Ilkom UNIMMA Pimpin PKM Lintas Disiplin: Implementasi Sistem Keuangan Digital untuk Penguatan Wisata Halal Umbul Banyu Roso

Ilkom UNIMMA Pimpin PKM Lintas Disiplin: Implementasi Sistem Keuangan Digital untuk Penguatan Wisata Halal Umbul Banyu Roso

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) terus memperluas kontribusinya melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Pemberdayaan Wilayah (PKM-PW). Program skema “Penguatan Ekosistem Wisata Halal dan Pemberdayaan UMKM” ini berfokus pada modernisasi Pemandian Air Hangat Umbul Banyu Roso, Desa Sumberarum, Tempuran, Magelang.

Kegiatan ini diketuai oleh Dosen Ilmu Komunikasi UNIMMA, Dwi Susanti, yang memimpin tim lintas disiplin untuk menghibahkan dan melatih sistem keuangan digital bagi pengelola pemandian. Inisiatif ini merupakan kelanjutan upaya untuk meningkatkan branding dan memperkenalkan konsep wisata halal ke publik.

Inovasi Digital: Mengubah Laporan Manual Menjadi Transparan

Pengembangan sistem keuangan digital Umbul Banyu Roso menjadi fokus utama PKM-PW kali ini. Tim mengidentifikasi masalah laporan keuangan yang masih sederhana dan manual. Solusinya adalah merancang dan mengimplementasikan sistem berbasis aplikasi yang mudah digunakan, baik di komputer maupun ponsel.

Sistem baru ini dilengkapi fitur canggih, seperti:

  • Dashboard visualisasi pendapatan.
  • Manajemen transaksi harian.
  • Pemantauan stok barang.

Dengan sistem ini, proses pembuatan laporan keuangan menjadi lebih cepat, akurat, dan transparan. Pelatihan ini secara khusus diampu oleh Dosen Hukum Ekonomi Syariah UNIMMA, Zulfikar Bagus Pambuko, memastikan pengelolaan keuangan wisata berjalan sesuai prinsip akuntabilitas.

Peran Sentral Ilmu Komunikasi dalam Integrasi Tim

Meskipun fokusnya adalah keuangan, peran Dosen Ilmu Komunikasi sebagai Ketua Tim sangat krusial. Keahlian komunikasi digunakan untuk:

  1. Identifikasi Kebutuhan: Membangun komunikasi efektif dengan pengelola untuk memahami masalah keuangan manual mereka.
  2. Pelatihan Efektif: Merancang modul pelatihan yang mudah dipahami oleh pengelola wisata.
  3. Branding & Publikasi: Memastikan program hibah ini juga sejalan dengan peningkatan citra (branding) Pemandian Umbul Banyu Roso sebagai destinasi wisata halal.

Evaluasi setelah implementasi dan pelatihan menunjukkan peningkatan efisiensi dan akuntabilitas. Program ini tidak hanya menghadirkan sistem teknologi, tetapi juga mentransfer pengetahuan dan skill yang memperkuat ekosistem wisata secara keseluruhan.

Kegiatan PKM-PW ini menegaskan komitmen UNIMMA, di mana Ilmu Komunikasi berperan sebagai katalisator yang mampu mengintegrasikan keilmuan lintas disiplin (Komunikasi, Syariah, Teknologi) demi tercapainya pemberdayaan UMKM dan penguatan konsep wisata halal di Magelang.

Program PKM-PW ini menegaskan komitmen Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam mendukung pengembangan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan, profesional, dan sesuai dengan prinsip wisata halal.

Dosen Ilmu Komunikasi UNIMMA Jadi Katalisator: Riset Lintas Disiplin Perkuat Desa Wisata Wanurejo Borobudur

Dosen Ilmu Komunikasi UNIMMA Jadi Katalisator: Riset Lintas Disiplin Perkuat Desa Wisata Wanurejo Borobudur

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammdiyah Magelang (UNIMMA) memperkuat Desa Wisata Wanurejo, desa penyangga Borobudur yang masuk 50 desa wisata terbaik Indonesia (ADWI 2024), melalui riset berbasis literasi. Wanurejo, yang dikenal sebagai “Desa Wisata Budaya dan Kriya”, menawarkan pengalaman wisata yang unik, mulai dari homestay hingga atraksi budaya lokal yang kini menjadi daya tarik utama destinasi super-prioritas.

