Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar lomba video vlog tingkat SMA/SMK/MA se-Magelang sebagai puncak kemeriahan Milad ke-8 prodi di Omah Mbudur, Sabtu (7/2).
Kegiatan ini menjadi magnet bagi kreator muda berbakat, terbukti dengan hadirnya peserta lomba yang berpartisipasi dari berbagai sekolah ternama yang ada di Magelang guna memperebutkan gelar juara.
Antusiasme yang tinggi sejak pendaftaran dibuka menunjukkan bahwa wadah kreativitas digital yang diinisiasi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA sangat relevan dengan minat generasi Z dalam dunia konten kreator.
Ketua Pelaksana Milad, Zikhru Aulia, menyampaikan bahwa lomba vlog ini dirancang agar para pelajar dapat menangkap esensi perayaan milad melalui sudut pandang yang dinamis dan bercerita secara visual.
“Kami sangat terkesan dengan antusiasme peserta. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA mampu menciptakan tren positif bagi pelajar di Magelang,” ujar Zikhru.
Zikhru menambahkan, melalui lomba ini, panitia ingin memberikan pengalaman nyata bagi para siswa tentang cara mengemas sebuah event menjadi konten informasi yang menarik dan berkualitas secara komunikasi.
Panitia pendamping, Chintia Sakinah Ali, mengungkapkan rasa bangganya melihat interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan peserta lomba selama kegiatan berlangsung di kawasan ikonik Omah Mbudur tersebut.
“Melihat semangat mereka dalam mengambil angle video memberikan energi baru bagi kami. Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA berkomitmen terus menjadi wadah kolaborasi kreatif bagi talenta muda,” tutur Chintia.
Kesan mendalam juga dirasakan oleh Nadif Zifan, peserta asal SMAN 1 Mertoyudan. Ia mengaku acara ini memberikan tantangan baru baginya untuk mengasah kemampuan storytelling di depan kamera secara langsung.
“Acaranya seru banget dan lokasinya sangat estetik untuk dijadikan konten. Lomba yang diadakan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA ini bikin kami lebih berani buat berekspresi secara kreatif,” ungkap Nadif Zifan.
Keberhasilan perayaan Milad ke-8 di Omah Mbudur ini menegaskan peran mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA sebagai pionir penggerak kreativitas digital yang peduli pada pengembangan bakat generasi muda masa depan.
Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) sukses menyelenggarakan lomba fotografi bagi pelajar SMA/SMK/MA se-Magelang sebagai bagian dari puncak perayaan Milad ke-8 di Omah Mbudur, Sabtu (7/2).
Kegiatan ini dirancang untuk mengasah bakat visual generasi muda sekaligus memperkenalkan potensi wisata budaya lokal di Magelang melalui bidikan kamera kreatif para peserta dari berbagai sekolah menengah.
Antusiasme masyarakat dan pelajar terhadap acara ini tergolong sangat tinggi. Banyaknya peserta yang mendaftar menunjukkan bahwa ajang kompetisi visual ini menjadi salah satu kegiatan yang paling dinantikan di Magelang.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Zikhru Aulia, menyampaikan bahwa lomba ini bertujuan memfasilitasi pelajar dalam mengekspresikan ide kreatif di ruang terbuka untuk menciptakan ruang kolaborasi positif antara kampus dan sekolah.
“Kami bangga melihat antusiasme peserta. Kehadiran sekolah-sekolah unggulan yang berpartisipasi membuktikan ajang ini sangat dinantikan untuk menjunjung tinggi nilai seni dan estetika,” ungkap Zikhru Aulia.
PIC Lomba Fotografi, Cikal Cahyo, menambahkan bahwa teknis lomba memberikan kebebasan bagi peserta untuk menangkap momen terbaik di area Omah Mbudur yang ikonik agar mereka nyaman saat bereksplorasi.
“Melalui kegiatan ini, kami para mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA juga belajar mengelola event komunikasi berskala besar yang melibatkan publik eksternal secara langsung dan profesional,” tutur Cikal Cahyo.
Kesan mendalam juga disampaikan oleh Gloria Maharani, peserta asal SMA Negeri 5 Magelang. Ia merasa kompetisi ini memberikan pengalaman berbeda karena menggabungkan teknik fotografi dengan keindahan budaya lokal.
“Acara ini sangat keren karena lokasinya di Omah Mbudur yang estetik banget. Selain kompetisi, saya jadi belajar banyak hal baru tentang cara mengambil sudut pandang yang bercerita melalui kamera,” ujar Gloria Maharani.
Keberhasilan Milad ke-8 ini menjadi bukti nyata kekompakan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam memberikan dampak positif bagi lingkungan serta mendorong pertumbuhan talenta muda di bidang komunikasi visual.
Diharapkan, melalui kemeriahan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dapat terus menginspirasi masyarakat luas dan memperkuat peran program studi dalam pengembangan ekosistem industri kreatif di Magelang.
