dalam konsep Roots & Routes agar kita tidak lupa sejarah namun tetap fokus pada kemajuan,” ungkap Zikhru Aulia saat ditemui di sela acara.
Nadif Zifan, salah satu peserta lomba dari SMAN 1 Mertoyudan, mengaku sangat terkesan dengan pengalaman berbeda yang ia dapatkan selama mengikuti rangkaian acara ini di Omah Mbudur.
Menurutnya, bergabung dalam kegiatan tanam pohon bersama mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA memberikannya sudut pandang baru bahwa lomba tidak selalu soal menang dan kalah. “Lombanya seru banget karena lokasinya estetik, dan yang paling berkesan adalah saat kami ikut menanam pohon bersama para kakak mahasiswa. Ini membuat kami merasa lebih dekat dengan alam sekaligus mengenal asyiknya belajar ilmu komunikasi secara langsung di lapangan,” kata Nadif dengan antusias.
Acara dilanjutkan dengan sesi screening film pendek karya mahasiswa dan pembacaan nominasi penghargaan bagi dosen serta mahasiswa paling ikonik tahun ini.
Gelak tawa dan riuh tepuk tangan pecah saat kategori dosen terfavorit hingga mahasiswa terkocak diumumkan berdasarkan polling murni dari seluruh mahasiswa prodi. Puncak acara kemudian ditutup dengan penampilan hiburan yang sangat meriah dari Om Seven, yang sukses membuat seluruh hadirin berdendang bersama di bawah langit Omah Mbudur. Kemeriahan ini sekaligus menjadi penanda suksesnya sewindu perjalanan prodi dalam menginspirasi dan berkontribusi bagi masyarakat.
Melalui suksesnya Milad ke-8 ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA membuktikan bahwa sebuah perayaan besar dapat berjalan beriringan dengan misi pelestarian alam yang berkelanjutan.
Harapannya, pohon yang ditanam hari ini dapat tumbuh menjadi saksi sejarah bagi kemajuan program studi yang terus berkomitmen memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Sinergi antara kreativitas, tradisi, dan aksi lingkungan menjadi fondasi utama bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam menyongsong masa depan yang lebih hijau. Perayaan ini akan selalu dikenang sebagai momentum di mana setiap insan komunikasi kembali ke akar dan menatap rute masa depan yang gemilang.
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menghadiri pembukaan pameran fotografi “Raksa Boga Dwipantara” di Museum Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) guna memperluas wawasan seni dan komunikasi visual.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (26/1) ini menyajikan pameran yang menggambarkan “laku” BPK dalam menjaga ketahanan pangan Nusantara. Mulai dari proses pengelolaan hingga upaya memastikan keberlanjutannya bagi masyarakat.
Pameran yang terbuka secara gratis untuk umum ini menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA untuk melihat bagaimana isu krusial seperti pangan dapat dikemas secara estetis melalui lensa kamera.
Dosen Ilmu Komunikasi, Alan Kusuma, yang turut hadir dalam pembukaan pameran tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan peluang berharga bagi mahasiswa untuk belajar dari para profesional di bidangnya.
Menurutnya, pameran ini menampilkan karya-karya dari berbagai seniman terkenal yang mampu menggabungkan aspek jurnalisme dengan nilai seni yang tinggi, sehingga sangat relevan bagi peminat dunia kreatif.
“Semoga pameran ini bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA yang berminat dalam dunia fotografi dan seni (art). Banyak sekali karya dari seniman ternama yang bisa dipelajari teknik dan pesannya,” ujar Alan Kusuma.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA diharapkan mampu mengasah sensitivitas mereka dalam menangkap fenomena sosial dan mengubahnya menjadi pesan visual yang kuat serta berdaya tarik tinggi.
Karya-karya yang dipamerkan tidak hanya menonjolkan keindahan komposisi, tetapi juga bercerita tentang kerja keras dan dedikasi dalam menjaga kedaulatan pangan, sebuah isu yang sangat relevan dengan fungsi komunikasi pembangunan.
Pameran “Raksa Boga Dwipantara” di Museum BPK RI ini menjadi sarana belajar mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam mengapresiasi karya fotografi bertema ketahanan pangan Nusantara secara gratis.
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali memacu semangat inovasi melalui sosialisasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang digelar pada Senin (25/1) di kampus setempat.
Kegiatan ini secara khusus menyasar mahasiswa semester 3 dan 5 yang dinilai memiliki potensi besar dalam melahirkan ide-ide segar. Fokus utamanya adalah membekali mahasiswa dengan strategi penyusunan proposal yang kompetitif.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Lintang Muliawanti, hadir langsung sebagai narasumber utama. Ia memberikan panduan mendalam mengenai skema PKM yang dapat diikuti oleh mahasiswa guna mendukung pencapaian akademik.