Keterlibatan UNIMMA ini dipimpin oleh tim penelitian Hibah Riset Desa yang diketuai oleh Zulfikar Bagus Pambuko, dengan dukungan aktif dari dosen Ilmu Komunikasi Lintang Muliawanti dan lintas disiplin lainnya. Tim ini menerapkan pendekatan Research-Based Learning.

Melalui model ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas. Mereka langsung terjun ke lapangan, terlibat dalam penyusunan proposal, analisis data SPSS, hingga pengumpulan data di sembilan dusun Wanurejo.

Wanurejo: Laboratorium Sosial Ilmu Komunikasi UNIMMA

Sejak tahun 2019, Prodi Ilmu Komunikasi UNIMMA telah menjadikan Desa Wanurejo sebagai Laboratorium Sosial yang mendukung berbagai proses pembelajaran. Hubungan ini diintegrasikan melalui konversi mata kuliah berbasis proyek di desa, menunjukkan bagaimana teori komunikasi bersentuhan langsung dengan praktik pemberdayaan masyarakat.

Pada mata kuliah PR 4.0, mahasiswa menghasilkan PR Kit untuk desa wisata. PR Kit ini berisi strategi komunikasi publik, panduan branding, dan konten media sosial yang relevan.

Selain itu, pada mata kuliah MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition), mahasiswa terlibat langsung dalam penyelenggaraan event besar seperti Borobudur Night Carnaval. Kegiatan ini dikonversi sebagai pengalaman pembelajaran resmi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Tak hanya itu, mahasiswa juga aktif membuat video company profile Desa Wisata Wanurejo. Video ini diunggah di kanal YouTube Prodi Ilkom sebagai bagian dari strategi publikasi digital desa.

Rangkaian aktivitas ini menunjukkan bagaimana pendidikan tinggi, khususnya Ilmu Komunikasi UNIMMA, mampu menjembatani teori public relations dan digital communication dengan praktik nyata di lapangan. Tujuannya adalah memperkuat kapasitas promosi dan manajemen desa wisata.

Literasi Sebagai Modal Sosial Baru

Temuan riset Dosen UNIMMA ini juga mengungkap tantangan literasi sebagai modal sosial baru. Literasi para pegiat wisata Wanurejo masih berada pada kategori sedang (moderate).

Misalnya, skor literasi media sosial pegiat wisata mencapai 71,58. Kekuatan ada pada keterampilan teknis penggunaan platform, namun masih lemah di aspek privasi dan algoritma, yang merupakan isu krusial dalam Ilmu Komunikasi Digital.

Demikian pula dengan literasi Bahasa Inggris, yang memiliki skor 64,44. Keterampilan membaca lebih kuat daripada menulis, menunjukkan kebutuhan mendesak untuk komunikasi pariwisata global.

Hal ini mempertegas peran akademisi sebagai katalisator. Perguruan tinggi harus memastikan desa wisata mampu bersaing secara global melalui penguatan literasi digital, bahasa, dan keuangan.

Membangun Wanurejo sebagai Model Berkelanjutan

Hasil kajian menekankan bahwa pengembangan Wanurejo dengan model Community Based Tourism (CBT) telah berjalan cukup baik, ditandai peningkatan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan. Namun, tantangan seperti ego sektoral dan kesadaran generasi muda tetap ada.

Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi Pentahelix (akademisi, bisnis, pemerintah, masyarakat, dan media) yang kuat untuk membangun model integrasi desa wisata berkelanjutan. Partisipasi publik adalah kunci, di mana masyarakat menjadi subjek, bukan sekadar objek, dalam proses pengembangan.

Dosen UNIMMA yang terlibat langsung dalam riset ini percaya bahwa Wanurejo dapat menjadi world class tourism village. Kunci keberhasilan Wanurejo adalah kolaborasi Pentahelix yang kuat. Riset dan pembelajaran Ilmu Komunikasi UNIMMA memastikan desa ini menjadi model nasional desa wisata berkelanjutan.