Perayaan Milad Progam Studi Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) yang ke-8 tampil berbeda dengan menghadirkan aksi nyata kepedulian alam melalui kegiatan menanam pohon di bantaran sungai kawasan Omah Mbudur, Sabtu (7/2).
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang identik dengan euforia semata, Milad Ilkom UNIMMA yang ke-8 kali ini mengusung misi pelestarian lingkungan sebagai bentuk respons terhadap kondisi alam saat ini.
Kegiatan menanam pohon ini dipusatkan di pinggiran sungai daerah Omah Mbudur, melibatkan dosen dan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA yang terjun langsung menghijaukan kembali area resapan air tersebut.
Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi, Lintang Muliawanti, S.I.Kom., M.A., menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah refleksi atas maraknya bencana alam yang belakangan melanda berbagai wilayah di Indonesia.
“Kita melihat alam mulai marah terhadap ulah manusia, seperti yang dialami saudara kita di Pulau Sumatra. Maka, Milad Ilkom UNIMMA yang ke-8 ini menjadi momentum kami untuk membalas budi pada alam,” tegas Lintang.
Melalui sambutannya, Lintang menekankan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA harus memiliki kepekaan sosial dan lingkungan, sehingga perayaan hari jadi tidak hanya diisi dengan kesenangan, tetapi juga kemanfaatan.
Kegiatan tanam pohon ini berkolaborasi dengan Kelompok Siswa Siswi SMK N 2 Magelang Pencintan Alam (COSSPALA SKANIDA) yang membantu dalam proses penanaman. Sadina Ayu Nafisah selaku anggota dari organisasi tersbut mengucapkan terimakasih kepada pihak peyelenggara karena acara milad yang biasanya hanya untuk senang sengang saja namun tidak untuk prodi ilmu komunikasi UNIMMA mereka justru menunjukan kepeduliannya melalui aksi tanam pohon
“Kami berterima kasih kepada penyelenggara. Biasanya acara Milad hanya untuk bersenang-senang, namun Prodi Ilmu Komunikasi UNIMMA berbeda; mereka justru menunjukkan kepedulian nyata melalui aksi tanam pohon ini.” Jelas nya.
Kegiatan ini diharapkan mampu mencegah terjadinya erosi di sepanjang pinggiran sungai Omah Mbudur sekaligus menjadi simbol pertumbuhan prodi yang kian kokoh dan memberikan dampak positif bagi ekosistem sekitar.
Para mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA tampak antusias mengikuti instruksi penanaman bibit pohon, menciptakan suasana perayaan yang lebih bermakna dan berkesan bagi seluruh civitas akademika yang hadir.
Dengan adanya aksi menanam pohon ini, Milad Ilkom UNIMMA yang ke-8 berhasil membuktikan bahwa insan komunikasi juga mampu menjadi pelopor gerakan pelestarian lingkungan di tengah tantangan perubahan iklim global.
Aksi lingkungan di Omah Mbudur ini pun ditutup dengan harapan agar pohon yang ditanam oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dapat tumbuh besar, seiring dengan kemajuan prodi yang terus memberikan kontribusi nyata.
Panggung Milad Progam Studi Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) yang ke-8 di Omah Mbudur mendadak haru dan bangga saat mahasiswa semester 1 menayangkan short movie perdana mereka sebagai luaran mata kuliah Creative Thinking.
Meski masih menyandang status mahasiswa baru, para mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA angkatan 2025 ini berhasil membuktikan bahwa kreativitas tidak dibatasi oleh usia akademik melalui karya audio visual yang memukau.
Dosen pengampu, Dwi Susanti, S.I.Kom., M.A., tak kuasa menyembunyikan rasa bangganya atas dedikasi mahasiswa yang berhasil mengeksekusi proyek film ini dengan sangat maksimal meski di tengah keterbatasan pengalaman.
Beliau menyoroti bagaimana para mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA ini belajar secara otodidak dan militan dalam menyusun skrip, memburu talent, hingga menguasai teknis kamera yang rumit dalam waktu singkat.
“Mereka benar-benar belajar dari nol. Saya sangat mengapresiasi keberanian mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA angkatan 2025 yang telah memberikan hasil di luar ekspektasi saya untuk sebuah karya pertama,” ujar Dwi Susanti.
Salah satu sineas muda yang terlibat, Muhammad Lucky Arozaq, mengakui bahwa terjun langsung ke lapangan memberikan perspektif baru yang tidak ia dapatkan hanya dengan duduk diam mendengarkan teori di kelas.
Bagi Lucky, memproduksi film adalah ajang belajar kepemimpinan dan manajemen konflik, di mana ia harus bergelut dengan dinamika tim dan menyelesaikan berbagai krisis tak terduga selama proses syuting.
“Ada rasa bangga yang luar biasa saat film kami diputar di acara Milad Ilkom UNIMMA yang ke-8. Kami tidak hanya belajar bikin film, tapi belajar cara menjaga ego dan bekerjasama dalam tim,” ungkap Lucky.