Menurutnya, keikutsertaan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam PKM bertujuan untuk meningkatkan kemampuan akademis, kreativitas, jiwa kewirausahaan, serta kepedulian sosial melalui solusi nyata atas permasalahan di masyarakat.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya unggul di kelas, tetapi juga mampu berpikir kritis dan kreatif dalam menciptakan karya yang bermanfaat. PKM adalah wadah yang sangat tepat untuk mengasah mentalitas tersebut,” ujar Lintang Muliawanti.
Dalam sesi tersebut, dipaparkan berbagai strategi untuk menembus seleksi nasional, mulai dari pemilihan topik yang unik, pembentukan tim yang solid, hingga teknik penulisan laporan yang sesuai dengan pedoman terbaru.
Lintang menekankan bahwa kualitas riset dan originalitas ide menjadi kunci utama. Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA diharapkan mampu mengangkat isu-isu komunikasi digital, sosial, maupun budaya yang sedang relevan saat ini.
Keberhasilan menembus pendanaan PKM bukan sekadar prestasi finansial, melainkan pembuktian bahwa kualitas intelektual mahasiswa mampu bersaing di tingkat nasional dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Harapan kami, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dapat mengirimkan proposal yang lebih berkualitas dan memperoleh pendanaan yang lebih banyak pada tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya,” pungkas Lintang Muliawanti.
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA diharapkan mampu menghasilkan proposal PKM yang kompetitif, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat luas di masa depan.
Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) tampilkan inovasi pengabdian masyarakat di JAGAD SEMAR 2025, hadirkan produk unggulan hasil PKM PW dosen Ilkom “Paya Kress”. Keikutsertaan ini mempertegas peran kampus dalam pembangunan daerah melalui penguatan potensi lokal secara berkelanjutan.
Dalam rangkaian Ajang Penghargaan Inovasi Daerah dan Semarak Seminar (JAGAD SEMAR) Kabupaten Magelang Tahun 2025, UNIMMA memeriahkan Gelar Karya Pengabdian Masyarakat di Kampung Seni Borobudur. Kehadiran UNIMMA pada Sabtu-Minggu (13–14/12) ini menjadi bukti sinergi kuat sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Magelang.
Salah satu inovasi yang menonjol di stan pameran adalah produk Paya Kress asal Desa Sumberarum, Tempuran. Produk ini merupakan buah manis dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Pemberdayaan Wilayah (PKM PW) yang diketuai oleh dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Dwi Susanti, S.I.Kom., M.A.
Melalui sentuhan keilmuan komunikasi, produk Paya Kress kini bertransformasi menjadi komoditas ekonomi kreatif yang memiliki nilai tawar tinggi. Pendampingan yang dilakukan mencakup aspek strategi branding, inovasi kemasan, hingga manajemen komunikasi pemasaran agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Veni Soraya Dewi, S.E., M.Si., selaku Kepala Divisi Pengabdian kepada Masyarakat LPPM UNIMMA, menegaskan bahwa partisipasi dalam JAGAD SEMAR adalah momentum strategis. Ia menilai ajang ini sangat efektif untuk menunjukkan dampak nyata kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat desa binaan.
“Produk-produk yang kami tampilkan, termasuk Paya Kress, merupakan proses panjang pendampingan yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan masyarakat desa. Melalui pengabdian PKM PW ini, UNIMMA berupaya mendorong kemandirian ekonomi desa sekaligus meningkatkan nilai tambah potensi lokal,” jelas Veni Soraya Dewi.
Dampak nyata dari pendampingan dosen Ilmu Komunikasi ini tidak hanya berhenti pada produk fisik, tetapi juga pada peningkatan kapasitas literasi bisnis warga. Keberhasilan hilirisasi riset dan pengabdian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Magelang dalam mengembangkan produk unggulan wilayahnya.
Dengan keikutsertaan dalam JAGAD SEMAR 2025, UNIMMA secara konsisten menjalankan peran Catur Darma Perguruan Tinggi yang berorientasi pada kemajuan ekonomi. Hilirisasi hasil PKM PW ini dipastikan akan terus berlanjut guna mendukung kemandirian ekonomi kreatif masyarakat Magelang di masa depan.
UNIMMA berkomitmen memperkuat Catur Darma melalui inovasi pengabdian masyarakat di JAGAD SEMAR 2025 demi pembangunan daerah berkelanjutan. Sinergi antara akademisi dan pemerintah diharapkan terus melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi ekonomi kreatif dan penguatan potensi lokal di Magelang.