Riset Dosen Ilmu Komunikasi UNIMMA Ungkap Rahasia di Balik Viralitas Candi Borobudur di Media Sosial

Riset Dosen Ilmu Komunikasi UNIMMA Ungkap Rahasia di Balik Viralitas Candi Borobudur di Media Sosial

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Lintang Muliawanti, baru saja merilis temuan penting mengenai pola komunikasi digital wisatawan di Candi Borobudur. Riset ini menyoroti bagaimana pengalaman tak terlupakan (Memorable Tourism Experiences) memicu niat wisatawan untuk melakukan Electronic Word of Mouth (e-WOM) atau berbagi ulasan di media sosial.

Dalam studi bertajuk “Borobudur Tourists’ Electronic Word of Mouth”, tim peneliti membedah fenomena komunikasi pariwisata yang kini menjadi tulang punggung promosi destinasi. Data menunjukkan bahwa dari tujuh elemen pengalaman, aspek pengetahuan (knowledge), keterlibatan (involvement), dan kebaruan (novelty) menjadi pendorong utama yang membuat turis sukarela mengunggah pengalaman mereka ke internet.

“Wisatawan yang merasa mendapatkan wawasan budaya baru dan terlibat aktif dalam aktivitas di Borobudur cenderung memberikan ulasan positif yang informatif di platform digital,” ungkap hasil riset tersebut.

Menariknya, temuan ini juga mengungkap sisi lain: aspek hedonisme atau kesenangan semata justru memiliki dampak negatif terhadap intensitas e-WOM, menandakan bahwa wisatawan Borobudur lebih menghargai substansi pengalaman daripada sekadar kemewahan.

Mungkin Kamu Juga Suka: Dosen Ilkom UNIMMA Pimpin Pengembangan Konsep Wisata Halal di Pemandian Air Panas Tempuran

Fenomena ini menjadi sangat relevan bagi kajian Ilmu Komunikasi, khususnya di bidang komunikasi pemasaran digital dan komunikasi pariwisata. Riset ini membuktikan bahwa strategi komunikasi sebuah destinasi tidak lagi hanya bergantung pada iklan konvensional, melainkan pada bagaimana pengelola “menciptakan ruang” bagi wisatawan untuk memproduksi konten mereka sendiri secara organik.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap pengembangan riset lokal, Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA terus mendorong kajian yang berdampak pada kemajuan pariwisata Magelang sebagai destinasi super-prioritas nasional. Temuan ini diharapkan menjadi acuan bagi pengelola wisata untuk lebih kreatif dalam merancang aktivitas yang interaktif dan edukatif demi meningkatkan citra positif di ranah siber.

Studi ini menggunakan metode regresi linear berganda untuk memastikan akurasi dampak tiap variabel terhadap perilaku komunikasi wisatawan. Melalui riset ini, dosen Ilmu Komunikasi UNIMMA kembali menunjukkan peran aktif akademisi dalam memberikan solusi nyata bagi tantangan komunikasi di era digital.

Ilkom UNIMMA Cetak Komunikator Pariwisata Kelas Dunia: Dosen Ilkom Latih Pengelola Homestay Borobudur Kuasai Intercultural Communication

Ilkom UNIMMA Cetak Komunikator Pariwisata Kelas Dunia: Dosen Ilkom Latih Pengelola Homestay Borobudur Kuasai Intercultural Communication

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menegaskan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya di sektor pariwisata. Dua dosen ahli dari Ilkom UNIMMA, Lintang Muliawanti, dan Dwi Susanti, sukses menjadi narasumber utama dalam Pelatihan, Sertifikasi, dan Pendampingan Aktivasi Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) di kawasan wisata Borobudur.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Otorita Borobudur (BOB) di Balkondes Karangrejo pada Selasa (7/10) ini merupakan implementasi nyata dari kerja sama strategis antara Prodi Ilmu Komunikasi UNIMMA dengan BOB, yang bertujuan memperkuat kapasitas pelaku usaha homestay agar siap bersaing di kancah global.

Menekankan 3C: Kunci Komunikasi Kerja Efektif

Lintang Muliawanti, M.I.Kom., yang merupakan pakar di bidang komunikasi, membawakan dua sesi materi penting. Sesi pertama bertajuk “Komunikasi Kerja Efektif di Lingkungan Kerja”. Dalam paparannya, Lintang Muliawanti menegaskan bahwa kemampuan berkomunikasi merupakan fondasi utama dalam menciptakan pengalaman menginap yang tak terlupakan bagi tamu.