Penayangan ini menjadi bukti bahwa kurikulum yang diterapkan bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA sangat adaptif, mampu menelurkan karya nyata yang layak tonton bahkan sejak semester awal perkuliahan.
Keberhasilan penayangan film ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA untuk terus melahirkan karya kreatif yang lebih besar dan kompetitif di industri kreatif masa depan.
Milad Progamn Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) ke-8 di Omah Mbudur tak hanya soal seremoni, tapi juga menjadi ajang “pembuktian” sosok-sosok paling berpengaruh melalui nominasi paling ikonik, Sabtu (7/2).
Berangkat dari suara murni mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA melalui polling terbuka, deretan nama dosen dan mahasiswa terpilih resmi diumumkan untuk merayakan keberagaman karakter di lingkungan prodi.
Hasilnya, Lintang Muliawanti dinobatkan sebagai Dosen Terfavorit, Alan Kusuma sebagai Dosen Ter-On Time, dan Dwi Susanti yang sukses mencuri perhatian sebagai Dosen Ter-Kece pilihan mahasiswa.
Kemeriahan berlanjut di kategori mahasiswa, Aditya menyabet gelar Ter-Ekstrovert, Nadin sebagai Mahasiswa Berprestasi, dan Romy Haikal yang sukses mengocok perut audiens sebagai Mahasiswa Ter-Kocak.
Dwi Susanti, peraih predikat Dosen Ter-Kece, memandang ajang ini sebagai bentuk apresiasi yang jujur dan mempererat hubungan emosional antara dosen dan mahasiswa di luar jam kuliah.
“Ini cara yang sangat asyik untuk saling mengapresiasi. Ternyata mahasiswa cukup jeli memperhatikan hal-hal detail dari kami, dan itu sangat mengharukan sekaligus menyenangkan,” tutur Dwi Susanti.
Senada dengan hal itu, Romy Haikal merasa bangga karena perayaan Milad Ilkom UNIMMA ke-8 ini memberikan panggung bagi setiap mahasiswa untuk diapresiasi berdasarkan keunikan masing-masing.
“Gak nyangka bisa terpilih jadi yang paling kocak. Tapi ini bukti kalau di Ilmu Komunikasi UNIMMA, kita semua dihargai apa adanya, gak melulu soal nilai tapi juga soal karakter,” ujar Romy.
Penghargaan ini menjadi simbol kuatnya kekeluargaan di lingkungan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA, di mana setiap individu memiliki peran penting dalam membangun suasana kampus yang dinamis.
Perayaan sewindu di Omah Mbudur ini pun ditutup dengan optimisme bahwa harmoni antara dosen dan mahasiswa akan terus menjadi energi utama bagi kemajuan prodi di masa mendatang.
Puncak perayaan Milad Ilkom Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) yang ke-8 di Omah Mbudur pada Sabtu (7/2) semakin istimewa dengan kehadiran Wakil Rektor IV UNIMMA, Ns. Sigit Priyanto, M.Kep.
Dalam kehadirannya, beliau memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Program Studi Ilmu Komunikasi atas keberhasilan mengemas acara yang memadukan selebrasi internal dengan kompetisi kreatif bagi talenta muda.
Beliau menilai, inisiasi lomba Fotografi dan Video Vlog bagi pelajar SLTA se-Magelang ini merupakan langkah cerdas mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dalam memperkenalkan dunia akademik yang aplikatif kepada publik.
Sigit Priyanto secara khusus mengajak para peserta lomba untuk tidak ragu melanjutkan jenjang pendidikan tinggi mereka di Program Studi Ilmu Komunikasi UNIMMA setelah lulus nanti.
Hal ini didasari oleh prospek dunia komunikasi yang sangat luas, di mana mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA dididik langsung oleh para dosen ahli (expert) yang memiliki kepakaran mendalam di bidangnya.
“Kami melihat masa depan yang cerah di prodi ini. Dengan bimbingan dosen-dosen yang pakar, teman-teman SLTA akan mendapatkan bekal kompetensi yang sangat kompetitif di industri,” ujar Sigit Priyanto.
Selain memberikan suntikan motivasi bagi peserta, momen pembukaan Milad Ilkom UNIMMA yang ke-8 ini juga menjadi panggung doa dan harapan besar bagi kemajuan institusi ke depannya.
Wakil Rektor IV menegaskan dukungannya agar dalam waktu dekat, prodi ini segera meraih predikat akreditasi UNGGUL sebagai bukti nyata kualitas pendidikan yang ditawarkan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA.
Beliau berharap seiring bertambahnya usia, program studi ini semakin konsisten dalam memberikan kontribusi nyata serta menebar manfaat bagi masyarakat luas dan lingkungan sekitarnya.
Kemeriahan di Omah Mbudur tersebut diakhiri dengan pesan optimisme bahwa kolaborasi antara kreativitas mahasiswa dan dukungan pimpinan universitas akan membawa prodi ini ke level yang lebih tinggi.