“Komunikasi efektif itu penting untuk meningkatkan kepuasan tamu, mencegah kesalahpahaman, dan membangun reputasi layanan yang berkelanjutan,” ujar Lintang. Ia juga memperkenalkan dan mendesak peserta untuk menerapkan prinsip 3C: Clarity (Kejelasan), Courtesy (Kesopanan), dan Consistency (Konsistensi) dalam setiap interaksi layanan.

Mengangkat Budaya Lokal dalam Global Hospitality

Pada sesi berikutnya, Lintang Muliawanti mengulas topik “Komunikasi Lintas Budaya”. Beliau mengajak para pengelola homestay untuk menginternalisasi nilai-nilai budaya Jawa yang ramah dan santun ke dalam praktik pelayanan pariwisata sehari-hari.

“Setiap tamu membawa budayanya sendiri, dan kita adalah jembatan makna. Jadilah wajah ramah Borobudur bagi dunia, karena hospitality is not just service, it’s our culture,” tegas Lintang, menekankan bahwa kemampuan memahami dan menghormati perbedaan budaya adalah bekal esensial untuk melayani wisatawan mancanegara.

Melengkapi materi, Dwi Susanti, memberikan pelatihan praktis “English for Hospitality”. Materi ini dirancang khusus untuk membekali peserta dengan keterampilan komunikasi dasar dalam Bahasa Inggris, mulai dari menyambut tamu, menawarkan bantuan, hingga menanggapi permintaan sederhana secara profesional dan percaya diri.

Program kolaboratif ini disambut antusias oleh para peserta. Salah satu peserta, Sri Puji Astuti dari Griya Safira, mengaku sangat merasakan manfaatnya. “Setelah ini, saya akan lebih terbuka dengan tamu, merangkum kritik dan saran, serta tetap santun menerima perbedaan budaya tanpa harus kehilangan budaya sendiri,” ungkapnya.

Prodi Ilmu Komunikasi UNIMMA berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang berdaya saing, ramah budaya, dan berkelanjutan, membuktikan bahwa ilmu komunikasi memiliki peran krusial dalam memajukan pariwisata nasional.

Dosen Ilkom UNIMMA Bedah Pentingnya Komunikasi Politik Lokal di Era Partisipasi Warga

Dosen Ilkom UNIMMA Bedah Pentingnya Komunikasi Politik Lokal di Era Partisipasi Warga

Insiden pelemparan sandal ke arah Bupati Pati Sudewo saat menemui massa demonstran beberapa waktu lalu, menjadi studi kasus menarik dalam pembahasan Komunikasi Politik Lokal di Prodi Ilmu Komunikasi (Prodi Ilkom) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA). Dosen pengampu mata kuliah Komunikasi Politik Digital, Annis Azhar, membedah kasus ini di kelas untuk menyoroti rapuhnya kanal komunikasi antara elit lokal dan partisipasi masyarakat sipil.

Menurut analisis yang disampaikan Annis Azhar dalam kuliahnya, peristiwa yang terekam kamera dan viral tersebut bukan sekadar insiden pelemparan, melainkan puncak dari kegagalan komunikasi politik yang telah terakumulasi. Kasus ini, yang diliput Kompas.com, menjadi contoh nyata bahwa pendekatan komunikasi yang tidak tepat dapat mengubah partisipasi warga yang seharusnya konstruktif menjadi ekspresi ketidakpuasan yang agresif.

Annis menjelaskan bahwa partisipasi warga dalam politik lokal seharusnya diwadahi melalui saluran yang efektif, seperti pertemuan publik, dialog terbuka, atau media komunikasi pemerintah. Namun, ketika saluran tersebut buntu, partisipasi sering kali beralih ke bentuk yang lebih vokal dan konfrontatif, seperti demonstrasi.

“Ketika warga merasa suara mereka tidak didengar, energi partisipasi itu akan mencari cara lain untuk berekspresi. Dalam kasus di Pati, demonstrasi tersebut menunjukkan adanya gap yang lebar antara apa yang disampaikan elit politik dengan realitas yang dirasakan masyarakat,” terang Annis Azhar, dikutip dari hasil wawancara yang dilakukan tim Jurnalis Prodi Ilkom UNIMMA.

Annis menyoroti pentingnya Komunikasi Politik Lokal yang berbasis pada dialog dan empati. Pejabat publik harus mampu menerjemahkan isu-isu kompleks (seperti sengketa lahan atau kebijakan publik) ke dalam bahasa yang dipahami dan diterima warga.

Menurut Annis, salah satu kunci kegagalan komunikasi dalam kasus ini adalah framing atau pembingkaian pesan dari pihak elit. Pejabat publik seringkali datang ke tengah massa hanya dengan tujuan meredam, bukan mendengar dan memahami.

“Komunikasi politik lokal yang sukses menuntut kesiapan pemimpin untuk tidak hanya menyampaikan narasi, tetapi juga menerima kritik dan kemarahan. Ketika Bupati menemui massa, pesan yang ia sampaikan harusnya tentang mendengarkan dan mencari solusi bersama, bukan sekadar janji atau pembelaan diri. Insiden pelemparan sandal menjadi simbol bahwa pesan tersebut gagal diterima,” tambah Annis.

Prodi Ilmu Komunikasi UNIMMA menekankan bahwa studi kasus seperti ini sangat penting bagi mahasiswa untuk memahami dinamika riil Komunikasi Politik Lokal. Tujuannya agar lulusan Ilkom dapat berkontribusi dalam membangun jembatan komunikasi yang sehat antara pemangku kebijakan dan masyarakat di masa depan.

Bukan Sekadar Pelepasan, Prodi Ilkom UNIMMA Ubah Alumni Jadi Jejaring Karir Profesional

Bukan Sekadar Pelepasan, Prodi Ilkom UNIMMA Ubah Alumni Jadi Jejaring Karir Profesional

Program Studi Ilmu Komunikasi (Prodi Ilkom) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) mengambil langkah strategis untuk menjamin keberlanjutan karir lulusannya. Hal ini diwujudkan melalui acara pelepasan wisudawan gabungan yang dirangkai dengan inisiasi penguatan wadah alumni profesional.

Acara yang digelar di Cafe Kalahari Pakelan, Kabupaten Magelang, ini melibatkan wisudawan periode III Tahun Ajaran 2024-2025 dan periode I Tahun Ajaran 2025-2026. Pelepasan gabungan dua periode ini diselenggarakan sebagai pembekalan formal dan transisi bagi para sarjana baru, menyusul adanya penyesuaian jadwal internal fakultas.

Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA, Lintang Muliawanti, menjelaskan bahwa kegiatan ini melengkapi proses akademik mahasiswa, dari orientasi saat masuk hingga pelepasan saat lulus.

“Tujuannya adalah mengantarkan secara resmi mahasiswa yang telah menyelesaikan studi. Saat masuk ada orientasi fakultas, dan saat sudah lulus pun kita memberikan pelepasan, disertai pembekalan ringan,” ujar Lintang.

Poin utama dari acara tersebut adalah sesi diskusi intensif mengenai pembentukan forum alumni yang lebih terstruktur di tingkat prodi. Sesi ini dipimpin langsung oleh perwakilan koordinator pengurus alumni Fakultas dan koordinator alumni Prodi Ilkom.

Lintang Muliawanti menekankan bahwa pembentukan wadah ini merupakan langkah krusial untuk memperkuat ikatan kekeluargaan dan profesional di antara lulusan. Forum ini didesain sebagai platform utama untuk aktualisasi diri dan perluasan jejaring bagi para alumni.

Lebih lanjut, Prodi Ilkom memosisikan diri sebagai fasilitator karir aktif.

“Kami berkomitmen untuk mewadahi mereka dalam mencari pekerjaan dan memberikan akses informasi yang relevan. Ini adalah peran prodi dalam menjamin lulusan tetap terkoneksi dengan peluang industri,” tegas Lintang, menggarisbawahi komitmen prodi dalam mendukung transisi karir lulusan.

Inisiatif penguatan jejaring ini dirancang sebagai hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. Selain memfasilitasi karir alumni, Prodi Ilkom secara terbuka menyambut kontribusi balik dari mereka yang telah sukses di dunia industri.

“Ketika alumni sudah berkiprah di dunia industri, kontribusi mereka dalam bentuk apapun akan sangat diterima di prodi atau fakultas,” tutup Lintang.

Penguatan jejaring ini diharapkan menjadi model kemitraan yang efektif bagi Prodi Ilkom UNIMMA untuk memastikan lulusannya tetap terhubung, aktif berinteraksi, dan siap memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan institusi di masa depan.